Wahyu Nyatakan Siap Dedikasikan Diri sebagai Presma Unsyiah 2019

Wahyu Nyatakan Siap Dedikasikan Diri sebagai Presma Unsyiah 2019 (Foto : Ayu/Perspektif)

Darussalam – Pemilihan Raya merupakan Pesta Demokrasinya Mahasiswa setiap Univesitas yang ditunggu-tunggu di penghujung tahun.

Tak ketinggalan Unsyiah pun turut merayakannya. Berbagai nama pun andil dalam mewarnai pesta demokrasi mahasiswa terbesar di unsyiah ini.

Wahyu Rezky Annas merupakan salah satu nya, di usung oleh Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ekonomi, Mahasiswa S1 Manajemen angkatan 2015 FEB ini, ikut mendaftarkan diri sebagai Presma Universitas Syiah Kuala.

Selain aktif di Akademik, wahyu juga merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi, ia pernah menjabat sebagai Sekbid Kesma (2016), Kabid Hual IMPKL (2017-2019), Anggota Komisi C DPMU Unsyiah 2017, dan Ketua MPM Unsyiah (2017).

Dalam pandangan nya, banyak Mahasiswa Unsyiah yang sudah tidak memiliki minat ‘mengetahui keadaan rumahnya’, atau yang biasa kita sebut ‘Mahasiswa Apatis’ dan tidak ada lagi niat tawar kepada para birokrat kampus dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa.

“BEM Unsyiah harus menjadi milik bersama, dan bisa bersinergi dengan 12 Fakultas lainnya agar terciptanya kondisi kampus sesuai dengan fitrah perguruan tinggi negeri.” Tutur Wahyu.

Menurutnya , kondisi mahasiswa di kampus Unsyiah saat ini sedang tidak baik-baik saja, banyak permasalahan yang muncul baik mengenai Transparansi Anggaran, Intervensi Biokrasi Kampus dan masih banyak lagi, dan point penting tujuannya  adalah banyaknya Pelayanan Kampus yang tidak mendukung aktifitas Mahasiswanya.

Kini, Wahyu Rezky Annas siap mencalonkan diri sebagai calon Ketua BEM Universitas Syiah  Kuala didampingi Wakilnya, Mohammad Assad yang berasal dari Fakultas Hukum.

Terlepas itu, Wahyu dan Assad mengharapkan Pemira tahun ini dapat berjalan dengan aman, damai dan pastinya saling menghargai perbedaan satu sama lain.

“Kami juga mengajak kepada seluruh mahasiswa Unsyiah untuk memilih pada hari pencoblosan. Karena partisipasi politik sangat mempengaruhi Iklim demokrasi dan demi pelaksanaan pemerintah BEM Unsyiah kedepan.” Tutup calon Ketua BEM Unsyiah nomor urut 2 tersebut. (Van-Nur)