Categories
Berita

Official Launching Women’s Room BEM FH USK

Darussalam — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, meluncurkan sebuah program yang bernama “Women’s Room” yang merupakan suatu program dari Departemen Pemberdayaan Perempuan pada Sabtu (09 April 2022).

Women’s Room merupakan suatu wadah atau ruang aduan bagi mahasiswa/i FH USK yang pernah mengalami pelecehan seksual baik dalam lingkungan kampus maupun luar kampus yang kemudian dapat ditindaklanjuti sesuai dengan keputusan pihak terkait.

Tujuan dari program ini sendiri adalah sebagai suatu bentuk upaya untuk mengakhiri pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus dan meningkatkan kesadaran mahasiswa/i mengenai pelecehan seksual, serta menjadi tempat aduan bagi mahasiswa/i yang mengalami pelecehan seksual tanpa harus mengkhawatirkan informasi pribadinya akan bocor.

Mahasiswa/i yang ingin melaporkan permasalahan pelecehan seksual yang dialaminya dapat menghubungi Departemen Pemberdayaan Perempuan melalui WhatsApp dan Email yang dapat diakses melalui linktree yang terdapat di bio instagram BEM FH USK. Mahasiswa/i yang melaporkan pelecehan yang dialaminya dapat memilih apakah ingin kasusnya ditindaklanjuti atau tidak.

Sebelumnya, pada Jumat (25 Maret 2022) BEM FH USK juga telah meluncurkan suatu program yang bernama “Law Care Center” yang merupakan suatu sarana penghubung antara Mahasiswa-BEM FH USK-USK, dalam hal mencurahkan keluh kesah mahasiswa/i terkait permasalahan perkuliahan dan juga membantu mahasiswa untuk menyikapi permasalahannya.

Kedua program ini merupakan program kerja dari dua departemen dibawah naungan Biro Kesejahteraan Mahasiswa dan Masyarakat (KESMA) BEM FH USK, yaitu Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Departemen Kesejahteraan Mahasiswa.

Categories
Berita

Konsolidasi Aksi, Mahasiswa Kampus Kuning Siap Beraksi

Foto : Rifqi Syaputra

Darussalam – Jumat (8/4), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) melakukan konsolidasi terbuka dengan mengundang seluruh organisasi mahasiswa FEB USK. Rapat konsolidasi ini mengangkat tema, “Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Kenaikan Harga BBM, dan Hal Lain yang Meresahkan,” dilaksanakan di kantin FEB USK mulai dari sekitar pukul 17:00 hingga menjelang pukul 18:00 WIB.

Rapat yang dipimpin oleh ketua BEM FEB USK, Abi Rafdi Nasution, serta ketua DPM FEB USK, Iqbal Afkar, dilaksanakan agar para mahasiswa dapat membangun dan mengajak dalam memperjuangkan permasalahan-permasalahan regional dan nasional yang saat ini dialami oleh masyarakat Indonesia.

Selama konsolidasi berlangsung, peserta forum memiliki berbagai pandangan yang berbeda terkait dengan pokok permasalahan yang dibahas. Hasil dari konsolidasi itu sendiri antara lain yaitu :

  1. Mendesak dan menuntut Presiden RI Joko Widodo untuk menolak dengan tegas terkait dengan perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu 2024
  2. Mendesak dan menuntut Presiden untuk menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga bahan pokok di masyarakat, khususnya minyak goreng
  3. Mendesak dan menuntut Presiden untuk menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga BBM
  4. Menuntut Presiden untuk menuntaskan kasus HAM di Indonesia
  5. Menuntut Presiden untuk membuka ruang demokrasi seluas-luasnya
  6. Menuntut Presiden untuk mengevaluasi kinerja para Menteri
  7. Menuntut pemerintah untuk mengkaji ulang kenaikan tarif PPN
  8. Meminta DPRA untuk membawa tuntutan ini sampai ke pusat

“Apa yang menjadi latar belakang kami untuk melakukan konsolidasi terbuka Fakultas Ekonomi adalah ingin mengajak dan membangunkan narasi-narasi idealisme mahasiswa, narasi-narasi mahasiswa adalah Agent of Change, Social Control, fungsi-fungsi mahasiswa. Kita ingin coba sama-sama untuk membangun kembali dan melihat teman-teman di Ekonomi ini masih peduli atau tidak dengan isu-isu yang memang digulirkan di tengah masyarakat. Dan setelah melaksanakan konsolidasi tadi, kita ingin menyatukan pandangan, arah dari Fakultas Ekonomi ini, apa saja yang menjadi tuntutan untuk menjadi bahan-bahan yang dapat kita perjuangkan seperti isu-isu yang telah dibahas tadi dan beberapa isu lainnya,” jelas Abi Rafdi selaku ketua BEM FEB USK.

Iqbal Afkar selaku ketua DPM FEB USK pun mengatakan bahwasanya konsolidasi ini dilakukan agar kita sebagai mahasiswa lebih kritis lagi dalam menyikapi keadaan Indonesia sekarang. Saat ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu konsolidasi perlu dilakukan khususnya bagi mahasiswa FEB USK agar kita semua bisa menyatukan pemikiran dan melakukan tindakan untuk memperbaiki keadaan kita sekarang.

(Perspektif / Kya, Dya dan Rey)