Darussalam — Organisasi kemahasiswaan Islamic Economics Students Association (iESA) dari Program Studi Ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan acara tahunan Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL) pada 5–7 November 2026. Mengusung fokus pada literasi digital dan keberlanjutan ekonomi, festival ini menghadirkan seminar internasional sebagai salah satu agenda utamanya.
Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Khairil Umuri, S.H.I., M.Ag., menekankan urgensi literasi digital dan inovasi Financial Technology (Fintech) Syariah dalam keseharian masyarakat. Ia menyampaikan bahwa mahasiswa dituntut untuk melek teknologi guna mengimbangi perubahan tren secara cepat sekaligus memastikan setiap aktivitas perekonomian tetap berjalan di atas koridor syariah dan berprinsip pada ekonomi yang berkelanjutan (sustainable economy).
Seminar internasional yang menjadi pembuka rangkaian acara ini mengusung tema “Navigating The Digital Frontier: Synergizing Sharia Fintech for National Economic Growth”. Pembina iESA, Muftahuddin, S.H.I., M.Sh., menyampaikan apresiasinya atas capaian panitia yang berhasil mengangkat standar acara dengan menghadirkan narasumber lintas negara.
Seminar ini diawali dengan keynote speech dari R. Adi Mukhtar Rivai selaku Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif. Sementara itu, dosen Ekonomi Islam FEB USK, Ledy Mahara Ginting, S.E., M.Sc., bertindak sebagai moderator yang memandu pemaparan dua pemateri utama, yakni Dr. Sakinatul Raadiyah Binti Abdullah dari Academy of Contemporary Islamic Studies (ACIS) Universiti Teknologi Mara (UiTM), Malaysia, serta Dwina Olivia Rahmi dari Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Provinsi Aceh.
Selain seminar, rangkaian FIEL 2026 turut dimeriahkan dengan kompetisi nasyid dan ditutup dengan agenda Tabligh Akbar. Kegiatan penutup tersebut menghadirkan Prof. Dr. Muhammad Yasir Yusuf, S.Ag., M.A., akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry sekaligus Pakar di Bidang Ekonomi Syariah, yang secara khusus mengupas topik seputar hukum dan bahaya riba.
Ketua Umum iESA 2026, Muhammad Alfath, mengungkapkan bahwa jumlah peserta seminar pembuka FIEL 2026 melampaui target awal panitia. Dari target 150–200 peserta, seminar tersebut diikuti oleh sekitar 300 peserta dari dalam dan luar kampus. Alfath berharap penyelenggaraan festival yang sarat dengan literasi inovasi finansial ini dapat dipertahankan esensinya, serta terus meningkatkan ruang kolaborasi akademis untuk kepengurusan selanjutnya.
Perspektif/ Naufal Lathif
Editor: Mazaya Kayyisa











