Categories
Berita

Sejuta Pesona Teduh Galeri Kopi Indonesia

Perjalanan menuju Galeri Kopi Indonesia (GKI) tidak begitu mulus. Jam menunjukkan pukul 17.00 waktu dimana jalanan berubah menjadi lautan manusia. Para karyawan yang sudah seharian bekerja berlomba-lomba untuk cepat sampai kerumah masing-masing. Begitupun dengan anak-anak sekolahan yang ikut memenuhi jalanan, ditambah muda-mudi yang sedang dimabuk cinta turut kemacetan. Namun kemacetan di Aceh tidak membuat orang-orang ini tua dijalan karena tidak sepadat jalanan ibu kota.

Setiba di Galeri Kopi Indonesia kalian tidak akan menemukan Cafe dengan nuansa minimalis, ataupun tembok abu-abu yang sedang kekinian seperti Coffee Shop pada kebanyakan kita jumpai di Banda Aceh, namun kita akan melihat sisi keindahan bangunan yang di dominasi oleh kayu asli dengan kebun kopi di belakangnya. Ada beberapa pondok bertingkat di antara kebun kopi. Jangan salah, meskipun terlihat sederhana justru tempat ini ramai dikunjungi dan tetap memiliki sisi keindahan tersendiri dengan mengusung konsep natural yang menjadikan daya tarik bagi GKI. Jika ingin bertemu teman tanpa sibuk dengan ponsel masing-masing mungkin kalian bisa menjadikan GKI sebagai salah satu opsi karena tidak tesedia WiFi disini.

Matahari mulai terbenam tandanya menunjukkan pukul 18.00 lewat, tak membuat kami lengah. Mengambil sudut jepretan ter-aestetic sembari menunggu Owner Galeri Kopi Indonesia agar bisa ditunjukkan di laman Instagram pribadi, yah walaupun belum centang biru juga. Memilih posisi duduk yang strategi yaitu di salah satu pondok bertingkat dengan pemandangan kebun kopi. Kalian tidak akan menemukan Lemontea di buku menu jika ingin memesan non coffee, tetapu minuman coklat adalah pilihan yang sempurna. Tak berselang lama Owner Galeri Kopi Indonesia yang akrab disapa Bang Syahru Gayo pun tiba dan menyambut hangat kedatangan kami.

Meskipun tujuan kami datang untuk mencari ilmu, tenang saja tak perlu risau, pertemuan ini tidak terasa seperti kuliah umum ataupun seminar di kampus karena pertemuan kami bersifat diskusi membuat suasana terasa sedikit santai dan tidak jenuh. Kami juga dapat mengutarakan semua rasa penasaran yang ada. Pemilihan kata yang disampaikan oleh Bang Syahru sebagai narasumber memiliki pesonanya sendiri, membuat kami terfokus pada jawaban yang diberikan. Memberikan gambaran logika untuk beberapa pertanyaan yang kami lontarkan membuat jawaban yang diberikan menjadi mudah dipahami untuk kalangan anak muda seperti sekarang ini.

Ada satu cerita tentang Desain Galeri Rumah Kopi yang menciptakan gelak tawa namun memiliki pesan yang mendalam. Kisah saat Galeri Kopi Indonesia masih awal merintis dimana kondisi tempat ini masih sangat sederhana menggunakan bahan seadanya, menggunakan atap Rumbia. Suatu ketika hujan turun dengan sangat deras dengan kondisi atap bocor.

“Ada orang bilang ke saya bang  bocor,”  ujar Owner GKI memulai ceritanya. Mungkin kebanyakan orang akan malu jika mendapat teguran seperti itu dari pelanggan, namun berbeda dengan Bang Syahru yang memberikan jawaban tak terduga

“Emang desainnya kayak gitu kak” jawab Bang Syahru, yang sontak membuat kami tergelak sungguh jawaban yang tak terpikirkan.

“Memang dia kalau ga bocor kita bocorin biar orang merasakan esensi ngopi dikebun, dempet-dempet,” sambung Bang Syahru melanjutkan ceritanya. Meski itu sebuah cerita lucu ada point penting yang ingin disampaikan yaitu jadikan kekuranganmu sebagai kekuatanmu.

Yang membuat GKI tetap ramai dikunjungi karena pelayanannya yang baik dengan cara menjelaskan tentang kopi yang ingin dipesan oleh pelanggan sehingga Gayo Mountain  orang awam yang belum paham kopi tapi mau ngopi bisa tau karakteristik dari pesananmu.

Di tengah pandemi  2019-2021 lalu Galeri Kopi Indonesia juga ikut terdampak. Dari 11 orang karyawan menjadi 1 orang karyawan. Ada banyak kegagalan yang dialami saat ingin bangkit. Namun, di tengah situasi pandemic tidak membuat Owner berhenti di tengah jalan, melainkan mencoba melahirkan sebuah inovasi terbaru yaitu sebuah produk baru rokok tembakau yang kini sangat laris dan disuka.

Sepertinya kurang asik jika sudah disini dengan ahli kopi tapi tidak bertanya tentang perdebatan antara mitos atau fakta jika kopi menyebabkan asam lambung yang akhirnya diberikan jawaban oleh sang ahli kopi, “faktor yang menyebabkan asam lambung adalah gula. Justru kopi memiliki kandungan yang dapat mendempul asam lambung itu sendiri. Tak hanya memberi jawaban untuk membuktikannya kami pun diberikan 2 jenis kopi untuk dicicip, ada kopi Bourbone dan kopi Red Wine  kedua kopi ini memiliki rasa yang dominan pahit,” ujar pemilik GKI tersebut.

Langit sudah mulai redup pertanda hari semakin larut. Sudah saatnya kami pamit undur diri agar dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan berikutnya. Pengalaman berkunjung ke tempat ini adalah pilihan yang tepat. Ada begitu banyak ilmu yang kami serap dan pelajari. Tak hanya tentang kopi, namun juga perihal agama, kehidupan, sosial, desain, bahkan ilmu terkait ekonomi dan bisnis pun diberitahukan kepada kami ditambah dengan pembawaannya yang ramah membuat kami betah berbincang-bincang dengan Bang Syahru sampai lupa waktu.

(Perspektif/Shatila & Jihan)

Categories
Berita

Sejarah Baru, Penobatan Duta Kampus Sebagai Representasi USK Bersamaan dengan Closing Ceremony USK Fair XVI

Foto : Hafiz

Darussalam – Tepat pada 19 November 2022  kemeriahan USK Fair XVI resmi berakhir, rangkaian kegiatan USK Fair ini sudah berlangsung sejak 13 November lalu dengan berbagai acara spektakuler seperti Seminar Nasional, Kuis Rank 1, Band Competition, USK Fair Award, Essay Competition, News Casting Competition, Speech Competition, Mini Vlog Competition, Fotografi, PES 2021, kompetisi Mobile legends  dan Pemilihan Duta kampus USK yang pertama kali dalam sejarah berdirinya USK. Pada malam sebelumnya sudah berlangsung  festival musik yang dibintangi oleh musisi tanah air yakni RAN dan Budi Doremi.

Bertepatan pada Sabtu Malam di gedung AAC Dayan Dawood, closing ceremony diselenggarakan sebagai penanda berakhirnya USK Fair XVI dengan sukses dan meriah. Pada malam ini pula USK memilih mahasiswa yang berkualitas sebagai representasi wajah baru dari USK. Pemilihan & penobatan Duta Kampus merupakan event perdana yang bertujuan menemukan ‘New Face’ USK dan menjadi role model bagi mahasiswa lainnya. Para finalis berasal dari berbagai fakultas yang ada di USK. Kurang lebih 100 mahasiswa mendaftar sebelum akhirnya diseleksi kembali oleh panitia Pemilihan Duta Kampus. Proses pemilihannya sendiri yakni mulai dari pra karantina hingga karantina para finalis untuk menilai secara maksimal dalam berbagai aspek apakah mahasiswa tersebut layak menjadi wajah dari USK.  10 pasangan finalis pria dan wanita tampil memukau dengan kostum menawan yang juga merupakan karya dari mahasiswa USK sendiri. 10 Pasangan finalis itu akan pilih menjadi 3 besar sebagai Duta Kampus, Wakil I Duta Kampus dan Wakil II Duta Kampus, serta pengumuman juara atribut.

Malam pemilihan ini turut dimeriahkan dengan sorak-sorai dari pendukung masing-masing finalis. Setelah dipilih finalis 3 besar, kemudian diadakan tahap pemilihan terakhir, yakni menjawab pertanyaan dari dewan juri secara langsung dihadapan para pendukung serta tamu lainnya, adapun pertanyaan yang diberikan yaitu seperti mengenai pengetahuan umum, psikologi, hingga bahasa Inggris. Para finalis diberikan waktu yang singkat untuk menjawab pertanyaan dengan sebaik-baiknya. Setelah melewati tahap terakhir tersebut,  status Duta Kampus USK 2022 resmi dinobatkan kepada Frasdio Ismail  dan Nazla Athifah Silitonga. Dan untuk Wakil I jatuh kepada Alinafia Nasution dan Cut Sarah Humaira, Wakil II yakni Muhammad Rafli Aulia dan Utari Wulandari.

Duta Kampus USK turut mendapatkan hadiah uang tunai sejumlah Rp2.500.000 serta voucher treatment dari Benings Clinic Rp20.000.000 selaku salah satu sponsor acara ini. Selain Duta kampus, wakil I & II juga para juara atribut, mereka masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai dan hadiah tambahan lainnya.

Saat ditanya mengenai persiapan dan kesannya selama mengikuti pemilihan ini, Frasdio Ismail selaku Duta Kampus terpilih 2022 mengungkapkan bahwa persiapannya sangatlah klasik, yakni usaha dan doa. Ia juga turut mengungkapkan kesannya selama mengikuti proses pemilihan, ia bersyukur dalam banyak hal, utamanya adalah karena bertemu dengan orang-orang hebat, semua orang adalah juara bagi dirinya masing-masing. Sedangkan Nazla Athifah Silitonga selaku pasangan wanita dari duta kampus USK 2022 mengatakan bahwa persiapannya adalah hanya percaya diri dan berani mencoba. menurut Nazla Athifah Silitonga dengan mengikuti pemilihan ini ia merasa bersaing dengan dirinya sendiri. Mereka berharap kepada seluruh mahasiswa USK untuk turut berpartisipasi mengimplementasikan program-program kerja yang akan mereka laksanakan kelak.

Mengutip dari hasil wawancara dengan koordinator pemilihan duta kampus, Fadhillaturrahmi ia memberitahukan bahwasannya Pemilihan Duta Kampus ini merupakan saran dari Biro Kemahasiswaan USK, dan dapat terealisasikan tahun ini bersamaan dengan USK Fair, namun ia mengungkapkan jika Pemilihan Duta Kampus sebenarnya adalah sifatnya independen. Persiapan pemilihan duta kampus sendiri dimulai sejak awal September dengan berbagai pertimbangan agar output dari kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang eksistensi namun harus ada manfaat kedepannya bagi USK.

“Besar harapan saya pribadi sebagai Koordinator Pemilihan Duta Kampus 2022 ini agar semua advokasi agar dapat merealisasikan program rancangan mereka yang tentunya sangat bagus dan juga agar kedepannya tetap ada Pemilihan Duta Kampus ini dan menjadi agenda tahunan,” Ungkap Fadhillaturrahmi selaku Koordinator Pemilihan Duta Kampus.

Perspektif (Dinda & Rayyan)

 

Categories
Berita

META: Siap Cetak Atlet E-sport Berbakat

Darussalam- Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) menyelenggarakan untuk pertama kali  kompetisi  META (Management E-Sport Tournament) dengan mengangkat tema “Build Your Teamwork, Beat Your Enemy,” acara ini dilaksanakan pada 30-31 Juli 2022 yang berlokasikan di Café El Commandate Coffe Batoh.

Management E-Sport Tournament (META) merupakan sebuah turnamen e-sport yang dibuka untuk umum kepada warga Banda Aceh dan sekitarnya, adapun cabang kompetisi yang diadakan adalah Mobile Legend. Acara ini merupakan salah satu program kerja dari departemen olahraga  mahasiswa HMM FEB USK.

Setelah melakukan persiapan selama dua bulan, kompetisi  META yang diadakan oleh kabinet Filantropi ini berhasil dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan perkembangan komunitas dan industri e-sport dan mengakomodasikan potensi masyarakat  Aceh dalam bidang e-sport. Menurut  Muhammad Rayyan  selaku ketua panitia META, inspirasi dari pelaksanaan kompetisi ini berasal dari perkembangan teknologi dan game e-sport di Indonesia  yang sudah mencapai tingkat internasional.

Selain itu, META juga ingin memecahkan stigma negatif mengenai game online sendiri,  nantinya  pemenang akan mendapatkan sertifikat dan uang tunai sebagai penghargaan ganjaran atas kemenangan yang telah diperoleh. Tak hanya itu, META juga akan mengusulkan pemenangnya untuk ESI Banda Aceh.

Setelah bertanding sengit, kejuaraan atas lomba e-sport pada kegiatan META pun diumumkan. Hasilnya, berdasarkan keputusan perlombaan, juara 1 berhasil diraih oleh tim Pokemon Aceh, sementara juara 2 dimenangkan oleh tim Mcd, dan juara 3 diserahkan kepada tim Himapol x Mulkan. Di samping itu, untuk kategori  kejuaraan Most Valuable Player (MVP) berhasil diraih oleh Radilva dari team Pokemon Aceh, dengan diumumkan para pemenang, acara META pun sukses diselenggarakan dengan meriah.

“Harapannya, dengan diadakan kompetisi  META ini dapat membangkitkan  semangat pemuda Aceh  untuk menjadikan e-sport sebagai hal yang menarik untuk ditekuni agar mereka dapat berajang di ajang professional maupun nasional nanti,” ungkap Muhammad Rayyan selaku ketua panitia META.

(Perspektif/Hayyun, Ula)

Categories
Berita

Mengenal Konsep Ramah Disabilitas di Desa Wisata Lubuk Sukon

Foto : Hafiz

Darussalam – Pada bulan Ramadhan ini, Dizain studio yang merupakan startup aceh yang bergerak di bidang arsitektur, interior dan furniture, telah menggelar kegiatan Aksi Arsi Peduli (AAP) bertajuk “Memahami Respon Ruang Teman Teman Tuli”. Kegiatan AAP ini dilaksanakan pada 21 April 2022 di Mushola Desa Wisata Gampong Lubuk Sukon dan dihadiri oleh warga setempat, termasuk Kepala Desa dan Perangkat Desa lainnya, seorang Dosen Arsitektur, teman-teman tuli dari Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin), dan juga beberapa Ormawa dan media lainnya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh T. Muhammad Rifky sebagai Master of Ceremony (MC) pada pukul 16.30 WIB. Selanjutnya kata-kata sambutan diberikan oleh Yusrivai Khatami sebagai Ketua Panitia (Kepan) sekaligus Founder Dizain Studio. Setelah Kepala Desa Lubok Sukon memberi kata-kata sambutan nya, acara pun dimulai.

Setelah selesai pemberian kata-kata sambutan, Pak Zulfikar Taqiuddin, S.Sn., M. T. selaku Dosen Arsitektur, dengan antusias memaparkan materinya kepada para peserta. Kemudian para peserta kembali mendengarkan presentasi sejarah singkat mengenai Desa Lubuk Sukon dan diskusi tentang deaf space yang dipaparkan oleh Fahry Purnama selaku Ketua Pengelola Wisata Desa Lubuk Sukon dan Yusrivai Khatami.

“Sejarah asal mula penamaan Desa Lubuk Sukon yaitu kata “Lubuk” bermakna dalam atau dalam bahasa Aceh disebut dengan lhok, sedangkan “Sukon” diambil dari nama pohon sukun yang disebut Sukon (dalam bahasa Aceh), ketika itu pohon tersebut banyak tumbuh di desa ini. Berdasarkan penjelasan di atas maka diberikan nama desa ini adalah Lubok Sukon,” papar Fahry Purnama.

“Melalui konsep ruang deaf space yang merupakan prinsip pengaplikasian pada bangunan atau ruang, sehingga mendukung teman-teman tuli agar dapat berinteraksi dengan ruang,” tutur Yusrifai Khatami.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pariwisata Lubok Sukon, menjadikan Lubok Sukon sebagai desa wisata yang terkenal di Aceh, dan mengedukasi tentang budaya tuli dan konsep deaf kepada masyarakat. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Yusrivai Khatami.

Selanjutnya peserta diarahkan untuk melihat-lihat langsung desa nya dan mengunjungi salah satu rumah adat Aceh tertua di sana. Sepanjang jalan peserta juga dapat melihat rumah-rumah adat Aceh lainnya yang dibangun dari masa yang berbeda-beda

“Bagi anak Arsitektur, ini bakalan jadi pengalaman yang sangat bermanfaat, karena kalian dapat melihat perubahan-perubahan yang dialami rumah adat Aceh dari masa ke masa di desa ini,” ujar Fahry Purnama.

Berakhir sudah rangkaian acara AAP dengan selesainya sesi ini, peserta selanjutnya kembali ke Masjid menunggu waktu berbuka puasa untuk menyantap makanan yang telah disajikan dan berkumpul untuk foto bersama.

Yusrivai Khatami, sebagai Ketua Panitia sekaligus Founder Dizains Studio menyampaikan rasa puasnya karna kegiatan AAP ini telah mencapai target yaitu terjadi kolaborasi antar media, agensi perusahaan, desa, teman-teman tuli, dan Himpunan Mahasiswa. Pesan yang ingin disampaikan melalui acara ini pun dapat dirasakan peserta.

“Harapan buat gampong ini adalah agar bisa jadi gampong yang ramah disabilitas, teman-teman tuli bisa berkerja di sini, dan untuk Lubuk Sukun bisa di upgrade dari segi pariwisata nya,” tutup Yusrivai Khatami dengan penuh harapan dan rencana untuk mengembangkan Desa Lubuk Sukon.

(Perspektif / Hafiz & Hayyun)

Categories
Berita

Official Launching Women’s Room BEM FH USK

Darussalam — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, meluncurkan sebuah program yang bernama “Women’s Room” yang merupakan suatu program dari Departemen Pemberdayaan Perempuan pada Sabtu (09 April 2022).

Women’s Room merupakan suatu wadah atau ruang aduan bagi mahasiswa/i FH USK yang pernah mengalami pelecehan seksual baik dalam lingkungan kampus maupun luar kampus yang kemudian dapat ditindaklanjuti sesuai dengan keputusan pihak terkait.

Tujuan dari program ini sendiri adalah sebagai suatu bentuk upaya untuk mengakhiri pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus dan meningkatkan kesadaran mahasiswa/i mengenai pelecehan seksual, serta menjadi tempat aduan bagi mahasiswa/i yang mengalami pelecehan seksual tanpa harus mengkhawatirkan informasi pribadinya akan bocor.

Mahasiswa/i yang ingin melaporkan permasalahan pelecehan seksual yang dialaminya dapat menghubungi Departemen Pemberdayaan Perempuan melalui WhatsApp dan Email yang dapat diakses melalui linktree yang terdapat di bio instagram BEM FH USK. Mahasiswa/i yang melaporkan pelecehan yang dialaminya dapat memilih apakah ingin kasusnya ditindaklanjuti atau tidak.

Sebelumnya, pada Jumat (25 Maret 2022) BEM FH USK juga telah meluncurkan suatu program yang bernama “Law Care Center” yang merupakan suatu sarana penghubung antara Mahasiswa-BEM FH USK-USK, dalam hal mencurahkan keluh kesah mahasiswa/i terkait permasalahan perkuliahan dan juga membantu mahasiswa untuk menyikapi permasalahannya.

Kedua program ini merupakan program kerja dari dua departemen dibawah naungan Biro Kesejahteraan Mahasiswa dan Masyarakat (KESMA) BEM FH USK, yaitu Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Departemen Kesejahteraan Mahasiswa.

Categories
Berita

Konsolidasi Aksi, Mahasiswa Kampus Kuning Siap Beraksi

Foto : Rifqi Syaputra

Darussalam – Jumat (8/4), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) melakukan konsolidasi terbuka dengan mengundang seluruh organisasi mahasiswa FEB USK. Rapat konsolidasi ini mengangkat tema, “Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden, Kenaikan Harga BBM, dan Hal Lain yang Meresahkan,” dilaksanakan di kantin FEB USK mulai dari sekitar pukul 17:00 hingga menjelang pukul 18:00 WIB.

Rapat yang dipimpin oleh ketua BEM FEB USK, Abi Rafdi Nasution, serta ketua DPM FEB USK, Iqbal Afkar, dilaksanakan agar para mahasiswa dapat membangun dan mengajak dalam memperjuangkan permasalahan-permasalahan regional dan nasional yang saat ini dialami oleh masyarakat Indonesia.

Selama konsolidasi berlangsung, peserta forum memiliki berbagai pandangan yang berbeda terkait dengan pokok permasalahan yang dibahas. Hasil dari konsolidasi itu sendiri antara lain yaitu :

  1. Mendesak dan menuntut Presiden RI Joko Widodo untuk menolak dengan tegas terkait dengan perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu 2024
  2. Mendesak dan menuntut Presiden untuk menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga bahan pokok di masyarakat, khususnya minyak goreng
  3. Mendesak dan menuntut Presiden untuk menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga BBM
  4. Menuntut Presiden untuk menuntaskan kasus HAM di Indonesia
  5. Menuntut Presiden untuk membuka ruang demokrasi seluas-luasnya
  6. Menuntut Presiden untuk mengevaluasi kinerja para Menteri
  7. Menuntut pemerintah untuk mengkaji ulang kenaikan tarif PPN
  8. Meminta DPRA untuk membawa tuntutan ini sampai ke pusat

“Apa yang menjadi latar belakang kami untuk melakukan konsolidasi terbuka Fakultas Ekonomi adalah ingin mengajak dan membangunkan narasi-narasi idealisme mahasiswa, narasi-narasi mahasiswa adalah Agent of Change, Social Control, fungsi-fungsi mahasiswa. Kita ingin coba sama-sama untuk membangun kembali dan melihat teman-teman di Ekonomi ini masih peduli atau tidak dengan isu-isu yang memang digulirkan di tengah masyarakat. Dan setelah melaksanakan konsolidasi tadi, kita ingin menyatukan pandangan, arah dari Fakultas Ekonomi ini, apa saja yang menjadi tuntutan untuk menjadi bahan-bahan yang dapat kita perjuangkan seperti isu-isu yang telah dibahas tadi dan beberapa isu lainnya,” jelas Abi Rafdi selaku ketua BEM FEB USK.

Iqbal Afkar selaku ketua DPM FEB USK pun mengatakan bahwasanya konsolidasi ini dilakukan agar kita sebagai mahasiswa lebih kritis lagi dalam menyikapi keadaan Indonesia sekarang. Saat ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu konsolidasi perlu dilakukan khususnya bagi mahasiswa FEB USK agar kita semua bisa menyatukan pemikiran dan melakukan tindakan untuk memperbaiki keadaan kita sekarang.

(Perspektif / Kya, Dya dan Rey)

Categories
Berita

Economic Day: Wajah Baru Mahasiswa Kembali!

Ilustrasi : Nur Azizah

Darussalam – Senin (21/03) Pakaian Dinas Harian (PDH) identik dengan anggota ormawa baik UKM maupun HMJ di lingkungan kampus. Pakaian ini umumnya dipakai mahasiswa saat kegiatan organisasi tertentu. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Economic Day kembali hadir di tengah mahasiswa FEB USK, program ini merupakan salah satu proker BEM FEB USK yang  seharusnya diadakan setiap tahun. Namun, untuk tahun 2020 dan 2021 proker ini sempat berhenti dikarenakan seluruh kegiatan kampus dialihkan secara daring. Di tahun 2022 ini BEM mencoba menghidupkan kembali program ini.

“Tujuan dari Economic Day ini adalah untuk menumbuhkan semangat organisasi teman-teman mahasiswa ekonomi, kita ingin menunjukkan ke pada pihak eksternal bahwa ekonomi ini memiliki banyak kegiatan/organisasi, sehingga hal itu dapat membangun citra ekonomi maupun dapat menjadi contoh dan image yang bagus bagi kampus kita” jelas Abi Rafdi selaku Ketua BEM FEB USK.

Di hari perdana pelaksanaan Economic Day, terlihat antusiasme mahasiswa sangat tinggi dimana pagi senin tadi banyaknya mereka yang mengenakan PDH UKM dan HMJ mereka masing-masing dalam melaksanakan kegiatan perkuliahannya. Namun, terlihat juga sebagian mahasiswa yang belum menggunakannya. Pada umumnya, mahasiswa yang tidak memakai PDH ini merupakan mahasiswa baru angkatan 2021 yang memang belum memperoleh PDH dari organisasi masing-masing

Ketua BEM FEB USK, Abi Rafdi dalam langkah kakinya mengamati kegiatan ini dan ia mengatakan  program ini akan menjadi program berkelanjutan yang akan diadakan setiap senin sesuai kesepakatan pada rapat KBM yang diadakan antar seluruh ormawa FEB.“Semoga semakin banyak kegiatan yang betul-betul mencerminkan kolaborasi dan keberagaman. Economic Day juga kami adakan dengan harapan agar menumbuhkan semangat kekompakkan dan kolaborasi antar ormawa kampus” pungkas Abi dalam harapnya. (Anastasia&Daffa)

Categories
Berita

Hadirkan Ditlantas Polda Aceh dan Jasa Raharja, EOC Gelar seminar Electronic Traffic Law Enforcement

Foto : Rifqi Syaputra

Darussalam Economic Otomotif Club (EOC) kembali menghadirkan seminar offline yang bertemakan “Membangun Budaya Tertib Berlalu Lintas Melalui E-Tilang” pada hari Senin, (21/3) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK). Acara ini merupakan acara pertama kali yang diselenggarakan secara offline oleh EOC setelah 2 tahun vakum karena pandemi. Tidak hanya itu, acara seminar Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) ini merupakan acara pertama yang diselenggarakan di lingkungan Universitas Syiah Kuala mahasiswa dari FEB USK, dibandingkan mahasiswa dari fakultas-fakultas lain di USK.

Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan III FEB USK yaitu Bapak Dr. Abd Jamal, SE., M.Si. Beliau menyampaikan sekitar 40 persen masyarakat Banda Aceh masih melanggar lalu lintas. Melihat dari angka tersebut sebaiknya kita memperbaiki mental masyarakat kita terutama generasi muda sekarang ini agar lebih sadar akan aturan-aturan lalu lintas. Beliau berharap bahwa generasi muda sekarang ini lebih sadar dan mematuhi aturan-aturan lalu lintas yang sudah ada.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber yaitu Bapak Thomas Murwanto dari Ditlantas Polda Aceh dan Bapak Harry Hermawan dari Jasa Raharja. Dalam pemaparannya, Bapak Thomas Murwanto meyampaikan bahwa telah ada 1.730 pelanggar lalu lintas yang telah tertangkap kamera di seluruh daerah Banda Aceh. Namun, dari semua pelanggar tersebut hanya 340 orang yang hadir dalam panggilan, sisanya akan diblokir oleh SAMSAT.

Adapun pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Harry Hermawan ialah mengenai tugastugas dan kewajiban dari Jasa Raharja. Beliau menyampaikan bahwa saat ini Jasa Raharja telah bekerja sama dengan Polda Aceh untuk memaksimalkan kinerja Jasa Raharja dan Polda Aceh dalam menangani masalah kecelakan lalu lintas.

“Kami berharap setelah adanya sosialisasi tentang ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) ini, mahasiswa sudah paham bagaimana cara kerja ETLE sehingga menimbulkan kesadaran untuk lebih menaati aturan-aturan lalu lintas.” Tutur Andrey Julian Al-Muslim selaku ketua EOC periode 2022. (Astri/Satia)

Categories
Berita

USK KEMBALI BERLAKUKAN DARING SETELAH MELONJAKNYA KASUS OMICRON

 

Darussalam – Selasa, (08/02/2022) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menerapkan kegiatan perkuliahan secara online atau daring. Hal tersebut disebabkan adanya laporan dari sejumlah fakultas tentang mahasiswa yang terpapar Covid-19, baik kasus bergejala dan tidak bergejala.

Fakta mengejutkan terungkap saat satgas Covid-19 USK melakukan tracking kasus positif. Hasil dari tracking menunjukkan bahwa ada 102 mahasiswa yang dites swab PCR, ternyata 59% positif Covid-19.

Menyusul hal ini, Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng mengeluarkan surat edaran Nomor: 664/UN11/KP.11.00/2022, pada Selasa (8/2/2022), tentang tindakan pencegahan Covid-19. Dalam surat edarannya, Rektor USK menetapkan beberapa kebijakan untuk mencegah penyebaran Covid-19, khususnya di lingkungan kampus untuk kesehatan dan keselamatan kita bersama. Kebijakan yang dimaksud dalam hal ini adalah kegiatan praktikum atau skill lab, penelitian lab, dan sejenisnya,  dapat dilaksanakan secara luring dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat dan kapasitas 50%.

USK juga membatasi kehadiran tenaga kependidikannya maksimal 75%. Semua kegiatan kemahasiswaan di luar kampus juga tidak dibenarkan. Sedangkan kegiatan di dalam kampus, masih dapat dilaksanakan jika dilakukan secara daring.

“Keputusan ini berlaku sampai tanggal 20 Februari 2022, dan dievaluasi sesuai dengan perkembangan kasus Covid-19,” jelas Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng selaku Rektor USK.

Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN.Eng juga menambahkan, bagi yang bergejala, dapat berkonsultasi ke pusat layanan kesehatan terdekat atau ke Rumah Sakit Pendidikan USK (Hotline Covid-19 RSP USK +62 811-6819-975).

“Dan paling penting, kita harus selalu mematuhi protokol kesehatan, terus berusaha dan berdoa kepada Allah, semoga wabah ini segera berakhir,” ucapnya.

Kita berlapang dada dan ikhlas dalam keputusan ini. Semoga Virus Corona cepat berlalu agar mahasiswa USK dapat mengikuti perkuliahan secara tatap muka dan efektif.

 (Ula Ariska)

 

Categories
Berita

SAH, Pengurus Pusat IKAFENSY Periode 2021-2025 Resmi Dilantik

Foto : Rifqi Syaputra

Darussalam – Sabtu, (29/01) Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (IKAFENSY) mengadakan pelantikan pengurus pusat periode 2021-2025 yang berlokasi di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK). Acara tersebut berlangsung kondusif yang dipimpin oleh Pak Azhari Bahrul, S.E. selaku Ketua Panitia. Pelantikan ini dihadiri oleh seluruh anggota IKAFENSY, civitas akademika USK, dan beberapa mahasiswa yang turut membantu menyukseskan acara tersebut. Meskipun berlangsung secara offline, acara ini tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19, terlebih lagi dengan adanya varian baru Omicron.

Acara dibuka dengan penampilan tari Peumulia Jamee, pembacaan ayat suci Al-quran, doa, dan juga  menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Universitas Syiah Kuala dan Mars FEB USK. Acara inti dimulai dengan Pengukuhan Pengurus IKAFENSY dengan pembacaan Surat Keputusan IKA USK Nomor: 02 Tahun 2022 dan penyerahan PATAKA kepada Ketua IKAFENSY yaitu Bapak Amal Hasan, S.E., M.Si. Dengan itu, Bapak Amal Hasan, S.E., M.Si beserta seluruh pengurus pusat IKAFENSY resmi dilantik.

“Momen ini bisa merajut kembali ikatan silaturahmi seluruh alumni FEB USK sejak sekarang dan kedepannya. Jika kita bisa merangkul kembali 50% alumni, ini bisa menjadi sumber energi untuk menciptakan program pembangunan ekonomi dan juga kesejahteraan masyarakat Aceh.” ucap pak Amal Hasan, S.E., M.Si. Beliau juga berharap mendapatkan dukungan bimbingan dari guru-guru besar dan juga siap menerima masukan dan kritikan yang konstruktif agar IKAFENSY dapat menjalankan tugas dengan baik.

Selain itu, Prof. Dr. Faisal S.E., M.Si, M.A. selaku Dekan FEB USK berharap bahwa lulusan FEB akan lebih cepat mendapatkan pekerjaan dengan rekomendasi dari para alumni untuk bekerja sama dengan  Diploma Center sehingga setiap program studi memiliki database alumni yang bagus. Selanjutnya, Wakil Rektor III USK, Dr. Hajjul Kamil, S.Kp, M.Kep. mengharapkan peran alumni untuk mendukung segala kegiatan yang ada di USK dalam konteks akademik terutama dalam program merdeka belajar.

Kegiatan ini ditutup dengan kata-kata dari Alumni yang berhalangan hadir secara langsung, sehingga disampaikan melalui zoom meeting dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

(Mutia & Rayyan)