Categories
Berita Kampus mahasiswa Unsyiah

Setelah Dua Tahun Daring, Kampus Kuning Kembali Sambut Mahasiswa Baru Melalui Pakarmaru Fakultas

Foto : Hayyun

Darussalam – ‘Menciptakan Semangat Mahasiswa Baru Dengan Nilai Integritas, Moralitas dan Solidaritas Untuk Kemajuan Akademik dan Non-Akademik Kampus FEB USK‘ merupakan tema yang diusung untuk Pendidikan Karakter Mahasiswa Baru (PAKARMARU) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala tahun 2022. Kegiatan Pakarmaru Fakultas tahun ini dilaksanakan secara tatap muka selama dua hari berturut-turut yaitu pada tanggal 06 dan 07 Agustus 2022 dengan jumlah peserta sebanyak 812 mahasiswa baru FEB USK tahun 2022. Pada kegiatan ini peserta dibagi menjadi 30 kelompok yang masing-masing kelompoknya beranggotakan 25-30 mahasiswa dan setiap kelompok diasuh oleh 2 orang mentor.

Pelaksanaan kegiatan ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dilanjutkan dengan do’a. Lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Universitas Syiah Kuala, dan Mars Ekonomi. Setelahnya, Wakil Dekan 3 FEB USK Dr. Abdul Jamal, S.E, M.SI yang juga sebagai Ketua Pelaksana memberikan kata sambutan dan disusul oleh Dekan FEB USK Dr. Faisal, S.E, M.Si yang memberikan kata sambutan dan mengenalkan Kepala Jurusan dan Ketua Prodi yang ada di FEB USK. Rangkaian acara selanjutnya disambung dengan pemberian materi oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik, Wakil Dekan II Bidang Administrasi dan Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan. Kemudian ada juga pengenalan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Pakarmaru FEB USK ini telah dipersiapkan selama kurang dari 2 bulan. Meski dengan waktu yang terbilang singkat, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Ketua Pelaksana Pakarmaru FEB USK 2022, Muazir berharap dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa baru FEB USK 2022 dapat mengambil hal-hal penting yang bisa diterapkan dalam kegiatan perkuliahan dan semoga kegiatan ini juga bisa menghasilkan output yang bermanfaat bagi kehidupan perkuliahan kedepannya. Abi Rafdi Nasution selaku Ketua BEM FEB USK juga memberikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru Fakultas Ekonomi USK. Ia juga memberikan pesan agar kegiatan Pakarmaru fakultas kedepannya berjalan sesuai dengan perkembangan masanya.

Hayyun,Dua,Cayo

Categories
BEM FEB Berita Events Kampus

MECC: Wadah Nyata Perkembangan E-Sport di Kampus Kuning

 

Darussalam – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) menyelenggarakan sebuah ajang perlombaan e-sport tingkat fakultas dengan nama “Mobile Legend Economic Competition,” acara yang berlangsung mulai tanggal 22 – 29 Mei 2022 tersebut dilaksanakan di Aula FEB USK dan dilanjutkan di Sportivo Baeit dan Double Y Coffee pada hari terakhir acara.

Mobile Legend Economic Competition, atau disingkat dengan MECC, merupakan sebuah turnamen e-sport yang diikuti mahasiswa USK melalui permainan Mobile Legends. Acara ini sendiri merupakan salah satu program kerja dari departemen kesejahteraan mahasiswa BEM FEB USK. Selain diikuti oleh organisasi mahasiswa (ormawa) di kampus kuning, acara ini juga diikuti oleh ormawa di luar seperti BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (Himailta), Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himapan), Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (Himika), Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS), Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP), serta  ormawa-ormawa lainnya.

Setelah sekitar 45 hari melakukan persiapan, acara MECC yang diadakan oleh Kabinet Taracita ini berhasil dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan bakat para pemain e-sport di kampus USK. Menurut Muhammad Irsyaad Dhiyaulhaq selaku ketua panitia MECC, inspirasi dari pelaksanaan acara ini berasal dari berkembangnya teknologi dan e-sport di Indonesia yang akhir-akhir ini sudah mencapai tingkat SEA Games.

Pada penyelenggaraannya, acara ini dilaksanakan dalam waktu satu minggu. Pada fase permulaan acara, seluruh regu lomba menghadapi babak-babak klaseman, di mana akan menentukan 12 tim yang akan bermain di sesi permainan playoff. Kemudian, pada hari terakhir acara (29 Mei 2022), empat tim yang lolos dari babak playoff akan bertanding melalui babak final dan sisa dua tim yang lolos dari babak tersebut akan bermain di babak grand final. Menurut hasil perlombaan, dua tim yang lolos ke babak grand final antara lain tim Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB 2019 (Himadipa FEB’19) dan tim 5 Killers dari Himapan.

Setelah bertanding sengit selama satu minggu, kejuaraan atas lomba e-sport pada acara MECC pun diumumkan secara seremonial pada malam hari Minggu (29/4) di Double Y Coffee. Akhirnya, berdasarkan hasil keputusan perlombaan, juara 1 MECC berhasil diraih oleh tim Himadipa FEB’19, sementara juara 2 berhasil diraih oleh tim 5 Killers dari Himapan, dan juara 3 berhasil diraih oleh tim REXP dari HMTP. Di samping itu juga, untuk kategori kejuaraan Most Valuable Player (MVP) berhasil diraih oleh Fahrevi Muhammad dari tim Himadipa FEB’19. Maka dari itu, dengan diumumkan para pemenang dan MVP MECC, acara MECC pun sukses dilaksanakan.

“Harapannya, para pemain memiliki sarana dalam menyalurkan hobinya serta [mampu] mengembangkan kemampuannya dalam bidang e-sport, sehingga mereka memiliki tujuan ke jenjang karir, bukan hanya menghabiskan waktu untuk bermain game tanpa tujuan yang jelas,” tutur Muhammad Irsyaad Dhiyaulhaq sebagai ketua panitia MECC.

(Perspektif/ Hayyun, Raiyan, & Syifani)

 

Categories
Berita Kampus mahasiswa Politik

Gejolak Aksi Mahasiswa Aceh di Depan Gedung DPRA

Capture by: Muhammad F. Ramadhan

Darussalam – Senin, 11 April 2022 mahasiswa dari berbagai kampus di Aceh melangsungkan aksi terkait isu nasional maupun regional yang beredar.

Aksi ini berpusat di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang berlangsung sejak pukul 14.30 WIB di mana para demonstran berjalan secara perlahan dari Tugu Simpang Lima sebelum akhirnya sampai di kantor DPR Aceh.

Pada pukul 15.36 WIB para demonstran mendesak untuk masuk ke dalam gedung DPR Aceh. Tidak lama setelahnya pintu gedung DPR Aceh di buka oleh pihak keamanan dan dengan lantangnya para demonstran mengucapkan sumpah mahasiswa.

Sebelum melontarkan tuntutan, demo ini diawali dengan berbagai orasi dari tiap-tiap utusan kampus yang turut hadir dalam aksi. Orator-orator tersebut berasal dari UIN Ar-Raniry, Universitas Malikussaleh, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Almuslim, Universitas Abulyatama, Universitas Syiah Kuala, Universitas Muhammadiyah Aceh, IAIN Lhokseumawe, Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Banda Aceh, dan perwakilan umum dari GMMA.

Tujuan berkumpulnya aliansi mahasiswa Aceh serta masyarakat adalah untuk kepentingan bersama dan membersamai suara rakyat. Hal itulah yang disampaikan orator dalam setiap orasinya. Namun, di tengah orasi berlangsung aksi sempat terhenti sementara karena sudah memasuki waktu shalat ashar dan azan dikumandangkan di tengah-tengah aksi.

Adapun tuntutan yang disuarakan GMMA pada Senin, 11 Maret 2022 adalah :

  1. Meminta pihak DPR Aceh untuk mendesak pemerintah pusat menurunkan harga BBM yang di putuskan tanpa melibatkan secara eksplisit elemen masyarakat.
  2. Meminta pihak DPR Aceh untuk mendesak pemerintah pusat untuk menstabilkan harga pangan dan sembako yang berimbas dari kenaikan BBM dan PPN, serta meminta kerja nyata dan cepat pemerintah untuk menstabilkan harga serta ketersediaan bahan pangan dan sembako.
  3. Revisi kembali permen ESDM No. 21 Tahun 2021 pada pasal 8 ayat 1 terkait kenaikan harga dasar BBM.
  4. Meminta pihak DPR Aceh untuk mendesak DJP, Menteri Keuangan serta pemerintah terkait untuk mengkaji ulang aturan turunan UU HPP yang menyebabkan kenaikan PPN menjadi 11 %, dan mendesak untuk mengembalikan PPN menjadi seperti sebelumnya yaitu di angka 10 %.
  5. Tuntaskan konflik agraria paling telat bulan 6 tahun 2022 serta transparansikan kinerja pansus setiap satu minggu sekali dengan melibatkan elemen mahasiswa dan masyarakat.
  6. Revisi kembali JKA, agar bisa dirasakan oleh seluruh golongan masyarakat kecuali golongan ASN.
  7. Meminta kepada setiap institusi pendidikan Aceh untuk lebih serius menerapkan permendikbud No. 30 Tahun 2021 tentang PPKS demi mencegah dan menanggulangi pelecehan seksual yang ada di Aceh.
  8. Mendesak gubernur untuk meregulasikan kepada setiap kepala desa untuk melakukan pengontrolan di setiap pangkalan gas LPG dan mengatasi penyelewengan kenaikan harga gas LPG subsidi.
  9. Tuntaskan kelangkaan BBM di Aceh jenis pertalite dan solar.
Capture by: Rifqi Syaputra

Pembacaan tuntutan ini dilakukan di depan ribuan mahasiswa Aceh dan anggota DPR Aceh yang turut berhadir di gedung DPRA. Tidak lama setelah tuntutan di sampaikan, pihak DPR Aceh langsung menanggapi tuntunan tersebut dengan menyatakan DPR Aceh satu suara dengan aliansi mahasiswa Aceh dan masyarakat serta siap menandatangani seluruh petisi yang disampaikan pada Senin, 11 April 2022.

 

(Perspektif/Hana)

Categories
Berita Kampus mahasiswa opini Straight News Tulisan Unsyiah

Testimoni Mahasiswa Akhir Atas Nama Sidang Skripsi Via Daring

Cover by team Grafis/Perspektif

Darussalam – Pandemi Covid-19 membuat seluruh dunia berinteraksi sosial secara daring, termasuk negara Indonesia. Semua aktivitas dilakukan melalui aplikasi-aplikasi modern, baik dalam kegiatan pekerjaan maupun proses belajar-mengajar.

Selain kebijakan proses belajar-mengajar yang dilakukan via daring, kebijakan ini juga berlaku untuk sidang skripsi bagi mahasiswa tingkat akhir. Tentu terasa berbeda, baik dari suasana maupun proses pelaksanaannya. Pelaksanaan sidang skripsi secara daring sepatutnya memberi kesan yang berbeda-beda bagi setiap mahasiswa.

Tidak berbeda dengan kampus lain di Indonesia, pelaksanaan sidang skripsi via daring juga turut dirasakan mahasiswa tingkat akhir Universitas Syiah Kuala. Aplikasi yang kerap digunakan berupa video conference yaitu aplikasi Zoom. Dengan aplikasi video conference memungkinkan dilakukannya komunikasi jarak jauh dan semua pesan dapat disampaikan secara langsung tanpa harus bertemu.

“Sedikit gugup, perlu mengumpulkan keberanian penuh untuk bertatapan via daring,” Ungkap Putri Aprilia, mahasiswi Fakultas Pertanian jurusan Agroteknologi. Rasa gugup masih terus meliputinya, meskipun pelaksanaan sidang skripsi dilakukan secara daring.

Proses pelaksanaan sidang skripsi via daring tidak selalu mudah untuk dilakukan. Mahasiswa harus siap menghadapi beberapa kendala dalam proses sidang skripsi. Kendala yang sering dirasakan hampir semua mahasiswa tingkat akhir pada saat sidang skripsi via daring, yaitu jaringan internet yang tidak selalu bagus, sehingga komunikasi antara dosen penguji dan mahasiswa ikut terganggu.

“Jaringan antara dosen dan mahasiswa kadang tidak terlalu bagus, sehingga apabila ada hal penting yang disampaikan dosen tidak dapat didengar jelas oleh mahasiswa,” Jelas Sarah Marisi Manurung.

Kendala tersebut sangat umum terjadi, mengingat mahasiswa berada di tempat tinggal yang berbeda-beda dengan kondisi jaringan yang berbeda pula. Pelaksanaan sidang skripsi secara daring juga memiliki batasan dalam waktu, sehingga pelaksanaannya harus dipercepat dan dosen hanya memberikan beberapa saran dan pertanyaan yang singkat dan penting saja.

Sidang skripsi dikenal dengan sidang penuh drama di setiap pelaksanaannya. Sehingga banyak mahasiswa akhir yang gugup saat akan menghadapi sidang skripsi. Drama sidang skripsi terkadang meninggalkan kesan mendalam dan menjadi kenang-kenangan yang tak bisa dilupakan begitu saja.

Namun bagaimana dengan sidang skripsi via daring? Apakah penuh drama seperti biasanya?

Terbatasnya waktu pelaksanaan membuat proses sidang skripsi tidak dipenuhi drama yang panjang. Hal ini membuat sebagian mahasiswa tingkat akhir merasa lega karena tak harus menghadapi sulitnya drama dari pertanyaan menjebak dalam sidang skripsi. Namun, sebagian mahasiswa lainnya merasa sedikit kecewa karena drama yang terjadi dalam sidang skripsi dianggap sebagai kesan mendalam dan momen berharga yang sulit dilupakan dalam hidupnya.

Sebagian mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dalam sidang skripsi via daring merasakan kebahagiaan dan rasa puas tersendiri, mengingat perjuangannya yang begitu sulit dan banyaknya hambatan serta rintangan hingga dinyatakan lulus dalam sidang skripsi.

Ada pula beberapa mahasiswa merasa sedikit kecewa karena tidak bisa merayakannya bersama teman-teman. Tetapi dibalik itu semua, mahasiswa tingkat akhir bersyukur karena disetiap kejadian pasti ada hikmah yang dapat diambil dan di setiap perjuangan pasti ada akhir bahagia yang akan dirasakannya.

“ Usaha tidak akan mengkhianati hasil. ” (Azka & Jannah/Perspektif)

Categories
Featured Features Kampus mahasiswa Tulisan

Zoom Terindikasi Tidak Aman, Berikut 5 Platform yang Dapat Digunakan untuk Kuliah Online

Ilustrasi : team Grafis/Perspektif

Darussalam – Sistem perkuliahan berubah sejak adanya pandemi covid 19 ini. Yang awalnya kita bisa bertatap muka secara langsung kini harus secara online karena adanya peraturan untuk melakukan Pyshical distancing. Untuk mendukung perkuliahan secara online para dosen lantas meminta mahasiswanya untuk mengunduh aplikasi konferensi yang direkomendasikannya.

Salah satu aplikasi yang sering digunakan adalah Zoom. Popularitas Zoom melesat sejak diberlakukannya pyshical distancing. Namun, tempo hari Zoom dilanda isu keamanan, karena belakangan diketahui aplikasi tersebut tidak memiliki enkripsi end-to-end. Hal tersebut memungkinkan pesan atau informasi yang disampaikan lewat Zoom berpotensi dicuri atau disadap oleh peretas. Oleh karena itu banyak orang mulai membatasi penggunaan Zoom.

Nah, Selain Zoom ada beberapa aplikasi yang juga sering digunakan dalam kuliah online. Berikut merupakan 5 aplikasi alternatif pengganti Zoom.

1. Google Meet

Google Meet (Hangouts Meet/Meet) adalah salah satu aplikasi atau software yang dapat dimanfaatkan untuk tetap produktif dalam bekerja atau belajar meski dilakukan dari rumah. Google Meet memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan video dengan 30 pengguna lainnya per pertemuan. Dengan kata lain, Google Meet bisa menjadi media alternatif untuk bersosialisasi dengan teman atau bahkan melakukan Kuliah online. Selain itu, undangan meeting yang dibuat dari aplikasi tersebut juga dapat diakses melalui tautan dan kode rapat yang dikirimkan, serta nomor telepon jika tersedia. Menariknya lagi, aplikasi ini juga dapat dinikmati melalui perangkat seluler, baik itu iOS maupun Android.

2. Google Classroom

Google Classroom adalah bagian dari G Suite for Education yang juga hadir dalam versi aplikasi seluler. Untuk menggunakannya, pengajar dan murid wajib memiliki akun Google agar saling terhubung. Google Classroom memungkinkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih produktif dan bermakna dengan menyederhanakan tugas, meningkatkan kolaborasi, dan membina komunikasi. Pengajar dapat membuat kelas, memberikan tugas, mengirim masukan, dan melihat semuanya di satu tempat. Yang tak kalah penting, Google Classroom terjangkau dan aman serta disediakan gratis untuk sekolah, lembaga nonprofit, dan perorangan serta tidak berisi iklan dan tidak pernah menggunakan konten pengguna atau data siswa untuk tujuan periklanan. Google classroom dapat diakses menggunakan internet dengan browser apapun.

3. Skype

Skype adalah aplikasi milik Microsoft yang dapat menampung 25 orang untuk bertatap muka secara online dalam satu kali panggilan. Skype dapat diakses melalui beragam perangkat, termasuk komputer (PC atau Laptop), Smartphone, hingga televisi yang memiliki fasilitas pendukung. Selain dapat melakukan panggilan video jarak jauh, Skype juga menyediakan media percakapan berbasis teks secara individu maupun grup. Skype juga mendukung layanan panggilan suara berbayar ke nomor ponsel maupun telepon rumah.

4. Cisco webex

Aplikasi ini mungkin jarang didengar, namun aplikasi ini seringkali digunakan oleh sejumlah perusahaan besar. Aplikasi berbasis panggilan video ini memiliki jumlah maksimal peserta panggilan hingga 100 orang. Namun jumlah tersebut bervariasi tergantung paket langganan apa yang digunakan. Fitur di aplikasi Cisco Webex mencakup screen sharing, dukungan Google Assistant dan Google Home Hub, fitur papan virtual untuk menggambar, fitur pengunggah dokumen, hingga fitur untuk merekam percakapan video. Aplikasi ini bisa dijalankan dengan menggunakan perangkat personal dan mobile seperti Smartphone, PC, Laptop, Notebook, dan PC tablet selama masih ada dalam jangkauan jaringan internet.

5. Google Duo

Duo merupakan apikasi besutan Google yang sudah hadir sejak tahun 2016 silam. Aplikasi ini bisa diakses melalui tablet, website, Android, dan iOS. Google Duo memungkinkan pengguna melakukan video call secara pribadi atau grup yang maksimal hingga 12 partisipan. Oh iya, pengguna juga bisa meninggalkan pesan video jika orang lain tidak menjawab telepon kita.

Nah, sampai saat ini kalian sudah pakai yang mana saja nih? (Aufar & Fahmi / Perspektif)

Editor : Jamaluddin Darma

Categories
Berita Featured Features Kampus mahasiswa Unsyiah

Imbas Pandemi, Penerimaan Mahasiswa Baru 2020 Juga Secara Daring

Ilustrasi : team Grafis/Perspektif

Darussalam – Pandemi virus corona atau yang kerap disebut covid-19 memang telah menjadi titik permasalahan dalam segala aspek, tak terkecuali dalam aspek pendidikan. Kecilnya ruang lingkup untuk beraktivitas serta menurunnya daya ekonomi masyarakat akibat virus corona ini, yang membuat sejumlah kampus ikut merasakan efek dari covid-19, termasuk PTN di seluruh Indonesia.

Salah satu kampus yang merasakan efek pandemi covid-19 yaitu Universitas Syiah kuala.

Hal ini menyebabkan pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan kampus dilakukan secara daring, termasuk penerimaan mahasiswa baru.

“Penerimaan mahasiswa baru harus dilakukan semuanya secara daring mulai dari berkas sampai tahap akhir nantinya, mengingat juga kita mahasiswa sebagai social control harus mengikuti dan mengindahkan instruksi dari pemerintah, mengenai keefektifan dilakukan secara daring tentu ada nilai plus dan minusnya, tidak bisa kita pungkiri karena ini sudah termasuk international disaster yang sudah menyeluruh ke seluruh penjuru dunia dan itu merupakan konsekuensi yang harus kita terima,” jelas Iqbal selaku Wakil Ketua 1 DPM Unsyiah.

Dikutip dari laman  web Unsyiah www.unsyiah.ac.id. Terlampir hasil lulusan SNMPTN 2020 Universitas Syiah Kuala serta verifikasi data akademik bagi calon mahasiswa yang lulus seleksi SNMPTN 2020.

Dalam lampiran Pengumuman Nomor : B/1758/UNl1/TM.00.02/2020 tersebut menyatakan bahwa penerimaan mahasiswa baru Universitas Syiah Kuala dimana mahasiswa yang dinyatakan lulus oleh LTMPT 2020 untuk dapat mengikuti beberapa tahapan penting berupa verifikasi data akademik yang sudah diunggah pada saat pendaftaran SNMPTN dan pelaksanaan disesuaikan dengan Surat Edaran Rektor Nomor B/1491/UN11/KP.11.00/2020 tentang protokol Pelaksanaan Kegiatan Akademik, Non-Akademik, Tenaga kependidikan, Satuan Tugas, Pusat Krisis dalam mencegah Penyebaran Virus Covid-19 di lingkungan Unsyiah.

Salah satu upaya Universitas Syiah Kuala dalam mencegah penyebaran Covid-19 yaitu verifikasi dan penyerahan berkas mahasiswa yang dinyatakan lulus SNMPTN 2020 dapat dikirim melalui jasa pengiriman tercatat seperti PT Pos Indonesia, TIKI, JNE, J&T dan lain-lain.

Menindaklanjuti penyebaran Covid-19 yang belum berhenti, Universitas Syiah Kuala kembali mengeluarkan pengumuman perpanjangan verifikasi dan klasifikasi berkas akademik SNMPTN 2020 mengingat banyaknya kendala akibat virus Covid-19.

Dalam lampiran pengumuman Nomor : B/2018/UN11/TM.00.02/2020, bagi calon mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi SNMPTN 2020 di Unsyiah namun belum bisa menyerahkan berkas pada periode sebelumnya, maka penyerahan berkas masih diterima sampai dengan hari Senin 4 Mei 2020 (jam kantor).

Pengumuman hasil verifikasi dan klasifikasi data akademik dan jadwal pendaftaran ulang bagi mahasiswa yang dinyatakan lulus verifikasi dan klasifikasi data akademik dapat dilihat pada laman web Unsyiah pada tanggal 11 Mei 2020.

Tahun ini kemungkinan pelaksanaan Pakarmaru juga dilakukan secara daring, dikarenakan pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

“Untuk pelaksaan Pakarmaru sendiri saya rasa bergantung pada keadaan. Jika keadaan nantinya dibulan tujuh sudah kondusif maka Pakarmaru akan dilaksanakan seperti seharusnya. Namun jika kondisinya tidak seperti yang kita harapkan bersama, maka saya rasa mau tidak mau harus dilaksanakan secara daring. Misal, streaming Youtube dengan catatan didukung oleh sarana dan prasarana. Saya rasa lebih efektif karena substansi dari Pakarmaru itu sendiri adalah pembinaan sebelum mahasiswa memasuki dunia perkuliahan,” tutur Shandoya, anggota Koomisi D DPM Unsyiah bidang Advokasi.

Terhalang pandemi covid-19 tak menghambat setiap orang untuk kembali menuntut ilmu. Perjalanan masih terlalu panjang untuk ditempuh. Ini bukan akhir, namun awal dari kebangkitan terutama dalam aspek pendidikan.

“ Tekad bulat melahirkan perbuatan yang nyata, Darussalam menuju pelaksanaan cita-cita” – Soekarno ( Presiden pertama Republik Indonesia)

(Ana&Jannah/Perspektif)

Categories
Berita Indepth Kampus mahasiswa Tulisan Unsyiah

Semester Pandemi, IPK Tergantung Koneksi

Ilustrasi by team Grafis/Perspektif

Darussalam – Keluh kesah yang semakin hari semakin meluap dari mahasiswa terus berlanjut hingga kini. Ditilik dari banyaknya curahan hati mahasiswa, mereka kerap merasa frustasi dengan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen.

Semua ini bermula sejak diumumkan masa perkuliahan tatap muka dialihkan menjadi melalui daring, para mahasiswa mulai disibukkan dengan berbagai tugas yang terus disodorkan oleh dosen. Aplikasi meeting pun menjadi sasaran utama untuk kegiatan belajar-mengajar. Hal ini merupakan bentuk pelaksanaan dari physical distancing, yang mana memaksa para dosen dan mahasiswa untuk tidak bertatap muka secara langsung.

Kentara jelas perbedaan semester ini. Ketika pada semester sebelumnya kita dapat merasakan bertatap langsung dengan dosen, kali ini kita hanya dapat bertatap muka melalui alat teknologi. Para dosen juga turut menyesuaikan mekanisme pembelajaran pada semester ini.

Dalam bentuk meminimalisir interaksi antar dosen dan mahasiswa, tentu saja ini menjadi suatu hal yang baru, mengingat ini bukan rancangan kampus melainkan sebuah musibah. Meskipun begitu, untuk sebagian mahasiswa mungkin tak terasa asing dengan kuliah online, karena sebelum pandemi ini mahasiswa sudah sering menggunakan e-learning.

Hal kontras tersebut juga dirasakan oleh Puji, seorang mahasiswi Manajemen FEB Unsyiah yang ikut merasakan kebijakan dari kuliah daring tersebut. Ia mengatakan bahwa semester ini pastinya semua terasa berbeda. Tambahnya, ia baru pertama kali mengikuti kuliah dan kegiatan kampus melalui daring.

Masih menurut Puji, ketika jam perkuliahan biasanya berbeda dosen, berbeda pula metode yang digunakan untuk mengisi kelasnya. Ada yang menggunakan aplikasi meeting, ada yang menyarankan melalui aplikasi suara, ada yang berdiskusi melalui chat grup, ada pula dosen yang hanya memberikan pemahaman dengan memberikan tugas dan materi yang dapat di akses melalu ebook.

Jika melihat secara sekilas, ada baiknya semester kali ini dilakukan secara online. Mahasiswa dapat mempelajari teknologi yang selama ini belum pernah mereka kuasai, namun hal ini tentu menyenangkan bagi mereka yang memiliki berbagai fasilitas dan kondisi yang memungkin untuk mereka menjalani masa kuliah daring ini. Sayangnya masih ada mahasiswa yang masih merasa kesulitan dengan keadaan ini.

Sebagian mahasiswa kurang dapat merasakan masa perkuliahan, karena bisa jadi faktor lokasi tempat tinggal yang membuat sulitnya akses internet. Dan lagi, mereka belum tentu dapat memahami dan menguasai materi yang dipaparkan dosen. Jika tugas yang menumpuk membuat para dosen yakin mahasiswa dapat menyelesaikannya, maka mahasiswa juga akan terus mengeluh.

Walaupun demikian, beberapa dosen mendengarkan dan memaklumi keadaan dari para mahasiswa ini. Ada dosen yang terus berkomunikasi dengan mahasiswanya agar dapat menciptakan suasana yang nyaman dalam proses belajar-mengajar. Ada pula dosen yang meringankan tugas mahasiswa dengan memperpanjang waktu deadline dari setiap tugas yang diberikan.

Hal-hal semacam ini cukup membantu mahasiswa dalam menjalani masa kuliah daring ini. Kelonggaran yang diberikan mampu membuat mahasiswa menyelesaikan tugas dengan santai namun pasti.  Para mahasiswa juga dapat merampungkan tugas di luar perkuliahan.

Namun, ada sesuatu yang mengusik pikiran para mahasiswa, yakni tata cara penilaian dalam sistem kuliah daring ini. Banyak mahasiswa yang terus berspekulasi jika nilai semester ini tergantung dengan sinyal dan koneksi jaringan internet. Menduga-duga bagaimana nasib nilai semester ini, terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses internet, yang mengakibatkan kurang aktifnya mereka selama masa perkuliahan.

Muhammad Akbar Ariandi, selaku Mahasiswa FEB Unsyiah 2019 juga menyampaikan bahwa dengan hal ini, banyak sekali mahasiswa yang masih ragu dalam penilaian IPK semester ini. Menurutnya, hal tersebut wajar karena sampai saat ini tidak ada saling keterbukaan  mengenai penilaian kuliah secara online.

“Mungkin ada beberapa kelas saya yang dosennya tidak peduli mengenai sistem perkuliahan online ini, hanya absen online saja, tanpa ada penjelasan dan materi selama perkuliahan. Hal ini membuat kami sendiri merasa bingung dan tidak mendapatkan apa-apa di mata kuliah tersebut, dan pastinya ada juga yang peduli mengenai sistem perkuliahan ini, dengan melalui aplikasi zoom/google meet atau dengan pembekalan materi dari ppt serta dengan rekaman suara.” tambah Akbar.

‘’Oleh karena itu, ada baiknya dosen memiliki keterbukaan dengan para mahasiswa  mengenai penilaian kuliah secara online ini, karena yang kita ketahui bersama ketika kuliah tatap muka, penilaian bisa kita pahami melalui keaktifan kita di kelas, melalui nilai kuis, lalu tugas harian, etika kita di kelas, kehadiran tepat waktu, dan lain – lain juga, dan itu sudah jelas dibagi–bagi tingkat persennya dari dosen masing–masing kelas, jadi mahasiswa sudah mempunyai target dari awal perkuliahan berlangsung, dan pastinya dosen harus membedakan bagaimana Antara sistem kuliah online dengan sistem perkuliahan offline. Dan saat ini banyak sekali mahasiswa semakin acuh tak acuh dikarenakan perkuliahan online ini, dan itu jadi sebuah pekerjaan bersama para pengurus Unsyiah, agar memberikan jaminan dan sistem peraturan yang jelas agar mahasiswa mempunyai tujuan,’’ tegas Akbar dengan berapi-api.

Jika diperhatikan, kuliah tatap muka sudah pasti sangat berbeda dari kuliah daring. Mulai dari ketika jam perkuliahan, mengerjakan tugas sampai apa saja yang kita lakukan ketika saat kuliah daring berlangsung.

Kerap merasa terbebani oleh setumpuk tugas, justru dengan itu dosen memberikan penilaian terhadap mahasiswa pada semester ini. Para dosen memberikan tugas bukan semata-mata ingin menyusahkan mahasiswa. Namun semua itu karena tanpa adanya tugas, dosen tidak dapat membagikan nilai pada semester ini.

Menanggapi banyaknya keluhan dari mahasiswa, Muhammad Haris Riyaldi sebagai dosen FEB Unsyiah memberi penjelasan mengenai sistem penilaian semester ini. Menurutnya sistem penilaian semester ini dipastikan berbeda dari sebelumnya mengingat situasi yang sedang kita jalani saat ini.

Beberapa hal juga menjadi pertimbangan, mungkin saat ini penilaian dilakukan dengan memberikan penugasan kepada mahasiswa menjadi jalan yang paling efektif.

Jika terus beranggapan sulit untuk menjalani masa perkuliahan ini, maka sulit pula prosesnya. Tetapi, sebagai mahasiswa ini merupakan tantangan yang menuntut untuk terus bergerak aktif meski kondisi mengharuskan di rumah saja. Sudah saatnya mahasiswa perlu memanajemen waktu untuk melakukan perubahan pada dirinya. Jika mahasiswa menerapkannya tanpa perlu mengeluh, dapat dipastikan tugas seberat apapun dapat diselesaikan.

Pada Akhirnya, komunikasi dan tindakan adalah kunci utama. Kebijakan sistem perkuliahan online ini tentu saja membutuhkan kerjasama yang baik antara pihak dosen dengan pihak mahasiswa agar pertemuan kelas dan ilmu yang hendak disampaikan berlangsung dengan baik selama pandemi ini.  (Refdi & Cynthia/Perspektif)

 

Editor: Jamaludin Darma

Categories
Berita Kampus mahasiswa opini Unsyiah

Ketika Kuliah Daring Bikin Ketar-Ketir Mahasiswa

Ilustrasi : Max/Perspektif

Darussalam – COVID-19 atau yang dikenal dengan virus corona kini kian merebak. Tentu di kondisi sekarang di rumah aja adalah pilihan yang tepat agar kita terhindar dari virus corona ini. Lalu bagaimana dengan perkuliahan yang biasanya dilaksanakan dengan tatap muka langsung?

Sebagai upaya antisipasi penyebaran virus corona di lingkungan kampus, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sudah melaksanakan pembelajaran dengan sistem online atau kuliah daring.

Sesuai yang disampaikan Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng IPU, melalui surat edaran pada Senin lalu yang salah satu isinya adalah “Perkuliahan tidak diliburkan, namun metode pelaksanaan tatap muka digantikan dengan metode lain seperti fasilitas e-learning Unsyiah, video conference, pemberian bahan ajar via e-mail dan media sosial, atau media daring lainnya,” Lalu seberapa efektifkah sistem ini dijalankan dan bagimana tanggapan dosen dan mahasiswa?

Jawabannya sudah pasti ada pihak yang setuju dan tidak setuju terhadap sistem kuliah online yang sedang dijalankan oleh Universitas Syiah Kuala. Sebenarnya metode pembelajaran melalui sistem online adalah satu-satunya pilihan yang dapat dilakukan sekarang ini, mengingat virus corona yang mudah sekali tertular melalui kontak langsung atau juga melalui benda-benda yang ada disekitar kita.

Meski zaman tergolong sudah canggih seperti saat ini, tetap saja cara manual seperti kuliah tatap muka dianggap lebih cocok bagi sebagian mahasiswa. Kuliah yang diterapkan selama kasus corona ini, membuat sejumlah  mahasiswa semakin acuh tak acuh dengan kuliah yang sedang ia jalani, bahkan ada mahasiswa yang kuliah hanya absen sambil disuguhkan snack di sebelahnya. Ada pula mahasiswa yang menghabiskan waktu dengan tugas yang kian hari semakin bertambah.

”Metode perkuliahan online menjadi jalan alternatif yang tepat karena kita tidak bisa melakukan perkuliahaan secara tatap muka. Tidak mungkin kuliah dijalankan dalam jangka waktu yang lama,” jelas Syahrul selaku dosen Fakultas Pertanian Unsyiah.

Berbagai tanggapan dari mahasiswa pun muncul silih berganti, beberapa mahasiswa mengganggap ini sebuah ajang kuliah sekaligus liburan. Mahasiswa dapat mengerjakan setiap tugas di atas tempat tidur mereka, bahkan melakukan proses perkuliahan tidak perlu mandi atau berias diri, ketika bangun tidur mereka dapat langsung melakukan kuliah daring.

“Sebenarnya ini bukan waktunya memilih, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, ini lebih ke suatu keharusan yang kita lalui, di kondisi ini kita perlu paham dan memaklumi, dan jangan banyak mengeluh! Berdoa saja itu sudah lebih dari cukup,“ ungkap Siti Hajar mahasiswa Fakultas Teknik ketika menyampaikan pendapatnya.

Jika ditinjau kembali mengenai kebijakan kuliah daring ini, ada kelebihan dan kelemahan dari proses belajar mengajar dengan cara tersebut. Kelebihan yang dapat terlihat ialah mahasiswa dan dosen dapat saling komunikasi satu sama lain tanpa perlu khawatir tertular virus corona. Kuliah pun hanya membutuhkan koneksi jaringan yang cukup maka kuliah daring dapat dilaksanakan.

Sayangnya tetap saja ada kelemahan dari kebijakan ini, mulai dari koneksi jaringan, jadwal dosen dan mahasiswa yang bentrok karna kesibukan selama di rumah masing-masing, bahkan ada yang bermasalah karena kelupaan kalau ada jadwal kuliah pada hari itu.

Namun, balik lagi jika dilihat dari sisi lain sistem perkuliahan secara online memiliki keterbatasan dalam pelaksanaannya. Keterbatasan jaringan internet menjadi masalah utama dalam perkuliahan dengan sistem online ini.

“Susahnya kuliah online itu jaringannya yang kurang memumpuni belum lagi kalau ujian melalui e-learning terlalu banyak orang yang mengakses sehingga membuat sistem ini menjadi error,” tangkas Siti Hajar.

Pengalaman kuliah daring pun menjadi buah bibir dikalangan mahasiswa, pasalnya mahasiswa acap kali merasa kesal dengan tugas dosen yang terus bertambah setiap harinya. Bukan tanpa alasan mahasiswa mengeluh, berkaca dari pengalaman Aula seorang mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang mengeluhkan dosen memberi tugas di luar jadwal mata kuliah yang seharusnya.

“Benar-benar sangat merepotkan kuliah daring ini, jika masih bisa diberikan pilihan, lebih baik kuliah tatap muka dan mendengarkan penjelasan dosen secara langsung. Dan lagi pun, bukannya jadwal kuliah sudah ditentukan dari awal semester, maka harusnya kuliah manual maupun kuliah daring tetap dilakukan sesuai jadwalnya,” Jelas Aula ketika membagikan pengalamannya.

Sebenarnya kebijakan sistem kuliah daring ini butuh kerjasama yang baik antar dosen dengan mahasiswa, komunikasi adalah kunci utama. Walau tidak dapat dipungkiri bahwa banyak mahasiswa lebih senang kuliah tatap muka ketimbang daring. Sistem daring tidaklah efisien untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama, maka dari itu harapannya kondisi ini normal kembali. (Farhana, Dwik & Cyn/Perspektif)

Categories
Berita Dosen Kampus mahasiswa Straight News Unsyiah

Pandemi Virus Corona, Apa Langkah Unsyiah?

Ilustrasi : Perspektif

Darussalam – Mulai merebak di akhir tahun 2019, virus corona jadi pandemi mengerikan yang tidak bisa disepelekan. Tercatat, Indonesia menjadi salah satu negara yang ikutterjangkit virus ini sejak tanggal 2 Maret lalu. Hingga 26 Maret 2020, terhitung 893 orang didiagnosa positif, 35 orang sembuh, serta 78 orang meninggal akibat virus yang disinyalir merupakan kerabat dari virus SARS ini.

Menindaki hal ini, upaya Pemerintah dalam ranah pendidikan pun tak bisa dihiraukan. Sejak 17 Maret lalu, himbauan untuk melaksanakan kegiatan ajar melalui metode selain tatap muka pun langsung digalakkan. Senada dengan hal tersebut, melalui Surat Edaran Nomor B/1491/UN11/KP.11.00/2020, Rektor Unsyiah juga menghimbau untuk menggalakkan hal serupa.

Sependapat dengan kebijakan penerapan kelas tanpa tatap muka langsung, salah satu mahasiswi teknik perwilayahan kota bernama Kyasatina, menyampaikan bahwa tindakan yang diambil pihak kampus sudah benar. Tambahnya, setiap individu memang perlu dihindarkan dari keadaan yang ramai, mengingat setiap kelas pasti diisi oleh 30-40 orang yang tanpa kita sadari dari interaksi tersebut bisa menyebarkan virus.

Setelah kebijakan tersebut digalakkan, sayangnya ke-efektif-an sistem ajar tanpa tatap muka dipertanyakan. Dalam penerapannya, segelintir dosen hanya memberikan tugas tanpa pemaparan yang memadai.

“Beberapa dosen hanya memberikan tugas online saja. Itupun rasanya kurang wajar, padahal pihak kampus menyampaikan kuliah online ini diisi dengan pemaparan materi, diskusi, tanya jawab dan baru diakhiri dengan tugas,” Ujar Syarifah Khairunnisa, Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah.

Senada dengan Syarifah, Ratu yang merupakan mahasiswa Kedokteran Unsyiah juga mengalami kesulitan. Sebagai Mahasiswa Kedokteran, kuliah praktikum merupakan hal yang utama. Sayang, karena peniadaan kelas tatap muka praktikum pun tidak bisa dimaksimalkan.

“Kuliah praktikum ini digantikan dengan berdiskusi melalui videocall atau membaca slide yang dikirimkan oleh dosen, tentu ini sangat tidak efektif karena kami sebagai mahasiswa tidak dapat mencoba langsung apalagi kami masih berada di skill dasar yang tentu harus memiliki effort lebih dalam memahami mata kuliah ini,akan tetapi praktikum ini tetap dijalankan hanya saja metode pembelajarannya melalui video. Dan tentu ini menjadi kesulitan saat diberlakukannya kuliah online. Harapannya kuliah online ini hanya berlangsung 2 minggu saja,karena ini cukup menyulitkan,walaupun dirumah lebih banyak waktu istirahat tapi ini tidak efektif,”Tegas Ratu.

Berbanding terbalik dengan apa yang Ratu alami. Rosi Safriana, Mahasiswi Biologi FMIPA ini harus merasakan kuliah tanpa praktikum di laboratorium. Padahal, praktikum merupakan bagian terpenting dalam program studi yang kini tengah ia tempuh.

“Karena hal ini, praktikum dikosongin. Nah, karena kosong jadi masih mengganjal kedepannya. Jadi nanti kedepannya kami gatau bakal ngulang semester atau dipadatkan di semester selanjutnya. Sampai saat ini memang belum kebijakan dari dekanan, tapi semoga apapun yang keluar hasilnya yang terbaik buat kami,” Terang Rosi dengan penuh pengharapan.

Ada juga dosen yang tidak memberikan kabar mengenai kejelasan perihal mata kuliah tersebut, dan yang terjadi justru kelas diliburkan tanpa kepastian.

Kini, hampir dua pekan kuliah tanpa tatap muka diselenggarakan. Lika-liku proses yang membingungkan masih saja menghantui mahasiswa. Tugas yang menumpuk tanpa penjelasan dahulu, praktikum yang jauh dari kata memadai, serta ketidakefektifan kuliah yang kian dirasakan adalah segelintir keresahan yang nyatanya tidak bisa dinafikan.

Kedepan, semoga kebijakan yang dirilis pihak kampus makin mantap dan jelas prosedurnya, supaya keresahan dan kekhawatiran mahasiswa dapat terobati tanpa menimbulkan tanya berpanjangan. (Jamal & Jihan/Perspektif)

Categories
Berita Features Kampus Kantin mahasiswa Tulisan Unsyiah

Lewat Surat Edaran, Dekanan FEB Unsyiah Larang Penggunaan Kemasan Plastik

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah salah satu kampus yang tertua dan cukup terkenal di ruang lingkup Unsyiah. Tak hanya terkenal akan prestasinya, baru-baru ini FEB Unsyiah dikategorikan sebagai Kampus peringat kedua terakhir dari list Kampus terbersih alias terkotor nomor dua, desas-desusnya.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Nasir, S.E., MBA., selaku Dekan FEB Unsyiah segera mengeluarkan surat edaran tentang larangan penggunaan kemasan makanan/minuman berbahan plastik sekali pakai dan/atau kantong plastik di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

Salah satu penerapan dari surat edaran tersebut, yakni dekanan FEB sendiri telah melarang penggunaan botol minum berbahan plastik sekali pakai pada acara kampus yang diselenggarakan baik di aula, balai sidang, maupun tempat lainnya di lingkungan FEB Unsyiah.

Dengan demikian, semua peserta acara kegiatan di lingkungan FEB Unsyiah dihimbau untuk membawa botol minum pribadi. Peraturan ini bukan hanya berlaku untuk mahasiswa saja, namun juga staff, hingga dosen di lingkungan FEB Unsyiah.

Berkaitan dengan hal itu, pihak kampus FEB Unsyiah kini telah menyediakan galon di setiap sisi kampus yang sering dikunjungi oleh mahasiswa dengan harapan mahasiswa yang membawa botol minuman pribadi atau tumbler dapat mengisi ulang serta tidak perlu membeli minuman dengan kemasan plastik sekali pakai. Hal ini tentu saja dapat membantu mengurangi penggunaan botol plastik di lingkungan kampus ekonomi.

Mengingat kondisi bumi yang sekarang cukup memprihatinkan, peraturan baru di lingkungan FEB Unsyiah ini tentu akan memberikan dampak baik bagi kelangsungan lingkungan, terutama di lingkungan kampus kuning kita tercinta.

Setelah dikeluarkannya surat edaran tersebut, tak sedikit mahasiswa FEB Unsyiah sendiri mendukung penuh langkah yang di lakukan oleh pihak dekanan.

“Setuju. Lagipun memang harus mulai dibenahi sedikit demi sedikit, ini kan bukan hanya penerapan sehari atau dua hari, tapi dalam jangka panjang, ya semoga aja kita semua mahasiswa bisa beradaptasi ke arah yang lebih baik dalam menjaga lingkungan.” terang Farah.

Berbincang mengenai perihal menjaga keindahan dan kebersihan. Kampus kuning yang tertua di Unsyiah memang belum maksimal sepenuhnya terjaga, tapi bukankah kedua hal itu penting dalam suasana pendidikan? Bayangkan betapa nyamanya kita saat menuntut Ilmu tatkala lingkungan pun terasa memberi kesan teduh.

Menjaga kebersihan, keindahan, kenyamanan lingkungan tidaklah sangat merugikan, malah memberi dampak yang sangat baik untuk jangka waktu yang panjang.

Maka mulai dari sekarang, mari kita mulai lebih membuka mata dan peduli pada lingkungan, dari hal yang sederhana saja dan dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu, lalu tebarkan positif untuk kampus kuning yang tercinta ini.

Pepatah mengatakan, “Alam kita jaga, maka alam akan menjaga kita. Alam kita rusak, maka alam akan merusak kita”. Go green? Now or never! (Dara & Rezi/Perspektif)