Piston Cup XXXIV ; Kampus Kuning Siap Bertempur

Piston Cup

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Mesin Fakultas Teknik Unsyiah kembali menyelenggarakan  pertandingan sepakbola Piston Cup XXXIV untuk yang ke – 34 kalinya. Piston Cup XXXIV adalah pertandingan yang sangat dinantikan oleh mahasiswa Unsyiah, karena pertandingan ini merupakan pertandingan terbesar dan yang tak hanya diikuti oleh Mahasiswa Unsyiah saja, sehingga pesertanya juga datang dari berbagai kampus yang ada di Banda Aceh. Tak hanya itu,  hadiah yang disediakan juga tak tanggung – tanggung, untuk tiga grup pemenang, yakni uang tunai sepuluh juta rupiah dan piala bergilir Piston Cup. Piston Cup diselerenggarakan kurang lebih selama dua bulan, terhitung  sejak 18 Februari hingga 13 April 2019.

Euforia yang sama juga dirasakan di lingkungan Kampus Kuning, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Perlu dipahami bahwa,  Pertandingan Piston Cup ini sejatinya ranahnya HMJ ( Himpunan Mahasiswa Jurusan ), sehingga pihak BEM tidak ikut andil dalam mempersiapkan segala sesuatunya, pihak BEM FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis ) hanya memberikan mandat kepada setiap grup perwakilan yang mewakili himpunan masing – masing yang tentunya tetap membawa nama harum ekonomi. Meskipun begitu  pihak BEM tidak sepenuhnya lepas tangan, mereka tetap mengkoordinasikan semuanya sesuai dengan rencana dan siap siaga membantu apabila ada kendala dalam pertandingan nantinya.

Menurut penuturan Muhammad Aziz selaku ketua BEM FEB Unsyiah, sampai saat ini tidak ada kendala yang menghambat dan semuanya masih berjalan dengan lancar. Tahun ini  semua HMJ dari Ekonomi turut berpartisipasi dalam Pertandingan tersebut, diantaranya HMM, HIMADIPA, HIMAKA, dan IESA. Oleh sebab itu sangat diharapkan semoga tahun ini ekonomi dapat meraih juara, karena sebelumnya Ekonomi belum dapat mewujudkan harapan tersebut.

“Saingan terbesar kita adalah grup eksekutif, yang terdiri dari kumpulan staff – staff Unsyiah. Karena mereka merupakan pemenang pada pertandingan Piston Cup tahun lalu.” Tambah M.Aziz ketika diwawancarai pada hari Selasa (19/02). (Mol)

UKM PA-LH METALIK Jajal Gunung Tertinggi Ke-3 di Aceh

Foto : Nurfadhillah

Darussalam-UKM PA-LH METALIK (Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam dan Lingkungan) melakukan pelepasan (16/02) untuk ekspedisi ke gunung Krung Sibubung Hulu yang berada di Aceh Selatan. Ini merupakan kali pertama pembukaan jalur menuju puncak gunung tersebut. Ekspedisi kali ini berlangsung kurang lebih selama lima belas hari mulai dari tanggal 15 Februari s.d 12 Maret 2019 dengan jarak tempuh 28.5 km dan 3383 MDPL yang di ikuti sebanyak 8 orang ( 3 anggota aktif dan 5 anggota tetap ).

Ekspedisi ini sendiri telah direncanakan sejak tahun 1989, namun baru terlaksana pada tahun 2019 dibawah kepemimpinan Rizqi Maulana sebagai ketua umum UKM PA-LH METALIK. Gunung ini merupakan salah satu gunung tertinggi di Aceh. Dengan melewati jalur Kuta Cane Desa Tanjong Baro Kecamatan Nurul Hasanah yang membutuhkan 13 hari untuk mendaki dan 3 hari untuk turun.

Ini merupakan salah satu proker (program kerja) terbesar yang telah direncanakan pada tahun ini.
Namun, ada dua proker lagi yang telah direncanakan tetapi masih di rahasiakan.

Perihal risiko, pihak panitia sudah meminimalisir dengan kesiapan mereka sebelum ekspedisi
berlangsung seperti latihan fisik yang diadakan selama 9 kali pertemuan, berbagai materi, logistik,
kesehatan (P3K) dan komunikasi menggunakan hp, satelit, HT, dan smartphone biasa.

“Dengan mendaki gunung ini, tak ada lagi gunung tertinggi di Aceh yang dapat kita didaki,” ungkap Rizqi Maulana, ketua umum UKM PA-LH METALIK. (Dil)

Inovasi Baru Unsyiah, Ciptakan Sistem Absensi Online

    Ilustrasi by Vanna

Darussalam– Mengawali semester baru tahun 2019, Unsyiah kini berinovasi pada sistem absensi Mahasiswa. Senin (04/02/19) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah kini disibukkan dengan Sistem Absensi Online.  Penggunaan Sistem ini cukup mudah,  hanya dengan login pada laman simkuliah.unsyiah.ac.id melalui smartphone pribadi dan melakukan absensi sesuai dengan mata kuliah yang akan diikuti. Hal ini dilakukan setiap masuk dan berakhirnya kelas, sesuai dengan jadwal yang tertera.

Namun,  sistem ini masih mengalami beberapa kendala dalam penggunaannya, dapat dilihat dari  laman yang error saat hendak log in ke situs tersebut atau bahkan mata kuliah yang disajikan tidak sesuai dengan mata kuliah yang akan berlangsung yang berakibat tidak efesiennya sebuah sistem.

Berdasarkan informasi yang didapat dari salah satu Dosen FEB Unsyiah, sistem ini masih dalam tahap percobaan yang dilakukan di 3 Fakultas Unsyiah yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas MIPA, dan Fakultas Kedokteran.

Absensi online ini tentunya menjadi kejutan baru di awal perkuliahan semester genap ini, bahwasanya hal ini pertama kalinya terjadi dalam sistem perkulihan khususnya di lingkungan FEB Unsyiah. Tak heran jika masih banyak pihak yang belum sepenuhnya mengetahui tentang keberadaan dan penggunaan sistem absensi berbasis online ini.

Terlepas dari itu, hal ini tentunya selaras dengan pencapaian prestasi Unsyiah sendiri, dimana seperti yang kita ketahui Universitas Syiah Kuala berhasil masuk dalam kategori 10 Besar Ranking Universitas Di Indonesia dan menduduki posisi ke 9 versi IDN Times. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kampus Unsyiah dapat terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan teknologi ke arah yang lebih maju, salah satunya dengan menerapkan sistem absensi online. (AH)

Dekan Kukuhkan Aminullah sebagai Ketum Reuni Akbar dan HUT FEB Unsyiah Ke-60

Sumber : Humas Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh H. Aminullah Usman S.E.,Ak., M.M., resmi dikukuhkan sebagai ketua umum panitia pelaksana reuni akbar dan peringatan HUT Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah di aula kampus setempat, Selasa (29/01/19).

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Dekan FEB Unsyiah Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A., yang dihadiri oleh sejumlah tokoh alumni FEB Unsyiah beserta jajaran civitas akademika.

Dalam sambutannya, Walikota Banda Aceh ini mengharapkan segenap panitia dan alumni agar berkontribusi untuk menyukseskan acara yang akan berlangsung pada 29 September 2019.

Beliau mengungkapkan, dalam acara yang mengusung tema “Saweu Kampus, Tabangun Nanggroe” ini nantinya akan menampilkan banyak kegiatan. “Nanti kita adakan seminar, expo atau bazar untuk ibu-ibu, job fair dan informasi beasiswa, olahraga, hingga funwalk juga ada untuk kebersamaan kita semua” ungkapnya.

“Bersama para alumni, kita juga berencana melaksanakan ziarah dan doa bersama di makam Tgk Syiah Kuala” ungkapnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB Unsyiah Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A.,  menambahkan agar seluruh alumni tetap menjaga kekompakan dan ukhuwah.

“Kita harapkan dengan terselenggaranya acara ini dapat memperkuat silaturrahmi antar alumni fakultas ekonomi dan bisnis, baik yang berada di dalam maupun luar negeri” ungkapnya.

(Sumber : HUMAS Banda Aceh)

Pelantikan ORMAWA FEB Unsyiah Periode 2019; Dekan Harap Harumkan Kampus Kuning

Dekan FEB Unsyiah dalam pelantikan Ormawa FEB Unsyiah (foto: Nur)

Darussalam –  Rabu (29/12) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala telah menggelar acara pelantikan bersama Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di aula FEB Unsyiah. Acara ini bertujuan meresmikan pengisi kursi presidium periode 2019 teruntuk  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FEB Unsyiah, yang memang telah dipilih serta diamanahkan kepemimpinannya untuk setahun kedepan.

Untuk meresmikan acara tersebut, Pelantikan Bersama ini turut dihadiri oleh Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, merupakan Wakil Rektor (WR) III Unsyiah Bidang Kemahasiswaan serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala yaitu Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A., yang memberikan kata sambutannya. Beliau berpesan untuk semua Presidium  yang sudah terpilih agar bisa menjadi panutan, teladan, dan pacuan bagi mahasiswa FEB Unsyiah. Beliau juga mengatakan  bahwa yang terpilih untuk setiap kursi presidium periode 2019 merupakan orang – orang terbaik di bidangnya, dan diharapkan agar dapat mengharumkan nama Fakultas Ekonomi beserta Unsyiah di mata khalayak di bawah kepemimpinan mereka ke depannya.

Orang – orang yang terpilih, yang dilantik hari ini adalah yang mempunyai kemampuan, dan diharapkan dapat menjadi motivasi dan tauladan untuk mahasiswa lainnya. Untuk  yang terpilih hari ini, saudaralah yang akan menjadi orang – orang hebat di masa mendatang, yang akan memimpin aceh ini, yg akan memimpin unsyiah ini, yg akan memimpin masyarakat di seluruh dunia. Oleh sebab itu, apa yang sudah dipercayakan kepada saudara, agar dapat menjalankan amanah tersebut. Jangan buat kecewa orang – orang yang telah memilih anda. Ungkap Dekan  FEB Unsyiah.

Mengakhiri sambutannya, beliau menambahkan beberapa saran lagi untuk seluruh mahasiswa FEB Unsyiah, “Yang menentukan suksesnya seorang mahasiswa, bukanlah lagi hanya terpaku pada IPK. Bukan lagi hanya terpaku pada knowledge, tapi mahasiswa wajib memiliki 10 skills yang paling dibutuhkan pada periode 2019 dan seterusnya. Salah satunya adalah sopan santun, etika. Sopan santun itu adalah yang harus dibina, yang harus diterapkan dalam segala hal. Dan itu semua musti ditampilkan oleh anak – anak kami.” Pungkasnya. (Mol)

Dekan FEB Unsyiah Lantik Pengurus Baru DPM,BEM, UKM, dan HMJ FEB Unsyiah Periode 2019

foto bersama Dekan FEB Unsyiah dengan Ormawa FEB Unsyiah (foto: Nur)

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah telah menyelenggarakan acara
pelantikan pengurus baru ORMAWA ( organisasi mahasiswa) pada hari Rabu (29/12)
bertempat di Aula FEB Unsyiah. Pelantikan dipimpin langsung oleh Dekan FEB Unsyiah,
Prof. Dr. Nasir Aziz, SE., MBA.

Terpilih Ketua Umum DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) periode 2019, Dico Wiranto
menggantikan Reza Zulfianda dan Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Muhammad Aziz
menggantikan Rais Mukhayar.

Pengurus baru UKM dan HMJ terpilih periode 2019 diantaranya : UKM PA-LH METALIK
oleh Rizqie Maulana, UKM LDF Al-Mizan oleh M. Harris Asrari, UKM INKUBATOR oleh
Qamarul Achyar, UKM BESTEK oleh M. Riski Riadi, UKM LPM Perspektif oleh Hasan
Basri, UKM EOC oleh M. Ifaldi Phonna, HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) oleh
Umar Meldego, IESA (Islamic Economic Student Assosiation) oleh Firja Juliansyah, HMM
(Himpunan Mahasiswa Manajemen) oleh Faizal Haris, dan HIMADIPA (Himpunan
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan) oleh Heri Tarmizi.

Sangat diharapkan, di bawah kepemimpinan yang baru ini Fakultas Ekonomi
dan Bisnis dapat menjadi lebih baik serta dapat mengharumkan nama Unsyiah tentunya dan
berintegritas dalam meneruskan kejayaan para pemimpin sebelumnya. (Mol)

KAHITNA Kembali Menyapa Aceh

KAHITNA Kembali Menyapa Aceh (foto: Perspektif)

Darussalam – (18/12) Kelompok musik senior asal Bandung, Kahitna, kembali menyambangi Kota Banda Aceh melalui The Annual Radio Unplugged, acara musik tahunan yang digagas oleh OZ Radio Banda Aceh yang disponsori oleh Bank Rakyat Indonesia. Kahitna yang telah 32 tahun berkiprah di dunia musik mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Aceh yang menontonnya. Kahitna yang sbelumnya pernah tampil di Aceh pada tahun 1955, kini kembali menyapa Aceh di akhir tahun 2018 bersamaan milad-nya OZ Radio Banda Aceh.

Mulai dari Banda Aceh, Aceh Besar, Kota Sabang, Langsa, Lhokseumawe, Medan bahkan Malaysia, baik kalangan muda hingga yang tua penonton memenuhi tribun Gedung AAC Dayan Dawood malam Rabu dengan kesiapan mereka untuk bernostalgia bersama Kahitna.

The Annual Radio Unplugged dibuka meriah oleh band asal Aceh yakni Tamacage,  kemudian Penikmat Kahitna mulai dimanjakan dengan sepuluh lagu andalan mereka yang dibawakan sendiri dengan semangat nostalgia tahun 90an bersama ribuan penonton.

The Best song of Kahitna, yakni Takkan Terganti yang dilanjutkan dengan Cerita Cinta, Soulmate, dengan ditutup oleh si ‘Cantik’ yang masih menjadi hits andalannya sampai sekarang dibawakannya oleh mereka dengan antusias penonton Aceh yang sangat tinggi dan kondusif membuat Kahitna banyak berterimakasih kepada kerjasamanya pada acara The Annual Radio Unplugged.

Sejak pertama kali dilaksanakannya The Annual Radio Unplugged di tahun 2014, OZ Radio Banda Aceh telah berhasil menyuguhkan penampilan musisi- musisi muda seperti Adera, Raisa, Tulus, RAN dan HIVI menyapa para penggemar mereka di Aceh. Harapan terbesar OZ Radio Banda Aceh pada acara ini, agar dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisata ke Kota Band Aceh.

The Annual Radio Unplugged – OZ Radio Banda Aceh ini berkomitmen untuk mendekatkan para pendengar OZ Radio dengan artis-artis favoritnya. Dan semoga harapan dan komitmen OZ Radio Banda Aceh terwujudkan dan senantiasa diberkahi oleh Allah untuk OZ Radio beserta Aceh, Happy Milad OZ Radio Banda Aceh! (Vanna-Malfoy)

Pemira : Wahyu – Assad Perkasa di Ekonomi, Rival – Rifqy Berjaya di Unsyiah

Pemira : Wahyu – Assad Perkasa di Ekonomi, Rival – Rifqy Berjaya di Unsyiah (Foto: KPR Unsyiah)

Darussalam-Pemilihan Raya Calon Ketua BEM & Wakil Ketua BEM Universitas Syiah Kuala serta Calon Anggota DPM di lingkungan Fakultas Ekonomi telah dilaksanakan pada hari rabu (12/12). Pemungutan suara dilaksanakan di 3 TPS yang bertempat di Aula Ekonomi hingga pukul 15.00 WIB. Perhitungan suara kemudian dilakukan pada pukul 16.30 WIB.

Pada Pemira Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tahun ini, terdapat 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB). Sementara itu terdapat 6 Calon Anggota DPM yang berasal dari Fakultas Ekonomi.

Hingga penutupan penghitungan suara, terpantau pasangan nomor urut 2, Wahyu dan Moh. Assad unggul telak atas pesaing-pesaingnya. Paslon nomor 2 tercatat memperoleh 1139 suara. Kemudian disusul oleh pasangan nomor urut 4, Rival Perwira – Rifqy Ubai dengan perolehan 463 suara. Posisi berikutnya terdapat paslon nomor 1 Agung Saputra  – M. Fadhel Decapri dengan perolehan 57. Di urutan terakhir diisi oleh paslon nomor 3 dengan perolehan 36 suara. Sementara itu terdapat 12 surat suara yang dinyatakan rusak.

Hasil ini sesuai prediksi banyak mahasiswa ekonomi, bahwa paslon nomor urut 2 yang mengsung tagline #WAaja ini akan memenangkan mayoritas suara Pemira di Fakultas Ekonomi.

Namun, hal ini tidak berlanjut ke hasil suara pemira di tingkat kampus. Hasil akhir penghitungan suara yang dilakukan oleh tim KPR menempatkan paslon nomor 4 meraih suara terbanyak dengan 5066 suara. Disusul paslon nomor 2 dengan 4208 suara, paslon nomor 3 dengan 4178 suara, dan paslon nomor 4 dengan 421 suara. Hasil ini memastikan Paslon nomor 4 Rival Perwira – Rifqi Ubai yang mengusung tagline #Ber4niBed4, naik tahta menjadi Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM untuk periode 2019.

Sementara itu, penghitungan suara untuk calon anggota DPM juga telah selesai. Hasil suara untuk calon anggota DPM yaitu Nabilla Masarrah dengan 408, Rizky Alfita 370, Angga Setiawan 374, T.M Shandoya 290, Irna Mardi Yati 195 dan Ita Nurjannah 55. Pada pemira calon anggota DPM ini terdapat 14 surat suara yang dinyatakan rusak oleh panitia.    

Dengan hasil perolehan suara ini, di harapkan para calon yang terpilih nantinya dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, serta mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa.(Abi)

 

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan (Foto:Lutfi/Perspektif)

Darussalam- Rabu (12/12) Pemilihan Raya (Pemira) Mahasiswa di Universitas Syiah Kuala kini berlangsung, Saatnya warga ekonomi tentukan pilihan dengan ikut sumbangkan suaranya, di Fakultas Ekonomi & Bisnis sendiri, Pemira dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Pada Pemira Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tahun ini, terdapat 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB), dan juga 58 namaa calon anggota DPM yang saling berebut suara terbanyak.

Kegiatan ini di jadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB dan di lanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIB dan di tutup pukul 15.00 WIB. Namun terdapat kendala kecil yang terjadi sebelum dimulainya Pemira.

Pemira yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB, harus ditunda sekitar satu jam. Hal ini dikarenakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di FEB yang dikirimkan pihak pusat Komisi Pemilihan Raya ke Panitia Pemira di lingkungan FEB, terdapat beberapa masalah, diantaranya adalah daftar nama yang tidak disusun pihak KPR pusat per prodi yang ada di FEB. Hal ini menyulitkan panitia di lingkungan FEB untuk memisah-misahkan DPT sesuai prodi di FEB.

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan (Foto:Lutfi/Perspektif)

Ketua panitia Pemira di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dico Wiranto mengatakan Pemira ini sangat penting karena bertujuan mengedukasi mahasiswa. “Disinilah ajang untuk melatih para mahasiswa. Bagaimana mahasiswa menentukan pilihan serta ideologi mereka. Karena nantinya mahasiswa ekonomi akan menentukan arah dari fakultas ekonomi sendiri.” kata Dico Wiranto.

Pada pemira kali ini tampak lebih ramai dari pemira sebelumnya. Mahasiswa ekonomi tampak lebih antusias untuk ikut menyumbangkan suaranya untuk masa depan Unsyiah yang lebih baik.

“Semoga pemira kali ini berjalan sukses, dan membawa hasil yang positif bagi kampus kuning Ekonomi.” Tutup Dico, selaku ketua panitia pelaksa pemira. (Abi Rafdi / Febri)

 

Pemira : Maba ke Arah Mana?

Pemira : Maba ke Arah Mana? (Foto : Google)

Darussalam – Pemilihan Raya (Pemira) di lingkungan Universitas Syiah Kuala tinggal menghitung hari. Pemilihan Raya adalah agenda tahunan bertujuan untuk memilih Ketua BEM serta anggota DPM baru di tingkat Universitas maupun Fakultas yang ada di Universitas Syiah Kuala. Sesuai agenda tahun ini, Pemira akan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2018.

Pemira Universitas pada tahun ini memunculkan 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB).

Pemira kali ini juga memunculkan nama 58 calon anggota DPM yang saling merebut suara terbanyak. Pesta Demokrasi ini pun menarik minat dan keingintahuan khalayak Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, tak terkecuali para mahasiswa baru.

Mahasiswa baru adalah salah satu unsur terbesar yang dapat mempengaruhi hasil perolehan suara pasangan calon ketua – wakil ketua BEM maupun anggota DPM, maka tak jarang pihak – pihak yang akan bertarung di Pemira melakukan banyak cara untuk menarik dukungan dari para Maba. Hal ini juga tentunya berbanding lurus dengan tingginya antusias Maba untuk ikut berpartisipasi dalam Pemira, meskipun hanya sebagai pendukung.

Ditambah fakta bahwa pada Pemira Universitas tahun ini, ada tiga orang mahasiswa dari Fakultas Ekonomi yang akan meramaikan Pemira –dari tiga pasang calon yang berbdeda–. Hal itu tentunya semakin menambah minat Maba di Fakultas Ekonomi untuk mendukung jagoannya pada Pemira kali ini.

Komting (Komisaris Leting) angkatan 2018 dari berbagai jurusan di FEB pun ikut menyuarakan pendapatnya. Seperti Raja Aulia, yang kini menjabat sebagai komting jurusan Ekonomi Akuntansi angkatan 2018. Ia berpendapat, “Menurut saya persaingan nanti akan cukup alot, dimana dari FEB sendiri menghadirkan 3 nama yang akan bertarung di Pemira Universitas, satu sebagai capresma (Calon Presiden Mahasiswa), dan dua sebagai cawapresma (Calon Wakil Presiden Mahasiswa).”

“Besar harapan saya, untuk presma dan wapresma yang terpilih nanti mampu menegakkan tongkat kejayaan mahasiswa. Itulah yang akan memperindah pesta demokrasi itu sendiri.” lanjut Raja Aulia.

Senada dengan pendapat Raja Aulia, M. Rizky Ramadhan yang merupakan Komting jurusan Ekonomi Pembangunan angkatan 2018 turut menyuarakan aspirasinya. Ia menyampaikan, “Pemira kali ini dapat kita lihat Bersama-sama sudah berjalan sesuai prosedur yang ada. Semua berjalan transparan dari awal seleksi sampai pengambilan nomor urut. Semua berjalan tertib dan damai, ini tentunya turut mengedukasi Mahasiswa baru yang pada saatnya kelak, akan menjadi peserta Pemira.”

Berbicara tentang Pemira juga berarti apakah Komting para Maba siap untuk terjun ke Pemira nantinya. Karena mereka yang kini sedang menjadi pemimpin Maba di jurusannya, besar kemungkinan akan menjadi pemimpin dalam struktural formal dalam lingkungan Organisasi Mahasiswa Kampus. Ditanya mengenai apakah ada kemungkinan untuk berkecimpung di BEM maupun Pemira nantinya, Komting jurusan Ekonomi Islam angkatan 2018, M Lazuardi Firdaus, memberikan pendapatnya.

“Kalau arah kesana sepertinya belum muncul di pikiran saya. Jika suatu saat saya akan ikut serta dalam politik kampus, saya akan selalu berusaha pada pihak yang benar.” Katanya.

Firdaus sendiri menambahkan pendapatnya tentang kekhawatiran akan terjadinya perpecahan antar kubu di Lingkungan FEB terkait Pemira “Sisi negatif yang saya khawatirkan dari Pemira ini adalah terpecahnya kubu dari masing-masing capresma dan cawapresma. Ketika kubu yang ada saling mempertahankan ideologi dan pendapat dari calon yang didukung, sampai berakibat ketidakharmonisan yang terjadi pada lingkungan FEB tercinta.”

Tampaknya, pesta demokrasi di lingkungan kampus sangat memberikan antusiasme tersendiri bagi para Maba. Antusiasme ini tentunya merupakan sebuah hal unik dan berharga yang dapat diperoleh oleh mahasiswa yang masih berstatus Maba.

Ditemui pada kesempatan berbeda, Hadian Utama, yang kini menjabat sebagai ketua Forum Komting se-FEB angkatan 2018, memberikan pandangan pribadinya. “Pemira ini merupakan pembelajaran politik bagi mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa belajar bagaimana melaksanakan serta mengeksekusi sebuah perwujudan demokrasi yang sesungguhnya. Dalam ajang pemira ini mahasiswa dituntut untuk mengerti esensi dan makna dari demokrasi itu sendiri. Pemira ini merupakan sarana untuk mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dan peduli pada kampus.”

Hadian yang sebelumnya juga menjabat sebagai sebagai Komting Jurusan Ekonomi Manajemen angkatan 2018, inipun ikut menyuarakan harapannya untuk pemira yang akan berlangsung.

“Semoga Pemira tahun ini berjalan lancar, aman dan sukses. Pemimpin mahasiswa yang terpilih nantinya akan menjadi nahkoda yang Tangguh dan berintegritas serta akan membawa perubahan yang lebih baik kedepannya, amin.” Tambahnya.

Puncak pesta demokrasi sendiri akan berlangsung pada tanggal 12 Desember 2018, dimana Pemira akan dilangsungkan. Saat ini pemira mulai memasuki masa tenang, setelah tanggal 4 – 9 Desember 2019 kemarin setiap peserta Pemira melakukan agenda kampanye untuk mencari dukungan suara sebanyak-banyaknya.
Kehidupan politik kampus sesungguhnya adalah ajang bagi para Mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi Fakultas maupun Universitas lewat jalur organisasi. Semua berharap Pemira tahun ini berhasil menghasilkan kader-kader terbaik yang akan berjuang demi kepentingan Mahasiswa. Siapapun yang nantinya terpilih, semoga dapat mewakili aspirasi dan kepentingan seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala. (Abi Rafdi)