Ilustrasi : Yukha Ramzian

Darussalam – Semenjak Covid-19 menyerang, seluruh kegiatan dialihkan ke daring terutama untuk sektor pendidikan. Sistem perkuliahan pun dilaksanakan secara daring/online. Tak jarang banyak mahasiswa kewalahan atas tugas-tugas yang diberikan dosen semenjak daring. Maka beberapa dari mahasiswa mengambil kesempatan untuk membuka jasa joki tugas.

Banyak dari mahasiswa menggunakan joki tugas saat online dikarenakan sibuk hingga mager mengerjakan tugas. Hal ini membuat peminat jasa joki tugas juga semakin banyak, terlebih dengan kurangnya pengawasan dosen saat pengerjaan tugas atau ujian. Terkadang, banyak dosen yang memberikan tugas atau ujian esai yang bisa diselesaikan dengan cara membayar joki tugas.

Namun, tahu gak sih apa dampak dari mungkin terjadi dari maraknya penjokian tugas ?

  1. Mahasiswa menjadi malas

Dengan maraknya joki tugas banyak mahasiswa yang malas untuk mengerjakan tugas-tugasnya dan langsung berharap pada joki tugas

  1. Tidak memahami materi perkuliahan

Setelah mendapat tugas, mahasiswa langsung mengirim ke joki dan langsung mengumpulkan ketika sudah selesai. Dengan kejadian seperti ini mahasiswa tidak mengulang materi yang diberikan oleh dosen

  1. Pembayaran jasa joki tugas

Mahasiswa perlu mengeluarkan biaya yang tak jarang sangat mahal di kantong mahasiswa.

  1. Resiko

Mahasiswa pengguna joki tugas harus siap menanggung resiko apabila ketahuan oleh dosen karena melakukan kecurangan yang mana nantinya akan berpengaruh terhadap nilai di mata kuliah tersebut.

Namun, bila ditinjau dari sisi baiknya, joki memiliki keuntungan yang mana si joki mendapatkan bayaran untuk menambah uang jajan dan wawasan lebih dalam pengerjaan tugas-tugas. Dan tak jarang banyak mahasiswa yang terbantu akan kehadiran joki tugas di kalangan mahasiswa yaitu dapat terselesaikannya tugas mereka dengan tepat waktu.

(Perspektif/Azizah & Naurah)

Share this: