Straight News

I-MENTION 2026 Hadirkan Seminar Internasional, Dorong Pemulihan Kesehatan Mental Pascabencana

×

I-MENTION 2026 Hadirkan Seminar Internasional, Dorong Pemulihan Kesehatan Mental Pascabencana

Sebarkan artikel ini
By Rifdah

Darussalam — International Mental Health Competition (I-MENTION) 2026 kembali menghadirkan Seminar Internasional untuk memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia. Kegiatan ini digelar pada Sabtu (17/10/2026) di Academic Activity Center (AAC) Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (USK).

Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Psikologi (HIMAPSI) Fakultas Kedokteran (FK) USK dengan tema “Survival: Exploring Psychological Resilience and Cultural Coping Mechanisms in Post-Disaster Communities”. Seminar ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemulihan kesehatan mental, khususnya pasca-bencana. Dilaksanakan secara hybrid, seminar ini berhasil menggaet 800 partisipan on-site dan 200 partisipan online.

Dalam pelaksanaannya, seminar ini menghadirkan tiga pemateri terbaik di bidangnya dari lingkup nasional hingga internasional. Mereka adalah Siti Rahmah, S.Psi., M.Psi., Psikolog.; Tri Nathalia Palupi, S.Psi., M.Psi., Psikolog.; dan Mania Vidalaki yang merupakan psikolog klinis dan psikoterapis aktif dalam pendampingan kesehatan mental di berbagai wilayah konflik.

Para pemateri menekankan bahwa resilience merupakan proses pemulihan dan kemampuan untuk beradaptasi setelah mengalami kejadian traumatis. Salah satu tolak ukur dalam proses tersebut adalah mekanisme budaya dalam masyarakat pasca-bencana, seperti gotong royong, yang dapat membantu masyarakat menghadapi kejadian tersebut.

Terkait hal tersebut, Ketua Panitia I-MENTION 2026, Veby Velischa Sanzay Asav, mengungkapkan bahwa seminar internasional ini diadakan untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental, terutama pasca-bencana.

“Kami berharap setelah diadakannya seminar ini, masyarakat bisa lebih aware terhadap kesehatan mentalnya, bagaimana cara penanganannya, mencari pertolongan profesional tanpa perlu takut merasa terhakimi. Selain itu, untuk korban bencana juga bisa bangkit secara perlahan, mengingat akhir-akhir ini bencana terus terjadi,” ujarnya.

Selain itu, Veby juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan acara ini. Ia berharap acara tersebut bisa dikenal lebih luas dan memberikan efek jangka panjang terhadap masyarakat agar lebih peduli pada kesehatan mental, terutama bagi mereka yang sedang menjalani pemulihan pasca-bencana.

Perspektif/ Tatia Salsabila dan Cut Asy Syifa

Editor: Intan Dwi Yanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *