LDF Al-Mizan Gelar Islamic Book Fair Edisi ke – 4

Darussalam – Minggu (06/12), Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Al-Mizan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah menyelenggarakan  kegiatan tahunannya yaitu Islamic Book Fair (IBF) ke 4 dengan mengusung tema “Today A Reader, Tomorrow A Leader”. Seluruh rangkaian kegiatannya dilakukan secara daring melalui Zoom dan YouTube. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari yakni dimulai sejak tanggal 6 sampai 12 Desember 2020. Rangkaian acara IBF 4 ini berisi Webinar Kemuslimahan, Bedah Buku Nasional (BBN), serta beberapa perlombaan seperti Ranking 1, Pidato, dan Menulis Essay.

IBF 4 dibuka dengan Webinar Nasional Kemuslimahan dengan tema: New Normal is New Me (Muslimah Kece Anti Insecure) dengan mengundang Farah Qoonita seorang aktivis, pegiat media, dan penulis sebagai pemateri. Pelaksanaan webinar ini berlangsung secara virtual melalui zoom meeting dan diikuti oleh peserta yang berasal dari berbagai daerah. Acara webinar ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an lalu disambung dengan kata sambutan oleh ketua panitia pelaksana yaitu Muhammad Azwar, serta sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Evi Mutia, S.E., M.Si selaku Dosen FEB Unsyiah.

Setelah Webinar Nasional Kemuslimahan dan lomba-lomba lainnya selesai diselenggarakan, akan dilaksanakan Bedah Buku Nasional pada Sabtu (12/12) sebagai penutup rangkaian kegiatan dari IBF 4 ini. Pada kegiatan bedah buku nasional yang mengusung tema: “Ada Apa Denganmu Sekarang” mengundang Dr. Mizaj Iskandar, LC., LLM sebagai pemateri. Ia merupakan seorang pendakwah alumni Universitas Al-Azhar Kairo dan Omdurman Islamic University of Sudan. Bedah buku nasional ini juga melibatkan Alfi Alghazi sebagai penulis dari buku yang akan dibedah yang berjudul “Maaf Tuhan, Aku Hampir Menyerah”.

“Dengan tema ini tentunya diharapkan agar setiap individu bisa meningkatkan semangat dan literasi membaca untuk bisa menjadi agent of change for the better future,” tutur Muhammad Azwar selaku ketua panitia IBF 4.

Dengan berlangsungnya seluruh kegiatan IBF 4 ini, diharapkan agar setiap mahasiswa dapat berpartisipasi di setiap kegiatan sesuai minat dan kemampuan masing-masing dengan tujuan dapat mengasah kemampuan setiap individunya. IBF 4 dapat menjadi salah satu sarana para mahasiswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan tersebut.

“Selanjutnya dengan terselenggaranya acara ini diharapkan juga dapat menjadi awal yang baik untuk menumbuhkan niat dan tekad kita dalam membaca, sebagai acuan untuk menjadi  pemimpin bijak dengan wawasan yang luas dimasa yang akan dating, demi terwujudnya “Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,” tutup Azwar. (Dwik & Aufar)

Editor : Abi Rafdi