Categories
BEM FEB Berita Events Kampus

MECC: Wadah Nyata Perkembangan E-Sport di Kampus Kuning

 

Darussalam – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) menyelenggarakan sebuah ajang perlombaan e-sport tingkat fakultas dengan nama “Mobile Legend Economic Competition,” acara yang berlangsung mulai tanggal 22 – 29 Mei 2022 tersebut dilaksanakan di Aula FEB USK dan dilanjutkan di Sportivo Baeit dan Double Y Coffee pada hari terakhir acara.

Mobile Legend Economic Competition, atau disingkat dengan MECC, merupakan sebuah turnamen e-sport yang diikuti mahasiswa USK melalui permainan Mobile Legends. Acara ini sendiri merupakan salah satu program kerja dari departemen kesejahteraan mahasiswa BEM FEB USK. Selain diikuti oleh organisasi mahasiswa (ormawa) di kampus kuning, acara ini juga diikuti oleh ormawa di luar seperti BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Himpunan Mahasiswa Ilmu Tanah (Himailta), Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himapan), Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (Himika), Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS), Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP), serta  ormawa-ormawa lainnya.

Setelah sekitar 45 hari melakukan persiapan, acara MECC yang diadakan oleh Kabinet Taracita ini berhasil dilaksanakan dengan tujuan untuk mengembangkan bakat para pemain e-sport di kampus USK. Menurut Muhammad Irsyaad Dhiyaulhaq selaku ketua panitia MECC, inspirasi dari pelaksanaan acara ini berasal dari berkembangnya teknologi dan e-sport di Indonesia yang akhir-akhir ini sudah mencapai tingkat SEA Games.

Pada penyelenggaraannya, acara ini dilaksanakan dalam waktu satu minggu. Pada fase permulaan acara, seluruh regu lomba menghadapi babak-babak klaseman, di mana akan menentukan 12 tim yang akan bermain di sesi permainan playoff. Kemudian, pada hari terakhir acara (29 Mei 2022), empat tim yang lolos dari babak playoff akan bertanding melalui babak final dan sisa dua tim yang lolos dari babak tersebut akan bermain di babak grand final. Menurut hasil perlombaan, dua tim yang lolos ke babak grand final antara lain tim Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB 2019 (Himadipa FEB’19) dan tim 5 Killers dari Himapan.

Setelah bertanding sengit selama satu minggu, kejuaraan atas lomba e-sport pada acara MECC pun diumumkan secara seremonial pada malam hari Minggu (29/4) di Double Y Coffee. Akhirnya, berdasarkan hasil keputusan perlombaan, juara 1 MECC berhasil diraih oleh tim Himadipa FEB’19, sementara juara 2 berhasil diraih oleh tim 5 Killers dari Himapan, dan juara 3 berhasil diraih oleh tim REXP dari HMTP. Di samping itu juga, untuk kategori kejuaraan Most Valuable Player (MVP) berhasil diraih oleh Fahrevi Muhammad dari tim Himadipa FEB’19. Maka dari itu, dengan diumumkan para pemenang dan MVP MECC, acara MECC pun sukses dilaksanakan.

“Harapannya, para pemain memiliki sarana dalam menyalurkan hobinya serta [mampu] mengembangkan kemampuannya dalam bidang e-sport, sehingga mereka memiliki tujuan ke jenjang karir, bukan hanya menghabiskan waktu untuk bermain game tanpa tujuan yang jelas,” tutur Muhammad Irsyaad Dhiyaulhaq sebagai ketua panitia MECC.

(Perspektif/ Hayyun, Raiyan, & Syifani)

 

Categories
Berita Dosen Events Kampus mahasiswa Straight News Tulisan Unsyiah

HMI FEB Unsyiah Gelorakan Membangun Darussalam Sejahtera Melalui SAHABAD Festival

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah untuk pertama kalinya menyelenggarakan sebuah event yaitu Said Hasan Ba’abud (SAHABAD) Festival. Nama Said Hasan Ba’abud sendiri diambil dari nama salah seorang tokoh pelopor HMI di Aceh. “Said Hasan Ba’abud sendiri merupakan alumni dari ekonomi pembangunan FEB Unsyiah, dan ia juga menjadi ketua pertama HMI yang dibentuk pada tanggal 2 Februari 1960 ini,” jelas Naufal Siregar selaku Ketua Umum HMI FEB Unsyiah.

SAHABAD Festival yang berlansung selama empat hari terhitung mulai tanggal 19-22 Februari 2020 ini mengangkat tema“Bekerjasuka dharma membangun Darussalam sejahtera”.

“Acara SAHABAD Festival ini juga nantinya akan diadakan setiap tahun oleh HMI,” ujar Muhammad Azwar sebagai ketua panitia pelaksana SAHABAD Festival tahun 2020 kali ini. Adapun beberapa agenda yang juga diselenggarakan dalam acara ini yaitu diskusi publik, talkshow, seminar dan expo bazaar.

Salah satu rangakaian kegiatannya berupa diskusi publik yang diselenggarakan pada Kamis 20 Februari 2020 lalu mengusung tema“Eksplorasi Migas Aceh Arun Jilid II”. Alasan di usungnya tema tersebut yaitu mahasiswa dan masyarakat harus tahu dan juga berpedoman dengan kejadian Arun dahulu. Saat masa-masa berjayanya Arun, terjadinya dua ketimpangan social; pertama ya itu kesejahteraan untuk para masyarakat dalam kompleks dan kedua ketimpangan ekonomi bagi masyarakat luar kompleks.

“Kita berharap semoga hasil dari migas ini dapat diterima dan dirasakan oleh masyarakat di Aceh dengan cara semua steakholder harus mendukung itu termasuk kita sebagai mahasiswa. Maka dengan adanya diskusi ini kita sebagai agent of control dapat melakukan pengawasan terhadap migas tersebut agar tidak terulangnya kasus-kasus yang sama seperti kasus yang terjadi di Arun,” jelas Martunis selaku penanggungjawab acara diskusi publik.

Diskusi public ini mendatangkan beberapa narasumber penting seperti Ir. Mahdinur (Kadis ESDM Provinsi Aceh), H. Ihsanuddin MZ SE, MM (Anggota DPR Aceh), Dr. Muhammad IrhamS.Si, M.Si (Akademisi Unsyiah), Muhammad Mulyawan (Kepala Divisi Perencanaan Evaluasi dan Pengembangan Lapangan). Acara ini juga mendapat dukungan dari Diskom Info dan Sandi, Humas Protokol Sekda Aceh, Dinas SDM, dan para alumni HMI yang sekarang berprofesi sebagai birokrasi dan akademisi Unsyiah. (Dwik & Ana/Perspektif)

Categories
Berita Events Kampus mahasiswa Straight News Tulisan

Pelatihan Relawan Pajak 2020 ; Asistensi Wajah Pajak Untuk Tingkatkan Pelayanan SPT

Darussalam 一 Dewasa ini, banyak fenomena setiap individu lebih cenderung berkomunikasi dengan sesamanya melalui benda mati, yakni seperti melalui media sosial. Maka dari itu, program studi D3 Perpajakan FEB Unsyiah kembali mengadakan kegiatan Pelatihan Relawan Pajak, kerjasama Tax Center Prodi Perpajakan FEB Unsyiah dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kantor wilayah Aceh pada tanggal 4 Februari 2019 bertempat di balai sidang, sebagaimana setiap tahunnya dilaksanakan.

Ketua Jurusan D3 Perpajakan FEB Unsyiah, Dr. Nuraini A, SE., M.Si, Ak, CA., menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan berkomunikasi mahasiswa D3 Perpajakan dalam hal mendampingi klien mengurus SPT, kelak ketika mereka sudah memasuki dunia kerja.

“Masih banyak mahasiswa tidak dapat berkomunikasi dengan baik antar sesamanya, maupun terhadap Dosen, ini bisa berefek tidak bagus setelah lulus nantinya. Tentunya diadakan pelatihan ini diharapkan mahasiswa yang mengikutinya dapat terlatih dalam menangani untuk pelayanan SPT Tahunan nantinya.” Tuturnya.

Namun, pada pelatihan yang diadakan setiap tahun ini, terlihat kurangnya antusiasme dari mahasiswa D3 Perpajakan dalam Pelatihan Relawan Pajak ini. Maka oleh karena itu, Ibu Nuraini menekankan bahwasannya sertifikat yang didapat pada acara ini akan menjadi salah satu syarat wajib sidang bagi mahasiswa D3 Perpajakan nantinya.

Pelatihan ini dimulai dari pukul 10.00 WIB hingga selesai, dan secara bersamaan akan dilakukan praktik contoh dari para pemateri yang ada. Pemateri yang hadir antara lain ada Ibu Fauziah Aida Fitri, SE., M.Si., Ak., CA. dan Ibu Nita Erika Ariani, SE., M.Si., Ak. selaku pemateri utama yang mengajarkan bagaimana berkomunikasi baik dalam hal melayani pelayanan SPT Tahunan.

“Dalam berkomunikasi kita tidak bisa menyamaratakan seperti kita berbicara pada teman, lalu kita samakan saat berbicara pada dosen, tentu itu tidak beretika. Jadi, mahasiswa dituntut untuk dapat berkomunikasi dengan baik, dan ini bukanlah hal sepele.” Terang Ibu Aida, dan di setujui juga oleh Ibu Nita.

Tambah Ibu Nita memaparkan, “Kita yang melayani pelayanan klien dalam mengurus SPT, perlu menjaga sikap dan dituntut menjadi pendengar yang baik, padahal sebetulnya menjadi pendengar itu sulit. Para client nantinya kan mempunyai kepribadian yang berbeda-beda, dan kita musti berhadapan dengannya, maka disini lah tantangan dalam berkomunikasi dengan baik.”.

Dilanjutkan oleh Pak Muhammad Saleh, S.E., Ak., M.Si. menjelaskan lebih lanjut mengenai pelaporan SPT Tahunan PPh OP 1770 melalui e-Form untuk Wajib Pajak UMKM. “Ini berguna untuk terlebih dahulu kita mengerti bagaimama caranya pelaporan SPT sebelum terjun ke lapangan secara langsung agar dapat memahaminya.”

Tak lupa materi Manager dan Leader di sampaikan oleh Ibu Dr. Ratna Mulyany, BACC., MSACC., mengatakan bahwa pentingnya menjadi seorang Pemimpin itu adalah memimpin diri sendiri terlebih dahulu, sebelum memimpin dan membantu orang lain.

Agenda ini akan dilanjutkan di bulan Maret, sebagai tahap seleksi dari Pelatihan Relawan Pajak 2020 ini. Diadakannya pelatihan ini sebetulnya memudahkan untuk mahasiswa bisa bekerja sama dengan DJP Kanwil Aceh nantinya, selain memberikan arahan kepada mahasiswanya.

“Tujuan dibuatkannya pelatihan seperti ini, agar relawan nantinya dapat memberikan kemampuan untuk mendampingi klien dalam hal mengurus SPT yang terkait, serta membangun kesadaran seluruh mahasiswa lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis bahwa pelatihan ini sangat penting untuk diterapkan dalam dunia kerja nantinya.” tutup Ibu Nuraini, selaku Kajur D3 Perpajakan. (Vanna/Perspektif)

Categories
Akuntansi Berita Events HIMAKA Kampus mahasiswa Straight News Tulisan

HIMAKA Kembali Menyapa 12 Kabupaten di Aceh Melalui AGOESTOS

Foto Kegiatan HIMAKA AGOESTOS by Max/Perspektif

Aceh – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) kembali mengadakan kegiatan AGOESTOS (Accounting Goes to School) pada awal tahun 2020 yang bertema “Prepare prospective accounts who are competent in the face of the industrial revolution 4.0 “.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 10-31 Januari 2020. AGOESTOS mengunjungi total 64 sekolah yang bertempat di 12 kota dan kabupaten di provinsi Aceh, yaitu: Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Lhokseumawe, Aceh Selatan, Aceh Timur, Langsa, Aceh Barat, Bireuen, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Sabang.

AGOESTOS sendiri sudah berjalan selama lima tahun terakhir. Rangkaian kegiatan AGOESTOS antara lain; presentasi tentang materi Agoestos di sebuah aula atau ruangan kelas, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri foto bersama.

Menurut Faiz Yazid Sab, selaku Kabid Humas Himaka, acara ini bertujuan memberikan gambaran mengenai dunia perkuliahan. Selain itu, AGOESTOS juga bertujuan untuk memperkenalkan prodi Akuntansi FEB Unsyiah.

“Banyak adik-adik kita di siswa SMA masih kekurangan informasi dalam hal dunia perkuliahan. Himaka membuat sosialisasi tentang edukasi yang dapat membantu mereka bagaimana gambaran dunia setelah lulus sekolah, terkhususnya lagi dunia perkuliahan di Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.” Katanya.

Faiz juga menjelaskan, target darikegiatan AGOESTOS ini adalah siswa-siswa SMA, SMK, maupun MA yang duduk di kelas 12.“Kita harap adik-adik kita yang sedang duduk di tahun terakhir sekolah dapat menyerap informasi yang kami sampaikan.” Imbuhnya.

AGOESTOS 2020 yang merupakan proker awal tahun Himaka di isi sebanyak 75 orang panitia yang seluruhnya berasal dari prodi Akuntansi angkatan 2019.

Syifaulhuzni selaku Sekretaris Panitia juga turut meyampaikan harapannya terkait kegiatan AGOESTOS tahun 2020 ini.

“Dengan adanya kegiatan AGOESTOS ini diharapkan akan semakin memperluas pengetahuan siswa-siswi kelas 12 di sekolah yang dikunjungi dapat lebih mengetahui tentang akuntansi secara umum dan khusus.” Tutupnya. (Fam & Max/Perspektif)

Categories
Berita Events Kampus mahasiswa Straight News Tulisan

Hasil Akhir Pemira Unsyiah 2019, Paslon Nomor Urut 2 Unggul di FEB Unsyiah

Foto by (Amnar/perspektif)

Darussalam – Pemilihan Raya (Pemira) Unsyiah dilingkungan FEB Unsyiah resmi berakhir pada Selasa sore (17/12) pukul 16.00 WIB di Aula FEB Unsyiah. KPPS resmi melakukan penutupan pemungutan suara dan dilanjutkan dengan perhitungan suara, dengan total 3 TPS yang masing-masing telah disesuaikan berdasarkan jurusan yang ada di FEB sendiri.

Perlu diketahui, untuk posisi ketua BEMU, ada 2 pasangan calon yang bakal menempati posisi ketua dan wakil ketua BEMU, antara lain; Paslon 1, Mohd. Hafizh Al Mukarram (FT) dan Muhammad Dzaky Naufal (FISIP), serta Paslon 2, Muhammad Ridha (FKIP) dan Teuku Maulana Affandy (FP), yang akan menempati posisi Presiden Mahasiswa dan wakilnya.

Sementara untuk calon anggota DPMU dari FEB sendiri, terdapat 6 calon yang bakal memperebutkan posisi tersebut. Kevin selaku panitia KPPS FEB menyatakan hingga sampai pada titik penghitungan suara dimulai, panitia KPPS FEB pun melakukannya secara terbuka di Aula FEB dengan mahasiswa dapat melihatnya langsung, meskipun diluar. “Kami melakukannya secara transparansi, dalam sistem penghitungan pun seperti biasanya untuk menghitung suara yang kita buka secara bersama kotaknya dengan saksi penghitungan suara. Namun ada saja mahasiswa yang salah memasukkan surat suara, seperti surat suara DPMU yang dimasukkan ke kotak untuk BEMU, namun tetap dihitung di akhir perhitungan.” papar Kevin.

Dengan perolehan suara untuk Paslon nomor urut 1 dengan total suara 198, dan Paslon nomor urut 2 meraih suara tertinggi, yakni 1298. Paparan dari panitia KPPS FEB dalam penghitungan suara, ada jumlah suara sah yakni 1496 dan suara tidak sah ada 56, dengan total seluruh surat suara sejumlah 1552. Teruntuk paslon nomor urut 2 unggul di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan peraihan suara tertinggi.

Foto by (Amnar/perspektif)

Dilain sisi, untuk polling suara DPMU, calon nomer 1 Teuku Muhammad Shandoya memperoleh 275 suara, nomor 2 Iqbal Asrary perolehan 535 suara, nomor 3 Munawarah dengan perolehan 125 suara, nomor 4 Martua Halomoan Siagian dengan perolehan 299 suara, nomor Abdillah Harliansyah dengan perolehan 149 suara, dan nomor 6 Sultan Rivaldi dengan perolehan 286 suara, dengan total jumlah suara sah yakni 1533, dan total suara tidak sah 19. Dengan total keseluruhan suara berjumlah 1552.

Setelah berakhir penghitungan suara Pemira ini, Haris selaku mahasiswa FEB mengatakan, “Harapan saya pada paslon BEMU dan DPMU yang terpilih nantinya setelah terampung semua suara se-Unsyiah, dapat membawa nama Unsyiah lebih baik, lebih jaya lagi dan menjadi tempat aspirasi mahasiswa Unsyiah.” (Tuty & Amnar/Perspektif)

Categories
Berita Events Kampus mahasiswa opini Straight News Tulisan

Pemira 2019 di FEB Unsyiah Berlangsung Sepi

Foto by (Amnar/Perspektif)

Darussalam –  Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis kini tengah memberikan suaranya dalam Pemilihan Raya atau PEMIRA Unsyiah di TPS yang telah disediakan oleh panitia KPPS FEB di Aula FEB Unsyiah, yang dimulai pukul 08:30 hingga 16:00 (17/12/2019).

Tahun ini Unsyiah memiliki 2 paslon ketua dan wakil BEM. Paslon no urut 1, Mohd. Hafizh Al Mukarram (FT) dan Muhammad Dzaky Naufal (FISIP). Dan paslon no urut 2, Muhammad Ridha (FKIP) dan Teuku Maulana Affandy (FP). Terdapat juga 6 nama calon FEB untuk anggota DPMU yang saling merebut hati warga kampus kuning.

Namun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Pemira tahun ini terlihat cukup sepi. Bahkan menurut Julian Hidayat selaku ketua KPPS FEB mengatakan bahwa memang untuk Pemira tahun ini terlihat menurunnya kepeduliannya mahasiswa lama terhadap Pemira tahun ini, “Terlebih tahun ini tidak adanya calon dari FEB sendiri.”

Tapi dapat dilihat, disekeliling aula FEB Unsyiah terdapat bergerombolannya mahasiswa yang membentuk perkumpulan sebagai team sukses dari pasangan calon yang mereka pertaruhkan. Seperti mahasiswa Ekonomi Islam yang mengerubungi sisi kiri aula sebagai tempat ‘Posko Pemenangan’ untuk Shandoya, begitu pula dengan EKP yang mempunyai Martuah Halomoan, Manajemen dengan Iqbal Asrary, dan Akuntasi dengan Sultan Rivaldi dalam pemilihan DPMU.

Terlepas dari siapa yang memenangkan nantinya dalam BEMU dan DPMU, para mahasiswa Ekonomi dan Bisnis berharap agar dapat amanat dengan menuntaskan janji-janjinya. Dan harapannya untuk para mahasiswa agar lebih peduli, bahwa satu suara sangat berarti demi masa depan mahasiswa Unsyiah. (Tuty & Amnar/Perspektif)

Categories
Berita Events Kampus mahasiswa Straight News

UKM EOC FEB Unsyiah Sukses Menyelenggarakan Aceh Auto Contest 2019

Foto by Nst

Darussalam – Economic Otomotif Club ( EOC ) Fakultas Ekonomi dan Bisnis kembali hadir dengan event spektakuler dan terbesar mereka pada tahun ini. Event yang bertajuk Aceh Auto Contest 2019 dengan mengangkat tema “ Make Your Car Like A King ” yang diselenggarakan pada hari sabtu – minggu tepatnya pada tanggal 14-15 Desember 2019 bertempatkan di pelataran parkir Stadion Harapan Bangsa. Aceh Auto Contest 2019 menjadi event comeback EOC setelah Aceh Auto Contest 2015.

Opening ceremony yang berlangsung pada hari pertama acara ini dibuka dengan penampilan tari ranup oleh Bestek Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan pembacaan ayat suci Al – Quran oleh Muhammad Naufal Nabil. Lagu Indonesia Raya juga ikut mengiringi acara opening ceremony Aceh Auto Contest tersebut.

Lalu kegiatan dilanjutkan dengan kata sambutan serta peresmian bersama opening ceremony Aceh Auto Contest oleh Ketua Umum EOC Ifandi Phonna, Ketua Umum IMI ( Ikatan Motor Indonesia ) Ibnu Rusdi, SE dan PLT Gubernur Aceh yang diwakili oleh Muksalmina S.Pd.

Aceh Auto Contest 2019 juga menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti Car Modification Contest, Venom Audio Contest, Engine Rev Battle, Car Limbo, Instagram Photography Contest, Band Performance dan tidak lupa juga menghadirkan Food Truck.

“ Yang terpenting yang memiliki hobi otomotif semakin meningkat dan acara ini dapat menjadi wadah untuk menghindari balapan liar dan tidak ada lagi hal negatif mengenai otomotif.” Harapan Iqbal Asary selaku sekretaris panitia pelaksana Aceh Auto Contest 2019 atas terselenggarakannya event ini.

Salah seorang peserta dalam event Aceh Auto Contest 2019, Lado yang juga merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta pernah tergabung dalam UKM Economic Otomotif Club ( EOC ) mengatakan bahwa acara ini berjalan sangat lancar dan lebih baik dari pada Aceh Auto Contest 2015 silam. (Jannah & Nst / Perspektif)

 

Categories
Berita Events Features Kampus mahasiswa

Mahasiswa Dalam Toleransi Antar Agama

Foto by Puan Hayati

Darussalam – Keberagaman  suku, ras dan agama memang sudah mengakar dan mengurat nadi di dalam sejarah kehidupan  rakyat  Indonesia khususnya  Aceh.  Dalam halnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis  Unsyiah yang hadir sejak 1959  di jantong rakyat Aceh ini diisi oleh segenap mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah, suku, etnis,, ras, budaya serta agama. Sikap toleransi yang kuat pun membuat tidak adanya belas kasih tertentu atau rasisme dalam proses belajar mengajar.

Menjadi seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk  akademisnya saja,  tetapi menjadi mahasiswa juga harus memiliki sikap toleransi sebagai wujud mengimplementasikan ilmu yang dimilikinya.  Layaknya semboyan NKRI “Bhineka Tunggal Ika” ; berbeda – beda tetapi tetap satu jua. Maka dari pada itu, membangun sikap toleransi beragama bagi mahasiswa adalah sebuah hal yang penting karena toleransi bertujuan untuk membangun persatuan dan kesatuan dalam hidup beragama.

Lalu perihal mewujudkan sikap toleransi, apa yang seharusnya dilakukan mahasiswa? Dapat kita ketahui bahwa, sikap toleransi itu merupakan sikap yang mampu dan mau menerima serta menghargai segala perbedaan yang ada. Dalam hal ini juga sikap menerima dan menghargai akan keberagaman agama.

Mengenai toleransi agama, ada hadits yang seringkali dipakai sebagai rujukan islam untuk mendukung  toleransi atas agama- agama lain. Sebuah hadits dari Ibnu Abbas, ia berkata : ditanyakan kepada Rasulullah SAW. “Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?” maka beliau bersabda: Al-Hanafiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran).”

Selanjutnya, sikap toleransi dapat dilakukan dengan menumbukan rasa nasionalisme dalam diri yang dibuktikan dengan adanya sila pertama pada pancasila .Kemudian   yang terpenting adalah menjalin silaturahmi antar umat beragama.

Bahasan mengenai toleransi agama pun kian menyorotkan pandangan pada mahasiwa non muslim di FEB Usnyiah. “ bergaul dan berinteraksi dengan mahasiswa lain yang mayoritasnya adalah muslim bukan sesuatu yang berat.” Ujar Cindy.  Selain ia mendapatkan pengalaman baru, toleransi beragama yang dilakukan antar sesama mahasiswa tidak membuatnya merasa berbeda. Cindy juga tidak sungkan untuk saling mengingatkan teman muslimnya melaksanakan ibadah shalat.  “semoga toleransi agama,suku, dan  ras kedepannya agar lebih baik dan tetap menjaga agar tidak ada kubuh di antara sesama.”  Harapnya. (Abir,Azka/Perspektif)

Categories
Berita Events Features Kampus mahasiswa

Kuy Mahasiswa, Kenali Dosen-mu Mulai Sekarang!

Ilustrasi by Puan

Darussalam – Tak terasa sudah akan selesai tahun 2019,  yang dimana menjadi tanda akan berakhirnya semester ganjil, baik bagi mahasiswa lama ataupun mahasiswa baru yang tengah asyik menikmati semester pertama. Tentunya bagi mahasiswa lama, tugas dan waktu ganti mata kuliah adalah makanan sehari-hari mereka di Kampus selama satu minggu biasanya.

Siklus yang seperti itu tentunya cukup membosankan bagi sebagian mahasiswa lama. Terkadang kalimat yang tidak asing lagi mungkin akan menggema, “Capek kuliah!”. Bagi mahasiswa baru yang tidak tahu-menahu mungkin belum mengetahui seberapa unik penderitaan mahasiswa lama.

Bahkan penderitaan tak jarang datang dari dosennya sendiri. Kenapa begitu? Gimana kalau kita sekalian simak tipe-tipe dosen yang mungkin dosen mu masuk kategorinya? Skuy!

1. DI

DI bukan BI geng. Dosen Impian atau singkatnya DI, nah, tipe-tipe dosen ini biasanya paling banyak diminati sama semua mahasiswa. Kenapa? Soalnya tiap masuk kelas tuh kadang tepat waktu, kalau pun telat pasti bakalan mengabari mahasiswa-nya. Setiap masuk kelas disaat dia ngajar bakalan membawa energi positif sampe mahasiswa lainnya semangat masuk.

Biasanya sih dosen yang termasuk kedalam tipe ini masih muda, kadang ada yang masih single atau freshgraduate, kalau pun sudah sold out pastinya baru-baru nikah. Soal tugas? Jangan tanya, dosen ini pendengar yang baik bagi mahasiswa, tugasnya ringan – biasanya cuman cari artikel aja terus dikumpul.

2. BDB

BDB bukan penyakit DBD geng. Bukan Dosen Biasa (BDB), tipe ini hampir sama kayak tipe DI, cuman yang membedakannya adalah kinerja dikelas dan tugas yang akan diberikan. Sifatnya? Asyik, semacam lagi diajarin sama temen sebaya, soalnya dosen tipe ini aktif, beliau bakalan sering ngajak kamu buat berpendapat atau diskusi tentang mata kuliahnya.

Kadang mahasiswa yang duduk di belakang bakalan menjadi inceran sama tipe dosen BDB ini, soalnya berhubung dia tau tipe-tipe mahasiswanya, makanya pendekatan beliau paling poll. Rentan umur dosen ini bisa 28 atau 39 tahun, yang dulunya pasti anak ormawa saat kuliah.

Mengenai tugas, bukan main-main nih. Biasanya dia bakalan suruh mahasiswanya bikin kelompok untuk re-search tentang isu-isu yang lagi dibahas di tahun 2019, ataupun mengenai lingkungan sekitar kampus.

3. DKM

Dosen Kasat Mata adalah tipe dosen yang bisa dikatakan antara ada dan tiada. Dosen tipe ini jarang masuk, beliau sibuk kuliah diluar atau mengajar di tempat lain, alasannya begitu, tapi ini malah menjadi dosen favorit bagi sebagian mahasiswa, soalnya tidak terbebani dengan mata kuliahnya, tapi bagi mahasiswa yang rajin adalah musibah, soalnya jarang belajar.

Absensi biasanya mudah, tugas? Santay, asal kalian mengerjakan dan mengunpulkannya tepat waktu, dosen tipe ini bakalan kasih nilai lebih ke kamu. Eits, tapi buat kamu yang memulai meremehkan beliau, cukup hati-hati aja, bisa-bisa kamu tidak diperbolehkan mengikuti ujian.

4. ID

Infinity Dosen. Dosen ini biasanya ga tanggung-tanggung waktu dia mengajar di kelas, biasanya bakalan lewat dari waktu yang ditentukan, dan mahasiswa paling suka nih membicarakannya karena bakalan bikin mereka lama keluar kelas.

Tipe dosen ini biasanya suka membicarakan soal mata kuliahnya dengan mengaitkan cerita tentang kehidupan yang sudah beliau alami, sampai-sampai mahasiswanya bakalan hafal riwayat kehidupannya.

Berbicara tugas, mohon maaf nih, siapkan batin kalian untuk menghadapi dosen ini, beliau bakalan memberikan tugas yang bahkan hitungannya kalian bisa membeli double folio sepack atau mengeluarkan uang banyak untuk print makalah.

5. DO

Tipe DO ini adalah Dosen rasa Orangtua. Cara mengayomi mahasiswanya sama seperti seorang orangtua kepada anak-anaknya, bisa lembut ataupun tegas. Di kelas, beliau mengajar secara lengkap menerangkannya, sampai kadang mempromosikan buku yang dia pakai untuk kebutuhan teori.

Mengenai tugas, beliau sangat kompetitif, niat beliau menginginkan mahasiswa atau anak-anaknya dapat berkembang lebih ketimbang dia dan melebihi sosoknya dengan visi agar setelah lulus nanti memang dapat berguna bagi lingkungan sekitarnya.

6. DK

Dosen Killer ini adalah tipe yang cukup ditakuti oleh mahasiswa. Anggapan mahasiswa sendiri biasanya didapat dari abang atau kakak letting atas yang sudah pernah merasakannya. Di kelas, beliau mengajar dengan gaya formal selayaknya seorang dosen yang sebenarnya dosen, hingga untuk mahasiswa yang mau mengobrol saja tidak bisa.

Tugas adalah kewajiban yang harus dituntaskan bagi kalian, menurut beliau. Biasanya tugas yang diberikannya sangat berkaitan dengan mata kuliahnya, atau malah Ia berharap mahasiswanya dapat selangkah lebih maju dibandingkan dia sendiri.

Itulah 6 tipe-tipe dosen yang mungkin saja dosen mu masuk salah satu kategorinya. Tapi, terlepas dari tipe-tipe dosen yang ada, semua dosen adalah sama, satu dosen, yang membedakannya adalah sikap dan caranya mengajar, baik atau buruknya, Ia adalah dosen, yang seharusnya dihormati.

Teruntuk kalian, tujuan kalian berada dikampus adalah menutut Ilmu, mempertajam wawasan lagi hingga lulus nanti dapat berguna. Kerjakan tugas selagi bisa, apabila berhalangan, kabari dosen mu, minta dispensasi, tetapi utamakan kejujuran, dosen itu manusia, beliau akan mengerti. Jangan sia-siakan waktu mu di kampus, kawan! Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. (Vanna & Sunshine/Perspektif)

Categories
Berita Events Features Kampus mahasiswa Tulisan

Tradisi “Unik” Mahasiswa Kampus Kuning Di Kala Ujian

Foto by Sunshine

Darussalam – Bagi mahasiswa, ujian merupakan moment yang menegangkan. Banyak mahasiswa mendapati berbagai kecemasan dikarenakan khawatir akan nilai yang didapat tak sesuai dengan apa yang diharapkan.  Bagaimana tidak, selama satu semester perkuliahan, kemampuan mahasiswa diuji oleh dua hari saja yaitu hari saat UTS dan UAS, meskipun sebenarnya terdapat cakupan bobot nilai tugas dan kuis, tetapi tetap saja itu bukanlah apa-apa jika nilai UTS maupun UAS sang mahasiswa anjlok.

Perihal nilai, pastilah semua mahasiswa menginginkan nilai yang tinggi, berbagai macam cara pun ditempuh oleh mahasiswa agar berhasil mendapatkan nilai yang diinginkannya. Dan selalu saja terdapat hal atau kebiasaan unik yang terjadi di setiap kampus, tak terkecuali di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Di FEB Unsyiah atau lebih akrab dikenal dengan sebutan kampus kuning ini terdapat sebuah kebiasaan unik disaat menghadapi ujian, baik UTS maupun UAS sekalipun. Sewaktu ujian, terlihat mahasiswa datang lebih awal dan sudah duduk rapi serta tertib sebelum dosen datang. Setelah dosen datang, semua terlihat disiplin dan hening, namun ada satu pemandangan yang sedikit aneh  karena posisi duduk mereka lebih condong bertumpuk ke belakang. Sementara kursi yang berada di posisi depan masih banyak yang kosong.

Apabila diamati, kejadian ini tak hanya berulang satu atau dua kali, namun sudah menjadi tradisi atau kebiasaan mahasiswa FEB. Sebenarnya, ini merupakan kebiasaan yang tidak baik dalam dunia pendidikan kita. Namun pada realitanya, meskipun zaman sudah berubah, kebiasaan seperti itu masih juga dipertahankan.

Kebiasaan pilih- pilih posisi duduk saat ujian merupakan kebiasaan buruk yang sudah sepantasnya mahasiswa hilangkan. Kebiasaan buruk tersebut sebenarnya terus terjadi karena salah persepsi tentang prestasi. Bagi sebagian mahasiswa, tempat duduk di posisi paling depan dianggap sebagai musibah sedangkan duduk di posisi paling belakang memiliki banyak faktor yang dapat menguntungkan mahasiswa.

Posisi apapun saat ujian sebaiknya tidak perlu untuk dipermasalahkan, karena tidak mempengaruhi nilai seorang mahasiswa. Semuanya relatif, berprestasi atau bagus tidaknya indeks prestasi mahasiswa bergantung pada bagaimana usaha dari tiap mahasiswa itu sendiri. Dan juga perlu diingat bahwa  tujuan universitas memberikan pembelajaran adalah untuk menyiapkan lulusan yang siap berkarya di dunia kerja, bukan hanya mengejar IPK saja, kemandirian serta soft skill yang mumpuni merupakan aspek yang sangat penting di dalam diri seorang mahasiswa. (Sunshine & Vanna/Perspektif)