Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus (Foto:Syawal/Perspektif)

Darussalam – Manusia pada dasarnya menginginkan hidup bersih dan bebas dari semaknya tumpukan sampah.  Sebab “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Begitulah kalimat yang menjadi motivasi manusia untuk terus hidup sehat dengan lingkungan yang bersih.

Berbicara mengenai kebersihan, minggu (08/04) UKM PA-LH METALIK FEB Unsyiah mengadakan kegiatan yang bernama “DARLING” atau Sadar Lingkungan”.  Acara ini merupakan agenda runtin, untuk tahun ini acara tersebut dilaksanakan diseputaran kampus Ekonomi dan Gedung PDPK. Pada pukul 10.00 WIB acara resmi dibuka oleh Bapak Murkhana,SE.,MBA selaku wakil dekan III FEB Unsyiah.

“Kegiatan ini yang penting dilakukan secara beretika dan bermoral dan tidak melakukan sesuatu yang mencemari kampus ini, Kami bangga dan kami dukung kegiatan ini,” papar beliau dalam sambutannya.

Dengan mengusung tema “Menjadikan FEB Unsyiah Bersih dan bebas sampah” turut mengundang keluarga besar FEB yang berasal dari UKM dan HMJ serta DPM dan BEM. Darling merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan pada kegiatan Economic Student Day.

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus (Foto:Syawal/Perspektif)

Kegiatan ini bertujuan untuk menyambung silahturahmi antar seluruh keluarga besar FEB Unsyiah serta menumbuhkan rasa peduli lingkungan pada kampus tercinta ini. Dikarenakan terlalu banyak sampah yang berserakan di kampus kuning. Hal tersebut pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan mahasiswa/i dan civitas akademik yang juga berada dilingkungan kampus. Diyakini bahwa Darling merupakan wadah yang tepat dalam mewujudkan kampus yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.

“Dengan keadaan kampus seperti ini, Kami sebagai UKM pecinta alam tidak nyaman. Karena kampus ini bukan hanya tempat belajar saja, Juga tempat kita tinggal apalagi kami mapalanya. Yang sering beraktifitas dengan alam maka kami juga harus menjaga alam kami,” pungkas syahrial selaku ketua panitia.

Dalam harapnnya, Ia mengatakan setelah berlangsungnya kegiatan Darling ini, mahasiswa-mahasiswa lebih sadar akan lingkungannya. Sebab jika bukan kita yang menjaga siapa lain. Jika lingkungan kotor akan menghambat terhadap keberlangsungan proses belajar dan akan terciptanya kondisi tidak nyaman.

Sadar lingkungan kuncinya. Mulai dari kita dan untuk kita. Sampah harus diminimalisir. Karena sanpah bukan warisan anak cucu kita. (Wal,Spm)

Polemik Larangan Bercadar di Kampus, Bagaimana dengan FEB Unsyiah?

Polemik Larangan Bercadar di Kampus, Bagaimana dengan FEB Unsyiah? (Foto : google)

Bercadar merupakan suatu hal yang sudah tidak asing lagi terutama di kalangan civitas akademika FEB Unsyiah. Tak sedikit pula dari jumlah mahasiswi yang menggunakan cadar. Tentunya bagi mereka yang menggunakan cadar punya alasan dan tujuan yang kuat.

Tujuan utama mereka bercadar ialah untuk menutup aurat. Melindungi diri dari tindak asusila serta terhindar dari fitnah. Jika ditinjau dari tujuannya menggunakan cadar merupakan suatu hal yang positif dan merupakan salah satu anjuran menurut agama Islam. Namun mengapa sebagian masyarakat masih saja beranggapan bahwa mereka yang bercadar tergolong kaum radikal.

Seperti halnya kejadian yang baru-baru ini terjadi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dimana pihak kampus sendiri mengeluarkan peraturan yang melarang mahasiwanya untuk bercadar. Tentu hal  ini menuai banyak aksi protes dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi mahasiswa (Ormawa), organisasi masyarakat (Ormas), ulama, serta MUI.

Aturan yang dibuat ini dinilai sebagai bentuk tindakan preventif untuk mencegah radikalisme dan fundamentalisme, “Kami melihat gejala itu, kami ingin menyelamatkan mereka, jangan sampai mereka didoktrin sehingga mereka menjadi korban dari gerakan-gerakan radikal itu,” ujar Yudian Wahyudi selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga. (Sumber: BBCIndonesia)

Tak itu saja, selain alasan pencegahan dari radikalisme terdapat pula alasan lain, yaitu Pedagogis. Mahasiswi yang menggunakan cadar dianggap mempersulit kegiatan pengajaran di kampus, dosen pengajar mendapati kesulitan dalam mengenal identitas mereka karena wajah mereka yang tertutup.

Lantas bagaimana dengan universitas lain yang tidak melarang mahasiswinya untuk bercadar, bukankah sejauh ini tidak ada masalah yang muncul terkait penggunaan cadar?

Untuk Unsyiah khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis sendiri yang terletak jelas di provinsi yang merupakan mayoritasnya penduduk kaum muslim, tidak ada aturan khusus yang mengatur penggunaan cadar selagi itu tidak mengganggu kenyamanan bersama.

Menanggapi permasalahan larangan penggunaan cadar ini, pihak kampus sendiri tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh UIN Sunan Kalijaga. Karena sadar bahwa bercadar merupakan salah satu bentuk dari menutup aurat. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana dosen FEB  yang ikut berkomentar.

“Saya pribadi tidak pernah melarang mahasiswi untuk bercadar karena itu adalah hak mereka dan berkaitan dengan agama jadi sama sekali tidak bisa kita sentuh,” jelas salah satu Dosen Ekonomi Pembangunan, Fitriani,S.E.,M.Sc.

Sampai saat ini dosen FEB  mengaku tidak pernah mendapati kesulitan yang disebabkan oleh mahasiswi yang bercadar. Apalagi sampai kesulitan dalam hal berinteraksi serta tidak pernah menemukan salah satu dari mereka pengguna cadar yang menganut paham radikal,

Dapat dikatakan bahwa anggapan mereka yang memakai cadar adalah anggota teroris atau kelompok radikal merupakan suatu anggapan yang salah dan tidak mendasar.

“Jika tindakan pencegahan radikalisme dijadikan sebuah alasan maka kalau begitu kelompok radikal ini bisa dari siapa saja, tak hanya dari yang bercadar ini, dan juga saya mempunyai mahasiswa yang bercadar dan juga beberapa dosen lainnya, Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada masalah dalam berkomunikasi maupun lainya, karena walaupun mereka bercadar saya tetap bisa mengenali mereka melalui suara,” tambahnya. (Sal, AH)

UU MD3 : Kriminalitas terhadap Demokrasikah?

UU MD3 :Kriminalitas terhadap Demokrasikah? (Mevi/Perspektif)

Darussalam- Rakyat Indonesia kembali dibuat bingung oleh pemerintahan. Hal ini terkait dengan pengesahan UU MD3 oleh Menteri Hukum dan HAM pada 14 Maret 2018 tanpa ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo. Dikarenakan adanya pasal yang mengarah kepada kriminalitas demokrasi.

UU MD3 ( Undang-Undang MPR, DPR, DPD dan DPRD) merupakan undang-undang yang dibuat untuk melindungi anggota dewan dari upaya hukum yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). UU MD3 melindungi para anggota dewan dalam tiga tindak pidana khusus, yakni korupsi, terorisme, dan narkoba.

Undang-Undang nomor 17 tahun 2017 tentang  MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) dan mendapatkan penomoran dalam lembaran negara pada tanggal 14 Maret 2018, seiring dengan batasan 30 hari presiden Jokowi tidak menandatangani surat tersebut. Hati bertanya, apakah presiden dan rakyat Indonesia ini sungguh setuju dengan pengesahan tersebut?.

UU MD3 sudah menuai polemik karena mengancam kebebasan berpendapat dan demokrasi. Anggota dewan kian dibuat tak tersentuh dan kebal hukum dari tindak pidana khusus. Ketidaksesuaian itu timbul dari tiga pasal, yakni: pasal 73, pasal 122 dan pasal 245.

Pasal 73 mengatur tentang tentang wajib menghadirkan seseorang dalam rapat di DPR atas bantuan aparat kepolisian. Pasal 122 huruf k, yang mengatur kewenangan MKD (Mahkamah kehormatan Dewan) menyeret siapa saja (perseorangan, kelompok, atau badan hukum)  ke ranah hukum jika melakukan perbuatan yang patut diduga merendahkan martabat DPR dan anggota DPR. Dan pasal  245 mengatur tentang anggota DPR tidak bisa dipanggil aparat hukum jika belum mendapat izin dari MKD dan izin tertulis dari presiden. Izin MKD diganti dengan frase “ Pertimbangan” (Revisi UU MD3).

Selain itu  dalam ayat 6 pasal pasal 73 , polisi berhak menyandera pihak yang menolak hadir diperiksa DPR paling lama 30 hari, ketentuan penyanderaan akan dibakukan dalam peraturan kapolri.

Dari isinya, UU MD3  dianggap sangat substantif karena bertentangan dengan UUD 1945.

Banyak Mahasiswa yang berdatangan mendatangi “tempat suci” negara hukum ini. Mahasiswa melakukan aksi demo sebagai tanda aksi penolakan. Bahkan beberapa pihak telah mengajukan gugatan mereka ke Mahkamah Konstitusi.

Lalu, apa yang mendorong mereka melakukan aksi penolakan terhadap kelola hukum di Negeri ini  ?.

Sesuai dengan kata mereka, negara yang hebat itu adalah negara yang mau mendengarkan aspirasi rakyatnya. Ketika orang bebas berbicara, mengkritik, mengeluarkan pendapat, ini dapat dijadikan sebagai evaluasi apa yang dirasakan masyarakat terhadap kinerja DPR, sesuai dengan prinsip demokrasi ( dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat).

Pada saat kebebasan itu dibatasi, tidak ada lagi namanya evaluasi dan perbaikan sehingga negara ini hanya jalan ditempat saja.  Bahkan kembali ke masa dulu, pada zaman orde lama. Lantas, kemanakah makna demokrasi yang menjadi identitas negara ini?.

Demokrasi merupakan sistem pemerintahan negara kita selama beberapa periode. Sungguh disayangkan jika kasus ini mengakibatkan ketidak adilan untuk rakyat dan membuat maknanya bobrok karena terserang kriminalitas secara tidak langsung. Demokrasi adalah pilihan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan sistem bernegara, sistem bermasyarakat yang lebih baik dan sejahtera. Jika ini terlampau terjadi, rakyat tentunya ingin pemerintah berkaca kembali.

Berbicara mengenai demokrasi, salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) juga turut memberikan pendapat.

“Dari beberapa headline yang saya baca, jujur saya khawatir terhadap hal ini. Karena ada beberapa pasal yang membahayakan kebebasan berpendapat. Misalnya pemanggilan paksa karena dianggap melawan mereka. Tapi pemberitaannya cuma fokus ke yang buruk-buruk aja. Kita gak tau apakah ada yang bagus disitu,” ujarnya.

Namun, alangkah bagusnya jika pemerintah mempertimbangkan peraturan yang akan diberlakukan agar tidak terjadi polemik yang berkepanjangan. Sepatutnya pemerintah mereview kembali dari mana asal kedudukan yang mereka dapatkan. Jika tidak siap dikritik dan menerima pendapat dari rakyat, untuk apa mencalonkan diri sebagai wakil rakyat yang pada hakikatnya menyuarakan rakyat.

Rakyat berhak berkomentar dan memberi pendapat. Toh pada faktanya rakyat hanya mengomentari kesalahan, keteledoran serta penyelewengan. Selama tidak melakukan hal tersebut, apa yang ditakutkan?.

“Seharusnya peraturan itu untuk mensejahterakan rakyat, bukan membatasi hak-hak rakyat. Dan juga DPR bertugas mendengarkan aspirasi rakyat bukan malah membungkam rakyat.” Tambah mahasiswa lainnya.

UU MD3 perlu direvisi kembali. Rakyat menginginkan hal itu terjadi. Harapan akan kebijakan dari Presiden Rakyat Indonesia untuk mengeluarkan Perpu pun dinantikan. Demokrasi negara kita adalah demokrasi pancasila, bukan demokrasi kriminalitas. (Sul,Frz)

Upgrading HMM 2018, Ciptakan Semangat Menuju Kejayaan

Upgrading HMM 2018, Membentuk Semangat Menuju Kejayaan (Foto: Fahmi/Perspektif)

Darussalam – (17/3) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) FEB Unsyiah mengadakan Upgrading 2018 dengan mengusung tema “Bersatu Menuju Kejayaan”. Acara ini merupakan acara tahunan yang mempunyai tujuan untuk membuka cakrawala pemikiran aneuk manajemen. Bertempat di balai sidang FEB Unsyiah, acara ini juga turut dihadiri oleh pemateri – pemateri dari pendiri dan alumni HMM sebelumnya.

Irsyad Yusfiari selaku ketua panitia Upgrading HMM 2018 menjelaskan bahwa Upgrading ini adalah salah satu program dari HMM dan untuk membangun kapasitas anak manajemen dan membangun kebersamaan terhadap anggota.

“Acara upgrading tahun ini pun kita memberikan motivasi – motivasi agar mahasiswa kita ini dapat berorganisasi dan berbicara sedikinya lebih baik serta upgrading ditahun ini merupakan spesial karena ditahun kemaren upgrading tidak terlaksana dan ditahun ini mulai terlaksana kembali acara ini,” jelasnya.

Selain sebagai sebuah wadah untuk kepengurusan HMM 2018, acara juga diselingi diselingin dengan game – game menarik yang langsung dibuat oleh pemateri tersebut dan sesi tanyak jawab.

“Dampak dari terselenggaranya acara upgrading ini sangat banyak apalagi untuk anggota baru 2017 diharapkan agar lebih sering berkontribusi terhadap HMM,” tambah irsyad.

Salah satu pemateri dari upgrading HMM 2018 adalah bapak Ammar Fuad SE, MM yang juga merupakan mantan ketua HMM periode 2005 – 2006 dan pernah menjabat sebagai ketua BEM FEB Unsyiah di periode 2006-2007.

“Saya melihat ini adalah sekumpulan anak – anak muda yang notabene semangat muda yang membuat perubahan terutama dimahasiswa manajemen dan mahasiswa ekonomi keseluruhannya. saya melihat semangat baru dan harapan saya besar sekali kepada adik – adik untuk menjaga himpunan manajemen yang sebelumnya dibangun oleh pendahulu – pendahulunya,” pungkas Ammar. (Mi,La)

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif (Foto: Susilo/Perspektif)

Darussalam – Asean Student Entrepreneurship Network (ASENeT) sukses dihelat di gedung AAC Dayan Dawood (15/3). Acara bertaraf Internasional yang diselenggarakan dua kali tersebut resmi dibuka oleh Dr. Iskandarsyah, S.E., MM. diikuti Rektor Universitas Syiah Kuala, dan Dr. Muhammad Dimyati.

“ASENeT adalah sebuah kegiatan dibidang kewirausahaan yang sudah kita mulai pada 2016 di Universitas Sains Malaysia dan di acara kedua kali ini kita berkesempatan menjadi tuan rumahnya,” ucap Iskandarsyah selaku ketua panitia ASENeT 2018.

Dalam pidato pembukaannya Rektor Universitas Syiah kuala menegaskan bahwa kita harus mendorong Entrepreneur agar menjadi bagian yang mempunyai kontribusi dalam membangun ekonomi. “Ekonomi Kreatif harus menjadi sorotan untuk ASEAN,” tambahnya.

“Pesan pak Jokowi kita harus menjadi pisat pendidikan teknologi dan peradaban di dunia, semua itu berangkat dari ekonomi kreatif”. Sambung Dr. Muhammad Dimyati, perwakilan dari Menristekdikti.

Acara pembukaan konferensi diikuti oleh mahasiswa baik lokal dan Internasional serta beberapa masyarakat lainnya. Di balik kegiatan tersebut, Expo yang telah dibuka terlebih dahulu (14/3) makin terlihat ramai oleh pengunjung. Deretan stan yang diisi oleh berbagai Universitas dan instansi seperti Inkubator, Universitas Sains Malaysia, Universitas Andalas, SOS children Village, BQ Darul Mizan, Universitas Negeri Riau, Universitas Teuku Umar, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, dan lain-lain.

“ASENeT tahun ini sangat meriah, so boleh kenal negara orang di Aceh dan boleh kenal dekat lagi dengan usahawan-usahawan Indonesia. First impression saya, yang menarik yang buat saya kagum ialah dia punya sistem sangat cepat dalam tangani kebutuhan acara,” ucap Siti Nurul Aishah Awang yang merupakan delegasi dari Malaysia.

ASENet kedua tahun ini diharapkan dapat membawa pengaruh positif yang besar bagi semua kalangan dalam berwirausaha. Kini saatnya menjalin relasi dengan teman-teman internasional. (Mev, lo).

Mengintip Persiapan ASENeT 2018

Mengintip Persiapan ASENeT 2018 (foto:Perspektif)

Darussalam – Selasa (13/3) Perluas jaringan, itulah dua kata yang hendak diwujudkan dalam Asean Student Entrepreneurship Network (ASENeT) 2018. ASENeT merupakan suatu acara bertaraf Internasional Se-Asean dimana akan berkumpul para mahasiswa dengan mimpi yang sama untuk berwirausaha. Acara yang akan diselenggarakan pada 14-18 Maret 2018 di Universitas Syiah Kuala itu bertemakan ‘Creative Entrepreneur for Creative Economy’.

“Kenapa se-Asean? Karena kedepannya, tetangga kalian bukan lagi sebelah rumah tapi ASEAN. Perbanyak teman dan jaringan, paling kurang ASEAN. Kita juga mengkomunikasikan dengan perkembangan UMKM. Ini pertemuan kedua, setelah yang pertama di Universitas Sains Malaysia (USM),”. Ucap Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M (10/3) selaku ketua panitia ASENeT 2018. ASENeT sendiri bertujuan untuk menciptakan relasi yang lebih luas bertaraf internasional dan juga mengajak mahasiswa serta masyarakat tergerak dalam berwirausaha.

ASENeT akan diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti expo, konferensi, dan beberapa workshop.  Untuk expo akan ada booth pameran kuliner, fashion dan lain-lain. Selain itu acara ini juga turut diisi dengan berbagai perlombaan menarik lainnya seperti fotografi, perencanaan bisnis, akustik, stocklab, rangking 1 dan yang paling menarik adalah Mobile Legend (ML). “Jangan hanya melihat gamenya, tapi lihatlah alasan dibaliknya. Kita bermain dengan strategi itu kuncinya. Game ini memiliki potensi besar sebagai sumber devisa pemerintah, bisa menginspirasi mahasiswa maupun masyarakat untuk menciptakan suatu inovasi baru,” pungkasnya.

Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M Saat Di Wawancarai Tim Perspektif (Foto:Perspektif)

Sedangkan untuk acara konferensi sendiri hanya akan diadakan satu hari yaitu di tanggal 15 Maret 2018 dengan mendatangkan enam pembicara utama  seperti Menteri Ristekdikti, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif dan banyak lainnya. International Entrepreneurship Conference ini terbuka untuk umum. “yang berbeda ditahun ini ialah kami lebih banyak mengadakan workshop, dengan beberapa pemateri handal dibidangnya,” tambahnya.

Dalam acara ASENeT juga akan mempersembahkan beberapa penampilan diantaranya tarian Aceh, vocal solo, akustik, dan International Performance. Sejauh ini persiapan yang dilakukan untuk acara ASENet sudah mencapai 80-90 persen. Dengan adanya acara ini semoga lahir ide-ide kreatif dan semangat untuk berwirausaha serta menambah jaringan kita semua. (Mev, sa)

DPM FEB Unsyiah Kembali Adakan Latihan Kepemimpinan

Murkhana SE., MBA. Membuka Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) 2017 di Rindam Mata Ie (Jauhar/Perspektif)

Darussalam-Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis kembali mengadakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM). Acara yang telah diadakan ke-8 kalinya ini mengangkat tema “Restropeksi Pergerakan Mahasiswa Menuju Kampus Ekonomi yang Masyhur dan Mondial” bertempat di Rindam Mata Ie pada 17-19 November 2017.

LKMM merupakan suatu pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan manajemen untuk mengelola suatu organisasi kemahasiswaan yang bertujuan untuk menciptakan pemimpin yang baik di masa depan yang diikuti oleh calon pengurus ORMAWA di lingkungan kampus Ekonomi.

Dikutip dari ketua paniia LKMM, Reza Zulfianda, setiap tema acara  yang diambil dari tahun ke tahun sesuai fakta keadaan mahasiswa disaat itu. Ia berharap, acara ini dapat membentuk karakter-karakter yang bermoral.

Jumlah peserta dalam kegiatan LKMM tahun ini mencapai 47 mahasiswa yang merupakan delegasi dari Himpunan dan UKM  yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Acara dibuka oleh Wakil Dekan III FEB, Murkhana SE, MBA pada tanggal 17 November dini hari. Ia menyampaikan bahwa pentingnya pergerakan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas sebuah organisasi

Reza selaku Ketua Panitia LKMM berharap generasi pemimpin selanjutnya bisa menciptakan karakter-karakter yang baru dan bisa menjadi panutan bagi rakyat atau anggota nya (Lul)

HMM Ajak Mahasiswa Kreatif Melalui PKM Inspiring Talkshow

Kegiatan Talkshow PKM 2017 (Fazil)

Darussalam – Sabtu (13/5) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) kembali menyelenggarakan acara PKM Inspiring Talkshow 2017, kegiatan ini bertema “Peningkatan Pemahaman Mahasiswa dalam Segi Krativitas dan Wawasan memalui PKM” dan berlangsung di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

PKM merupakan suatu program yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti)  dalam memfasilitasi kemampuan serta potensi yang dimiliki mahasiswa untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh kalangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas lain yang ada di Unsyiah.

Caesar Naufal selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen 2017 berharap dengan diadakannya acara PKM Inspiring Talkshow ini dapat membantu dan mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam membuat proposal PKM serta dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. (Fik)

Dekan Fakultas Ekonomi Lantik Pengurus Organisasi Mahasiswa

Pelantikan Ketua Baru Organisasi Mahasiswa di Fakultas Ekonomi (Toso/Persektif)

Pelantikan Ketua Baru Organisasi Mahasiswa di Fakultas Ekonomi (Toso/Persektif)

Darussalam – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala melantik pengurus baru Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan FEB Unsyiah. Acara pelantikan dihadiri oleh Kapolresta Kota Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH dan Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan, Dr.Ir. Alfiansyah Yulianur BC. Acara Pelantikan berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Terpilih Ketua Umum BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah periode 2017 Nazrul Anas menggantikan Ketua Umum BEM FEB sebelumnya, Ade Aulia. Nazrul Anas terpilih menjadi Ketua BEM FEB yang baru setelah mendapat 1057 suara pada Pemilihan Raya (PEMIRA) Fakultas Ekonomi akhir Desember tahun lalu.

Pelantikan pengurus baru Organisasi Mahasiswa tahun ini sedikit berbeda dari pelantikan di tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, organisasi mahasiwa Diploma 3 tak lagi dilantik di Fakultas Ekonomi. Hal ini sesuai dengan seruan Wakil Rektor III terkait program studi Diploma 3  yang akan digabungkan menjadi program Sekolah Vokasi.

Dalam Kesempatannya, Wakil Rektor III Universitas Syiah Kuala berpesan agar kedepannya pengurus Organisasi Mahasiswa di lingkungan Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat lebih aktif dan efektif dalam merancang acara agar tepat sasaran dan dapat mengajak Mahasiswa FEB lainnya agar berperan aktif  dalam Organisasi-Organisasi Kampus.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Mirza Tabrani SE MBA menandatangani Surat Keputusan Pelantikan Penngurus Organisasi Mahasiswa periode 2017 (Toso/Perspektif)

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Mirza Tabrani SE MBA menandatangani Surat Keputusan Pelantikan Penngurus Organisasi Mahasiswa periode 2017 (Toso/Perspektif)

“Saya berharap agar Ketua-Ketua Organisasi Mahasiswa Ekonomi ini bisa mengajak teman-temannya dalam bergabung dan sama-sama mengasah soft skill kalian di bidang organisasi” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Kota Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah dan menumbuhkan semangat wirausaha. “Selama saya menjabat sebagai Kapolresta Kota Banda Aceh, saya selalu mendukung kegiatan mahasiswa Unsyiah, terutama kegiatan mahasiswa Fakultas Ekonomi. Saya sering memantau mahasiswa yang turun ke jalan. Dan saya bangga dengan sikap kalian yang kooperatif dengan pihak aparat keamanan. Oleh karena itu saya selalu mendukung setiap kegiatan kalian” Jelasnya.

“saya juga punya harapan, semoga kedepannya ketua-ketua terpilih ini juga bisa menumbuhkan semangat Wirausaha. Karena pemimpin butuh jiwa yang kuat, semangat pantang menyerah, dan focus terhadap kewajiban. Karena kalian mahasiswa Ekonomi, saya yakin kalian bisa memulainya dengan mudah dan sesuai dengan teori yang kalian pelajari di bangku kuliah” Tambahnya.

Wakil Rektor III tutup rangkaian Unsyiah Fair XI

Penutupan Unsyiah Fair XI Oleh Wakil Dekan III, Ketua BEM Unsyiah, dan Ketua Panitia (Jauhar/Perspektif)

Penutupan Unsyiah Fair XI Oleh Wakil Dekan III, Ketua BEM Unsyiah, dan Ketua Panitia (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Rangkaian Acara tahunan Unsyiah Fair XI resmi di tutup sabtu malam (12/11). Unsyiah Fair yang merupakan acara puncak BEM Unsyiah dibawah naungan kabinet Aksi 2016 mengangkat tema “satu aksi, satu karya”. Acara penutupan Unsyiah fair XI berlangsung meriah dengan menghadirkan beberapa penampilan seni band, tarian dan musik etnik.

Acara Penutupan Unsyiah Fair XI ini juga dihadiri oleh Kapolda Acah, Pangdam Iskandar Muda. Antusiasme yang tinggi juga membuat pengunjung yang didominasi oleh mahasiswa memadati gedung AAC hingga melebihi kapasitas. Ketua Panitia Unsyiah Fair XI, Raja Cik Muhammad mengapresiasi antusiasme pengunjung yang hadir di malam penutupan Unsyiah fair XI.

Salah satu penampilan seni pada penutupan acar Unsyiah Fair XI (Jauhar/Perspektif)

Salah satu penampilan seni pada penutupan acar Unsyiah Fair XI (Jauhar/Perspektif)

Ketua BEM Unsyiah juga menyampaikan bahwa Acara Unsyiah Fair XI berlangsung sukses dan meriah. Acara yang menghabiskan dana 1,2 Milyar ini berfokus pada peningkatan semangat inovasi dan wirausaha bagi mahasiswa Unsyiah. “Saya mengapresiasi penuh kinerja kawan-kawan panitia yang mencapai 1027 orang ini yang sama-sama bekerja keras dalam menyukseskan Acara. Ini bukti nyata bahwa kita berhasil menjalankan project 1 Aksi, 1 Karya” ucap Mahasiswa Fakultas Hukum ini.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor III Unsyiah juga menyampaikan bahwa Mahasiswa Unsyiah memiliki peran yang kuat dalam tercapainya mimpi Unsyiah untuk menjadi salah satu Universitas ber-Akreditasi A. “Mahasiswa punya peran yang kuat dalam proses tercapainya Akreditasi A untuk Unsyiah. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang telah menyukseskan Acara Milad Unsyiah ke 55 hingga hari ini di penutupan Unsyiah Fair XI malam ini” Ujarnya.

Acara Unsyiah Fair XI juga ditutup oleh Wakil Rektor III, Ketua BEM Unsyiah, Ketua Panitia dan Perwakilan Mahasiswa dengan menutup logo Unsyiah Fair secara simbolis dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (Jo)