Internasional Food Festival kembali Digelar Setelah Vakum Akibat Covid 19

Dibawah koordinasi Office of International Affairs (OIA), Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menggelar Internasional Food Festival (IFF) yang bertema The Journey of Taste Perfection pada tanggal 17 hingga 20 November 2022. Kegiatan ini resmi dibuka pada hari Kamis, 17 November 2022, yang ditandai dengan pemukulan alat musik pukul rebana secara simbolis oleh Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., yang juga turut diikuti oleh Kepala OIA, Dr. Muzailin Affan, M.Sc., Ketua Panitia IFF, Afdhalul Rizki Muhammad, Pimpinan Dharma Wanita USK, dosen-dosen, perwakilan mahasiswa asing dan sejumlah jajaran lainnya serta disaksikan oleh seluruh komiti dan pengunjung yang hadir.

Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si., dalam pidato pembukaan bersyukur bahwa acara tahunan internasional ini dapat digelar kembali.

“Saya merasa bangga OIA dapat terus melaksanakan event yang seperti ini untuk memajukan internationalisasi USK, apalagi setelah dua tahun ditiadakan karena pandemi. Sekarang alhamdulillah International Food Festival ke-5 ini dapat digelar kembali sebagai acara tahunan dengan penuh semangat”, ucap Prof. Dr. Ir. Agussabti, M.Si. dalam kata sambutannya.

Acara IFF ini merupakan acara tahunan OIA yang masuk dalam rangkaian kegiatan Dies Natalis USK, dimana acara IFF ini akan menampilkan budaya yang bervariasi untuk mempromosikan budaya lokal dan asing, serta mendukung UMKM.

Dalam pidatonya, Dr. Muzailian Affan mengatakan “acara IFF ke-5 ini mengundang dan menampilkan ragam kuliner yang beragam dari beberapa negara seperti Korea, Malaysia, Thailand, Turki, Turkmenistan, Australia, Senegal, Gambia, Amerika Serikat, Filipina, Nigeria, Kirgistan serta termasuk juga Indonesia khususnya Aceh melalui UMKM lokal”.

Afdhalul Rizki Muhammad, selaku ketua panitia, dalam pidatonya menyampaikan bahwa kegiatan IFF ini berkolaborasi dengan sejumlah lebih kurang 50 stan makanan yang terdiri dari 31 stan makanan lokal yaitu UMKM, dan 14 stan mahasiswa asing yang dipresentasikan langsung oleh mahasiswa-mahasiswa asing yang kuliah di USK.

Selain menampilkan budaya kuliner, kegiatan IFF juga dimeriahkan dengan berbagai jenis kegiatan seperti Open Performance, Workshop, Stand Up Comedy, Easy Talks, Cooking Cemo Makanan Asing, berbagai Games, Lomba Rangking 2, Penampilan-penampilan Budaya, dan Pawai Mahasiswa Asing.

Selama perayaan acara IFF, pengunjung-pengunjung dari berbagai kalangan sangat antusias untuk menghadiri festival makanan internasional dan nasional ini. Pengunjung-pengunjung dengan rasa ingin tahunya dengan senang mengunjungi stan-stan mahasiswa asing untuk mencicipi dan berinteraksi dengan mahasiswa asing dari berbagai negara.

Dari sisi mahasiswa asing pun mereka sangat senang diberikan kesempatan untuk mempresentasikan budaya mereka. Melalui IFF ini mereka bisa memperkenal cita rasa makanan khas serta bisa berkomunikasi, dan menambah serta memperkuat silaturahmi dengan mahasiswa lokal dan masyarakat aceh.

Event ini Sangat menarik. Sangat menyenangkan bertemu dengan mahasiswa internasional lainnya. Sangat menarik melihat penampilan mereka dan betapa antusiasnya saya terhadap mereka. Senang Dan saya tertarik untuk melihat acara ini tahun depan kembali. Jika ada kemungkinan  saya berharap acara ini dilaksanakan lebih lama lagi.” Jack Amerika student

“kami sangat senang dan antusias, dimana dengan adanya acara ini kami merasa dapat berkomunikasi dan menambah silaturahmi dengan kawan-kawan dan berinteraksi dengan orang Aceh”, ujar Nik Haris, seorang mahasiswa internasional asal Thailand

Afdhal selaku ketua panitia menyampaikan apreasiasinya kepada semua pihak yang telah mendukung acara IFF, dan ia berharap acara ini dapat memberikan manfaat dibidang edukasi budaya dan jalinan kerjasama.

“Saya sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini dari berbagai segi. Dengan adanya acara ini saya berharap IFF bisa sukses mempromosikan dan membuka pertukaran budaya dan bahasa antar mahasiswa lokal, internasional, serta warga Aceh sehingga bisa menjalin silaturahmi dengan baik”, tutup Afdhal.