Categories
Berita Dosen Events Kampus mahasiswa Straight News Tulisan Unsyiah

HMI FEB Unsyiah Gelorakan Membangun Darussalam Sejahtera Melalui SAHABAD Festival

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah untuk pertama kalinya menyelenggarakan sebuah event yaitu Said Hasan Ba’abud (SAHABAD) Festival. Nama Said Hasan Ba’abud sendiri diambil dari nama salah seorang tokoh pelopor HMI di Aceh. “Said Hasan Ba’abud sendiri merupakan alumni dari ekonomi pembangunan FEB Unsyiah, dan ia juga menjadi ketua pertama HMI yang dibentuk pada tanggal 2 Februari 1960 ini,” jelas Naufal Siregar selaku Ketua Umum HMI FEB Unsyiah.

SAHABAD Festival yang berlansung selama empat hari terhitung mulai tanggal 19-22 Februari 2020 ini mengangkat tema“Bekerjasuka dharma membangun Darussalam sejahtera”.

“Acara SAHABAD Festival ini juga nantinya akan diadakan setiap tahun oleh HMI,” ujar Muhammad Azwar sebagai ketua panitia pelaksana SAHABAD Festival tahun 2020 kali ini. Adapun beberapa agenda yang juga diselenggarakan dalam acara ini yaitu diskusi publik, talkshow, seminar dan expo bazaar.

Salah satu rangakaian kegiatannya berupa diskusi publik yang diselenggarakan pada Kamis 20 Februari 2020 lalu mengusung tema“Eksplorasi Migas Aceh Arun Jilid II”. Alasan di usungnya tema tersebut yaitu mahasiswa dan masyarakat harus tahu dan juga berpedoman dengan kejadian Arun dahulu. Saat masa-masa berjayanya Arun, terjadinya dua ketimpangan social; pertama ya itu kesejahteraan untuk para masyarakat dalam kompleks dan kedua ketimpangan ekonomi bagi masyarakat luar kompleks.

“Kita berharap semoga hasil dari migas ini dapat diterima dan dirasakan oleh masyarakat di Aceh dengan cara semua steakholder harus mendukung itu termasuk kita sebagai mahasiswa. Maka dengan adanya diskusi ini kita sebagai agent of control dapat melakukan pengawasan terhadap migas tersebut agar tidak terulangnya kasus-kasus yang sama seperti kasus yang terjadi di Arun,” jelas Martunis selaku penanggungjawab acara diskusi publik.

Diskusi public ini mendatangkan beberapa narasumber penting seperti Ir. Mahdinur (Kadis ESDM Provinsi Aceh), H. Ihsanuddin MZ SE, MM (Anggota DPR Aceh), Dr. Muhammad IrhamS.Si, M.Si (Akademisi Unsyiah), Muhammad Mulyawan (Kepala Divisi Perencanaan Evaluasi dan Pengembangan Lapangan). Acara ini juga mendapat dukungan dari Diskom Info dan Sandi, Humas Protokol Sekda Aceh, Dinas SDM, dan para alumni HMI yang sekarang berprofesi sebagai birokrasi dan akademisi Unsyiah. (Dwik & Ana/Perspektif)

Categories
Berita Hobi Kampus mahasiswa opini Tips Tulisan Unsyiah

Masuk Organisasi, Untuk Apa?

Ilustrasi by Perspektif

Darussalam – Sudah tidak asing lagi jika kita mendegar kata organisasi yang digeluti banyak orang. Mulai dari SMP, SMA, hingga ke dunia perkuliahan, organisasi telah menjadi sebuah kata yang sangat lazim ditemui di berbagai kesempatan. Namun, apa sih sebenarnya organisasi itu? Apa manfaatnya untuk kita? Dapatkah sebuah organisasi menampung berbagai aspirasi yang bermunculan? Mari kita bahas.

Organisasi merupakan sebuah wadah bagi sekelompok orang guna mencapai sebuah tujuan yang sama. Organisasi juga ditujukan bagi orang yang ingin memulai mengembangkan diri serta meningkatkan sumber daya yang dimiliki.

Jadi, intinya organisasi merupakan sebuah perkumpulan yang diisi pribadi-pribadi untuk mewujudkan suatu tujuan. Bener gak?

Di FEB Unsyiah sendiri, terdapat banyak organisasi mahasiswa yang dapat diikuti oleh mahasiswa. Mulai dari organisasi himpunan kampus seperti HIMAKA, HIMADIPA, HMM, dan IESA. Selain itu, mahasiswa juga dapat memilih bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti Inkubator, LDF Al-Mizan, Metalik, Bestek, LPM Perspektif, dan EOC.

Lalu juga ada Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Terlepas dari perbedaan pendapat tentang ada atau tidaknya manfaat bergabung organisasi, kita harus mengakui banyak niat dan tujuan baik yang dapat terealisasi ketika seorang mahasiswa bergabung dengan organisasi.

Lantas apa yang melatarbelakangi mahasiswa untuk bergabung di organisasi? Kalau kata Maudy Ayunda sih; “Untuk apa?~~~”

“Ada beberapa faktor yang meletarbelakangi saya untuk masuk disebuah organisasi, salah satu yang utama yaitu untuk melatih softskill dan meningkatkan minat bakat saya. Serta untuk menambah relasi dari teman-teman diberbagai jurusan,” jelas Irfan,yang saat ini menjabat sebagai ketua UKM Bestek.

Lalu, Muammar Iqram selaku ketua HIMADIPA juga turut memberikan pendapat perihal keorganisasian, “Organisasi itu adalah wadah kita untuk berkreativitas mengenai apapun yang kita inginkan, dan mendapat banyak hal-hal selain seputar dunia pendidikan,” katanya.

Artinya, begitu banyak manfaat yang dapat kita ambil ketika bergabung dengan organisasi, diantaranya :

  1. Percaya Diri

Percaya diri adalah satu hal yang diinginkan semua orang, tidak semua orang bisa memiliki kemampuan seperti itu. Kepercayaan diri merupakan suatuhal yang tidak mudah dilakukan, dan membutuhkan sebuah proses pengembangan diri untuk memiliki kemampuan tersebut. Di dalam organisasi, kepercayaan diri sangat dibutuhkan dalam menghadapi suatu masalah, seorang anggota dituntut untuk percaya diri ketika mengambil keputusan yang terbaik.

  1. Dapat Membangun Relasi

Dengan  membangun banyak relasi dapat dipastikan wawasan seseorang dapat bertambah luas. Relasi yang banyak membuat kita bisa mendapatkan ilmu dari teman-teman yang lain dan berbagi pola pikir sehingga menambah wawasan yang ada di dalam hidup kita, sehingga jangkauan pertemanan kita jauh lebih luas.

  1. Manajemen Waktu

Waktu sangat penting dalam kehidupan seseorang, dan orang sukses adalah orang yang bisa mengatur waktunya dengan baik. Di dalam organisasi, belajar menghargai waktu adalah salah satu hal yang dapat dipelajari. Agar kita bisa selalu memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan bisa mengatur jadwal antara berorganisasi dan diluar organisasi.

  1. Berani dalam Memecahkan suatu masalah

Dalam organisasi, sebuah masalah sudah menjadi makanan sehari-hari. Setiap hari adalah masalah, hahaha. Baik itu karena berselisih pendapat antar anggota, kurangnya kerjasama yang baik kepada sesama anggota, dll. Di dalam organisasi,kita bisa mempelajari bagaimana kita bisa menyikapi masalah tersebut, ‘’Karena semakin banyak masalah,itu membuat kita semakin berkembang dan berpikir lebih dewasa dari sebelumnya,’’ ujar Iqram.

  1. Melatih Kemampuan Public Speaking

Bagi kebanyakan orang, berbicara di depan umum bukanlah hal yang mudah. Butuh keberanian dan waktu untuk melatih hal tersebut sehingga menjadi pembicara yang baik. Organisasi adalah tempat yang tepat untuk mendalami hal tersebut.

Melalui berbagai kegiatan dan kepanitiaan yang ada, membuat kita lebih sering berinteraksi dengan orang lain dan membuat kita menjadi terbiasa berbicara dalam forum. Dalam organisasi,komunikasi yang baik adalah salah satu kunci kesuksesan dalam organisasi tersebut.

Berdasarkan penjelasan di atas, kita dapat melihat banyak manfaat positif yang didapatkan ketika berorganisasi. Namun, meski begitu, tetap saja masih ada mahasiswa yang masih memilih zona nyamannya menjadi “kupu-kupu” alias kuliah pulang-kuliah pulang.

Terkadang  ada juga yang membuat mindset bahwa masuk organisasi itu tidak penting, menghabiskan waktu, dan sebagainya. Namun, mindset itu nampaknya terbantahkan dengan penjelasan di atas, bahwa di dalam organisasi pasti banyak ilmu dan pengalaman yang bisa didapatkan.

Ya…kita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan, toh pikiran orang berbeda-beda , kemauan orang berbeda-beda tergantung kesadaran sendiri masing-masing. Jika kita tidak berani mengambil langkah untuk mencoba, kapan kita bisa? Mau sampai kapan jadi “kupu-kupu”? It’s your choice. (Azka & Refdi/Perspektif)