Desain: Naurah Syakirah

Darussalam – Teknologi digital memerlukan perangkat seperti smartphone dan laptop. Di dalam perangkat tersebut tersimpan data-data dalam sebuah server komputer. Data-data tersebut dijaga oleh keamanan sistem komputer yang sudah diatur oleh perangkat agar tidak ada data yang hilang. Namun, kemanan dari perangkat tidaklah cukup, data tersebut tetap bisa diganggu oleh pembobol atau hacker yang sudah dirancang dengan menggunakan virus untuk menghalangkan penggunanya mengakses data-data dan sistem perangkat. Hal tersebut biasa disebut sebagai ransomware.

Ransomware bukanlah data-data yang dicuri, tetapi akses sistem pengelolaannya dihalangi oleh virus yang menganggu operasi server komputer. Masalah ini sudah terjadi pada Bank Syariah Indoensia (BSI) yang diserang oleh peretas menggunakan ransomware.

Ransomware sering digunakan oleh pembobol/pemeras untuk menipu pengguna perangkat tersebut dengan cara meminta mengakses sebuah file. Sang pemeras juga meminta korban untuk memberikan sejumlah uang berupa Bitcoin (BTC) dan kripto sebagai ancaman untuk membukakan akses data.

Berikut adalah jenis – jenis ransomware yang harus kita ketahui agar terhindar dari ancaman para peretas.

  1. Scareware

Scareware merupakan serangan para peretas yang berusaha menyuntikan perangkat dan membatasi semua aktivitas pengguna. Pengguna diminta tebusan agar perangkat dapat kembali bisa diakses. Tetapi, cara peretas dalam meminta tebusan cukup berbeda. Para peretas akan memanfaatkan pemberitahuan dalam perangkat terkait masalah sistem. Pemberitahuan ini dijadikan sebagai umpan untuk menjebak pengguna dengan kata lain, peretas melakukan kebohongan untuk mendapatkan tebusan mereka.

  1. Locker Ransomware

Serangan jenis ini berusaha mengunci semua data yang ada di perangkat pengguna. Peretas yang berhasil memasuki perangkat pengguna akan segera mengunci semua datanya. Jika suatu perangkat tidak bisa digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas dasar maka kemungkinan peretas berhasil menyuntikan virus di perangkat pengguna.

 

  1. Doxware

Jenis ini digunakan untuk mengancam pengguna dengan cara yang lebih keras. Peretas biasanya mengancam akan membagikan konten sensitif yang bersifat privat kepada publik. Seperti pengunggahan foto dan video, strategi bisnis, dan  data-data pribadi. Seolah-olah belum cukup bagi peretas untuk mencuri dan menghilangkan data.

  1. Crypto Ransomware

Hal ini merupakan serangan yang paling sering terjadi. Jenis serangan ini hanya mengincar data-data penting bagi pengguna berupa file yang dikunci atau lainnya.

File lain yang tidak ikut berpengaruh dengan serangan. Pengguna bisa beraktivitas, namun data yang sudah diambil tidak akan bisa kembali lagi.

Meskipun begitu, tetap terdapat beberapa cara untuk mengatasi perangkat terkena ransomware. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan.

  1. Menggunakan cyber protection yang berkualitas

Pasang layanan keamanan yang bisa membersihkan kekacauan karena ransomware. Salah satunya cyber protection yaitu cloudmatika yang bisa melakukan perlindungan terhadap serangan ransomware. Jika pengguna ingin menggunakan keamanan ini, perlu mengeluarkan biaya untuk membeli layanan keamanan ini dari pada membayar tebusan kepada peretasnya.

  1. Mengembalikan data dengan aplikasi dekriptor

Jika perangkat komputer dan laptop pengguna bersih dari segala malware, maka langsung saja untuk mencoba menggembalikan data yang terkunci. Ada berbagai aplikasi dekriptor yang bisa digunakan untuk membuka kode data terkunci.

Jika ransomware kembali menyerang, apa yang harus kita lakukan?

  1. Backup data

Backup data tentu sangat penting. Jika peretas mengambil data dan menutup akses server, tidak perlu takut lagi karena sudah menyimpan data ke tempat cadangan yang aman. Hanya melakukan backup data secara rutin supaya mencegah serangan tiba-tiba dapat diatasi dengan baik.

  1. Menggunakan layanan keamanan berbayar

Menggunakan layanan keamanan sudah terbukti cara terbaik. Cloudmatika yang menyediakan layanan cyber protection untuk melindungi data-data. Gunakan layanan keamanan cyber protection, masalah seperti data yang terkunci, kehilangan data yang dicuri, dan lainnya. bisa teratasi dengan adanya layanan keamanan terpercaya.

  1. Memblokir e-mail yang spam dari orang tidak dikenali

Peretas biasanya mengirim virus melalui file-file yang ia kirim ke e-mail maupun chatting. Itu sebabnya kita pengguna perangkat jangan asal mengakses dan membuka file dari orang yang tidak dikenali.

 

(Perspektif / Taufik dan Rifa)

Editor: Astri