Darussalam — Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menggelar kegiatan Water Rescue di Pantai Ulee Lheue pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peserta dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan di air melalui pembekalan teori, simulasi, dan praktik langsung di lapangan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri, yaitu Bapak Muhammad Asdianto Selian dan Bapak Maimun dari Basarnas sebagai pemateri Water Rescue, serta Ibu Falini Sobba juga dari Basarnas sebagai pemateri Medical First Responder (MFR). Para pemateri memberikan pembekalan mengenai prinsip dasar penyelamatan di air, teknik evakuasi korban, keselamatan penolong, serta penanganan awal terhadap korban dalam kondisi darurat.
Sebelum peserta terjun ke lapangan, Koordinator kegiatan, Bapak Dedi Wahyudi, S.Pd., turut memberikan arahan mengenai pentingnya memahami kondisi dan risiko sebelum melakukan tindakan penyelamatan. Dalam situasi kegawatdaruratan di air, seorang penolong tidak hanya dituntut untuk berani, tetapi juga harus mampu mengambil keputusan dengan tepat dan tetap memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun korban.
Kegiatan dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan titik kumpul di FK USK. Setelah persiapan dan pengarahan, peserta kemudian menuju Pantai Ulee Lheue yang menjadi lokasi utama pelaksanaan kegiatan. Sebelum memulai praktik, peserta mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan dasar serta prinsip-prinsip penting dalam melakukan penyelamatan di air.
Setelah sesi teori tersebut, peserta mengikuti berbagai simulasi dan praktik langsung di lapangan. Peserta diperkenalkan dengan cara menggunakan pelampung dengan benar, teknik melakukan evakuasi korban dari perairan, serta pentingnya koordinasi dan komunikasi dalam tim penyelamat. Praktik secara langsung di lingkungan perairan memberikan pengalaman kepada peserta untuk memahami bagaimana teori yang telah dipelajari dapat diterapkan dalam kondisi yang lebih nyata.
Selain materi Water Rescue, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai MFR. Materi ini memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah pertolongan awal yang dapat dilakukan terhadap korban setelah proses penyelamatan. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami bagaimana membawa korban keluar dari air, tetapi juga mengetahui pentingnya memberikan penanganan awal secara tepat.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Sebanyak 68 peserta yang terdiri dari anggota TBM FK USK dan mahasiswa kedokteran lainnya mengikuti kegiatan dengan aktif. Peserta terlihat bersemangat dalam mengikuti arahan pemateri, mencoba teknik yang diberikan, serta berkoordinasi dengan anggota tim selama sesi praktik dan simulasi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dikemas dengan tema SpongeBob. Tema tersebut turut memberikan suasana yang lebih santai dan menyenangkan, meskipun kegiatan tetap menekankan aspek keselamatan, keterampilan, kedisiplinan, dan kerja sama tim. Hal ini menjadikan proses pembelajaran terasa lebih interaktif sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan bagi para peserta.
Project Officer Water Rescue TBM FK USK, Adam Ridwan Gieut, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kegiatan Water Rescue menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa kedokteran untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi situasi kegawatdaruratan yang dapat terjadi di lingkungan masyarakat.
Sejalan dengan slogan “Rescue with Knowledge, Respond with Courage,” kegiatan ini mengajarkan bahwa keberanian dalam melakukan penyelamatan harus berjalan beriringan dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Kemampuan untuk memahami kondisi, bekerja sama, serta memberikan respons yang cepat dan terarah menjadi bagian penting dalam proses pertolongan.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta kemudian kembali menuju FK USK dan tiba sekitar pukul 14.30 WIB. Dengan berakhirnya kegiatan Water Rescue, TBM FK USK menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemateri, koordinator, panitia, peserta, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan.
Diharapkan kegiatan Water Rescue dapat terus menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan penyelamatan, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
Press Release
Editor: Intan Dwi Yanti











