Categories
Berita

Zahran Terpilih sebagai Nahkoda SAFE 2021


Darussalam — Persiapan kegiatan Silaturahmi Aneuk Fakultas Ekonomi (SAFE) Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) USK tahun 2021 mulai digelar. Terbaru, M. Zahran Hibatullah, dari prodi Ekonomi Islam 2018, resmi terpilih sebagai ketua panitia SAFE 2021.

SAFE merupakan rangkaian kegiatan Pendidikan Karakter Mahasiswa Baru (Pakarmaru) di tingkat Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK. Setiap tahunnya, mahasiswa baru Universitas Syiah Kuala wajib mengikuti seluruh rangkaian Pakarmaru di tingkat nniversitas dan fakultas. Di FEB USK sendiri, pakarmaru fakultas lebih akrab disapa dengan SAFE.

Zahran terpilih sebagai ketua panitia SAFE 2021 setelah melewati serangkaian musyawarah dan voting angkatan 2018. Mahasiswa FEB angkatan 2018 sebelumnya telah setuju untuk menerima amanah sebagai panitia pelaksanaan SAFE 2021.

Untuk konsep SAFE 2021 sendiri, Zahran berencana untuk melakukan beberapa penyesuaian, mengingat pandemi yang belum juga reda.

“Kita akan menyesuaikan kegiatannya, mengingat kampus kita sendiri masih menerapkan pembelajaran jarak jauh / daring,” ujarnya.

Selain itu, Zahran juga berharap dukungan penuh dari seluruh rekan-rekan Fakultas Ekonomi & Bisnis angkatan 2018 untuk turut menyukseskan jalannya SAFE 2021. Sebab menurutnya, kegiatab SAFE ini sangat penting untuk membentuk karakter mahasiswa baru di FEB USK.

“Harapan untuk kegiatan SAFE 2021 agar terbentuknya generasi yang memiliki kesadaran penuh dalam menjaga nama baik almamater USK khususnya FEB USK, baik dalam internal kampus maupun eksternal kampus. s
Serta terbentuknya jiwa-jiwa mahasiswa baru yang berintelektual serta mempunyai loyalitas yang tinggi,” tutupnya.

Categories
Berita

Pengembangan Potensi Energi Terbarukan dalam Mengatasi Krisis Energi di Indonesia

Darussalam – Konsumsi energi di Indonesia saat ini terus mengalami kenaikan di berbagai sektor baik dari sektor minyak dan gas maupun penggunaan energi listrik. Namun, jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dan negara berkembang lainnya, Indonesia masih terhitung rendah dalam penggunaan energinya setiap tahun.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia selama ini sangat bergantung dengan energi fosil seperti minyak bumi, gas, dan batu bara. Melansir dari CNBC Indonesia, cadangan migas RI di tahun 2020 hanya 2,5 miliar atau sekitar 8,7 tahun. Tidak hanya minyak dan gas, batu bara juga mengalami penurunan yang mana saat ini cadangan batu bara di Indonesia hanya 3,7% dari cadangan dunia. Jika penggunaan energi fosil ini terus berlanjut maka diproyeksikan cadangan energi fosil dunia akan habis menjelang tahun 2050.

Maka dari itu dibutuhkan sebuah perubahan paradigma dalam memandang energi sebagai modal pembangunan yang didukung dengan inovasi kebijakan energi yang berorientasi pada pemanfaatan sumber-sumber energi yang bersih dan berkelanjutan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 79 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Ekonomi Nasional menyatakan bahwa Sumber Daya Energi ditujukan untuk modal pembangunan guna sebesar-besar kemakmuran rakyat. Artinya, energi yang ada saat ini dapat dimanfaatkan dalam rangka menopang pembangunan nasional dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

“Pemerintah telah memberikan target bahwa di tahun 2025 bauran energi baru dan terbarukan di dalam bauran energi nasional meningkat menjadi 23%. Walaupun pada tahun 2021 angkanya sekitar 12% yang artinya kita harus meningkatkan bauran energi terbarukan 2 kali lipat dalam lima tahun ke depan.” Ujar Prof. Dr. Deendarlianto dalam wawancaranya bersama UGM Channel.

Dilihat dari kekayaan alamnya, Indonesia memiliki semua potensi energi terbarukan seperti surya, air, angin, panas bumi, dan bioenergi. Direktur Jendral EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi), Dadan Kusdiana dalam forum diskusi internasional menyatakan Indonesia memiliki cadangan panas bumi yang besar mencapai 400 GW, pembangkit surya ada tambahan sebesar 11 MW untuk panel atap, sedangkan untuk potensi angin dan hidro memiliki potensi yang sama yaitu sebesar 150 GW. Selanjutnya ujar Dirjen EBTKE, Indonesia juga memiliki banyak energi potensial untuk bioenergi dan dalam implementasinya juga cukup besar, yaitu sebesar 2 GW yang penggunanya lebih banyak dari sektor kelapa sawit.

Sayangnya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi pemerintah dalam pengembangan bauran energi baru terbarukan (EBT). Salah satunya adalah terkait investasi sektor energi ramah lingkungan tersebut. Pasalnya, dalam merealisasikan proyek EBT ini membutuhkan dana yang tinggi terlebih lagi saat ini negara lain juga sedang berupaya menarik para investor untuk menggarap sektor EBT di negaranya. Hal ini membuat daya saing semakin ketat. Kompetisi ini harus diantisipasi agar investor tetap masuk ke Indonesia.

Selain itu, tantangan lain yang dihadapi dari pengembangan EBT di Indonesia muncul dari minimnya infrastruktur dalam mendukung proses pengembangan ini. Menurut data dari The International Renewable Energy Agency (IRENA), biaya pendirian infrastruktur pembangkit EBT yang terus menurun dari tahun ke tahun akibat respon dari teknologi yang semakin berkembang dan permintaan yang semakin tinggi menyebabkan minimnya pembangunan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, menurut Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) dalam wawancaranya bersama Kontan.co.id mengatakan langkah yang dapat ditempuh yakni dengan mengubah pola perencanaan pembangunan kawasan seperti kawasan ekonomi dan kawasan industri. Jika selama ini sumber energi akan disediakan di tempat di mana telah ada kawasan ekonomi dan kawasan industri, maka pola ini diubah. Nantinya pengembangan kawasan ekonomi akan bergantung pada lokasi sumber energi.

Saat ini, pemerintah juga terus menyusun target dan strategi dalam merealisasikan proyek pengembangan EBT. Kementerian ESDM menargetkan bauran EBT terhadap energi nasional dapat mencapai 31 persen pada tahun 2050, dimana pada tahun tersebut, pasokan listrik nasional diproyeksi mencapai 200 GW, dengan asumsi rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen setiap tahunnya. Diharapkan kedepannya Indonesia dapat mencapai target yang telah disusun sehingga kita telah siap dalam menghadapi krisis energi yang akan datang. (Abi & Tia/Perspektif)

Categories
Berita

IBEP USK Gelar Kegiatan Bakti Sosial ‘IBESC Berbagi’ di Bulan Ramadhan


International Business and Economics Program (IBEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala melalui lembaga kemahasiswaannya yaitu International Business and Economics Student Club (IBESC) telah mengadakan  program bakti sosial dengan  nama “IBESC Berbagi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Mei 2021 di Panti Asuhan Islam Media Kasih, Banda Aceh. Kegiatan ini menekankan pada aspek mu’amalah dan spiritual, dan mengambil tema “Berbagi Kebahagian Bersama IBESC di Masa Pandemi”.

Acara ini diselenggarakan pada bulan suci Ramadhan dengan mematuhi protokol kesehatan. Rangkaian acara seperti pemberian santunan kepada masing-masing anak yatim piatu dan dhuafa juga dengan kegiatan edukasi sambil belajar seperti pelatihan soft skill , public speaking dan  pelatihan mengelola  kepercayaan diri  kepada anak-anak panti asuhan yang mana pemateri berasal dari mahasiswa/i program internasional.

Dalam sambutan dari Koordinator International Business and Economics Program yang diwakili oleh Ibu Fifi Yusmita, S.E., M.Si. sangat mengapresisasi kegiatan IBESC berbagi dari mahasiswa program internasional. Hal ini merupakan kegiatan positif dengan saling berbagi dan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di mana kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan di tahun depan.

Kemudian IBESC juga mengucapkan  terimakasih sebesar-besarnya  kepada para donator, para dosen yang mengajar di kelas internasional serta juga terima kasih kepada bapak Dekan dan para Wakil Dekan FEB USK. Serta pembina IBESC sekaligus Ketua Koordinator International Business and Economics Program, Bapak Talbani Farlian, S.E, M.A. yang telah membimbing dari awal sehingga acara IBESC berbagi  ini terlaksana dengan baik. Juga ucapan apresiasi kami para media yang meliput dan mempublikasikan acara ini serta kepada semua pihak yang telah ikut serta terlibat dalam menyukseskan acara ini.

Dengan acara ini IBESC, berinisiatif  untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan  yang  bersifat  positif  dalam  rangka menyempurnakan  amalan  di  bulan yang  penuh  berkah. Dengan acara ini pula diharapkan nantinya akan membentuk karakter muslim idealis yang bermanfaat bagi lingkungannya dan masyarakat sekitar. (Aulia Agusdi / Rilis dari IBESC FEB USK)

Categories
Berita opini

Opini : Kebijakan Larangan Mudik, Pemerintah Harus Konsisten

Berdasarkan Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No.13 Tahun 2021, pemerintah melarang mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 H. Pelarangan itu terhitung sejak 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Pemerintah menyatakan secara tegas untuk melarang mudik demi menjaga keselamatan dan juga melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 di Indonesia . Hal ini dilakukan pemerintah Indonesia dikarenakan Kasus Covid-19 di Indonesia yang tak kunjung menurun. Peta persebaran kasus Covid-19 selama 14 hari terakhir di Indonesia tercatat sebanyak 71.384 kasus. Terhitung per anggal 8 Mei 2021, data penularan Covid di wilayah Aceh sendiri mengalami tren kenaikan. Terdapat 11.802 kasus positif di Aceh.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat mengenai larangan mudik sebenarnya patut diindahkan karena pemerintah mempunyai alasan yang jelas untuk menjaga dan melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19 . Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa budaya  masyarakat Aceh maupun Indonesia yang mayoritas beragam Islam adalah melakukan mudik di masa menjelang Lebaran. Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang ideal untuk situasi seperti saat ini.

Di balik itu, ada beberapa hal yang menjadi kejanggalan mengenai tidak konsistennya kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Aceh terkait mudik. Salah satu contoh kebijakan yang mendapatkan sorotan dan kontroversi dari masyarakat Aceh adalah per tanggal 3 Mei sampai dengan 17 Mei 2021, Dirlantas Polda Aceh Kombes Pol. Dicky Sondani mengatakan Angkutan Umum dan Angkutan Pribadi yang melakukan perjalanan antar kota / kabupaten di Aceh wajib membawa surat hasil tes swab antigen.

Namun, pernyataan Kombes Pol. Dicky Sondani tersebut bertolak belakang dengan pernyataan dari Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Wahyu Widada. Kapolda Aceh sendiri menyatakan dirinya tidak pernah menerbitkan aturan berupa kewajiban swab antigen terhadap pemudik antar kota / kabupaten di provinsi Aceh.

Kejanggalan Berikutnya adalah pada Surat Edaran Dinas Perhubungan Aceh No.551/616 mengenai Himbauan Teknis Operasional Angkatan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan Aceh meminta angkutan umum untuk menghentikan operasional pelayanan di Wilayah Aceh. Tentu saja kebijakan ini mendapatkan respon dari beberapa pihak yang terkena dampak dari kebijakan tersebut. Salah satunya adalah Organisasi Angkutan Darat (Organda). Pemerintah dianggap tidak melirik dampak kebijakan ini pada supir angkutan umum atau perusahaan angkutan umum.

Surat edaran ini menjadi sebuah dilema yang berdampak kerugian yang mengakibatkan angkutan umum tidak bisa beroperasional . Jika memang angkutan umum tidak bisa beroperasi, maka ada beberapa masyarakat yang memiliki pekerjaan seperti supir angkutan umum dan pekerjaan sejenisnya akan merasakan penurunan dalam pendapatan. Sehingga itu juga memberikan dampak dalam kesejahteraan ekonominya.

Di tengah situasi pandemi seperti ini, masyarakat Aceh mengalami kesulitan dari segi ekonomi. Covid-19 memberikan dampak yang sangat signifkan terhadap daya beli masyarakat menengah ke bawah. Jika daya beli Masyarakat Aceh menurun, Maka perekonomian Aceh akan kacau.”

Saya berharap, Pemerintah Aceh ke depannya harus lebih teliti dalam mengambil kebijakan. Pemerintah Aceh sudah melakukan tugasnya dengan sangat bagus dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Aceh. Namun, sebelum mengeluarkan kebijakan yang cukup krusial seperti larangan mudik, Pemerintah Aceh harus melihat dan mengkaji dampak dari berbagai sektor, terutama sektor perekonomian Aceh. Selain itu pemerintah Aceh juga harus menjaga komunikasi dan koordinasi antar lembaga, agar kebijakan yang dihasilkan tidak saling berseberangan.

Demikian opini yang bisa saya sampaikan. Jikalau ada kekurangan dari saya mohon dimaafkan . Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Aceh! Hidup Perempuan Indonesia! Hidup Pers Mahasiswa! Jaya terus Perspektif FEB USK!

Warm Regards,
Arief Ramadhan
Ketua BEM FEB USK 2021

 

 

 

Categories
Straight News

Mahasiswa PSDKU Gayo Lues Nyatakan Dukungan Penuh kepada Pasangan Calon 01 Dalam Pemira USK 2021

Deklarasi Dukungan kepada Pasangan Calon 01 Fikrah Aulia – Ikhlasul Amal

Gayo Lues — Pasangan calon Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM USK nomor urut 01 Fikrah Aulia – Ikhlasul Amal beserta tim pemenangan bertolak menuju Gayo Lues pada hari pertama Kampanye, Kamis 11 Februari 2021. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka silaturahmi dan menyerap aspirasi dari mahasiswa PSDKU Gayo Lues serta penyampaian gagasan dari paslon. Kunjungan paslon dan tim pemenangan dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Ketua BEM PSDKU Gayo Lues, Sukran Sujudi, mengatakan bahwasanya kunjungan ini disambut antusias oleh mahasiswa PSDKU Gayo Lues. Dari ketiga pasangan calon hanya paslon nomor urut 01 yang mengkonfirmasi akan berkunjung ke Gayo Lues.

Dalam kunjungan ini Pasangan Calon 01 Pemira BEM USK 2021 dapat mendengar berbagai permasalahan yang selama ini kurang diketahui mahasiswa USK yang berkuliah di Banda Aceh. Paslon mengatakan jika terpilih kedepannya BEM USK akan membersamai seluruh mahasiswa termasuk mahasiswa USK yang berkuliah di Gayo Lues dalam memperjuangkan hak-haknya.

Akhir dari pertemuan ini Mahasiswa PSDKU diwakili oleh ketua BEM menyatakan sikap terkait dukungan penuh kepada pasangan nomor urut 01.

“Saya mewakili mahasiswa PSDKU Gayo Lues mengucapkan berterima kasih karena telah berkunjung, dan kami mendukung penuh pasangan calon 01 dalam Pemira BEM USK 2021. Semoga segala gagasan serta aspirasi yang kami berikan dapat diperjuangkan dengan semestinya,” tutupnya.

Categories
Berita Straight News

IBEP Unsyiah Gelar IVE 2020 : IBEP’s Virtual Event dengan Skala Internasional

Dokumentasi : Panitia

International Business Economics Program (IBEP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah melalui lembaga kemahasiswaannya yaitu International Business Economic Student Club (IBESC) menggelar kegiatan virtual bertajuk “IBEP Virtual Event (IVE)”. IVE 2020 menggabungkan dua rangkaian acara tahunan bergengsi IBEP yaitu Workshop & Meet and Greet IBEP 2020 dan WCRP (World Class Research Program). IVE 2020 dilaksanakan pada Sabtu – Senin, 26 – 28 Desember 2020 secara virtual.

Kegiatan Workshop & Meet and Greet 2020 yang diadakan pada Sabtu, (26 / 12) sejak pukul Sembilan pagi mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta. Workshop & Meet and Greet 2020 sendiri merupakan acara yang mempertemukan seluruh mahasiswa Kelas Internasional dengan mahasiswa baru program Kelas Internasional di awal masa perkuliahan. Melalui kegiatan ini, maka akan terjalin relasi dan komunikasi yang baik khususnya antara para mahasiswa baru dengan mahasiswa lama program Kelas Internasional. Kegiatan ini juga dibarengi dengan Workshop bertaraf internasional dengan pemateri yang berasal dari London yaitu Mr. John Hopkin. Beliau merupakan seorang profesional yang sukses dengan catatan progresif pencapaian tinggi dalam pengembangan B2B dalam sektor komoditas, transportasi, ritel dan rekreasi, dan pasar keamanan.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan tentang pentingnya aktualisasi diri terhadap perkembangan zaman saat ini. Menurutnya, sebagai mahasiswa di rumpun ilmu ekonomi, setiap mahasiswa juga harus peka terhadap isu-isu ekonomi terkini. Sementara kegiatan World Class Research Program (WCRP) diadakan pada Minggu – Senin (27 – 28 / 12). WCRP merupakan program yang yang ditujukan kepada seluruh mahasiswaguna menambah wawasan terkait publikasi sitasi ilmiah dan kemampuan dalam melakukan riset. Program ini diharapkan dapat berujung pada peningkatan kualitas civitas akademika yang ada.

Acara bertaraf international ini mengundang beberapa pemateri, antara lain; yaitu Gordon Studebaker yang merupakan seorang Property Assessor di T.A USAID. Beliau membawakan materi terkait peluang pekerjaan di bidang penelitian.  Dari internal FEB, kegiatan ini diisi oleh pemateri yang tidak kalah berkelas. Di antaranya ada Dr. M. Shabri, S.E., M.Ec., dosen kedua terbaik Indonesia dengan 23 riset terbaik Asia. Ia menjelaskan tentang bagaimana pengenalan dan awal mula penelitian yang baik. Kemudian ada Dr. rer. pol. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., yang termasuk dalam 25 peneliti dunia di Hamburg, Jerman. Dr. Heru turut membawakan materi terkait analisa metodologi dan hasil penelitian. Lalu juga ada Dr. Abd. Jamal, S.E., M.Si., yang merupakan wakil dekan bidang akademik di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah dan juga dosen serta peneliti dengan spesialisasi Ekonomi Regional dan Perkotaan. Dr. Abd. Jamal sendiri menerangkan beberapa materi terkait kajian literature dalam penelitian ilmiah.

Kepala program IBEP, Talbani Farlian, S.E., M.A dalam kata sambutannya menyampaikan beberapa harapannya terkait kegiatan ini.

“Saat ini, program IBEP yang terdiri dari tiga jurusan yaitu Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi. Ini adalah peluang yang bagus untuk berkolaborasi antar program. Saat ini, banyak lulusan dari program IBEP yang sudah sukses berkarir di level terbaik bidang pekerjaannya masing-masing. Ini harus menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa IBEP. Melalui kegiatan ini, semoga seluruh mahasiswa IBEP dapat meningkatkan kemampuannya,” tutupnya.

Editor : Abi Rafdi Nst

Categories
Berita Straight News

LDF Al-Mizan Gelar Islamic Book Fair Edisi ke – 4

Darussalam – Minggu (06/12), Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Al-Mizan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah menyelenggarakan  kegiatan tahunannya yaitu Islamic Book Fair (IBF) ke 4 dengan mengusung tema “Today A Reader, Tomorrow A Leader”. Seluruh rangkaian kegiatannya dilakukan secara daring melalui Zoom dan YouTube. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari yakni dimulai sejak tanggal 6 sampai 12 Desember 2020. Rangkaian acara IBF 4 ini berisi Webinar Kemuslimahan, Bedah Buku Nasional (BBN), serta beberapa perlombaan seperti Ranking 1, Pidato, dan Menulis Essay.

IBF 4 dibuka dengan Webinar Nasional Kemuslimahan dengan tema: New Normal is New Me (Muslimah Kece Anti Insecure) dengan mengundang Farah Qoonita seorang aktivis, pegiat media, dan penulis sebagai pemateri. Pelaksanaan webinar ini berlangsung secara virtual melalui zoom meeting dan diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai daerah. Acara webinar ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an lalu disambung dengan kata sambutan oleh ketua panitia pelaksana yaitu Muhammad Azwar, serta sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Evi Mutia, S.E., M.Si selaku Dosen FEB Unsyiah.

Setelah Webinar Nasional Kemuslimahan dan lomba-lomba lainnya selesai diselenggarakan, akan dilaksanakan Bedah Buku Nasional pada Sabtu (12/12) sebagai penutup rangkaian kegiatan dari IBF 4 ini. Pada kegiatan bedah buku nasional yang mengusung tema: “Ada Apa Denganmu Sekarang” mengundang Dr. Mizaj Iskandar, LC., LLM sebagai pemateri. Ia merupakan seorang pendakwah alumni Universitas Al-Azhar Kairo dan Omdurman Islamic University of Sudan. Bedah buku nasional ini juga melibatkan Alfi Alghazi sebagai penulis dari buku yang akan dibedah yang berjudul “Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah”.

“Dengan tema ini tentunya diharapkan agar setiap individu bisa meningkatkan semangat dan literasi membaca untuk bisa menjadi agent of change for the better future,” tutur Muhammad Azwar selaku ketua panitia IBF 4.

Dengan berlangsungnya seluruh kegiatan IBF 4 ini, diharapkan agar setiap mahasiswa dapat berpartisipasi di setiap kegiatan sesuai minat dan kemampuan masing-masing dengan tujuan dapat mengasah kemampuan setiap individunya. IBF 4 dapat menjadi salah satu sarana para mahasiswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan tersebut.

“Selanjutnya dengan terselenggaranya acara ini diharapkan juga dapat menjadi awal yang baik untuk menumbuhkan niat dan tekad kita dalam membaca, sebagai acuan untuk menjadi  pemimpin bijak dengan wawasan yang luas dimasa yang akan dating, demi terwujudnya “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” tutup Azwar. (Dwik & Aufar)

Editor : Abi Rafdi

 

Categories
Berita Straight News

Dukung Inklusi Keuangan, Unsyiah Investment Club dan OJK Aceh Gelar AKSSESKU

Unsyiah Investment Club (UNIC) baru saja  menyelenggarakan kegiatan bertajuk Satukan Aksi Keuangan Inklusif Untuk Indonesia Maju (AKSSESKU), bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh.  Dalam rangkaian kegiatan tersebut, lomba trading saham untuk Masyarakat Aceh dan  Mahasiswa Nasional yang diikuti 70 kampus di seluruh Indonesia telah sukses dilaksanakan setelah para peserta bertanding merebut gelar jawara dari tanggal 2 hingga 27 November 2020. Puncaknya, pada Senin, (30/11) diadakan Webinar nasional dengan tema “Strategi Momentum Pasar Modal dalam Meningkatkan  Pertumbuhan Ekonomi di Era Millenial ditengah Resiko Resesi Global 2020” menjadi penutup dalam kegiatan tersebut.

Dibuka langsung oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M. Eng, ia berharap kegiatan ini menjadi media strategis dalam rangka meningkatkan literasi investasi bagi Masyarakat Aceh, khususnya Mahasiswa Unsyiah.

Setelah rangkaian pembukaan webinar dilaksanakan, webinar yang dipandu oleh Fathurrahman Anwar S.E., MBA pun dilangsungkan dengan menghadirkan tiga pembicara ahli di bidang pasar modal. Hasan Fauzi selaku Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi pembicara pertama yang membahas seputar pasar modal ketika resesi akibat pandemi. Selanjutnya Muhammad Touriq selaku Direktur Direktorat Statistik dan Informasi Pasar Modal menjelaskan lebih rinci seputar data-data serta statistik pasar modal ketika pandemi. Terakhir, Frisca Devi Choirina, founder Investor Saham Pemula dan penulis buku Yuk Belajar Saham memberikan insight terkait dunia investasi yang memang sudah seharusnya dilakukan oleh kaum millennial.

Muhammad Rizki Ramadhan atau akrab disapa Madan, selaku ketua umum UNIC berharap ke depannya agar event yang dibuat UNIC lebih terbuka pada semua lapisan serta dengan skala yang lebih besar. Masih menurut Madan, dengan diselenggarakannya acara AKSSESKU ini ia berharap mahasiswa yang telah terlibat pada kegiatan ini akan melek terhadap dunia pasar modal dan memulai investasi sejak dini.

Senada dengan Madan, Duta Ananda Pratama selaku Ketua Panitia juga berharap kegiatan ini meningkatkan literasi keuangan serta memberikan insight terkait ranah dan sistem yang ada di pasar modal.

“Semoga investasi di pasar modal nantinya menjadi gaya hidup bagi seluruh masyarakat Indonesia, bukan hanya masyarakat elit ataupun eksklusif,” yutup Duta dengan penuh harap. (Jamal)

Editor : Abi Rafdi

Categories
Berita Straight News

Dinamika Transformasi Bisnis UMKM dalam Era Pandemi : Be Digital!

Ilustrasi : Muchsal

Hari ini, Senin (30/11), acara tahunan seminar nasional yang diadakan oleh Management Creativity Festival (MCF) kembali digelar. Dengan mengusung tema yang sesuai dengan era kekinian, yaitu “Dinamika dan Transformasi Bisnis UMKM dalam Memanfaatkan Sistem E-Commerce di Era Pandemi”, dengan implementasi pengembangan UMKM di masa sekarang. Kegiatan ini dilangsungkan secara virtual melalui Zoom Meeting dan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Seminar ini menghadirkan tiga narasumber; yaitu Dr. Wildan, M.Pd selaku Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Aceh, Hendy Setiono selaku CEO & Founder Kebab Turki Baba Rafi, dan Yulia A Hamid selaku CEO & Founder Nadhly Venture SDN Bhd. Kegiatan ini dipandu Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M selaku moderator.

Kegiatan webinar dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an kemudian dibuka dengan kata sambutan oleh ketua umum HMM 2020, Muammar Akram yang mengatakan bahwa pengangkatan tema “Dinamika dan Transformasi Bisnis UMKM dalam Memanfaatkan Sistem E-commerce di Era Pandemi” didasarkan atas banyaknya pelaku UMKM terkena dampak dari Pandemi Covid-19 ini. Setelah itu dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Walikota Banda Aceh, H. Aminullah Usman, S.E., Ak., M.M yang mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala yang telah melaksanakan MCF 2020 ini.

“Beralih ke online menjadi solusi bagi para pelaku UMKM untuk dapat bertahan pada masa pandemi,” tutur Aminullah.

Kepala Dinas Koperasi & UMKM Aceh yang diwakilkan oleh Radius selaku Konsultan bidang Pemasaran Pusat Layanan Usaha Terpadu UMKM Provinsi Aceh, menyebutkan bahwa perlu terobosan baru agar para pelaku UMKM di Aceh bisa terus berkembang.

“Harus melakukan transformasi digital, agar bisa berjualan di market place,” katanya.

Memang saat ini pemprov Aceh yang bersinergi dengan layanan LinkAja telah menciptakan market place lokal yaitu AcehSale.co.id, yang menyediakan ruang / tempat kepada seluruh pelaku bisnis untuk melaksanakan transaksi kegiatan jual beli kepada konsumen di seluruh Indonesia dengan sistem online. Perlu diketahui sekitar 92% UMKM di Aceh tidak menggunakan internet dalam mendukung berkembangnya proses kegiatan jual beli.

Kemudian dilanjutkan oleh Hendy Setiono yang banyak bercerita mengenai pengalamannya saat berbisnis, serta menegaskan bahwa kata kunci agar dapat melawati masa kritis adalah sinergi dan kolaborasi.

“If you want to go fast, go alone. But, If you want to go far, go together,” tambahnya.

“Sekarang bukan eranya menjadi menjadi Superman, tapi eranya menjadi Avengers. Fokus pada kekuatan masing – masing dan saling menutupi kelemahan agar bisa survive di masa pandemi,” lanjutnya.

Selain itu ia juga menambahkan bahwa target pasar merupakan hal penting dalam berbisnis. Ia juga menyampaikan kepada seluruh anak muda di Indonesia untuk merealisasikan ide atau rancangan bisnis yang ada.

“Ide itu murah, eksekusi yang mahal”, tutupnya.

Selanjutnya disambung oleh pemateri ketiga, Yulia A Hamid yang juga merupakan perempuan asal provinsi Aceh yang kini sukses menjalankan bisnis nya di bidang kosmetik di negeri jiran, Malaysia. Ia menegaskan bahwa research dan menentukan target pasar merupakan hal yang penting dalam berbisnis.

“Tentukan target dan banyak membaca serta memasarkan produk di market place adalah hal yang penting”, tambahnya.

Dengan adanya webinar ini, diharapkan mampu memotivasi anak muda untuk terus berinovasi dan memiliki jiwa entrepreneur serta mampu bertahan di era pandemi ini. Acara seminar nasional ini kemudian ditutup dengan pembacaan pemenang lomba yang diselenggarakan selama hari sabtu dan minggu, serta sesi foto bersama panitia serta peserta acara. (Yasmina, Dhanty Nst)

Editor : Abi Rafdi

Categories
Berita

Berdebar Kembali Adakan BERDEBAR TALK 4.0 di Tengah Pandemi

Darussalam – Komunitas Berdebar kembali mengadakan salah satu kegiatan rutinnya yang bernama Berdebar Talk. Berdebar Talk edisi 4.0 mengangkat tema “Workshop Surah Buku and QnA session” yang berlokasi di kamp.biawak (28/11). Kali ini bersama Gerakan Surah Buku (GSB) dan Kamp Konsentrasi Seni (KSS) berkolaborasi untuk mensurah salah satu novel fenomenal berjudul Dunia Sophie karya Jostein Gaarder.

Diisi oleh 3 Narasumber yang bertalenta dan hadir dari komunitas yang berbeda-beda. Yaitu, Muhammad Maulana sebagai dewan perwakilan Gerakan Surah Buku Indonesia, Muhammad Sadikun sebagai dewan perwakilan Kamp Konsentrasi Seni, serta Narasumber dari Kamp.Biawak yaitu Mus Munaidi. Tidak hanya itu, Gerakan Surah Buku ini tentu memiliki pensurah yaitu Muhammad Hendri.

Berbeda dengan bedah buku yang sering kita jumpai, mensurah suatu buku bisa memakan waktu sampai 2 tahun untuk bisa mensurah semua bagian isi bukunya, tergantung buku dan pensurahnya. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan Bedah Buku, Bedah Buku dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 hari saja dan biasanya dilakukan oleh si penulis buku itu sendiri.

Muhammad Maulana yang sering disapa “bang mok” menyampaikan, bahwa Gerakan Surah Buku ini tidak hanya ada di Banda Aceh saja. Namun sudah tersebar di beberapa daerah, seperti Jantho dan Lhokseumawe. Tingginya minat para pembaca buku novel dalam mensurahkan suatu novel juga tidak terjadi di Aceh saja, para mahasiswa di Jawa seperti Yogyakarta juga gemar berkumpul untuk mensurahkan berbagai jenis buku.

Tambahnya lagi, awal mula terbentuknya Gerakan Surah Buku ini yaitu keresahan dari para mahasiswa yang berkuliah di Yogyakarta. Pada awalnya, di saat waktu senggang mereka saling mengajak untuk membaca novel lalu mensurahkannya. Gerakan Surah Buku ini biasanya diadakan pada Malam hari.

Suasana forum yang santai tidak seperti duduk di bangku perkuliahan membuat para pembaca nyaman dengan topik sebuah novel yang berjudul “Dunia Sophie” tersebut. Bagi yang ingin bergabung di Gerakan Surah Buku ini, caranya sangat mudah karena tidak memiliki persyaratan apapun dan menerima dari anggota dari semua kalangan. Lalu, semua jenis buku dapat disurah serta tidak terbatas pada jenis atau genre buku tertentu. (Ana/Jihan)