Madan; Mengais Cuan dari Investasi Saham

Madan; mengais cuan dari investasi saham. (Ilustrasi : Muchsal)

Dunia bisnis adalah hal yang sangat menarik untuk dikupas lebih dalam oleh banyak kalangan, tak terkecuali bagi mahasiswa. Keinginan untuk menjadi seorang pengusaha dan memiliki keuntungan di usia yang sangat muda merupakan keinginan setiap individu. Sebagai seorang mahasiswa kita tidak bisa hanya belajar serta berorganisasi saja. Lebih dari itu, seorang mahasiswa dituntut untuk dapat lebih kreatif guna mempersiapkan bekal menuju dunia kerja yang lebih nyata. Maka dari itu tidak ada salahnya mahasiswa belajar untuk berbisnis.

Bisnis bagi mahasiswa dapat dijadikan sekadar kegiatan sampingan untuk mengisi waktu kosong sekaligus untuk menambah uang saku. Selain itu, yang paling penting adalah pengalaman yang dapat menjadi bekal setelah lulus kuliah nantinya.

Seperti hal nya yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari prodi Ekonomi Pembangunan 2018 bernama Muhammad Riski Ramadan. Mahasiswa yang akrab dipanggil “Madan” ini adalah seorang investor muda yang sekarang menjabat sebagai ketua KSPM periode 2020.

Ketertarikan Madan terhadap dunia pasar modal diawali ketika SMA. Saat itu Madan mengikuti sekolah pasar modal karena rasa penasaran yang dimilikinya. Selepas itu, muncul lah keinginan untuk mencari tahu tentang saham lalu Madan pun berniat membuka akun saham, namun karena pada saat itu usianya masih sangat muda dan belum mencukupi batas minimal untuk membuka akun saham maka ia mempelajari terlebih dahulu tentang saham tersebut.

Akhirnya, setelah usianya genap 17 tahun ia langsung membuka akun saham sekaligus lebih mempelajari dan memperdalam perihal saham serta dunia pasar modal.

“Kini, terhitung sekitar empat tahun sudah saya menjalani aktivitas di dunia pasar modal,” tutur Madan.

Ditilik dari keuntungannya, saham tersebut memberikan keuntungan yang sangat besar baginya. Baik dari dividen maupun capital gain. Dari keuntungan tersebut, terhitung  ia telah memiliki uang saku sendiri tanpa harus membebani orang tua. Namun, dibalik semua keuntungan yang diberikan, ternyata dalam pasar modal juga terdapat pula resiko yang cukup besar apalagi ketika seorang investor tidak dapat membaca laporan keuangan maupun grafik indikator serta kurvanya.

Menurut Madan menjadi seorang investor bukan hal yang tergolong mudah. Sebab selain harus memiliki modal, seorang investor juga harus pandai memantau dan memperhitungkan perkembangan pasar global. Sebagai contoh, baru-baru ini sedang marak beredarnya virus corona. Akibatnya, pasar modal  terkoreksi cukup signifikan. Bahkan karena hal ini, tercatat banyak investor asing menarik semua dana yang ada di Indonesia.

Sebagai mahasiswa yang sibuk Madan berusaha mengatur waktu, menyesuaikan kapan waktunya kuliah dan waktunya berbisnis. Hal ini tentu saja amat penting sebab disamping terjun ke dunia pasar modal, pendidikan tetap jadi prioritas utama baginya.

Seperti kalangan mahasiswa lainnya, Madan juga memiliki hobi nongkrong dan bermain game bersama dengan teman-temannya. Namun Madan sedikit berbeda, ketika ia nongkrong bukan sekedar nongkrong melainkan sekaligus mengamati laporan keuangan dari perusahaan yang sahamnya ia miliki serta menganalisis secara fundamental, baik dari segi laba rugi perusahaan dan lainnya. Wah menarik ya!

“Kita masih muda, masih banyak ide yang kita miliki, kenapa kita gak mulai dari sekarang. Jika kita gagal kita masih ada peluang untuk belajar. Orang gagal bukan orang yang tidak biasa melakukannya tapi orang gagal adalah orang yang tidak mau mencoba,” tutup Madan. (Tuty & Jannah / Perspektif)

Editor : Jamaludin Darma

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.