Categories
Berita Features

Mengulik Momen dan Serba-serbi Perayaan Meugang di Kota Banda Aceh

Darussalam – Aceh merupakan salah satu daerah yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, hingga saat ini Aceh masih memiliki tradisi yang dilestarikan. Salah satu tradisi itu adalah “meugang” atau juga dikenal dengan berbagai sebutan antara lain Makmeugang, Uroe Meugang atau Uroe Keuneukoh.

“Gang” dalam bahasa Aceh berarti pasar. Pada hari-hari biasa pasar tidak banyak dikunjungi masyarakat. Namun, menjelang bulan Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha, masyarakat akan ramai mendatangi pasar, sehingga muncullah istilah “Makmu that gang nyan” (makmur sekali pasar itu) atau Makmeugang.

Tradisi ini telah muncul bersamaan dengan penyebaran agama Islam di Aceh yaitu sekitar abad ke-14 M. Pada saat kepemimpinan Sultan Iskandar Muda di Kerajaan Aceh Darussalam, beliau ingin melakukan tradisi meugang itu. Sultan memerintahkan kepada para petinggi istana untuk membagikan daging kepada rakyat. Tradisi ini memang tidak akan lekang dimakan waktu karena terus diwariskan secara turun temurun sampai sekarang.

Pasar-pasar tradisional di Aceh berdiri kokoh di antara pertokoan dan hiruk-pikuknya perkotaan, tepatnya ada empat lokasi yang sering dikunjungi masyarakat yaitu di pasar Al Mahirah Lamdingin Kecamatan Kuta Alam, pasar Peuniti Kecamatan Baiturrahman, kawasan Simpang Tujuh, Kecamatan Ulee Kareng dan jalan T.Nyak Arief, Darussalam Kecamatan Syiah Kuala. Ditemani hangatnya sinar matahari, saya berkesempatan mendatangi langsung di salah satu lokasinya yaitu pasar Al Mahirah.

Sejak lepas subuh sudah terlihat pondok-pondok jualan daging meugang yang dibuka pedagang. Birunya langit yang menandakan betapa teriknya matahari pun tidak menghilangkan semangat masyarakat untuk menyambut hari istimewa tersebut. Dari kejauhan, asap membumbung serta bau khas tercium yang berasal dari warung kuah belangong khas Aceh.

Daging-daging yang dibeli masyarakat akan dimasak menjadi menu-menu beraneka rupa. Setiap, daerah mempunyai ciri khas tersendiri dalam mengolah daging. Di kabupaten Aceh Besar, masyarakat biasanya menyajikan asam keueng. Bumbu asam keueng menyerupai masakan daging cincang padang, sie reboh (daging yang dimasak dengan cuka), dua menu masakan ini merupakan sajian khas dan wajib saat meugang tiba.

Selain dari pasar tersebut, kami juga berkesempatan mewawancarai mahasiswa FEB USK. M.Yodi Agam, remaja asli Medan yang merayakan meugang di Banda Aceh.

“Bagi abang pribadi yang sudah merasakan perayaan meugang di Banda Aceh, awalnya merasa aneh dan bingung. Kok tiba-tiba banyak yang jualan daging di tepi-tepi jalan, namun setelah mendengar dari beberapa kawan asli Banda Aceh bahwa meugang merupakan sebuah tradisi turun menurun yang telah berlangsung sejak lama dan merupakan perayaan untuk menyambut bulan Ramadhan. Tradisi meugang ini menimbulkan efek euforia yang sangat menarik untuk kita ikuti dan seluruh orang sangat gegap-gempita dalam mengikuti perayaan ini,” jelasnya.

Pembicaraan pun kian mengalir hingga timbul secercak rasa penasaran kami mengenai perbedaan meugang di Banda Aceh dan di luar Aceh. Sebagai seseorang yang tumbuh dan besar di Medan, Yodi menyebutkan bahwa perbedaannya terletak pada nama beserta hidangan yang akan disajikan. Di Medan tidak ada perayaan khusus untuk menyambut bulan Ramadhan, dan umumnya dalam menyambut bulan Ramadhan hidangan yang akan disajikan merupakan masakan berbahan ayam ataupun daging lembu, kambing dan lainnya. Namun, tidak ada kriteria khusus selayaknya tradisi meugang di Aceh yang kebanyakan orang-orang akan berbelanja daging-dagingan untuk hidangan menyambut bulan suci Ramadhan.

Sesampainya di pasar Al-Mahirah bernuansa putih yang dikombinasikan dengan bangunan vintage menjadi ciri khas yang melekat pada pasar kota Banda Aceh. Menurut para pedagang meugang tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya dikarenakan adanya perpindahan tempat dari pasar Peunayong ke pasar Al-Mahirah yang mengakibatkan sepinya pengunjung pasar sehingga tingkat pembelian menurun. Hal itu menyebabkan pedagang berinovasi untuk menjual daging secara online.

Dengan mencermati dan sedikit mengulik cerita dalam momentum meugang ini, semoga dapat kian meningkatkan semangat dalam menjaga tradisi ini, dan saling menghormati. Perayaan meugang ini juga menjadi momen penting untuk berkumpul seluruh keluarga. Biasanya pada hari meugang, anak dan sanak saudara yang merantau atau telah berkeluarga dan tinggal ditempat yang jauh, mereka akan pulang dan berkumpul di hari meugang. Nilai kebersamaan inilah yang ingin ditanamkan oleh para leluhur melalui tradisi meugang.

(Perspektif / Nadya)

Categories
Features

Menyambut Bulan Ramadhan, Masyarakat Aceh Kembali Melaksanakan Tradisi Unik bernama Meugang

Darussalam Marhaban Ya Ramadhan.

Bagi umat muslim, bulan Ramadhan merupakan sebuah bulan yang paling mulia diantara bulan-bulan lainnya. Bulan Ramadan dipenuhi dengan banyak keutamaan, sehingga tentunya umat muslim di seluruh dunia menyambut bulan ini dengan suka cita dan rasa syukur. Uniknya, seluruh umat muslim di berbagai pelosok dunia memiliki caranya masing-masing dalam menyambut bulan penuh berkah ini, salah satunya yaitu tradisi yang dimiliki oleh provinsi dengan penduduk muslim terbanyak di Indonesia, apalagi kalau bukan Aceh, yaitu “Meugang” atau biasa juga disebut “Mak-Meugang”. Meugang merupakan tradisi turun-temurun dari nenek moyang yang hingga kini masih terus berjalan sampai menjadi sebuah hal yang “wajib” sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Ada yang tau gak sih apa arti “Meugang”?

“Gang” dalam bahasa Aceh berarti pasar. Menjelang bulan Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha, jumlah masyarakat yang mendatangi pasar meningkat drastis, sehingga munculah istilah “Makmu that gang nyan” (makmur sekali pasar itu) atau Makmeugang. Meugang juga berarti membeli daging. Daging yang dibeli nantinya akan diolah dan di makan bersama keluarga.Bahkan, beberapa kampung melaksanakan tradisi meugang dengan masak bersama atau kenduri bersama di meunasah(musholla).

Tingginya antusias masyarakat dalam melaksanakan meugang ini membuat pasar pun tidak cukup untuk menjadi lokasi penjualan daging. Untuk memenuhi hal tersebut, penjualan daging tersebar di beberapa titik lokasi selain pasar seperti di jalan atau blok sekitaran pasar ataupun beberapa titik yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota agar mudah dipantau kebersihan dan tata letaknya agar rapi dan tidak menimbulkan kemacetan.

Sejarah Meugang

Ali Hasjmy menyebutkan bahwa tradisi meugang ini sudah dimulai sejak masa Kerajaan Aceh Darussalam. Ketika itu, Sultan Iskandar Muda memerintahkan kepada balai fakir untuk membagikan daging, pakaian, dan beras kepada masyarakat tersebut. Biaya ini semuanya ditanggung oleh bendahara Silaturrahim, yaitu lembaga yang menangani hubungan negara dan rakyat di Kerajaan Aceh Darussalam.

Sedangkan dilansir dari “Perayaan Mameugang dalam Perspektif Hukum Islam” karya Iskandar, perayaan meugang dilaksanakan oleh Sultan Iskandar Muda sebagai wujud syukur raja atas kemakmuran rakyatnya serta untuk menyambut Ramadhan. Tradisi meugang ini dilaksanakan oleh kerajaan di istana yang dihadiri oleh para Sultan, Menteri, Para Pembesar Kerajaan serta Ulama.  

Tradisi meugang ini awalnya dilaksanakan selama tiga hari, akan tetapi setelah adanya kesepakatan dari para ulama di Aceh dan Indonesia pada umumnya untuk menggunakan metode rukyah hilal awal dalam penentuan 1 Ramadhan, maka meugang hanya dikenal satu hari saja, hanya saja kebanyakan orang memilih untuk merayakan meugang sejak dua hari sebelum Ramadhan.

Sang lagei hi^ menyoe hana Meugang, hana jadeh ta puasa singoh uroe.”

Begitulah sekiranya slogan dari tradisi ini, dimana tradisi ini telah menjadi sebuah hal yang wajib dilaksanakan di lingkungan Masyarakat Aceh. Dalam perjalanannya tradisi meugang tidak lagi menjadi program dari pemerintah kepada masyarakat, tetapi menjadi tradisi sesama masyarakat dan juga untuk menggerakkan ekonomi dengan munculnya pasar daging di berbagai lokasi.

Makna Representase Meugang

Perayaan meugang dianggap sebagai salah satu bagian agama yang mesti dilaksanakan karena dilakukan pada hari-hari suci umat Islam. Perayaan ini dianggap juga momen penting untuk berkumpul bersama keluarga. Biasanya, anak yang sedang merantau, pulang kerumah untuk melaksanakan tradisi meugang. Ini juga mengandung makna untuk mengapresiasi orang tua, bahwa anak yang sedang di perantauan merindukan masakan daging orang tuanya.

Makna lain dari meugang adalah untuk memberi sedekah kepada orang yang membutuhkan agar mendapatkan hak yang sama dalam menyambut Ramadhan dan juga untuk mempererat silaturahmi terhadap masyarakat sekitar.

Berkaca dari pelaksanaan meugang dari tahun ke tahun, lantas kita tidak melihat perbedaan yang mencolok diantara meugang dari tahun-ke tahunnya. Namun, sudah dua tahun ini situasi pandemi Covid-19 membuat perbedaan mendasar pada kondisi situasional pasar disaat meugang. Daya beli masyarakat menurun tidak dapat diimbangi dengan harga daging yang terus melonjak naik tiap tahunnya, bahkan tidak hanya pembeli yang mengeluh dengan situasi seperti ini, kalangan pedagang juga dibuat gusar karena tidak dapat memaksimalkan profit dan hanya meraih margin yang makin sedikit.

Kita sama-sama berdoa agar situasi seperti ini cepat membaik dan kembali normal, dengan tidak ada batasan sosial, mungkin situasi ekonomi pun juga kembali membaik, sehingga di tahun kedepannya kita kembali merasakan akan semaraknya pasar meugang seperti tahun-tahun sebelum datangnya pandemi Covid-19.

Nah, udah pada tau kan latar belakang tentang pelaksanaan meugang?

Kita harus bangga loh, dengan keunikan dan kearifan kebudayaan tersebut. Dengan kebudayaan yang kita punya, kita dapat dikenal oleh dunia lebih luas lagi. Budaya merupakan sebuah citra baik untuk kita dan sepatutnya sebagai generasi muda kita harus pula selalu bangga untuk melestarikannya.

 “Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala, Qanun bak Putroe Phang, Reusam bak Laksamana”.

( Rama&Tiasabila/Perspektif )

Categories
Featured Features Hobi Sosok Tulisan

Sambut Hari Pahlawan 2020, Berikut 7 Film Rekomendasi Mengisahkan Pahlawan Indonesia

Perspektif ― Melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 10 November sebagai peringatan Hari Pahlawan Nasional. Hal ini berkaitan dengan para pahlawan yang gugur di medan pertempuran pada 10 November 1945 di Surabaya, maka dari itu hal ini dilakukan sebagai bentuk untuk menghormati para pejuang saat itu.

Kala iitu, arek-arek Surabaya berperang melawan pasukan NICA dan sekutu yang ditumpanginya dengan persenjataan yang lengkap. Sehingga dalam pertempuran itu tak bisa dipungkiri menelan banyak korban jiwa, terutama berasal dari kalangan rakyat biasa.

Dalam peristiwa ini, gelar pahlawan disematkan tidak hanya untuk mereka yang gugur dalam balutan seragam kehormatan prajurit saja. Namun hal ini turut disematkan kepada seluruh warga yang menjadi korban serangan Inggris dalam bentuk rasa hormat ketika peristiwa heroik itu.

Lantas, menonton film tentang pahlawan Indonesia disaat ini merupakan salah satu hal yang bisa dilakukan untuk merayakan peringatan Hari Pahlawan Nasional. Kuy simak!

  1. Sang Pencerah (2010)

Film yang merupakan kisah nyata tentang pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan. Dengan maksud mengungkapkan sosok pahlawan nasional dari sisi yang tidak begitu banyak diketahui publik, diangkatlah ke dalam ‘Sang Pencerah’—film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo.

Ahmad Dahlan dimunculkan disini sebagai sesosok pembaharu Islam di Indonesia, beliau mendirikan organisasi Islam Muhammadiyah, serta dia mengangkat wajah Islam dengan gambaran modern, terbuka, serta rasional. Film yang digarap pada tahun 2010 ini dibintangi langsung oleh Lukman Sardi, Zaskia Adya Mecca, Giring serta Ihsan Tarore.

  1. Soegija (2012)

Disutradarai oleh Garin Nugroho, film yang diangkat ini mengisahkan tentang kehidupan seorang Uskup danaba bernama Albertus Soegijapranata SJ. Dalam film ini terdapat pesan serta makna yang sangat relevan bagi kehidupan masa kini. Kali ini mengangkat isu intoleransi yang sejak lama menjadi pembahasan persoalan besar di tanah air Indonesia.

  1. Sang Kiai (2013)

Film yang diproduksi Rapi Film dengan aura kolosal ini mengangkat kisah hidup KH Hasyim Asy’ari―seorang ulama kharismatik yang merupakan bagian salah satu tokoh kunci keterkaitan kemerdekaan Indonesia.Film yang digarap langsung oleh Rako Prijanto ini dibumbui dengan unsur komedi, dengan dibintangi oleh Christine Hakim, Ikranagara, dan Agus Kuncoro.

Dalam scene film tersebut pun menampilkan pidato-pidato Soekarno yang membakar semangat nasionalisme, serta masa-masa pengasingan hingga detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia yang membuat suasana haru.

  1. Soekarno (2013)

Film yang menceritakan tentang masa kecil Presiden pertama RI , masa remaja, kisah cinta hingga saat masa memperjuangkan kemerdekaan tanah air Indonesia, dengan dibintangi oleh Ario Bayu selaku sang proklamator. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan sempat menuai kontroversinya.

  1. Jendral Soedirman (2015)

Film garapan Viva Westi pada tahun 2015 ini menceritakan kisah tentang Jendral Soedirman (Adipati Dolken) meski sedang sakit paru-paru, Ia tetap melawan Belanda secara gerilya.Film tersebut juga menunjukkan taktik dan strategi sebagaimana perjuangan Jendral Soedirman yang memojokkan serta membuat Belanda kehabisan logistik dan waktu. Dia juga bersembunyi di balik hutan-hutan Jawa untuk merealisasikan penyerangannya terhadap Belanda.

  1. Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015)

Film yang datang dan disutradarai lagi oleh Garin Nugroho, ‘Guru Bangsa Tjokroaminoto’  adalah berkisah seseorang yang memiliki andil serta pengaruh besar pada masa awal kemerdekaan Indonesia ialah tentang Haji Oemar Said (HOS) Tjokroaminoto.

Tjokroaminoto mendirikan organisasi Sarekat Islam yang mana tujuannya mengajak masyarakat terlibat dalam usaha kemerdekaan dengan melakukan aksi dan sosialisasi sebagai tujuan utamanya, karena pendidikan kala itu masih minim, rakyat miskin ada di mana-mana dan tidak ada perealisasian sekolah untuk rakyat.

Film ini dibintangi oleh Reza Rahadian yang memerankan Tjokroaminoto, dan dimeriahkan dengan beragam bintang lainnya, yakni Alex Abbad, Putri Ayudya, Maia Estianty, Didi Petet, Chelsea Islan dan lainnya bertanggungjawab atas peran yang dimilikinya.

7.Kartini (2017)

Diangkat berdasarkan biografi dari RA Kartini yang dibintangi Dian Sastrowardoyo ini tumbuh bersama ibu kandungnya, Ngasirah dengan menyaksikan ibunya yang terbuang di rumahnya sendiri.

Penggambaran sesosok Kartini ini yang mengupayakan kesetaraan hak untuk perempuan khususnya di bidang sosial dan pendidikan, karena dirinya merupakanketurunan ningrat sehingga berkesempatan mengenyam pendidikan. Dengan arahan Hanung Bramantyo, fillm ini sukses mengikat banyak orang yang terkesan.

Nah, itulah beberapa film tentang kisah pahlawan Indonesia zaman dulu dengan beragam perjuangannya yang harus kita hormati. Meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19 seperti ini, semangat Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2020 ini tetap membara.

Karena kini virus corona masih menyelimuti Bumi Pertiwi ini, dalam rangka mengormati serta memperingati Hari Pahlawan yang tengah berlangsung hari ini, marimenonton film yang mengingatkan kita akan  kisah para pahlawan yang mana bisa menjadi pilihan untuk menemani dalam saat seperti ini. (Yasmina&Van/Perspektif)

Categories
Berita Features

Raih Kemuliaan dengan Keutamaan Al-Quran

Ilustrasi : Max

Darussalam – Membaca Al-Qur’an menjadi sebuah ibadah yang akan mendatangkan keberkahan dan juga pahala. Al-Qur’an difirmankan langsung oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril, yang diturunkan secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari sejak 17 Ramadhan. Membaca Al-Qur’an memberikan banyak manfaat, seperti :

  1. Mendapat Pahala Berlipat

Rasulullah mengatakan bahwa orang yang membaca satu huruf ayat Al-Qur’an akan diberikan balasan 10 kali lipat oleh Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka ia akan mendapat satu kebaikan, dan dari satu kebaikan itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf.” (HR. Bukhari).

  1. Derajatnya Diangkat

Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang selalu membaca Al-Qur’an dan mempelajari isi kandungannya serta mengamalkannya setiap hari.

  1. Mendapat Pertolongan Allah SWT di Hari Kiamat

Salah satu keutamaan membaca Al-Qur’an  akan mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari kiamat.

  1. Mendapatkan Ketenangan Hati

Sebagaimana yang dijelaskan dalam surah Al-Isra [17] ayat 82 bahwa Al-Qur’an diturunkan Allah SWT untuk menjadi obat segala macam penyakit kejiwaan. Sehingga keutamaan membaca Al-Qur’an akan mendapatkan ketenangan jiwa.

Bulan Ramadan merupakan bulan terjadinya berbagai mukjizat bagi umat Islam, bulan terjadinya perang Badar, pembebasan kota Mekkah dan yang paling istimewa bagi umat Islam adalah bulan di mana Allah menurunkan kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup manusia.

Nah, dari paparan keutamaan Al-Qur’an serta manfaat dari membaca Al-Qur’an tentu saja diri kita menjadi lebih terpacu dalam mengamalkan praktek membaca Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Namun, bagi sebagian umat Islam masih ada yang merasa berat sebab belum terbiasa melaksanakan kegiatan one day one juz. Oleh karena itu, mari simak beberapa tips yang bisa diterapkan untuk membiasakan kegiatan one day one juz :

  1. Ketahui Keutamaan dan Manfaat Membaca Al-Qur’an

Telah ditetapkan Allah SWT bahwa Al-Qur’an merupakan anugerah bagi umat manusia dan barangsiapa yang membacanya, maka akan diberikan kepadanya pahala minimal 10 kebaikan, apabila dibaca dengan bersungguh-sungguh dan tidak riya’. Untuk manusia yang berpikir hal ini merupakan keuntungan yang sangat berlipat ganda di mana saat membaca akan memperlancar bacaan, mendekatkan diri dengan sang pencipta, menalar solusi dari berbagai masalah yang sudah pernah terjadi melalui berbagai kisah di dalam kitab suci Al-Qur’an.

  1. Tekadkan Niat & Luruskan Tujuan

Semua kegiatan bermula dari niat yang kuat. Usaha yang dilakukan tanpa niat dan tujuan yang jelas tidaklah akan bertahan lama. Niat yang ada di dalam hati dengan tujuan yang dibuat untuk memotivasi diri dapat menumbuhkan dasar pemikiran untuk membuat hati dan jiwa rindu akan membuka dan membaca lantunan ayat suci Al-Qur’an walau hanya sebaris.

  1. Sedikit tapi Rutin

Merubah kebiasaan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kegiatan yang tidak biasa dilakukan, kemudian dilaksanakan secara besar-besaran dalam kurun waktu yang singkat tidak akan mampu bertahan dengan waktu yang lama. Seperti pada manusia umumnya yang tidak terbiasa membaca Al-Qur’an pada kesehariannya, lalu esok harinya ia membaca 3 Juz dalam sehari. Hal ini membuat orang itu lelah dan malas untuk mengulang pembacaan Al-Quran untuk hari-hari berikutnya.

  1. Membaca Al-Qur’an Setelah Shalat

Sesibuk apapun pekerjaan sehari-hari, shalat merupakan hal yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Jika diperhatikan setiap Al-Qur’an memiliki interval 10 lembar disetiap Juz-nya dan umat Islam memiliki kewajiban melaksanakan 5 waktu shalat wajib. Dengan begitu, dapat dibiasakan bagi para pemula untuk membaca 2 lembar seusai melaksanakan shalat wajib. Sehingga, dapat tujuan one day one juz dapat diwujudkan secara teratur dan perlahan.

  1. Luangkan Waktu

Terkadang kita lebih sering mendengar bahwa bacalah Al-Qur’an disaat waktu luang, daripada berusaha meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an. Tanpa disadari, hal tersebut membuat diri menjadi seolah-olah memiliki alasan untuk mengabaikan kegiatan membaca Al-Qur’an dalam aktivitas sehari-hari, padahal kita mempunyai waktu 24 jam per hari. Jadi, cobalah investasikan waktu sekitar 1 jam saja per hari untuk kebaikan dunia dan akhirat melalui agenda membaca Al-Qur’an.

Berikut merupakan beberapa hal yang mungkin membantu dalam menerapkan program one day one juz. Semoga saja kita dapat menerapkan program tersebut dan menjadikan hal ini sebagai kebiasaan dalam menjalani keseharian. (Anggi & Ika)

Editor : Cynthia Ramadhan

Categories
Berita Features

Catatan Sesosok Soe Hok Gie dengan Realitas Mahasiswa Zaman Sekarang

Ilustrasi : Max

Kini bangsa kita dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang begitu pelik, orang-orang sibuk berkaca ria dengan dirinya, bergumul dengan manusia-manusia individualis yang hanya mementingkan eksistensi semata demi dipandang sebagai manusia yang bergelar. Lalu, siapa gerangan yang mampu mengangkat beban bangsa ini? Ketika pertanyaan ini terlintas di pikiran kita maka dengan otomatislah pikiran kita sendiri yang menjawab bahwa para pemuda lah yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa ini.

Pemuda, orang-orang yang hidupnya penuh dengan gejolak; mereka dibakar dengan hasrat di dalam diri, maka kini di tengah berbagai permasalahan di bangsa ini, merekalah sebenarnya yang mampu memberi jawabatan atas apa yang dihadapi bangsa ini.

CITA-CITA

Saya mimpi tentang sebuah dunia

Dimana ulama, buruh, dan pemuda

Bangkit dan berkata, “stop semua kemunafikan! Semua pembunuhan atas nama apapun!”

Dan para politisi di PBB sibuk mengatur pengangkutan gandum, beras, dan susu

Buat anak-anak yang lapar di tiga benua dan lupa akan diplomasi

Tak ada lagi rasa benci pada siapapun, agama apapun, ras dan bangsa apapun

Dan melupakan perang dan kebencian

Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia yang lebih baik

Tuhan, saya mimpi tentang dunia tadi yang tak akan pernah datang

28 Oktober 1968

Tulisan di atas merupakan satu dari sekian banyak untain demi untain mimpi seorang mahasiswa demonstran bernama Soe Hok-Gie dalam catatan hariannya. Hidupnya tak pernah lepas dari buku, kegemarannya pada dunia literasi dan sastra menjadikan dirinya sebagai penulis yang begitu lihai.

Soe Hok Gie, ia merupakan seorang intelektual yang berprinsip tidak mengejar kekuasaan, tetapi mencanangkan kebenaran dan bersedia menghadapi ketidakpopuleran. Sebab baginya ada sesuatu yang lebih besar dari semua itu, yaitu kebenaran itu sendiri.

Gie adalah seorang cendekiawan muda yang memiliki intelektualitas merdeka, dirinya pun disebut-sebut sebagai potret semesta mahasiswa, Gie lahir pada 17 desember 1942, ketika dunia berada ditengah puncak perang dingin kedua dan indonesia masih dalam proses perjuangan menuju kemerdekaan di bawah kependudukan jepang.

Kemampuan dirinya untuk paham tentang sejarah, politik, dan ilmu sosial lainnya membuat ia tumbuh menjadi pemuda yang kritis. Kritik-kritik kerasnya terhadap pemerintah tak ayal juga mengasah kesadaran berdemokrasi agar setiap lapisan masyarakat indonesia memahami masalah di negaranya. Pada saat itu, kesadaran pemuda untuk berdemokrasi begitu minim, pun Indonesia juga baru saja bebas dari belenggu para penajajah, akan tetapi ia menilai kesadaran berdemokrasi merupakan bibit penting untuk menghadapi permasalahan bangsa ini ditambah pada saat itu hanya sedikit orang yang berani berteriak menentang segala kemunafikan,”Kita seolah-olah merayakan demokrasi, tetapi memotong lidah orang-orang yang berani menyatakan pendapat mereka yang merugikan pemerintah.”

            Berjalannya waktu setelah rezim Orde Lama runtuh, maka lahirlah rezim Orde Baru. Pada saat itu api gejolak mahasiswa begitu tinggi, mereka begitu sigap mengkritisi kebijakan-kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat maka dikala itu pula rezim Orde Baru bersiasat untuk melunturkan semangat idealisme mahasiswa. Mereka bersiasat dengan memberikan jabatan kepada para mahasiswa yang begitu lantang berteriak mengkritisi pemerintah, pemerintah dikala itu memberikan hadiah dengan disediakannya kursi DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong-Royong), serta menjadi penjabat pemerintahan. Tentu saja seorang Gie tak lekas tinggal diam, dia memberikan hadiah ‘Lebaran-Natal’ kepada 13 perwakilan mahasiswa yang duduk di DPR-GR. Isinya berupa pemulas bibir, cermin, jarum dan benang disertai surat terlampir yang berisi kumpulan tanda tangan.

Yang Terhormat

….

Bersama surat ini kami kirimkan kepada Anda, saudara kami yang terhormat, yang dapat membuat diri kalian lebih menarik di mata penguasa dan rekan-rekan sejawat Anda di DPR-GR

Bekerjalah dengan baik, hidup Orde Baru!

Nikmatilah kursi Anda dan tidurlah yang nyenyak!

Teman-teman Mahasiswa anda di Jakarta dan ex-demonstran ‘66

Gie dengan vocal serta keberanian tentu saja menentang kebijakan-kebijakan pemerintah yang melenceng itu, ia juga menilai banyak para pejabat di pemerintahan yang hanya mementingkan perut mereka sendiri, mereka membiarkan rakyat duduk diam telanjang di rumah dengan lapar sedangkan mereka berpesta ria dengan gadis-gadis mereka, didalam kesehariannya sendiripun ia sering memberikan kesadaran kepada teman-temannya yang kala itu tergabung di Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) untuk senantiasa hidup menjadi manusia yang merdeka dipenuhi idealisme serta menjadi manusia-manusia yang non-kompromis, ia menilai ketika para mahasiwa dan pemuda menjadi kompromi maka buang saja jauh-jauh idealisme mereka dengan mengatakan bahwa,”Ketika dia kompromi dengan situasi yang baru. Lupakan idealisme dan ikut arus. Bergabunglah dengan grup yang kuat (Partai, Ormas, ABRI, dan lain-lainnya) dan belajarlah teknik memfitnah dan menjilat. Karir hidup akan cepat menanjak. Atau kalau mau lebih aman kerjalah di sebuah perusahaan yang bisa memberikan sebuah rumah kecil, sebuah mobil atau jaminan-jaminan lain dan belajarlah patuh dengan atasan. Kemudian carilah istri yang manis. Kehidupan selesai.”

            Kehidupannya begitu heroik, begitu banyak orang-orang yang mengagumi dirinya serta keberaniannya menentang segala yang tanda tanya, tanggal 16 Desember 1969 ia menghembuskan nafas terakhirnya di Gunung Semeru di umurnya yang begitu muda, 26 tahun. Ia abadi di puncak Gunung Semeru, namanya tercatat di sejarah bangsa Indonesia sebagai pemuda yang merdeka. Ia pernah menuliskan

Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Berbahagialah mereka yang mati muda.”

            Maka di era saat ini, dimana banyak panggung publik dikuasai oleh siapapun baik entertainer, youtuber, bahkan politikus sekalipun. Kita para pemuda sekarang ini begitu dilema untuk mencari sosok figur idealis yang dapat dijadikan sebagai Patron dalam menjalankan kehidupan. Kini banyak dari golongan mahasiswa yang terjebak dalam menentukan sosok figur mereka sehingga mereka menjadi manusia-manusia yang hanya mengikuti trend belaka. Untuk itu sudah seharusnya kita sebagai pemuda melek terhadap permasalahan bangsa ini serta mampu mengarahkan kehidupan bangsa ini. Karena yang dapat dilihat sekarang mahasiswa hanya duduk diam dirumah memainkan gawai mereka dan lupa akan jalannya hidup.

Dari sekian banyak pesan serta perjuangan Soe Hok Gie yang berbekas hingga kini, ia hanya meminta kepada para mahasiswa sebagai agent of change dan merupakan titik tumpuan bangsa ini untuk memiliki keteguhan dalam berprinsip dan berani dalam bersikap itulah bekal utama dalam menyuarakan kebenaran dan menghadapi sesuatu yang tanda tanya.

Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah, agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi ‘manusia-manusia yang biasa’. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai manusia normal, sebagai seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemuda dan sebagai seorang manusia.”

Soe Hok Gie

(Yodi Agam)

Editor : Jamaludin Darma

Categories
Berita Featured Features Hobi Tulisan

Membaca Buku Itu Membosankan? Tidak Lagi Jika Kamu Tahu Tips Ini!

Cover by team Grafis/Perspektif

Darussalam – “Buku adalah jendela dunia. Buku adalah gedung ilmu” Begitulah pepatah yang sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari. Buku merupakan sumber informasi, berbagai hal seperti ilmu pengetahuan, ekonomi, sosial, budaya, politik maupun aspek-aspek kehidupan lainnya dapat kita temukan di dalam buku. Dan juga, membaca disebut sebagai “a change of life”.

Artinya membaca dapat mengubah pola pikir dan wawasan seseorang. Tentu banyak sekali manfaat yang didapat dari membaca buku, diantaranya seperti mempertajam gagasan, meningkatkan kecerdasan, mengurangi stres, meningkatkan kualitas memori, meningkatkan hubungan sosial, meningkatkan konsentrasi dan dapat menstimulasi mental.

Sayangnya, masih banyak yang mengeluh bahwa membaca itu membosankan, sulit fokus saat baca, hingga sering merasakan kantuk.

Sebenarnya, merasa jenuh ataupun mengantuk akibat membaca adalah sesuatu yang wajar. Sebagian besar buku memiliki latar belakang putih dengan tulisan hitam. Warna yang kontras ini membuat mata sulit untuk merespon.

Kondisi tubuh yang lelah dan pencahayaan yang kurang juga dapat menyebabkan seseorang mudah mengantuk saat membaca buku. Lalu bagaimana caranya agar tidak mudah bosan atau mengantuk saat membaca buku?

Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan agar kegiatan membaca tidak menjadi suatu hal yang membosankan berdasarkan pengalaman pribadi penulis.

  1. Pilih Waktu Membaca yang Tepat

Membaca memang paling tepat dilakukan ketika tubuh dan pikiran dalam keadaan segar dan siap untuk berpikir. Pagi hingga sore hari merupakan waktu yang paling tepat untuk membaca. Sedangkan, membaca pada saat malam sebelum tidur justru akan membuat kita mengantuk, karena tubuh sudah dalam keadaan lelah sehingga otak akan memerintahkan mata untuk beristirahat.

  1. Ciptakan Suasana yang Nyaman

Suasana yang nyaman akan membuat kegiatan membaca jauh lebih menyenangkan. Carilah suasana yang tenang seperti kamar ataupun perpustakaan. Pencahayaan juga memegang peranan penting, cahaya yang digunakan untuk membaca harus pas, tidak kurang dan tidak lebih. Kurang cahaya dapat membuat mata bekerja lebih keras, sedangkan cahaya yang berlebih akan menyebabkan mata menjadi silau. Kondisi ini dapat membuat mata menjadi mudah lelah, bahkan dapat merusak kesehatan mata.

  1. Memberikan Jeda Waktu

Daripada berfokus pada membaca habis sekaligus dalam waktu yang panjang, cobalah beri jeda waktu sejenak, dengan kamu memberi jeda dalam kegiatan membaca, kamu sebetulnya sedang mengevaluasi atas apa yang telah kamu baca, proses pemahaman kamu pun akan menjadi lebih efektif dan juga di saat jeda, kamu bisa mencari tahu istilah yang mungkin terdengar asing dari apa yang kamu baca.

  1. Menentukan Tujuan Membaca Buku Demi Mendapatkan Hasil yang Optimal

Tentunya seorang pembaca yang baik ialah mereka yang membaca buku dengan tujuan dan maksud tertentu agar tercapai apa yang diinginkan. Karena, jika seorang pembaca buku tidak tahu tujuan membaca, maka sama saja seperti seorang pengembara yang tak tahu arah.

  1. Memahami Gambaran Besar Isi Buku

Sebelum kita tenggelam dalam membaca, hal yang penting untuk kita lakukan terlebih dahulu ialah mengetahui seluruh gambaran buku tersebut agar nantinya kita dapat berkosentrasi dalam membaca sehingga kita tenggelam dalam nikmatnya membaca buku.

  1. Menjadi Pembaca yang Aktif

Beberapa pembaca buku terlalu buru-buru dalam membaca, sehingga mereka tak menemukan jawaban yang terlintas di pikiran pada saat ingin mulai membaca buku. Oleh sebab itu, haruslah kita menjadi seorang pembaca yang aktif dengan berdialog pada buku tersebut, sehingga kita akan menemukan jawaban yang kita pertanyakan.

  1. Tandai Hal-hal Penting yang Telah Dibaca

Ini merupakan hal utama yang harus dilakukan dalam membaca buku. Karena setalah kita membaca buku, terkadang kita ingin mengulas kembali inti dari bacaan kita dengan menandai poin-poin penting di dalam buku tersebut. Sehingga nantinya hal ini akan mempermudah kita untuk mendapatkan intisari dari bacaan kita.

Itulah beberapa tips yang seharusnya kita lakukan ketika hendak membaca buku. Dengan banyak membaca, maka dapatlah kita berbincang dengan tokoh-tokoh dunia melalui sekumpulan tulisan di setiap lembaran buku. Dan hal yang harus diketahui kaum muda sekarang ialah bahwasanya para founding fathers kita, mereka selalu senantiasa membaca buku dengan disiplin.

Hal itu yang mempu membuat mereka begitu hebat dengan segala wawasan dan pengalaman mereka. Tidak ada orang hebat di dunia ini yang hidupnya jauh dari buku, dan buku adalah teknologi tercanggih yang pernah ditemukan oleh manusia.

“Membaca buku-buku yang baik berarti memberi makanan rohani yang baik.” – BUYA HAMKA (Salsa & Yodi/Perspektif)

Categories
Featured Features Hobi Tulisan

Kenalan Yuk Sama Sosok Tokoh Nasional & Aktivis Buku Kece!

Cover by team Grafis/Perspektif

Darussalam – Membaca merupakan suatu aktivitas sederhana yang dapat memberikan segudang manfaat. Dengan membaca, kemampuan berpikir manusia akan semakin berkembang. Buku menjadi salah satu media yang menyajikan berbagai bahan bacaan, mulai untuk kalangan belia hingga orang dewasa. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka semakin lengkap pula informasi yang tersedia dalam sebuah buku.

Dewasa ini, rasanya minat membaca di kalangan muda-mudi semakin surut, seakan kegiatan membaca buku mulai kalah pamor dengan hiburan yang ditawarkan oleh gadget. Dilansir dari website kominfo.go.id mengungkap fakta bahwa UNESCO menyebutkan minat baca masyarakat di negeri kita tercinta sangatlah rendah. Menurut data UNESCO, Indonesia berada pada urutan kedua dari bawah perihal literasi dunia dengan persentase 0,001%.

Wah, sangat disayangkan bukan?

Seharusnya kegiatan membaca tak boleh diburamkan begitu saja. Terkhususnya untuk generasi muda penerus bangsa, harus tertanam minat membaca buku di dalam raga. Jangan mau kalah dengan tokoh nasional yang satu ini, Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie nama lengkapnya.

Siapa yang tak kenal dengan beliau, yang juga menyandang julukan sebagai “Bapak Teknologi”. Lahir di Kota Pare-Pare, pada 25 Juni 1936 dari pasangan Alwi Abdul Djalil Habibie dan Tuti Marini Poespowardojo. B.J. Habibie merupakan sosok yang sedari kecil digambarkan sebagai anak dengan rasa ingin tahu yang begitu besarakan segala hal. Atas dasar itulah, beliau tumbuh besar dengan rajin melahap buku-buku sebagai ‘asupannya’.

Laki-laki yang juga pernah menjadi orang nomor satu di Indonesia ini, diketahui memiliki perpustakaan dengan ukuran yang besar di kediamannya. Bahkan hingga akhir hayatnya, Alm. B.J. Habibie tak hanya lekat dengan julukan tersebut, tetapi juga dikenal sebagai sosok yang sangat cerdas dan gemar membaca. Maka dari itu, sosok satu ini patut dijadikan tauladan untuk terus menggali ilmu pengetahuan melalui membaca buku agar cakrawala semakin terbuka.

Eits, enggak sampai situ aja…

Ada salah satu aktivis yang giat dalam membaca serta mengajak anak-anak zaman sekarang untuk membaca buku,yaitu Najwa Shihab. Aktivis yang dikenal sangat kritis dalam menanggapi setiap kasus yang terjadi di Indonesia ini dinobatkan sebagai Duta Baca Indonesia dan ternyata oh ternyata ini sudah dijalani Najwa selama lima tahun terakhir.

Di kutip dari iNews “Insya Allah tahun 2020 saya dan Perpusnas bisa memaksimalkan kegiatan untuk menyasar generasi muda dan akan bergerak kebanyak daerah serta menebarkan kecintaan generasi muda terhadap literasi,” Ujarnya.

Perkembangan buku yang dari zaman ke zaman ini juga dapat kita lihat lho pergerakannya, zaman yang kian hari kian canggih dengan teknologi terbaru tentu akan membuat kemudahan bagi yang sangat mencintai buku maupun yang baru mulai menyukai membaca.

Ini dapat dilihat dari diterbitkannya aplikasi Google Playbook dan Gramedia Digital yang tentu di dalamnya sudah terverifikasi dari penulis buku sendiri. Aplikasi ini cocok banget untuk yang keberatan kalau lagi bawa buku tebal-tebal. Tapi bukan berarti disediakan aplikasi itu malah membuat kita jadi enggan untuk datang lagi ke perpustakaanya sobat. Di perpustakaan kita bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih dalam lho.

Mulai saat ini, jadilah sosok cerdas dengan sejuta referensi, buah hasil dari kegemaran membaca buku. Ada proses yang dilewati untuk mewujudkannya, berawal dari tulisan di secarik kertas untuk dibaca hingga menjadi terbiasa. Sudah saatnya kita hidupkan kembali minat membaca yang akhir-akhir ini sedikit lesu.

“Saya percaya cuma perlu satu buku untuk jatuh cinta pada membaca. Cari buku itu, mari jatuh cinta!”-Najwa Shihab. (Rauzatul & Jihan/Perspektif)

Categories
Featured Features Hobi Tulisan

Band Under South Korean? Day6 the answer, si #SobatAmbyar!

Cover by team Grafis/Perspektif

Perspektif – Apa yang terlintas dibenak mu bila mendengar kata ‘Korea Selatan’? Drama? Oppa? Boyband? Atau Hyung? Siapa sih yang tidak asing lagi dengan negara Korea Selatan? Semua orang tau bahwasannya Korea Selatan cukup mendunia, baik di dunia serial televisi atau drama, film, musik, bahkan hingga aspek kulinernya yang terkenal unik.

Mungkin sekarang lagi ramai-ramainya nih drama bergenre family dan romance, yakni The World of the Married. Kalau kata netizen sih, “Pada waktunya, semua akan ke-korea-an,” terlebih Arief Muhammad atau Pocongggggg, Joshua, dan masih banyak artis Indonesia lainnya yang sudah merasa teracuni dengan suguhan drama negeri Ginseng tersebut.

Berbanding terbalik dengan hal di atas, sangat disayangkan masih banyak orang awam yang ada di Indonesia tidak menyukai, bahkan menghina Korea Selatan dengan sebutan negara Plastik, hal ini tak luput dari stigma yang mengatakan bahwa rata-rata orang sana melakukan operasi plastik.

Padahal urusan mereka untuk melakukannya, toh tidak merugikan dengan meminta kita menanggung biaya operasinya yakan? Ayo lebih chill out untuk tidak mengurusi urusan orang lain, Hyung. Malah kita bisa memilih untuk melewati atau mengabaikan tentang Korea, dengan tidak menghina. Selesai bukan urusan?

Oke, mari kita bahas sesuatu yang tidak banyak diketahui orang luar. Tahukah bahwa di Korea Selatan tidak hanya semata-mata ada Boy/Girl group seperti Girls Generation atau Super Junior loh. Disana juga ada band, malah gak cuman lelaki saja, ada yang perempuan juga. Keren gak sih?

Perkenalkan ada Honesty, Lunafly, Royal Pirates, CN Blue, FT Island, N.Flying, Day6, dan masih banyak lagi lainnya! eits, tapi disini kita bakalan membahas salah satu band yang telah menjadi #SobatAmbyar bagi para fans K-Popers, yakni Day6.

Let me guide you.

Day6 adalah band satu-satunya bentukan dari agency JYP Entertainment, yang mana ada artis lainnya bernaung dibawahnya, seperti 2PM dengan lagu hits ‘Put Your Hands Up’, Wonder Girls dengan ‘Nobody’ yang diparodykan oleh Sule dan Andre, TWICE dengan ‘TT’ yang membuat para remaja lelaki tergila-gila, dan masih banyak artis lainnya.

Debut pada 7 September 2015 dengan lagu pertama mereka The Day, Day6 awalnya mempunyai 6 anggota member, namun setelah tahap Pra-debut, menyisihkan tinggal 5 anggota saja, yakni ada Sungjin dengan posisi leader, vokalis utama, dan gitaris, lalu ada Wonpil sebagai vokalis juga serta memainkan keyboard, Young K dengan posisi bassis, vokalis sekaligus rapper, Jae dengan posisi sebagai gitaris utama, vokalis dan rapper, dan Dowoon si drummer yang dapat mencuri hati.

Apa bagusnya sih band Day6?

Jangan salah, Hyung. Lagu-lagu yang ditulis, dinyanyikan, diaransemen dengan sendirinya membuat Day6 cukup bertalenta, ditambah dengan cara mereka memainkan alat musik dipanggung dapat mengguncang pesta.

Ohya, di Korea Selatan, mereka yang berprofesi sebagai artis tak semata-mata menjual wajah saja lo. Mereka juga dituntut harus bertalenta, pintar, dan harus mempunyai nilai lebih dari dirinya.

Tak jarang artis Korea mengalami tekanan batin atau gangguan pada dirinya karena lingkungan sekitar serta tuntutan yang terlalu besar. Sangat disayangkannya, JYP Entertainment baru-baru ini memberikan kabar yang kurang mengenakkan.

Agency Day6 itu memutuskan untuk mengistirahatkan artis mereka atau sebutannya Hiatus dari dunia entertainment dalam sementara waktu hingga pemulihan kesehatan mental sang artis. Tapi sebelum rehat, Day6 sudah comeback dengan album Demon, beserta beberapa lagu didalamnya yang sukses membuat fansnya melepas kerinduan akan musik mereka.

Tidak hanya Demon dengan Zombie, masih banyak lagu Day6 yang sukses meng-ambyar-kan suasana hati bila kita pahami lirik versi englishnya. Mari kita berkenalan dengan beberapa lagu Day6 sebagai obat untuk #SobatAmbyar;

Congratulations. Ini lagu yang paling ambyar bagi para MyDay, sebutan untuk fans Day6. Bercerita tentang perasaan seorang pria yang tengah bersedih namun berusaha untuk selalu tegar setelah ditinggalkan kekasihnya. Bukannya membenci mantan kekasihnya, Ia malah memberikan ucapan selamat pada sang mantan, karena telah berhasil move on dan menemukan yang baru.

Letting Go. Lagu ini menceritakan pengorbanan seorang pria demi kebahagiaan sang kekasih, dengan cara rela meninggalkan wanita yang dicintainya. Lirik yang emosional menyatakan bahwa meskipun Ia sebenarnya masih mencintai kekasihnya tersebut, Ia tidak ingin menjadi penghambat bagi kebahagiaan kekasihnya.

I Wait. Salah satu lagu pembuka bagi album Day6 yang bertajuk ‘Every Day6’ adalah yang mengusung genre pop rock electro. Lagu ini mengingatkan para pendengar dengan musik band rock Jepang, One Ok Rock.

I Wait sendiri menceritakan seorang pria yang lelah berada didalam suatu hubungan dengan wanita yang disukainya namun tidak ada kejelasan, atau Hubungan Tanpa Status mungkin ya. Dengan lagu ini, Ia mengharapkan wanita tersebut memberikan kejelasan atas hubungan yang terjalin.

How Can I Say. Mungkin nada dalam lagu ini terdengar seperti soundtrack dalam anime Jepang. Musik yang ditemani oleh beat suara drum dan gitar, menjadi hal yang paling mengena saat mendengarkan lagu tersebut. Instrumen yang cukup menghentakan khas ciri band rock ini, dibuat dengan video klip yang sederhana―justru membuat MyDay lebih fokus untuk menikmati lagunya.

All Alone. Tak melulu soal cinta, Day6 menuangkan sebuah lagu dengan rasa kesepian yang selalu dirasakan oleh anak muda, dibuatkan secara akustik serta emosional yang ditanamkan―sukses membuat para MyDay tenggelam didalamnya. “Aku berharap ada yang menyambutku saat pulang, dan mengatakan bahwa aku telah bekerja keras,” demikian sebaris arti lirik lagu ini.

I’m Serious. Day6 berani mengeksplor kemampuan mereka dengan merilis lagu yang berbeda. Bila biasanya Day6 hadir dengan lagu bernuansa rock, maka berbeda dengan lagu ini, yang lebih terdengar sangat easy listening sehingga cocok dinikmati saat musim semi. Dengan nada yang ceria dan lebih santai, video klipnya juga terihat sangat ceria dan santai karena mengajak para penonton menikmati keindahan laut.

Dan lagu yang paling ambyar serta paling diagung-agungkan oleh MyDay jatuh pada You Were Beautiful. Musik Video ini menjadi sekuel dari kisah dalam lagu Congratulation, lagu ini sendiri bercerita mengenai sepasang kekasih yang sudah putus.

Dengan menggunakan sudut pandang si wanita setelah berselingkuh. Wanita yang ada di dalam MV tesebut terlihat sedang melihat foto dan video kenangan bersama sang mantan. Ditambah lirik lagunya menggunakan sudut pandang sang pria yang belum bisa melupakan kenangan mereka.

Terakhir ada lagu Love Me Or Leave Me dalam album Demon serta lagu Zombie sebagai lagu utama comeback-nya Day6 di tahun 2020. Dari judulnya saja sudah terbaca ya, cintai aku atau tinggalkan aku. Masih dengan sudut pandang sang pria, Ia sedang merasakan ke-putus-asa-an terhadap sang kekasih, mengenai hubungannya.

Tak hanya lagu yang disebutkan tadi saja yang sukses membuat Ambyar, namun masih banyak lagi. Penasaran? Yuk kepo’in lebih lagi Day6!

“Hidup akan lebih tenang, bila menghargai satu sama lain dengan tidak menghina selera lagu, film, makanan, minuman orang lain―yang memiliki perbedaan dengan kesukaan kita. Memiliki perbedaan dalam hal kesukaan, bukan berarti dia memiliki selera yang buruk atau dibawah standar kita. Bukankah seharusnya perbedaan itu menyatukan? Bukan malah memisahkan.” (Vanna/Perspektif)

Editor: Jamaludin Darma

Categories
Featured Features Kampus mahasiswa Tulisan

Zoom Terindikasi Tidak Aman, Berikut 5 Platform yang Dapat Digunakan untuk Kuliah Online

Ilustrasi : team Grafis/Perspektif

Darussalam – Sistem perkuliahan berubah sejak adanya pandemi covid 19 ini. Yang awalnya kita bisa bertatap muka secara langsung kini harus secara online karena adanya peraturan untuk melakukan Pyshical distancing. Untuk mendukung perkuliahan secara online para dosen lantas meminta mahasiswanya untuk mengunduh aplikasi konferensi yang direkomendasikannya.

Salah satu aplikasi yang sering digunakan adalah Zoom. Popularitas Zoom melesat sejak diberlakukannya pyshical distancing. Namun, tempo hari Zoom dilanda isu keamanan, karena belakangan diketahui aplikasi tersebut tidak memiliki enkripsi end-to-end. Hal tersebut memungkinkan pesan atau informasi yang disampaikan lewat Zoom berpotensi dicuri atau disadap oleh peretas. Oleh karena itu banyak orang mulai membatasi penggunaan Zoom.

Nah, Selain Zoom ada beberapa aplikasi yang juga sering digunakan dalam kuliah online. Berikut merupakan 5 aplikasi alternatif pengganti Zoom.

1. Google Meet

Google Meet (Hangouts Meet/Meet) adalah salah satu aplikasi atau software yang dapat dimanfaatkan untuk tetap produktif dalam bekerja atau belajar meski dilakukan dari rumah. Google Meet memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan video dengan 30 pengguna lainnya per pertemuan. Dengan kata lain, Google Meet bisa menjadi media alternatif untuk bersosialisasi dengan teman atau bahkan melakukan Kuliah online. Selain itu, undangan meeting yang dibuat dari aplikasi tersebut juga dapat diakses melalui tautan dan kode rapat yang dikirimkan, serta nomor telepon jika tersedia. Menariknya lagi, aplikasi ini juga dapat dinikmati melalui perangkat seluler, baik itu iOS maupun Android.

2. Google Classroom

Google Classroom adalah bagian dari G Suite for Education yang juga hadir dalam versi aplikasi seluler. Untuk menggunakannya, pengajar dan murid wajib memiliki akun Google agar saling terhubung. Google Classroom memungkinkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih produktif dan bermakna dengan menyederhanakan tugas, meningkatkan kolaborasi, dan membina komunikasi. Pengajar dapat membuat kelas, memberikan tugas, mengirim masukan, dan melihat semuanya di satu tempat. Yang tak kalah penting, Google Classroom terjangkau dan aman serta disediakan gratis untuk sekolah, lembaga nonprofit, dan perorangan serta tidak berisi iklan dan tidak pernah menggunakan konten pengguna atau data siswa untuk tujuan periklanan. Google classroom dapat diakses menggunakan internet dengan browser apapun.

3. Skype

Skype adalah aplikasi milik Microsoft yang dapat menampung 25 orang untuk bertatap muka secara online dalam satu kali panggilan. Skype dapat diakses melalui beragam perangkat, termasuk komputer (PC atau Laptop), Smartphone, hingga televisi yang memiliki fasilitas pendukung. Selain dapat melakukan panggilan video jarak jauh, Skype juga menyediakan media percakapan berbasis teks secara individu maupun grup. Skype juga mendukung layanan panggilan suara berbayar ke nomor ponsel maupun telepon rumah.

4. Cisco webex

Aplikasi ini mungkin jarang didengar, namun aplikasi ini seringkali digunakan oleh sejumlah perusahaan besar. Aplikasi berbasis panggilan video ini memiliki jumlah maksimal peserta panggilan hingga 100 orang. Namun jumlah tersebut bervariasi tergantung paket langganan apa yang digunakan. Fitur di aplikasi Cisco Webex mencakup screen sharing, dukungan Google Assistant dan Google Home Hub, fitur papan virtual untuk menggambar, fitur pengunggah dokumen, hingga fitur untuk merekam percakapan video. Aplikasi ini bisa dijalankan dengan menggunakan perangkat personal dan mobile seperti Smartphone, PC, Laptop, Notebook, dan PC tablet selama masih ada dalam jangkauan jaringan internet.

5. Google Duo

Duo merupakan apikasi besutan Google yang sudah hadir sejak tahun 2016 silam. Aplikasi ini bisa diakses melalui tablet, website, Android, dan iOS. Google Duo memungkinkan pengguna melakukan video call secara pribadi atau grup yang maksimal hingga 12 partisipan. Oh iya, pengguna juga bisa meninggalkan pesan video jika orang lain tidak menjawab telepon kita.

Nah, sampai saat ini kalian sudah pakai yang mana saja nih? (Aufar & Fahmi / Perspektif)

Editor : Jamaluddin Darma

Categories
Berita Featured Features Hobi

Check List Rekomendasi Anime untuk Temani Karantina-mu! ナイト!

Ilustrasi : team Grafis/Perspektif

Konnichiwa! O genki desu ka? Semoga baik-baik saja, ya. Gimana, udah mulai bosen di rumah? Semoga enggak ya. Masa karantina gini kamu bisa upgrade skill lho di rumah, pelajarin hal-hal baru yang kamu pengen kuasai atau hal-hal baru yang selama ini enggak sempat untuk kamu lakukan.

Kalo kemarin kita udah ngebahas tentang “Film Gagal Tayang di Tahun 2020” karena virus Covid-19, kali ini persfe bakal ngerekomendasiin Film Anime dari Ghibli Studios, nih. Semoga bisa bantu kamu untuk ngehilangin rasa bosan di rumah ya!

Studio Ghibli sendiri merupakan sebuah studio film animasi yang berbasis di KoganeiTokyoJepang. Film-film anime yang diproduksi studio ini mengandung unsur-unsur provokatif, imajinatif, emosional dan telah mendapatkan pujian yang luas dari seluruh dunia. Didirikan pada tahun 1985, Studio Ghibli dipimpin sutradara ternama Hayao Miyazaki bersama dengan rekannya yang juga pembimbingnya, Isao Takahata.

Lanjut, tanpa memperpanjang kata, ini dia 5 Film Studio Ghibli terbaik versi persfe:

  1. Spirited Away

Film ini menceritakan sebuah kisah tentang seorang anak perempuan bernama Chihiro bersama kedua orangtuanya yang masuk ke dalam dunia lain. Chihiro berusaha keras menyelamatkan kedua orangtuanya yang berubah menjadi babi. Disebuah jembatan Chihiro bertemu dengan seorang anak yang bernama Haku yang memintanya untuk segera pergi meninggalkan tempat tersebut sebelum hari gelap.

Sen berusaha menyesuaikan diri dengan kehidupannya sekarang. Yubaba memberikan tugas pertama kepada Sen yaitu melayani pelanggan arwah bau penuh dengan lumpur yang merupakan dewa sungai yang sangat kaya. Sen berhasil melakukan tugasnya dengan bantuan Kaonashi (No face) mirip arwah yang selalu mengikuti Sen.

Di pemandian, Haku meminta janji Yubaba untuk membebaskan Chihiro dan kedua orangtuanya. Yubaba memberikan syarat kepada Chihiro untuk menebak mana orangtuanya dari sekumpulan babi.

Penasaran sama kelanjutannya? Ayo nonton film nya, ya.

  1. My Neighbor Totoro

Totoro mungkin jadi salah satu ikon film Ghibli yang cukup terkenal.

Film ini menceritakan tetang keluarga Kasukabe Tatsuo, yang baru saja melakukan perjalanan menuju kerumah tua di pedesaan yang merupakan rumah baru mereka, bersama dengan kedua anak perempuannya, bernama Kusakabe Satsuki dan adiknya Kusakabe Mei, tujuan kepindahan mereka tak lain agar lebih dekat dengan rumah sakit tempat istrinya, Yasuko berobat.

Dan ketika mereka sampai dirumah tua tersebut mereka melihat terdapat pohon Camphor yang sangat besar didekat rumah mereka. Nah di dalam pohon ini bakal ada sesuatu yang bakalan jadi tokoh utama di film ini, penasaran dia siapa? Film ini wajib banget masuk list film yang harus kamu tonton, lho.

  1. Princess Mononoke

Cerita berawal dari sebuah desa bernama Emishi yang tiba-tiba diserang oleh iblis berbentuk babi hutan bernama Nago. Pemimpin desa tersebut, Ashitaka (Yōji Matsuda) berhasil mengalahkannya, tapi tangan kanannya mendapatkan kutukan setelah diserang Nago. Sesuai petunjuk dukun setempat, Ashitaka diminta pergi ke arah barat untuk melepaskan kutukan yang telah mengenainya.

Bersama dengan rusa tunggangannya, Yakkuru, Ashitaka memulai pengembaraannya menuju hutan yang dikuasai oleh Shishigami atau “dewa rusa”. Sebab diketahui hanya dialah yang mampu membantu Ashitaka. Dalam pengembaraannya, ia juga mencari penyebab mengamuknya Nago.

Perlu diketahui bahwa “Mononoke” hanyalah julukan yang disematkan oleh Eboshi Gozen kepada San (Yuriko Ishida), putri dari dewa serigala bernama Moro (Akihiro Miwa). Kata “Mononoke” berasal dari dua huruf kanji yang jika dibalik menjadi kaibutsu atau berarti “monster”.

Meskipun menceritakan 3 cerita yang berbeda, namun kita bisa memahami dengan mudah konflik yang ada di dalam ceritanya, tidak ada hal yang berbelit-belit untuk diceritakan semuanya memiliki tujuan untuk disampaikan kepada para penontonnya.

  1. Howl’s moving castle

Film ini bercerita tentang Sophie yang mana adalah pembuat topi berusia 18 tahun yang tidak sengaja bertemu dengan penyihir Howl ketika akan mengunjungi adiknya Lettie. Saat kembali ke rumah, ia bertemu dengan penyihir dari waste yang mengubahnya menjadi wanita berusia 90-an dan tidak dapat memberitahukan kepada siapapun mengenai hal tersebut.

Di negara tempat tinggal Sophie sedang terjadi peperangan dengan negara tetangga karena hilangnya putra mahkota negara tetangga. Raja meminta Howl untuk berperang tapi Howl meminta Sophie menemui raja untuk meminta agar Howl tidak perlu ikut berperang. Howl dapat berubah menjadi mahkluk seperti burung untuk mengganggu jalannya perang, namun semakin lama ia berubah, semakin sulit ia kembali ke wujud aslinya.

Untuk kamu yang suka film animasi bergenre fantasi, film ini cocok buat kamu.

  1. Grave of the fireflies

Grave of the fireflies berarti kuburan kunang-kunang, film ini merupakan animasi yang sangat sedih. Anime ini mengisahkan tentang kakak beradik yang merupakan korban perang dunia II dimana Amerika menyerang Jepang yang harus bertahan hidup di tengah sulitnya keadaan.

Seita dan Setsuko menumpangi kereta api, Setsuko terlihat senang saat memakan permen buah dari kaleng. Keduanya melihat keluar jendela kereta api, melihat pesawat perang dari Sekutu. Lalu dimulailah cerita dari masa lalu keduanya.

Pada saat itu Seita sedang mengubur bahan makanan sekutu meluncurkan serangan dari udara, ia segera menggendong adik kecilnya Setsuko. Ibunya mengingatkan agar mereka segera ke pengungsian dan meminta agar Setsuko agar jadi anak yang baik dan penurut.

Diakhir cerita, Seita dan Setsuko duduk di bangku, Seita mengatakan “ seksuko sekarang saatnya tidur” dan ia merebahkan kepalanya dipangkuan Seita dan Setsuko menatap kearah rumahnya yang telah menjadi kota besar dengan bangunan pencakar langit. Peringatan: Film ini akan menguras air mata, dan akan meninggalkan kesan kuat.

Selain dari film-film di atas, ada juga film dari studio Ghibli yang enggak kalah seru, yaitu Whisper of the Heart (1995), Only Yesterday (1991), Ocean Waves (1993), Ponyo on the Cliff bye the Sea (2008), Kiki’s Delivery Service (1989), serta Pom Poko (1994).

Oh ya, “Dunia Ghibli” nggak hanya ada di balik layar saja, lho. Ada tempat yang suasananya mirip dengan dunia tersebut, yaitu Museum “Mitaka no Mori Ghibli Museum” yang ada di daerah Mitaka, Tokyo. Dengan konsep “ayo tersesat bersama-sama”, baik anak-anak maupun orang dewasa bisa menikmati suasana di dalam museum ini dengan gembira. Di sana kamu bakal ngerasain proses pembuatan animasi sampai anime tersebut selesai. Selain itu, kamu juga bisa nonton animasi pendek original yang akan diganti tiap bulan nya. Tapi, jangan lupa memesan tiket dari jauh hari ya, karena kabarnya, untuk masuk ke museum ini, ada waiting list nya, lho. (Dhanty & Ojan/Perspektif)

Editor: Jamaludin Darma