press release

SIDAK Chapter 2: BEM FKP USK Berdayakan Masyarakat Pesisir Lambadeuk

×

SIDAK Chapter 2: BEM FKP USK Berdayakan Masyarakat Pesisir Lambadeuk

Sebarkan artikel ini
By BEM FKP

Darussalam — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menggelar program unggulannya, Singgah Desa Sejenak (SIDAK) Chapter 2 Tahun 2026. Program yang diinisiasi oleh Departemen Sosial dan Masyarakat BEM FKP ini berlangsung selama dua hari di Gampong Lambadeuk, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, pada 26-27 September 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Melangkah, Bersama Berdampak”.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa FKP menghadirkan rangkaian program yang dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Gampong Lambadeuk. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Panitia Rahmad Setiawan bersama Ketua Departemen Sosial dan Masyarakat BEM FKP, Muhammad Rifqi. Pada hari pertama, kegiatan diisi dengan sosialisasi mitigasi bencana di sekolah dasar, pelatihan pemilahan sampah, serta kelas praktikum pembuatan es krim dari garam sebagai sarana edukasi sains yang menyenangkan bagi anak-anak.

Memasuki hari kedua, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penanaman mangrove, gotong royong bersih-bersih masjid, serta Saweu Gampong. Penanaman mangrove di kawasan pesisir Lambadeuk memberi manfaat langsung bagi ketahanan lingkungan desa, mengingat mangrove berperan sebagai penahan abrasi dan pelindung garis pantai sekaligus habitat biota laut yang menopang kehidupan nelayan setempat. Kegiatan bersih-bersih masjid turut menjaga kenyamanan fasilitas ibadah warga sekaligus mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat desa. Sementara itu, Saweu Gampong menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mendengar langsung keresahan, aspirasi, dan kebutuhan masyarakat pesisir, mulai dari persoalan lingkungan hingga ekonomi nelayan, sehingga program yang dijalankan benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat, bukan hanya inisiatif dari kampus.

Ketua Departemen Sosial dan Masyarakat, Muhammad Rifqi, menyampaikan bahwa SIDAK merupakan wujud nyata kepedulian mahasiswa FKP terhadap masyarakat. “Kegiatan Singgah Desa Sejenak atau SIDAK merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa Fakultas Kelautan dan Perikanan terhadap masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya sekadar program kerja organisasi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat, memahami persoalan yang ada di lapangan, serta memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas dan keilmuan yang dimiliki,” ujarnya.

Ketua BEM FKP USK 2026, Mhd. Luthfi Al Bukhary Tarigan, turut menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa SIDAK lahir dari komitmen BEM FKP untuk terus menghadirkan mahasiswa di tengah masyarakat pesisir.

“Melalui tema Bersama Melangkah, Bersama Berdampak, kami ingin menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh berhenti pada ruang kelas semata, tetapi harus mampu hadir, mendengar, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari denyut kehidupan kelautan dan perikanan Aceh,” ujar Luthfi. Ia juga berharap SIDAK Chapter 2 ini menjadi awal dari hubungan berkelanjutan antara FKP USK dan masyarakat Gampong Lambadeuk. Pelaksanaan SIDAK FKP Chapter 2 Tahun 2026 turut menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan peringatan Hari Maritim Nasional dan menyemarakkan Milad Universitas Syiah Kuala ke-65.

Dekan FKP USK, Haekal Azief Haridhi, S.Kel., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum ini menjadi pengingat pentingnya menjaga laut, pesisir, dan lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh. Ia menyampaikan apresiasi kepada BEM FKP, khususnya Departemen Sosial dan Masyarakat, yang telah menginisiasi dan melaksanakan kegiatan ini, serta mengucapkan terima kasih kepada Bapak Suraidi, Geuchik Gampong Lambadeuk, beserta seluruh masyarakat yang telah menyambut dan mendukung kehadiran mahasiswa.

“Saya berharap hubungan antara FKP USK dengan masyarakat Gampong Lambadeuk tidak berhenti setelah kegiatan SIDAK ini selesai. Semoga kegiatan ini dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih baik, kolaborasi yang berkelanjutan, dan kontribusi yang semakin nyata bagi masyarakat pesisir,” ungkap Haekal.

Ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk belajar, mendengar, memahami, dan memberikan manfaat, bukan sekadar memenuhi program kerja organisasi. “Karena pendidikan tinggi tidak hanya tentang apa yang kita pelajari di dalam ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana ilmu tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui SIDAK Chapter 2 ini, BEM FKP USK berharap dapat terus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat pesisir, sejalan dengan semangat pengabdian dan keilmuan kelautan dan perikanan yang menjadi ciri khas fakultas.

Press Release

Editor: Intan Dwi Yanti

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *