Categories
Berita

Kemeriahan Malam Puncak Acara USK Fair XV

Darussalam – Serangkaian kegiatan menjadi hiburan di malam puncak acara USK Fair XV sekaligus penanda berakhirnya acara ini pada Sabtu, (18/12). Kemeriahan puncak acara menghadirkan tarian kreasi yang menarik dari Kana Art Institute. Dilanjutkan dengan  pembacaan lantunan ayat suci Al-Quran oleh Maulidin Afdhal serta diiringi dengan lagu Indonesia Raya.

Penutupan USK Fair XV kali ini juga dihadiri oleh perwakilan Kapolda Aceh dan berlangsung secara meriah dengan antusiasme yang tinggi dari pengunjung yang didominasi oleh mahasiswa di gedung AAC. Selain itu,  Presiden Mahasiwa, Fikrah Aulia sangat mengapresiasi perjuangan panitia dan antusiasme pengunjung yang hadir di malam penutupan USK Fair XV.

“Acara ini memperhatikan  protokol kesehatan hingga akhir, meskipun  pada pelaksanaannya banyak mengalami kendala. Namun Alhamdulillah dengan kerjasama  dan komunikasi,  kegiatan USK Fair XV dapat terlaksana dengan baik dan ini sangat luar biasa, maka dengan ini USK Fair resmi ditutup,” ujar Perwakilan Rektor USK dalam kata sambutannya.

Lalu kegiatan dilanjutkan dengan tampilan meriah oleh UKM Baskom (Badan Apresiasi Seni Aneuk Hukoem). Selain itu juga diisi oleh tampilan UKM Wasiat (Wadah Aspirasi dan Apresiasi Seni Aneuk Teknik),  serta penampilan Band dari Semuka yang tidak kalah menarik. Kemudian, berlanjut dengan pembacaan penghargaan lomba seni  yang terdiri dari Band Competition, Video Dokumenter, Lomba Baca Puisi, Lomba Tari Kreasi, Lomba Latte Art, Lomba Mural Art, Lomba Ilmiah yaitu Olimpiade Ilmiah, Olimpiade Fisika, Olimpiade Biologi, Olimpiade Matematika, Bisnis Model Canvas, Karya Tulis Ilmiah, Lomba Debat Bahasa Indonesia, dan E-Sport yang terdiri dari Mobile Legend, Lomba Valorant, Lomba Magic Chess, lomba Pes Competition,  dan terakhir  USK Fair Award di antaranya Best Student of The Year, Best Ormawa Of The Year, Best Event Of The Year Kategori Seni dan Budaya, Kategori Kewirausahawaa , Kategori Sosial Lingkungan serta Kategori Pendidikan  yang mana kegiatan ini dapat menumbuh kembangkan kreativitas dan produktivitas mahasiswa dalam berkreasi.

Terakhir, sebagai penutupan malam puncak acara ini dipersembahkan penampilan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh penonton yaitu performance Guest Star  dari Ibukota yakni Virgoun yang disambut dengan sangat antusias.

(Nadya, Rayyan/Perspektif)

Categories
Berita

DPM USK Sukses Gelar Kegiatan Sekolah Parlemen I dan II

Darussalam – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Syiah Kuala sukses menggelar kegiatan Sekolah Parlemen I dan II. Pelaksanaan Sekolah Parlemen yang diselenggarakan berjalan lancar dan mahasiswa sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 dan 9 Desember 2021 melalui via Zoom.

Sekolah Parlemen I mengusung tema “Implementasi Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pokok-Pokok Syari’at Islam” pemateri pada kegiatan ini yaitu Drs. H. Alaidin, M.H.( Hakim Tinggi Mahkamah Syar’iyah Aceh) , Jalaluddin, S.H., M.M ( Kepala Satpol PP dan WH Aceh ) , Ahmad Rifqi Nurilmi, S.H., M.kn ( Praktisi Hukum ), kegiatan ini membahas mengenai aspek penting dalam kehidupan masyarakat aceh terutama tentang qanun penerapan syariat islam di aceh.  

Kegiatan Sekolah Parlemen II mengusung tema Membangun Karakter Legislator Muda Terhadap Implementasi Demokrasi Indonesia yang diisi oleh pemateri pertama yaitu Bapak ketua DPD RI (AA LaNyalla Mahmud Mattalitti ) yang membahas tentang independensi dan perlunya amandemen presidensial threshold bahwa masyarakat penentu kebijakan melalui sistem demokrasi. Pemateri selanjutnya Ir. H.T.A. Khalid, M.M. (Komisi IV DPR RI),  Refly Harun, dan Rocky Geurung yang membahas mengenai sistem demokrasi yang ada diindonesia tidak sesuai dengan penerapan yang terjadi di lapangan sehingga butuh pengawasan lebih oleh masyarakat agar sistem demokrasi yang ada di Indonesia dapat berjalan sesuai dengan arahnya.

“Harapan saya dengan adanya kegiatan ini dapat menambah wawasan luas terhadap penerapan Qanun Syariat Islam yang ada diaceh langsung dari pemangku kebijakannya  dan masyarakat dapat lebih mengetahui tentang implementasi demokrasi yang terjadi diindonesia saat ini yang dimana kurangnya rasa kepedulian masyarakat dan mahasiswa terhadap isu yang ada terhadap perubahan konsitusi pemerintahan yang sedang terjadi belakangan ini,” Ujar Muhammad Rizky Ramadhan selaku ketua panitia.

Arfah Syuhada selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala juga mengatakan bahwa webinarSekolah Parlemen ini bermaksud untuk menghasilkan danmerevitalisasi perkaderan dalam dunia legislatif yang manapada masa yang sekarang ini kurang digagas dan dioptimalkandaripada perkaderan eksekutif. Dan juga untuk membentuklegislator yang memiliki pemikiran yang solutif dan inovatifterkait dengan permasalahaan yang menjadi hal urgensi.

(Ana Zakia)

Categories
Berita

Antusiasme Mahasiswa USK Menyambut USK Fair XV

Darussalam – Universitas Syiah Kuala kembali hadir dengan event spektakuler dan terbesar mereka yaitu USK Fair XV yang merupakan acara puncak BEM USK di bawah naungan Kabinet Bersatu mengangkat tema “Bersatu Dalam Karya Berperan Untuk Bangsa”, yang bertempat di gedung AAC Dayan Dawood. Acara ini berlangsung selama satu minggu yakni dimulai sejak tanggal 11 sampai 18 Desember 2021. USK Fair merupakan ajang untuk seluruh mahasiswa berekspresi dalam menunjukkan bakat dan minat serta kemampuan mereka.

Opening Ceremony yang berlangsung pada hari pertama acara ini dibuka untuk umum dan disambut meriah dengan penampilan tari Ranup oleh UKM Seni Putro Phang, penghargaan apresiasi pemenang logo USK Fair kepada Muhammad Iqram dan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Maulidin Afdhal. Lagu Indonesia Raya juga ikut mengiringi acara opening ceremony USK Fair XV tersebut.

“Hampir dua tahun ini, USK Fair XV merupakan satu kegiatan pertama yang bisa terlaksana secara luring di tahun 2021. USK Fair ke-15 dibuat dengan tujuan yang sangat mulia, yaitu menghidupkan kembali perekonomian Aceh dan yang pasti USK Fair XV ini dibuat sebagai wadah dan ajang untuk menuangkan kreativitas, baik itu mahasiswa maupun masyarakat umum yang ada di Aceh dan Nasional. Kemudian, tujuan itu kami tuangkan dalam konsep rangkaian kegiatan yang harapannya rangkaian ini dapat menunjang terwujudnya tujuan yang telah kami susun sebelumnya, ” ujar Rahmad Ferdiansyah dalam penyampaian laporan Ketua Panitianya.

Dalam kata Sambutannya Fikrah Aulia menyampaikan bahwa USK Fair XV disusun untuk memberikan ruang krativitas dan juga inovasi bagi mahasiswa USK. Seperti yang kita tahu, sebelumnya sudah 2 tahun mahasiswa dan juga Ormawa dihantam dan ikut terimbas efek dari pandemi Covid-19. Mudah-mudahan dengan hadirnya kembali USK Fair yang ke-15 ini dapat menjadi pintu bagi kawan-kawan Ormawa untuk terus berkegiatan kedepannya.

Acara USK Fair ini juga dihadiri oleh Perwakilan Wali Kota Banda Aceh yang menyampaikan kata sambutannya, dan dibuka secara resmi oleh Rektor USK yaitu Prof. Dr. Ir Samsul Rizal M,Eng. IPU., ASEAN. Eng dan pembukaan secara simbolis  yang diiringi oleh Rapa’i. Adapun konsep rangkaian kegiatan ini disuguhkan hampir 20 rangkaian menarik diantaranya berbagai perlombaan, Best ormawa, event, dan Student of the year, sosialisasi beasiswa, seminar nasional, workshop desain grafis dan sebagainya.

Dalam rangkaian kegiatan informal pada opening ceremony USK Fair XV ini dibuka dengan penampilan dari Band Lokal FEB USK yaitu Bestek (Bengkel Seni dan Teater Ekonomi) yang membawakan beberapa lagu dan disambut antusias oleh seluruh peserta yang hadir. Dan ditutup dengan penampilan Band Purnama and The Rolled Pumpkin yang juga tak kalah menarik.

Meski acara USK Fair XV ini dilaksanakan secara luring, namun tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ada dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

(Nadya &Shatila / Perspektif)

 

 

 

Categories
Berita

Journalism Festival : Acara Perdana Perspektif Sukses Terlaksana

Darussalam – Minggu, (05/12) LPM Perspektif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Syaih Kuala melangsungkan webinar ketiga sekaligus menjadi acara penutup dari serangkaian kegiatan Journival. Kegiatan Journival atau Journalism Festival LPM Perspektif berlangsung mulai dari tanggal 26 November sampai 05 Desember 2021.

Webinar ketiga sekaligus closing ceremony dibuka dengan kata sambutan dari Abi Rafdi Nasution selaku Pimpinan Umum LPM Perspektif dan Fakhrurrazi Amir, S.E, M.M. selaku Pembina LPM Perspektif serta kata sambutan sekaligus pembukaan webinar oleh Dr. Abdul Jamal, S.E, M.Si. selaku Wakil Dekan III FEB USK.

“Sukses terus buat acaranya, semoga bisa menambah wawasan bagi semua peserta yang mengikutinya,” ungkap Pak Jamal dalam kata sambutannya.

Journival mengadakan banyak rangkaian kegiatan diantaranya Webinar Nasional  sebanyak tiga kali, ajang perlombaan berupa lomba infografis dan lomba fotografi, Bedah Buku Nasional yang diisi oleh Ayu Khatijah V.N selaku penulis buku “From Maba To Ketum”, dan PJTLN (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional).

Webinar ketiga dilaksanakan dengan mengangkat tema “Melatih Daya Pikir Untuk Menulis Secara Kreatif” menghadirkan dua pemateri terbaik yakni Muhammad Subarkah selaku Asisten Redaktur Pelaksana Harian Republika Jakarta dan Ivan Lanin selaku Direktur Utama Narabahasa.  Webinar dilaksanakan secara online melalui Zoom.

Webinar ini membahas seputar dunia tulisan yang bertujuan untuk melatih daya pikir terkait bagaimana menulis secara kreatif khususnya dalam mengembangkan tulisan tanpa mengurangi inti tulisan dan daya tariknya. Acara tersebut berlangsung dengan lancar dan acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari berbagai instansi seperti seluruh Lembaga/pihak baik internal maupun eksternal kampus melalui live on zoom. Dalam Webinar Nasional, Muhammad Subarkah menyampaikan bahwa menulis itu seperti naik sepeda, harus belajar dengan serius, berkali-kali gagal, tapi kalau sudah bisa terasa gampang. Ketika kita menulis pastinya pernah mengalami kehilangan inspirasi, namun hal yang perlu kita lakukan yaitu langsung menulis, jangan ada kata ragu untuk memulai, tulislah apapun yang ingin kita sampaikan kepada pembaca, karena semakin kita menunda tulisan itu tidak akan pernah ada. “Bagaimana kita menuangkan tulisan jika kita tidak memulai menulis, karena menulis itu tidak harus bagus tapi dilatih terus menerus, Kuasai Bahasa Kuasai Dunia,” tambah Ivan Lanin.

Abi Rafdi Nst sebagai Pimpinan Umum LPM Perspektif menyampaikan harapan besarnya, semoga kedepannya LPM Perspektif semakin bagus, semakin baik dan dapat memberikan manfaat serta dampak untuk banyak orang serta kedepannya dapat terus berkarya menjadi jauh lebih baik lagi. “Harapan saya dengan adanya kegiatan Journalism Festival (Journival) Perspektif 2021 dapat memberikan manfaat yang seluas-luas bagi seluruh lapisan masyarakat untuk tertarik dengan dunia tulis menulis dan menggugah gairah agar semangat membaca, semoga hal ini dapat meningkat IPTEK manusia Indonesia yang cendekia di kemudian hari,” tambah M.Yodi Agam selaku Ketua Pelaksana Journival 2021.

Acara ini ditutup secra resmi oleh Fakhrurrazi Amir, S.E., M.M. selaku pembina LPM Perspektif, “Journalism akan masuk ke dunia metaverse, maka pelaku dunia jurnalisme harus siap mengahadapi perubahan.dengan mengucapkan alhamdulillah acara journival 2021 ditutup,”

(Jannah, Nadia/Perspektif)

Categories
Berita

Bangkitkan Semangat Literasi, Journalism Festival Hadir dengan Rangkaian Kegiatan Menarik


Darussalam – Menjadi seorang penulis bukan suatu hal yang sulit. Sederhananya, kunci dari seorang penulis adalah perbanyak bacaan dan mulai mencari inspirasi.

Membahas topik seputar dunia tulisan, LPM Perspektif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan Journalism Festival 2021 (JOURNIVAL) dengan tema “Jurnalisme dan Realita, Media Digital dan Etika, Jangan Ada Jarak di antara Kita” yang berlangsung sejak tanggal 26 November 2021 sampai 5 Desember 2021.

Acara ini bertujuan untuk menginspirasi banyak orang terkait literasi yang saat ini sangat dibutuhkan, khususnya untuk para generasi muda. Daya kritis tidak didapat secara kebetulan, melainkan diasah untuk berpikir teliti dan cerdas. Artinya, sangat dibutuhkan literasi yang baik untuk memilah setiap informasi yang beredar.

“Dengan adanya kegiatan semacam Journival ini dapat memberikan kontribusi kepada seluruh masyarakat luas untuk tertarik dengan dunia tulisan dan meningkatkan daya literasi masyarakat demi Insan Indonesia yang cendekia,” ujar Yodi Agam selaku Ketua Panitia acara Journalism.

Dalam rangka menyukseskan acara ini, Journalism dibuka dengan kegiatan Webinar Nasional melalui platform Zoom dengan mengusung tema “Membangun Karakter dalam Konten Tulisan” pada Jumat, (26/11). Webinar Nasional ini dibuka untuk umum yang ingin belajar menulis dan melatih cara membuat konten tulisan yang menarik denganmengundang Fauzan Al-Rasyid sebagai narasumber. Berbagai keuntungan yang didapat ketika mampu membuat tulisan menjadi konten yang menarik bagi banyak orang. Salah satunya dengan menulis, seseorang dapat berpikir kritis dan jernih.

Selain Webinar Nasional the series sebanyak tiga kali, ada beberapa rangkaian acara yang akan diadakan oleh Journival, diantaranya PJTLN (Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional), Bedah Buku, dan berbagai lomba dengan hadiah yang telah ditentukan.

Farhana Atikah sebagai Sekretaris Panitia Journival mengampaikan harapan besarnya, semoga acara ini lancar terus sampai nanti di Closing Ceremony, sukses, peserta semakin banyakk dan Journival akan terus ada di tahun-tahun selanjutnya.

“Jangan menunda hal yang ingin ditulis agar ide yang didapat tidak hilang” – Fauzan Al-Rasyid

(Perspektif)

Categories
Berita

FIEL Kembali Hadir dengan Rangkaian Acara Terbaru yaitu SEF “Sharia Economics Forum”

Darussalam – FIEL (Festival Ilmiah Ekonomi Islam) yang ke-6 kembali diselenggarakan oleh Islamic Economics Students Association (iESA) pada Senin, (22/11). Acara ini berlangsung selama 4 hari, terhitung sejak 22 – 25 November 2021 melalui platfrom Zoom dan Youtube. FIEL tahun ini, mengusung tema “Akselarasi Ekonomi Islam menjelang jatuh tempo qanun LKS”.  Tema ini diangkat agar mahasiswa dapat mengambil bagian penting dalam pertumbuhan ekonomi di Aceh dan menjadikannya sebagai kawasan industri halal.

Acara ini dibuka langsung oleh wakil Dekan III FEB USK yaitu Dr. Abd Jamal, SE.,M.Si. Dengan diiringi kata sambutan oleh Muhammad Haris Riyaldi, S.Soc.I.,M.Soc.sc selaku koordinator prodi Ekonomi Islam. Beliau menyampaikan bahwa FIEL ini bertujuan sebagai bentuk rasa terhadap kepedulian anak-anak Ekonomi Islam agar terciptanya ekonomi sejati. Dengan terbentuknya Qanun LKS di Aceh ini juga merupakan kepedulian terhadap kecintaan kita pada Ekonomi Islam, di mana seperti yang kita ketahui saat ini banyak masyarakat yang telah jauh dari kata hidup sehat.

Selain itu, Muhammad Firdaus selaku Ketua Umum IESA turut memberikan kata sambutan bahwa Ekonomi harus menjadi pilar putih bagi generasi muda sekarang agar dapat tercipta Kawasan industri halal sebagai mahasiswa kita harus mendukung terbentuknya Kawasan industri halal serta memberi warna dan inovasi baru.

Rangkaian acara FIEL terpopuler tahun ini, dibuka dengan Sharia Economic Forum (SEF), lalu dilanjutkan dengan lomba ide bisnis dengan total hadiah sebesar 20 Juta Rupiah, dan ditutup secara meriah oleh Tabliq Akbar dengan menghadirkan Habib Hayqal Husein Alydrus.

Pada acara FIEL kali ini ada salah satu rangkaian acara terbaru yaitu Sharia Economics Forum (SEF) yang bertajuk “Kehadiran Industri Halal dalam Akselerasi Ekonomi Islam di Aceh” yang dihadiri dengan narasumber yang luar biasa diantaranya, yaitu Iqbal S.Shofyan selaku perwakilan dirjen distribusi dan logistik kementrian perdagangan RI, Ridhwan, M.Dev. Sc sebagai kabid pengembangan perdangangan (disperindag Aceh), Teuku Mirza, S.E, M.M sebagai perwakilan UKM Center Bank Aceh, Hasbul Fayadi sebagai Ketua Japnas Aceh dan Ketua P3I Aceh, Teku Bahrul Bawadi sebagai Founder dan CEO Bawadi coffee, dan terakhir yaitu Prof. Shabri, M.Ec. sebagai guru besar FEB USK dan dipandu oleh seorang moderator yaitu Dr. Ridwan Nurdin, S.E, M.A selaku dosen prodi Ekonomi Islam.

SEF ini merupakan acara yang berbentuk dalam diskusi panel dimana diskusi akan dilakukan dengan saling bertukar pendapat antar narasumber yang diarahkan sepenuhnya oleh moderator. Tujuan SEF  sendiri yaitu memberikan informasi pada pendengar tentang suatu permasalahan yang ditinjau dari beberapa aspek melalui kegiatan diskusi. Acara ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari beberapa instansi seperti sponsor, donator, supporter, media, community partner, para tamu undangan dari seluruh Lembaga/pihak baik internal maupun eksternal kampus melalui live on Zoom dan YouTube  Serambi On TV. Jumlah peserta yang hadir melebihi ekspektasi tim penyelenggara, bukan hanya karena jumlah peserta tapi karena audience juga berasal dari berbagai wilayah.

“Harapan dari kegiatan ini agar adanya sinkronisasi antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan pelaku ekonomi,” tutur M. Ghauty Dhialda selaku ketua panitia FIEL pada tahun ini. (Nadya/Ana)

Categories
Berita

Peran Mahasiswa di Era Society 5.0 Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan SDG’S

DarussalamMenghadapi perubahan dan perkembangan zaman yang semakin cepat dan pesat pada saat ini, di mana baru memasuki era revolusi industri yang bergeser ke era society 5.0. Generasi muda memegang peranan penting dalam kemajuan zaman, segala potensi yang dimiliki menjadi penentu bagaimana kualitas bangsa Indonesia di masa depan. Pemuda Indonesia harus memiliki banyak inovasi, hal itu bisa menjadi modal penting untuk menghadapi era society 5.0.

Seiring kemajuan teknologi, sosial media menjadi sangat penting dalam berkomunikasi. Di era digitalisasi ini, sangatlah mudah bagi kita kaum milenial untuk mengakses sosial media, apakah itu untuk hiburan ataupun mencari informasi. Dengan menggunakan sosial media, kita dapat menyebarkan ilmu atau literasi, salah satunya yang berkaitan dengan SDG’s. Karena dengan menggunakan sosial media ini, para pemuda dapat mengerti bagaimana pembangunan berkelanjutan SDGstersebut.

Pembangunan Berkelanjutan SDG’s menjadi suatu rencana aksi global dalam mengatasi dan mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. Mahasiswa sebagai generasi muda di era milenial yang menjadi pilar untuk memajukan bangsa, dapat mengambil peran dalam menjalankan program SDG’s untuk membawa Indonesia menjadi negara maju dengan memanfaatkan perkembangan zaman. Banyak cara dapat dilakukan dalam program aksi ini, salah satunya cermat dalam memilah informasi.

Dalam hal ini, kita harus bijak dalam menggunakan sosial media. Karena zaman sekarang, anak muda mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif. Seperti menyebarkan berita hoax ataupun cyber bullying.

Oleh karena itu, sebagai bagian dari generasi milenial, kita harus berhati-hati dalam menggunakan sosial media di era society 5.0 ini. Apalagi sekarang dunia pendidikan menyediakan platform pembelajaran daring. Jadi kita diharapkan untuk lebih bijak dalam mengakses hal tersebut. Gunakanlah platform daring tersebut untuk hal-hal seperti membudayakan literasi online.

Categories
Berita

Kolaborasi Lintas Sektor Dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Pasca Pandemi

DarussalamPembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah  pembangunan yang bisa memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi tidak akan mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka. Artinya ini sudah lintas generasi yang juga berarti bahwa situasi ini akan dihadapi ke depannya.

Masalah – masalah yang semakin kompleks saat ini, di antaranya :

1. Ketidakpastian ekonomi global
2. Akselerasi ekonomi digital
3. Bagaimana kehidupan kita di era new normal pasca pandemi
4. isu perubahan iklim.

Di masa pandemi, sektor kesehatan punya dampak terhadap sektor keuangan dan perekonomian secara umum, oleh karena itu kolaborasi itu sangat penting. Karena isu di masa mendatang tidak lagi bisa memisahkan mana yang harus ditanggani secara terpisah. Sektor-sektor yang saling terkait tersebut yakni sektor riil, sektor keuangan, sektor fiskal, sektor moneter dan sektor eksternal.

Di masa pandemi atau krisis yang bersifat multidimensi ini, di mana sebelumnya sektor-sektor tersebut mempunyai tugas masing-masing, sekarang kolaborasi di antara sektor tersebut sangat dibutuhkan. Salah satunya kolaborasi di KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) untuk sektor keuangan, terdiri dariKementerian Keuangan, LPS, OJK, dan Bank Indonesiamenghasilkan beberapa terobosan dan inovasi yang dilakukan dengan tujuan mendorong kondisi perekonomian,yaitu :

1. Menjaga keseimbangan penawaran dan permintaan
2. Menjaga keseimbangan faktor internal dan eksternal

Faktor eksternal penting untuk kita jaga sehingga koordinasi melalui forum KSSK dan BI dalam konteks menjaga demand side tidak bisa dilakukan sendirian sehingga harus berkolaborasi dengan tim pengendalian inflasi nasional dan tim pengendalian inflasi daerah.

Di masa pandemi ini, bukan lagi koordinasi yang diperlukan tetapi kolaborasi. Jadi kolaborasi tidak hanya mengandalkan kekuatan masing-masing institusi, tapi bagaimana kolaborasi yang bisa menghasilkan suatu kekuatan baru yang hanya bisa dihasilkan dengan berkolaborasi.

Dalam sektor keuangan, kita bisa melihat bagaimana upaya Bank Indonesia untuk melakukan injeksi likuiditas dengan beberapa ketentuan,yaitu :

1. Kebijakan makro prudensial yang lebih akomodatif
2. Penurunan dari down payment untuk penyaluran kredit
3. Makro prudensial intermedition rasio

Oleh karena itu kolaborasi dalam sektor keuangan sangat dibutuhkan untuk bisa meyakini bahwa stabilitas keuangan bisa terjaga dengan baik.

Berikut bagaimana sektor riil berkolaborasi dengan sektor keuangan

Lembaga keuangan saat ini sudah cukup hadir, salah satunya adalah LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia) di Kementerian Keuangan yang memberikan support program yaitu bantuan modal untuk para eksportir di mana ketika pelaku eksportir mendapat pembayaran, saat ini sudah ada kemudahan yaitu cukup memberikan anggunan sebesar 30 % dari total nilai invoice. Hal ini membuat geliat para pelaku usaha lebih kencang, yang tadinya harus memberikan anggunan sekitar sampai 100% saat ini sudah diturunkan dengan baik oleh LPEI.
PT. Nusa Berdaya  yang membantu temanteman yang ada di desa untuk bisa memasarkan produk mereka ke international,7 tahun lalu perusaahan sangat kesusahan dalam rangka bisa bekerja sama dengan masyarakat di desa. Tetapi selama 4 tahun terakhir dari beberapa sektor mulai terbuka dalam memberikan informasi dalam kaitannya dengan sifatnya kolaborasi dan menyampaikan interest serta kepentingan mereka masing-masing.  

Dengan adanya pandemi, digitalisasi membuka akses pada banyak orang untuk berbisnis. Ketika internet sudah banyak dipakai, seharusnya disediakan dan menjadi barang publik, dan diharapkan bisa berkolaborasi antara pemerintah provinsi dan telekemunikasi. Jadi bisa membantu perusahanperusahaan lain untuk berinovasi di bidang ekspor.

Digitalisasi ini membuka banyak peluang tetapi juga membuka banyak potensi resiko. Jika kita tidak pintar dalam mengimbangi inovasi dan potensial resiko, maka kita tidak bisa optimal dalam pemamfaatannya. Contohnya, jika ingin membawa UMKM bisa bersaing di platform digital, bukan hanya memberi akses internet tetapi juga memberikan penguatan kelembagaan bagaimana bisa membawa UMKM menjadi bagian dari global value change. Adanya kesenjangan teknologi di kota besar dan kecil. Tidak bisa dipungkiri, akses –akses yang ada di daerah berbeda jauh dengan akses–akses yang ada di kota. Tapi dengan kehadiran teknologi seperti BPS, perangkat-perangkat, dan program dari beberapa sektor yang dihadirkan untuk masyarakat di desa berkaitan dengan digitalisasi sudah sangat membantu.

Untuk meningkatkan kondisi masyarakat, peran swasta menjadi besar dan harus berkolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan bahwa apa yang ingin dicapai adalah satu tujuan yang sama. Namun, dari hal tersebut terdapat beberapa resiko yang berakibat dari kolaborasi, yaitu :

1. Sisi efisiensi dan efektivitas

Bagaimana masing-masing individu meyakini bahwa apa yang diyakini dan apa yang dikolaborasikan itu akan memberikan manfaat optimal sehingga perhitungan dari potensi resiko dan mitigasi resiko perlu dilakukan.

2. Sisi tata kelola

Dalam kolaborasi lintas institusi, perlu dilihat apakah sesuai dengan wewenangnya. Dan kalaupun dilakukan kolaborasi yang menghasilkan inovasi baru, hal ini juga perlu diperkuat dengan penguatan UU. Contohnya, saat BI menangani Covid-19 dengan membeli surat berharga di pasar perdana yang mana itu bertentangan dengan undang-undang. Sehingga dibuat UU No.2 Tahun 2020 dan juga ada beberapa aturan pemerintah yang dibuat bisa menanungi bahwa yang dilakukan oleh LPS, OJK, dan Kementerian Keuangan dilakukan secara tata kelola.

Jadi, pembangunan berkelanjutan jelas adalah tanggung jawab bersama karna tidak hanya memenuhi kebutuhan generasi sekarang tapi juga generasi ke depan. Walaupun semua sektor sudah memupunyai peran sendiri, tapi kolaborasi sangat penting. Karena tantangan ke depan semakin kompleks. Sifat yang statis seperti fiodalisme di kampus harus dihilangkan, jika tetap dipertahankan maka kampus tidak bisa menjadi katalisator bagi kemajuan sektor-sektor ekonomi. Diharapkan kampus harus lebih maju agar bisa menemukan teknologi alternatif yang bisa digunakan 10 tahun ke depan.

Categories
Berita

BEM FEB USK Gelar Webinar Career Talk

Darussalam – BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis USKberkolaborasi dengan tabagi.id dan kiat advisory kembali hadirkan webinar career talk yang bertajuk “Dealing With Self Chararacter And Be Great On Your Career“. Webinar yang berlangsung pada Sabtu, 13 November ini diisi oleh dua pemateri hebat yaitu Rizky Emirdhani Utama, selaku Founder Youth Power Indonesia dan Muhammad Ikhlash, selaku Senior FP&A Manager at GE Steam Power, Singapore.

Webinar ini menunjukkan keseriusan BEM FEB USK dalam memfasilitasi terutama mahasiswa FEB untuk persiapan karir mahasiswa ke depannya. Menariknya, pemateri pada webinar kali ini, Muhammad Ikhlash juga merupakan alumni mahasiswa FEB USK yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) pada tahun 2011-2012.

Ketua BEM FEB USK, Arief Ramadhan membuka webinar ini dengan menyampaikan harapan terkait kegiatan hari ini “Semoga kedepannya mahasiswa/i di Indonesia khususnya di USK dapat memiliki karir yang sesuai dengan passion yang ia miliki serta bisa dengan mudah melakukan penyesuaian dengan dunia pekerjaan”.

Tak lupa juga, Wakil Dekan 3 FEB USK, Bapak Dr. Abdul Jamal, S.E,.M.Si  juga turut memberikan apresiasinya kepada BEM FEB USK atas terselenggaranya webinar ini. Dalam sambutannya, Dekan FEB mengatakan kegiatan ini sangat penting terutama mahasiswa yang akan menyelesaikan pendidikannya supaya dapat mencari lapangan kerja melalui persiapan perencanaan karir yang matang.

Arief ramadhan juga menuturkan agar kegiatan seperti ini harus lebih kita giatkan sehingga mahasiswa dapat lebih terarah sebelum memasuki dunia kerja nantinya.

Adapun webinar ini diikuti oleh ratusan peserta baik mahasiswa maupun umum. Meskipun dilaksanakan melalui Zoom Meeting, hal ini tidak menghalangi peserta untuk aktif terlibat dan bertanya kepada pemateri. Para pemateri juga terlihat antusias dalam menjelaskan tentang progress dan pengalaman-pengalaman mereka selama merintis karir.

“Selesai kuliah bukan berarti selesai belajar. Kita naik kelas setiap berhasil menyelesaikan masalah,ujar Muhammad Ikhlash.

“Masuk dunia apapun, kosongkan gelasnya,” tutup Rizky Emirdhani Utama menyemangati para peserta webinar.(PutriA)

Editor: Jannah

 

Categories
Berita

IBEP USK Kembali Menggelar WCRP

DarussalamInternational Business Economics Program (IBEP) Fakultas Ekonomi dan Binis (FEB) USK kembali menggelar kegiatan World Class Research Program (WCRP) di tahun 2021 yang dilaksanakan selama dua hari, yakni 8-9 November 2021 secara virtual. WCRP merupakan workshop bertaraf internasional yang rutin diselenggarakan secara tahunan oleh FEB International Program melalui lembaga kemahasiswaannya International Business Economic Student Club (IBESC). Kegiatan ini menggabungkan dua rangkaian acara, yaitu WCRP dan Meet and Greet IBEP 2021.

Acara dimulai dengan Meet and Greet IBEP 2021 yang diadakan pada Senin, (8/11) pukul Sembilan pagi melalui platform Zoom, dibuka langsung oleh Kepala program IBEP, Talbani Farlian, S.E., M.A melalui kata sambutan sekaligus Opening Speech. Peserta pada Meet and Greet IBEP 2021 sendiri merupakan seluruh mahasiswa Kelas Internasional. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk menyambut mahasiswa baru tahun 2021 diprogram Kelas Internasional dengan harapan agar terciptanya relasi dan komunikasi yang baik antara mahasiswa baru dengan mahasiswa lama.

Salah satu rangkaian acara penting dalam kegiatan ini yaitu Sharing Session yang diisi oleh narasumber seperti alumni IBEP USK; Afi Ramadhan dan narasumber international; Jean PhilipeThiney. Pada rangkaian acara ini, Afi Ramadhan membagikan pengalamannya serta tips dan trik untuk mengejar target hidup. Sedangkan narasumber international Mr. Jean Philipe Thiney memberikan pengalaman hidupnya selama bekerja di beberapa Negara seperti India, Malaysia, dan Perancis.

Pada hari kedua, Selasa (9/11), acara WCRP dilakukan dengan teknis yang sama. Workshop ini diisi oleh beberapa pemateri seperti: Mr. Bauyrzhan Yedgenov yang merupakan associate professor di Georgia State University, dan juga Mr. BakaryFofana yang menjabat sebagai Senior Community Development Officer pada Institute of Rural Development Gambia. Pemateri dalam negeri sendiri yaitu Zainal Arifin Lubis yang pernah menjabat sebagai kepala perwakilan Bank Indonesia di Aceh dan juga merupakan alumni dari Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Syiah Kuala.

Koordinator lapangan WCRP tahun keempat, Jihan FatyaAzzura turut menyampaikan kesan dan harapannya untuk kegiatan ini

Sangat menarik, saya mendapatkan banyak sekali ilmu daripemateri. Dibuat semakin menarik dengan kehadiran pemateri dari luar negeri, memperlihatkan acara kami semakin berkembang dalam mendapatkan relasi. Saya harap kedepannya akan semakin banyak acara seperti ini agar anak-anak Indonesia semakin bertambah wawasannya

(Mus/Tasya)