Hasil Swab Test Terhadap Mahasiswa FEB USK Negatif

foto: Satgas Covid-19 USK

Darussalam –  Swab Test merupakan salah satu metode yang dilakukan oleh tenaga medis dalam  mendeteksi virus Covid–19. Hasil pemeriksaan swab tes merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memutus rantai penyebaran Covid–19.  Seperti yang kita ketahui, Swab Test juga sudah dilaksanakan di beberapa universitas untuk mengambil beberapa sampel mahasiswa, termasuk di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

Dengan swab tes, tingkat akurasinya dinilai lebih tepat. Swab test merupakan bagian dari metode polymerase chain reaction (PCR). Sampel tes yang digunakan yakni lendir yang diambil oleh tenaga kesehatan dari bagian dalam hidung (nasofaring) atau tenggorokan (orofaring) seseorang.

Pada hari Rabu (31/3) sekitar 10 orang mahasiswa FEB USK mengikuti swab tes yang dilaksanakan dengan bantuan tenaga medis Rumah Sakit Prince Nayef USK. Kegiatan ini dilakukan di ruangan dosen FEB sekitar pukul 09.30 WIB. Satu per satu mahasiswa mulai dilakukan swab test dan menunggu hasil uji tes tersebut.

Dwi merupakan salah satu mahasiswi prodi Ekonomi Manajemen yang terpilih untuk mengikuti swab test mengatakan bahwa mereka yang terpilih untuk di swab test adalah orang–orang yang bersedia secara sukarela.

“Penasaran gimana rasanya di-swab test dan kebetulan ada kesempatan yang datang dari pihak kampus,” jelas Dwi ketika ditanyakan alasan mengapa bersedia secara sukarela untuk mengikuti swab tes.

Kemudian ia menambahkan “Rasanya sedikit perih di hidung, namun beberapa menit kemudian sudah normal lagi. Setelah 15 menit menunggu, hasil swab tes keluar dan Alhamdulillah kami semua negatif”.

Tidak jauh berbeda, Cut Fitri juga menjadi  mahasiswa sukarela dari prodi Ekonomi Pembangunan. Selama proses swab test, ia merasa sedikit perih dan ingin bersin, namun perasaan itu hanya sebentar lalu normal kembali.

Kegiatan ini tidak terlepas dari pantauan Wakil Dekan 3 FEB USK, Murkhana, S.E., M.B.A. Saat ditanya mengenai apa langkah yang telah dilakukan oleh pihak kampus untuk menekan pertumbuhan virus Covid–19, ia mengatakan bahwa para mahasiswa dan dosen harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan melakukan 3M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, serta Menjaga jarak.

Untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) pada saat perkuliahan, mahasiswa juga melakukan perkuliahan hybrid, yaitu sistem perkuliahan campuran antara kuliah tatap muka dan kuliah daring dengan model pembelajaran yang mengintegrasikan inovasi dan kemajuan teknologi melalui sistem kuliah online dengan interaksi dan partisipasi dari model pembelajaran tradisional.

Kegiatan swab test ini diharapkan dapat membantu dalam upaya memutuskan rantai penyebaran Covid-19 terutama dalam lingkungan kampus Universitas Syiah Kuala. (Dhanty/Perspektif)

Editor : Jannah

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.