Foto : Vanna

Darussalam – Setelah lulus sekolah menengah atas ataupun setingkatnya, selanjutnya setiap orang akan dipusingkan dengan memilih jurusan saat akan masuk ke perguruan tinggi. Ternyata tak hanya sampai disitu, bahkan setelah menentukan jurusan yang ingin dipilih pun, seseorang akan dipusingkan kembali karena harus memilih konsentrasi atau pemusatan jurusan yang akan ia ambil.

Seperti halnya Program Studi  Akuntansi FEB Unsyiah, yang mempunyai lima konsentrasi antara lain ialah Akuntansi Keuangan, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Syariah dan konsentrasi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Dari kelima Konsentrasi tersebut nantinya Mahasiswa (i) S1 jurusan Akuntansi harus memilih salah satu  dari lima konsentrasi yang telah disediakan

Namun terdapat satu tanda tanya besar terkait dengan salah satu konsentrasi jurusan akuntansi yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu konsentrasi Akuntansi Keuangan. Pasalnya tidak banyak mahasswa yang memilih konsentrasi ini,. Mahasiswa Akuntansi lebih memilih konsentrasi lainnya dibanding memilih konsentrasi Akuntansi Keuangan ini.

Berdasarkan informasi dari salah seorang dosen Prodi Akuntansi FEB Unsyiah menyebutkan, bahwa mahasiswa S1 Akuntansi yang mengambil konsentrasi Akuntansi Keuangan pada suatu tahun hanya mencapai lima orang mahasiswa saja. Mengapa demikian?

Ketika ditanyakan mengenai hal ini, Mahasiswa Akuntansi yang berasal dari semester enam dan delapan yang akan, sedang ataupun telah mengambil mata kuliah konsentrasi, menuturkan alasan mereka mengapa Mata kuliah tersebut bukan menjadi pilihan dalam konsentrasinya karena kurangnya minat dan kompetensi di bidang tersebut.

Apabila mengambil konsentrasi Akuntansi Keuangan, mata kuliah yang akan diambil antara lain Standar Akuntansi Keuangan, Tata Kelola Perusahaan, serta Akuntansi Forensik dan Audit Investigasi. Mata kuliah ini nantinya akan lebih banyak mempelajari pencatatan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) dan Analisis keuangan.

Mereka menjelaskan bahwa mata kuliah akuntansi seperti Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate Accounting) dan Akuntansi Keuangan Lanjutan (Advance Accounting) saja dirasa cukup menyulitkan bagi mereka, bahkan ada mahasiswa harus sampai mengulang hanya untuk menyelesaikan mata kuliah ini. Oleh sebab itu mereka enggan mengambil matakuliah konsentrasi Akuntansi Keuangan.

Lain halnya dengan mahasiswa akuntansi reguler yang bebas menentukan sendiri matakuliah konsentrasi yang diingkinkannya, Mahasiswa IAP (International Accounting Program) sudah secara otomatis akan mengarah kepada konsentrasi Akuntansi Keuangan.

” Jumlah mahasiswa satu angkatan kami (Mahasiswa IAP) kan sedikit, sedangkan untuk dapat membuka kelas terdapat beberapa ketentuan seperti jumlah minimal mahasiswanya, dan mempertimbangkan dosen yang mengajar, apakah dosen tersebut mengajar di program internasional atau tidak. karena beberapa pertimbangan tadi akhirnya pihak jurusan memutuskan agar kami mengambil satu kelas konsentrasi yang sama yaitu konsentrasi Akuntansi Keuangan ” jelas Cut Nada Nabila, salah seorang Mahasiswi IAP.

Mahasiswi IAP semester Akhir ini kembali menjelaskan bahwa penetapan pengambilan konsentrasi Akuntansi Keuangan secara bersama ini bukan pertama kalinya ditetapkan oleh pihak jurusan, sebelumnya pada angkatan 2013 dan 2014 hal serupa juga diterapkan. Menurutnya juga tidak ada konsentrasi yang benar-benar sulit dan konsentrasi yang mudah, semua konsentrasi ada kemudahan dan kesulitannya masing-masing.

Maka dari itu, dalam menentukan suatu konsentrasi yang akan diambil kedepannya merupakan suatu hal yang membutuhkan pertimbangan yang besar. Untuk itu haruslah dipikirkan dengan matang, dan sesuai dengan kemampuan pada diri masing-masing. (Sal)