Terkait Larangan Penggunaan Kemasan Plastik; Warga Ekonomi Sambut Positif

Pendapat Mahasiswa Ekonomi (Foto : Aufar & Ika / Perspektif)

Darussalam – Pada era sekarang ini banyak sekali masalah yang timbul terkait sampah yang tidak dapat diselesaikan secara menyeluruh. Penggunaan plastik menjadi permasalahan besar, seperti yang kita ketahui sampah plastik membutuhkan waktu puluhan tahun bahkan ratusan tahun untuk terurai.  Di Unsyiah sendiri terutama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah sudah mulai mengurangi penggunaan sampah plastik dan baru–baru ini beredar surat tentang “LARANGAN PENGGUNAAN KEMASAN MAKANAN/MINUMAN BERBAHAN PLASTIK SEKALI PAKAI DAN/ATAU KANTONG PLASTIK” di kawasan FEB Unsyiah. Kemunculan surat edaran ini menimbulkan banyak pendapat, baik dari pihak dosen maupun mahasiswa.

“Kebjikan kampus terkait menjaga kebersihan lingkungan kampus perlu diapresiasi. Sebab dengan itu kita dapat mengurangi penggunaan sampah plastik. Kita turut andil dalam upaya kelestarian alam dan ekosistem alam. Oleh karena itu, perlu banyak pengadaan tong sampah organik dan anorganik di lingkungan kampus, agar sampah-sampah yang ada dapat dipilah dengan baik,“ ungkap Akbar, mahasiswa EKP 2019.

Kita sebagai masyarakat kampus sudah sewajarnya menjaga kerbersihan lingkungan kampus. Salah satu caranya dengan mengurangi penggunaan kemasan plastik, dimulai dengan hal–hal kecil.

“Mengurainya sampah plastik yang terlalu lama dan itu berakibat pada kehidupan manusia, sudah seharusnya kita melakukan pengurangan terhadap pemakaian  plastik. Memulai dengan hal-hal kecil membawa sedotan, sendok, dan tumbler sendiri,” jelas Ibu Raida Fuadi, SE.Ak , MM.

Memang kita sering mengabaikan hal-hal kecil seperti memakai kemasan plastik yang berlebihan, ketergantungan kita dalam menggunakan kemasan plastik bisa berdampak buruk jika kita tidak benar-benar menyadarinya.

“Menurut saya surat edaran tentang larangan penggunaan plastik itu sangat bagus, saya sangat mendukung. Di kantin sudah ada galon, tetapi galonnya sering habis air. Diharapkan pihak kantin mengisi galonnya, agar mahasiswa tidak memakai kemasan plastik,” tutur Putri, mahasiswa EKP 2019.

“Untuk mahasiswa pasti ada yang lupa membawa tumbler, mungkin pihak kantin bisa menyediakan gelas yang bukan sekali pakai di sebelah galon tersebut,” Tambahnya.

Surat edaran tentang larangan penggunaan plastik itu sangat bagus, itu merupakan salah satu langkah kita dalam menjaga lingkungan. Semoga surat edaran ini bukan sekedar tulisan saja, tetapi bisa diwujudkan dalam realitas. (Aufar & Ika)

Editor : Cynthia Ramadhani