Social Distancing dan Dilema Mahasiswa Rantau

Ilustrasi : team Grafis/Perspektif

Darussalam – Virus Corona kian merebak beberapa waktu belakangan. Kurva virus Corona memperlihatkan penambahan setiap harinya. Dilansir melalui Update COVID-19 di RI melalui aplikasi LINE, Per 30 Maret 2020, tercatat 1414 orang yang positif Corona di Indonesia. Presentase kematian atau fatality rate Corona di Indonesia mencapai angka 8,6%.

Berbagai hal dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus ini. Salah satu yang sedang gencarnya dilakukan adalah gerakan #dirumahaja, yaitu dengan berdiam diri di rumah dan menghindari aktivitas bertemu dengan orang banyak, atau lebih dikenal dengan Social Distancing, cara ini dianggap efektif untuk mengurangi penularan virus.

Nah, kamu sebagai mahasiswa khususnya mahasiswa rantau pasti lagi dilema kan mau pulang kampung atau enggak?

’’Pulang kampung adalah ritual merealisasikan kenangan tentang orang-orang, pemandangan, serta bebauan yang telanjur kabur dari ingatan meski samar-samar masih terasa akrab,”

Di sini akan dibagkan dua sudut pandang mahasiswa rantau mengenai dilema pulang kampung ini, ada mahasiswa rantau yang memutuskan untuk pulang ke kampung halaman, ada juga mahasiswa rantau yang akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal. Kamu tim pulang kampung atau tetap tinggal di kost an? Ingat ya, walaupun ada Social Distancing kamu harus tetap produktif, ya.

Pengalaman Mahasiswa Rantau yang Memutuskan Untuk Pulang Kampung

“Kalau saya pribadi, orang tua yang menyarankan untuk pulang kampung karena khawatir akan keadaan saya di sini, setelah keluar surat edaran saya langsung pesan tiket” Ujar salah satu mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini.

Ketika ditanya mengenai proses belajar mengajar dalam perkuliahan, ia mengaku melalui Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang diadakan kampus dan fakultasnya.

“Untuk kendala sih enggak ada, untuk absen kan sudah bisa online sekarang, kalo ada tugas langsung dikirim melalui Email, Alhamdulillah para dosen memudahkan,” Tutur mahasiswi ini. Menurutnya, ini merupakan sebuah pengalaman pertama dalam melakukan Pendidikan Jarak Jauh ini.

Pengalaman Mahasiswa Rantau yang Memutuskan untuk tetap tinggal

‘’Menurut saya pribadi, ini adalah keputusan yang tepat memilih tinggal disini, karena seperti yang kita ketahui, pihak Unsyiah sudah menginformasikan kepada kita semua untuk tetap disini, dan hanya diberi waktu selama 2 minggu saja. Selain menghemat biaya kalau tidak pulang, ini adalah langkah yang tepat untuk mengurangi virus yang sudah tersebar, apalagi Alhamdulillah di kota Aceh sendiri, masih belum ada dampak besar mengenai virus Corona tersebut, jadi tetap disini adalah pilihan yang sangat tepat,” Ujar seorang Mahasiswa.

Di balik Mahasiswa ada yang pulang kampung ataupun tidak, ini kembali lagi ke diri masing-masing. Ada positif maupun negatif dari pilihan tersebut, jika dimanapun kita namun tidak bisa jaga diri dan kesehatan, itu semuanya sama aja, jadi diharapkan kepada seluruh mahasiswa untuk selalu jaga kesehatan dan ikuti peraturan yang ada untuk mengurangi dampak Virus Corona yang sudah tersebar banyak di negara kita ini. Doa dan usaha adalah kunci utama agar masalah ini cepat selesai. (Refdi & Dhanty)

Editor : Cynthia Ramadhani