Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan 

 

 

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan (Adina Felyanda/Perspektif)

Darussalam- Setelah berakhirnya pesta demokrasi yang diselenggarakan dua hari yang lalu, kini waktunya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menentukan siapa yang lebih pantas untuk menjadi pemimpin mahasiswa setahun mendatang. Hingga saat ini pembicaraan mengenai penerus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah tahun 2018 masih sangat hangat diperbincangkan oleh kalangan mahasiswa ekonomi.

Sore tadi salah satu kandidat ketua BEM FEB Unsyiah, Rais Mukhayar telah menyerahkan berkas kepada DPM didampingi oleh beberapa ketua lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Untuk Visi dan Misi yang lebih konkritnya masih dibicarakan. Namun dari saya pribadi, saya  ingin mewujudkan BEM yang dapat mendengar aspirasi mahasiswa yakni responsif, aktif, inovatif, demokratif, dan solutif.” Ujarnya ketika ditanyai tentang visi dan misi menjadi ketua BEM FEB Unsyiah.

Saat ditemui selain mengungkapkan visi dan misinya Rais juga mengungkapkan bahwa ketika nantinya terpilih menjadi ketua BEM FEB ia akan mencoba untuk membangun Fakultas Ekonomi menjadi kampus yang digemari dan dikenal seperti dahulu. Mengembalikan suasana ramai yang menjadi ciri khas kampus kuning. Salah satu strategi untuk mencapainya ialah dengan meningkatkan kreatifitas dan motivasi agar mahasiswa ekonomi kembali aktif dalam berorganisasi.

“Saya rasa tidak ada yang perlu diperbaiki dari BEM tahun lalu, dari tahun ke tahun baik.” Ujar Rais tentang Kepengurusan BEM tahun lalu. “Namun tentu saja, setiap tahunnya kita akan mencoba menjadi lebih baik lagi.” Sambungnya.

Namun untuk saat ini belum adanya tanda-tanda kandidat lain yang akan menyerahkan berkas. Atas tidak adanya calon kandidat lain patut dipertanyakan dan juga pastinya menjadi pertanyaan besar dikalangan mahasiswa ekonomi.

Apakah untuk kesekian kalinya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB akan melalui jalur aklamasi lagi atau tidak?. (Sul)

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif (Ghrina Zikran/Perspektif)

Darussalam- Masih dalam suasana demokrasi selasa 19 Desember 2017 Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah serentak mengadakan pemilihan ketua BEM dan DPM untuk tingkat universitas. Ajang perhelatan demokrasi terbesar untuk tingkat mahasiswa ini dilakukan di 12 Fakultas diantaranya.  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar kampus kuning begitu antusias menyalurkan hak suaranya dalam Pemira ditahun 2017.

Teruntuk fakultas ekonomi sendiri pemira berlangsung sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. “Sepanjang ini, pemira di FEB Unsyiah berjalan lancar dengan pengawasan dari pihak KPPS. Walaupun ada sedikit kendala mengenai saksi yang terlambat dan beberapa miskomunikasi antara panitia KPR dan WD III mengenai jam dimulainya kembali pemira usai ishoma.”  Ujar yohanes selaku ketua KPPS FEB

Pemira dilaksanakan di aula FEB dan difasilitasi tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dimana di setiap TPS dibagi kedalam beberapa program studi. TPS 1 untuk mahasiswa program studi S1 Akuntansi dan S1 Ekonomi Pembangunan, TPS 2 untuk mahasiswa program studi S1 Manajemen, S1 Ekonomi Islam, dan D3 manajemen pemasaran, sedangkan TPS 3 untuk program studi D3 perbankan, D3 perpajakan, D3 kesekretariatan, dan D3 akuntansi. Hal tersebut diyakini oleh panitia dapat mendukung kestabilan selama acara berlangsung dan membantu mahasiswa agar tidak kebingungan ketika hendak melakukan pemilihan.

Terlepas dari serangkaian kegiatan pemira ada terbesit secercah kekecewaan dimana kurangnya keikut sertaan dan antusiasme mahasiswa Ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa yang ikut andil mayoritasnya berasal dari mahasiswa tahun 2017 sedangkan dari mahasiswa letting diatas 2017 kurang berpastisipasi dalam permira kali ini. Padahal sebagaimana kita ketahui baik tidaknya hasil setahun mendatang dimulai pada hari ini.

Diakhir pertemuan yohanes menambahkan untuk kedepannya semua panitia yang bertugas menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan menghindari adanya masalah miskomunikasi agar pemira selanjutnya dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Siapapun yang nantinya akan terpilih dan menyandang gelar sebagai pemimpin mahasiswa diharapkan agar dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan menuju arah yang lebih baik. Dapat membawa perubahan untuk kampus kebanggaan rakyat aceh serta bertanggung jawab penuh atas jabatan yang telah disandangnya. (Mev,Zla)

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama (Abu/Perspektif)

Kampus memang tak hanya jadi tempat generasi muda menimba ilmu dan membangun karakter. Kampus juga menjadi tempat mahasiswa mengenal dan belajar tentang demokrasi. Idealisme yang lebih tinggi bahkan menegaskan bahwa kampus merupakan arena memupuk jiwa kepemimpinan menyemai calon-calon pemimpin baru masa depan. Namun di masa-masa regenerasi seperti ini biasanya penuh dengan propaganda politik.

Pemilihan Raya Mahasiswa atau yang populer dengan sebutan PEMIRA adalah ajang perhelatan yang digelar setiap tahunnya merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan mahasiswa yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur. PEMIRA ini pula menjadi ajang pertarungan idealisme yang dikemas seperti halnya PEMILU di Indonesia. Lewat PEMIRA, pemimpin mahasiswa dipilih.

Seperti halnya di Universitas Syiah Kuala esok hari tanggal 19 Desember 2017 ajang perhelatan terbesar untuk lingkup mahasiswa diselenggarakan. Besok mahasiswa dari berbagai fakultas yang berada dibawah payung Universitas Syiah Kuala akan menentukan siapa ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan DPM (Depan Perwakilan Mahasiwa) yang layak untuk membawa citra dan eksitensi yang lebih baik setahun mendatang.

Proses pemungutan suara dilakukan dimasing-masing Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang tersebar disetiap fakultas. Mahasiswa yang dikategorikan sebagai pemilih dalam Pemira adalah mahasiswa yang terdaftar aktif. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kartu identitas mahasiswa yang masih berlaku.

Kali ini ada 5 calon kandidat Ketua BEM Unsyiah yang akan memperebutkan kursi nomor satu dalam kelembagaan mahasiswa unsyiah. Diantaranya Ikhsan dari FKIP, Sakti Arya Duta dari FKP, M.Rijalul Fakhri dari FKEP, Muhammad Yasir dari FT, dan Agam Rizky dari FP. Namun hal ini sangat disayangkan karena tidak ada calon Ketua BEM Unsyiah yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sedangkan untuk DPMU sendiri fakultas ekonomi mengusung 5 kandidat diantaranya  Armi Karmila, Agusriadi, Ainal Fadilla S.Y, Rifqi Ubai Sultan, dan Muhammad Zuddi.

Namun ada kegelisahan dibalik semua itu. Terutama untuk keluarga besar mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis. Disaat fakultas lain sedang sibuk melalukan Pemira serentak untuk memilih Ketua BEM Unsyiah, DPM Unsyiah, BEM dan DPM fakultas masing masing.  Komisi Pemilihan Raya (KPR) baru saja membuka pendaftaran dari tanggal 18-20 desember 2017 untuk para calon ketua lembaga eksekutif. Atas keterlambatan tersebut masih menjadi pertanyaan besar. Hal apa yang menjadi dasar bahwa sanya Pemira FEB tidak dilakukan sekaligus.

Terlepas dari hal tersebut Pemira merupakan sebuah wahana bagi mahasiswa khususnya Universitas Syiah Kuala dalam menggunakan hak suaranya untuk memilih siapa yang dianggapnya layak dan pantas untuk membawa nama “Unsyiah” berlayar di lautan lepas. Lantas, Pemira kali ini masih ada yang ingin Golput?. Bukankah peran mahasiswa itu sendiri sebagai Agent of change  yang  diharapkan dapat membawa perubahan. Jangan mau berdiam diri untuk tidak menyuarakan suara demokrasi, karena hari ini merupakan cerminan untuk setahun mendatang.

Golput bukanlah solusi yang tepat. Ayo sama sama menyuarakan hak Demokrasi. Salam Mahasiswa! (KZ)

KBM FEB Tegaskan Netral Dalam PEMIRA 2017

 

KBM FEB Tegaskan Netral Dalam PEMIRA 2017 (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Menutup akhir 2017, Unsyiah akan menyelenggarakan ajang pesta demokrasi bertajuk Pemilihan Raya (PEMIRA).  PEMIRA merupakan sebuah ajang praktik demokrasi mahasiswa, dan dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk memaknai arti demokrasi yang sesungguhnya dan juga melaksanakannya dan juga merupakan perwujudan demokrasi yang seutuhnya “dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa”.

Dalam ajang demokrasi tahunan kali ini, pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah menetapkan 5 calon yang akan maju dalam PEMIRA kali ini. Kelima calon tersebut adalah Ikhsan (FKIP),  Sakti arya dika(FKP), M Rizatul Fakhri (FKEP), Muhammad Yasir (Teknik) dan  Agam Rizky (FP).

Ditemui dalam Rapat Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ekonomi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB, Nasrul Anas menyatakan bahwa  KBM Ekonomi akan mendukung penuh pelaksanaan PEMIRA Unsyiah 2017.

Ia juga menyatakan bahwa Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah mempersilahkan setiap calon untuk melakukan kampanye dan juga pemasangan atribut di lingkungan FEB, asal tidak merusak fasilitas dan mengganggu ketertiban lingkungan kampus .

“Namun dalam hal ini, Saya menegaskan bahwa Pihak Ormawa selaku mewakili KBM Ekonomi tidak akan melakukan penyambutan terhadap Calon manapun” jelas Anas

Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penegasan bahwa KBM FEB tidak melakukan keberpihakan terhadap salah satu Calon ketua BEM Unsyiah kedepannya.

“KBM ekonomi menyatakan tidak akan mendukung siapapun yang menjadi calon ketua BEM Unsyiah kedepannnya, Bukan berarti Golput, tetapi tidak akan menggiring massa dan tidak adanya bentuk dukungan apapun terhadap salah satu calon, tetapi kita tetap mendukung sepenuhnya Pemira Unysiah” Ujarnya.

Seperti yang di ketahui, PEMIRA Unsyiah 2017 akan di laksanakan pada Selasa, 19 desember 2017. Dengan waktu yang semakin dekat maka tensi dan gejolak politik mahasiswa akan semakin memanas. Ajang kampanye dan pengenalan calon juga disemarakkan oleh tim pemenangan tiap calon Presiden Mahasiswa di Kampus kebanggaan masyarakat Aceh ini.

Anas juga menambahkan bahwa tujuan diturunkannya pernyataan sikap dari KBM Ekonomi ini adalah untuk menghindari isu- isu yang beredar bahwa KBM Ekonomi mendukung dan berpihak kepada salah satu calon dalam permira Unsyiah 2017 ini (HT)

Himadipa Gelar FIPA 2017

Lewat FIPA, HIMADIPA Satukan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (Lilis/Perspektif)

 

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pembangunan (HIMADIPA) FEB Unsyiah menyelenggarakan acara Forum Ilmiah Himadipa (FIPA) 2017 di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah sebagai program kerja tahunan meski sempat beberapa tahun vakum. Acara yang berlangsung dari tanggal 2-5 Oktober 2017 ini mengusung tema  “Prospek Ekonomi Digital Bagi Pertumbuhan Ekonomi“. “Maksud tema tersebut sebagai upaya untuk memberkan pemahaman kepada setiap individu  yang memanfaatkan ekonomi digital mengenai seberapa besar prospek kedepannya, bagaimana, dan apa dampak yang mungkin saja ditimbulkan bagi pertumbuhan ekonomi”, ungkap Syawal selaku panitia acara. Adapun agenda FIPA 2017 lainnya seperti lomba karya tulis ilmiah tingkat se-SMA Aceh dan lomba debat Isu Ekonomi di hari pertama.

Seminar Nasional bertemakan “Prospek Ekonomi Digital Bagi Pertumbuhan Ekonomi” yang di isi oleh Heidy Ruswita Sari dari IDX dan Subhan ,ST General Manager TELKOM ACEH tepat di hari kedua. Sedangkan hari ketiga di isi dengan rangkaian talkshow “Mengintip Rupiah di Era Digital” oleh pemateri yang expert, Fajar Ary DiLo Banda Aceh dan Darma Satria CEO KamiAntarAJa dan untuk hari terakhir sebagai penutupan dengan diakanannya fieldtrip. Acara tahun ini diakui memang memiliki penyusunan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan adanya serangkaian acara debat dan kehadiran mahasiswa dalam ikatan Ekonomi. Untuk persiapannya sendiri sudah  jauh –jauh hari dan berbulan-bulan dimatangkan meskipun persiapan yag benar-benar matangnya dari 2 (dua) bulan kemarin“ tutur mahasiswa semester 7 (tujuh) ini.

Sedangkan untuk kendala acara ini  menurutnya mengenai perihal pemateri yang mengisi rangkaian acara, dan mengundang sejumlah peserta yang hadir dari universitas luar. Acara ini juga turut dihadiri oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universtas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Padjadjaran (UNPAD). Syawal berharap agar seluruh panitia HIMADIPA dapat menyukseskan acara ini dengan semaksimal mungkin dan untuk mahasisawa di lingkungan Ekonomi sendiri dapat melaksanakan kegiatan- kegiatan atau program kerja lainnya dengan lebih baik. (lis)

(Editor: Ftrdafya)

HMM Ajak Mahasiswa Kreatif Melalui PKM Inspiring Talkshow

Kegiatan Talkshow PKM 2017 (Fazil)

Darussalam – Sabtu (13/5) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) kembali menyelenggarakan acara PKM Inspiring Talkshow 2017, kegiatan ini bertema “Peningkatan Pemahaman Mahasiswa dalam Segi Krativitas dan Wawasan memalui PKM” dan berlangsung di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

PKM merupakan suatu program yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti)  dalam memfasilitasi kemampuan serta potensi yang dimiliki mahasiswa untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh kalangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas lain yang ada di Unsyiah.

Caesar Naufal selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen 2017 berharap dengan diadakannya acara PKM Inspiring Talkshow ini dapat membantu dan mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam membuat proposal PKM serta dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. (Fik)

Waspada Penipuan Berkedok Undangan Dekan!

Waspada Penipuan Berkedok Pencatutan Nama Dekan! (Gambar: Google.com)

Darussalam – Rabu (5/4) Mahasiswa Ekonomi digegerkan dengan kabar beredarnya SMS penipuan berkedok undangan dengan mencatu nama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Prof Dr Nasir Aziz SE MBA. Diketahui kasus serupa bukan pertama kali terjadi di lingkungan kampus FEB, diketahui target penipuan mengincar Alumni FEB yang baru lulus.

Semenjak terpilih sebagai Dekan baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, kabar penipuan berkedok Undangan Dekan telah beberapa kali terjadi. Rabu (5/4) , kabar ini menghebohkan salah satu group chat Mahasiswa Akuntansi Ketika salah satu anggota Group, Agam (Nama samaran) mengirimkan sebuah hasil Screenshot yang berisi SMS Penipuan.

Kejadian tersebut bermula ketika Agam mendapat SMS dari nomor 082394803769 mengenai undangan Rakornas pada Rabu (5/4) pukul 7.31 Pagi. Isi dari SMS tersebut berbunyi seperti ini, “Ass..Mlam, ini Bpk Prof.Dr. Nasir, SE . (Dekan FE Unsyiah) hal udg Rakornas : Pgembangan Karir SDM & Orientasi Ms Depan Tuk Kiat Menembus Dunia Kerja di ERA MEA. Kpd YTH : Agam (Nama Samaran) BPK Hrp, Bsa Hadir Tuk Mendampingi PD Tgl. 10-11 April di HTL Ibis JKT. Bgi Pserta Mdpt Akomodasi Rp.5jt Dri KMRISTEKDIKTI”

Sontak anggota group chat tersebut bertanya tentang kebenaran dari isi pesan singkat itu. Namun kabar ini pun segera ditepis oleh Mirna Indriani, SE, M.Si, Ak.(dosen Program Studi Akuntansi-Red) yang juga salah satu anggota group chat tersebut.

“itu tidak benar . Harus sangat hati2 dgn info2 yg demikian.” Timpal beliau menanggapi pertanyaan dari anggota group chat LINE tersebut.

Ternyata, ini bukan kali pertama terjadi di kalangan mahasiswa Ekonomi, bahkan beberapa waktu yang lalu juga pernah terjadi kasus serupa dengan pencatutan nama Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng.

Kasus penipuan berkedok pencatutan nama Dekan dan Rektor ini pun menjadi masalah yang harus segera ditangani oleh pihak kampus karena penipu mengincar Alumni Unsyiah yang baru lulus. Hal ini menimbulkan tanda Tanya besar, darimana si penipu mendapatkan identitas korban meliputi data diri dan nomor telepon.

Hal ini perlu ditindak serius oleh pihak kampus dan mencari siapa sebenarnya dalang penipuan ini. Bukan tidak mungkin pelaku mendapat informasi korban dari bocornya database kampus. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada penjelasan langsung dari pihak Kampus mengenai kasus ini  (Jr/Perspektif)

Seleksi Duta Baca Unsyiah 2017 Diikuti 50 Peserta

Pemilihan Duta Baca Unsyiah Diikuti Oleh 50 Peserta (Dokumentasi Panitia)

Pemilihan Duta Baca Unsyiah Diikuti Oleh 50 Peserta (Dokumentasi Panitia)

Banda Aceh – Puluhan peserta calon Duta Baca Unsyiah 2017 mengikuti seleksi tahap pertama yaitu ujian tulis dan wawancara untuk bertahan menjadi 30 besar di Perpustakaan  Unsyiah, Minggu, 12 Maret 2017.

Pembukaan seleksi dan penyerahan soal secara simbolis langsung dilakukan oleh Kepala UPT. Perpustakaan Unsyiah, Taufiq Abdul Gani. Dalam sambutannya ia menyampaikan ucapan terimakasih dan berharap pemilihan duta baca tahun ini dapat berjalan maksimal untuk memenuhi harapan civitas akademika.

“Sebagai seorang duta baca, haruslah mampu menjadi utusan yang mampu berkontribusi baik untuk perpustakaan dan mengajak para generasi muda khususnya mahasiswa untuk meningkatkan statistik budaya membaca,” katanya, memberikan sambutan.

Sementara itu, Oza Akmal Maulana selaku ketua panitia mengatakan persiapan dan seleksi berkas sudah dilakukan sehari sebelumnya dengan mekanisme yang sudah disepakati bersama antara panitia dan staf  perpustakaan.

“Yang mengikuti seleksi tahap pertama hari ini berjumlah 50 orang dan selanjutnya akan diumumkan untuk peserta yang lulus 30 besar guna melanjutkan penyisihan secara bertahap,” ujarnya di lokasi seleksi.

Ia berharap kedepan para peserta dapat dengan serius memaksimalkan kesempatan pemilihan duta baca dalam kegiatan pelaksanaan Unsyiah Library Fiesta (ULF) yang sudah memasuki tahun kedua. Dalam pemaparannya,  kegiatan dan lomba yang akan dilakukan UPT. Perpustakaan Unsyiah melalui ULF yang mengusung tema “More Than Jist a Library” tersebut bertujuan untuk melibatkan mahasiswa dan juga kalangan umum untuk menyenangi pustaka.

“Ada lomba video, fotografi, blogger, selfie contest, selving competition, dan rangkaian kegiatan lainnya yang para pemenang akan diumumkan pada malam puncak ULF di AAC Dayan Dawood Unsyiah tanggal 28 April mendatang,” paparnya.[Iwan,Panitia ULF]

Akhirnya, Ketua FORKAP Dilantik

Pelantikan Ketua Forum Komunikasi Anak Perpajakan (FORKAP) Periode 2017 di Balai Sidang FEB Unsyiah (Intan/Perspektif)

Pelantikan Ketua Forum Komunikasi Anak Perpajakan (FORKAP) Periode 2017 di Balai Sidang FEB Unsyiah (Intan/Perspektif)

Darusalam- Sabtu, (11/3/17) Forum Komunikasi Anak Perpajakan (FORKAP) mengadakan Raker dan pelantikan pengurus FORKAP periode 2017 di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Acara ini  di buka oleh Ketua Prodi program studi Perpajakan, Meutia Fitri, SE., MM,. Ak

Pelantikan pengurus baru FORKAP tahun ini berbeda dari pelantikan di tahun sebelumnya. Dimana untuk tahun ini, organisasi FORKAP tak lagi dilantik pada pelantikan bersama Keluarga Besar Mahasiswa

Situasi Rapat Kerja Forum Komunikasi Anak Perpajakan (FORKAP) FEB Unsyiah (Intan/Perspektif)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, tetapi bersamaan dengan program Vokasi. Hal ini sesuai dengan seruan Wakil Rektor III terkait program studi Diploma III  yang akan digabungkan menjadi program Sekolah Vokasi.

Pada kata sambutannya, ketua prodi Perjakan berharap semua pihak dapat bekerja sama demi memberitahukan program Vokasi kepada seluruh masyarakat  bahwa program Vokasi ini merupakan pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu yang meliputi program pendidikan Diploma I, II, dan III. Acara ini sekaligus pelantikan M.Cardova Habibullah selaku ketua umum FORKAP 2017 beserta jajarannya.

“Karena program Vokasi merupakan program yang baru semoga pengurus-pengurus Forkap tahun ini dapat bekerja sekuat tenaga supaya menjadi forum yang berpengaruh besar di program Vokasi dan pembahasan program kerja dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan generasi muda dan karya gemilang di kemudian hari, Selamat Bekerja” tambahnya. (Intan)

Bank BTN Ajak Mahasiswa Unsyiah Berwirausaha Sejak Dini

Kuliah Umum Bank BTN dihadiri oleh ratusan mahasiswa Unsyiah (Tata/Perspektif)

Kuliah Umum Bank BTN dihadiri oleh ratusan mahasiswa Unsyiah (Tata/Perspektif)

Darussalam-Kamis, 9 Maret 2017 Universitas Syiah Kuala mengadakan kuliah umum yang mengangkat topik Enterpreneur  dengan tema “Bagaimana Mengawali Transformasi di Era Digital” oleh Catur Budi Harto selaku Manging Director Commercial Funding, Digital, Bangking and Distribution PT. Bank BTN (Persero) Tbk. Acara yang dimulai sejak pukul 08:30 WIB di Event Hall Gedung AAC Dayan Dawood M.A berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Civitas Akademika Unsyiah, Rektor UIN-Arraniry, dan mahasiswa dari masing-masing Fakultas. Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian acara dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof, Dr, Samsul Rizal, M.Eng.

Didalam sambutannya beliau memberikan pesan dan nasihat kepada mahasiswa Universitas Syiah Kuala agar menjadi pribadi yang memiliki jiwa berwirausaha sedini mungkin yang kreatif, inisiatif, dan inovatif serta mampu membaca peluang bisnis. Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan Bank BTN membentuk beberapa program diantaranya BTN Zone yang merupakan sarana untuk mahasiswa atau dosen untuk berjualan secara online yang mengambil tempat di Fakultas Teknik Unsyiah.

“Jika mahasiswa ingin mulai berbisnis, sesuaikan dengan kekuatan sisi mana yang harus digarapi sehingga harus fokus dan nantinya bisa memenangkan pasar” ucap Pak Catur. Selain itu, beliau juga berbagi pengalaman ketika masih menempuh jenjang pendidikan serta suka duka yang dihadapi ketika itu serta membandingkan antara berbisnis di era sebelum teknologi berkembang dengan era digital.  “Maka dari itu di era digital saat ini menuntut masyarakat agar tetap berlari kencang dan selalu fokus, karena hanya orang fokus yang akan menang” tambahnya.

Antusias dari peserta cukup terasa terlihat dari jumlah yang hadir serta banyaknya pertanyaan yang diajukan saat kuliah umum berlangsung. Pada penghujung materi, ia menyampaikan kutipan kalimat yang pernah diucapakan Jack Ma yang membuat dirinya termotivasi sampai hari ini “Kalau kita belum besar, maka kita harus sangat fokus, jangan gunakan kekuatan tapi gunakanlah otak, implementasikan dengan teknologi”.