Darussalam — Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) menyelenggarakan kegiatan Personal Branding and Scholarship Preparation pada 10 Oktober 2026 di Gedung KPMG FEB USK. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir, dengan kemampuan membangun citra diri profesional serta mempersiapkan diri menghadapi peluang karier dan pendidikan lanjutan. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan diikuti 40 peserta secara luring dan 30 peserta secara daring melalui zoom meeting. Acara dibuka oleh Kepala Departemen Akuntansi, Dr. Nuraini A., S.E., Ak., M.Si.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Abdullah Syahira Antoni S.Pd., M.THEM., selaku LPDP Scholarship Awardee dan Suhil Alfata, S.Kom., CPS., selaku pendiri komunitas Berucap.ID. Keduanya dihadirkan untuk berbagi wawasan mengenai personal branding, komunikasi profesional, pengembangan diri, serta persiapan menghadapi seleksi beasiswa. Dalam pemaparannya, Abdullah Syahira Antoni menekankan pentingnya membangun personal branding secara konsisten sejak dini, salah satunya melalui dokumentasi kegiatan yang disertai tanggal sebagai bagian dari rekam jejak diri.
“Penting bagi kalian untuk membangun personal branding secara konsisten mulai dari sekarang. Saya sendiri biasanya mengunggah dokumentasi setiap kali mengikuti kegiatan dan selalu mencantumkan tanggal karena hal tersebut penting,” ujarnya. Sementara itu, Suhil Alfata menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalani proses pengembangan diri tanpa terpengaruh oleh penilaian orang lain. Menurutnya, setiap individu memiliki target dan proses yang tidak selalu diketahui orang lain.
“Tidak perlu mendengarkan orang lain yang berbicara tentang proses kita, karena mereka tidak tahu apa target kita. Teruslah konsisten, karena hasilnya sendiri yang akan membuat orang terdiam,” ungkapnya. Ketua Panitia, Chairanisa Natasha Miraza, S.E., M.Ak., menyampaikan bahwa antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung sangat tinggi, bahkan melampaui ekspektasi panitia. Menurutnya, ketertarikan mahasiswa menunjukkan bahwa topik personal branding dan persiapan beasiswa relevan dengan kebutuhan mereka dalam merencanakan masa depan.
“Alhamdulillah, antusiasme peserta luar biasa, bahkan di luar ekspektasi kami. Kami senang melihat mahasiswa begitu tertarik karena topik personal branding dan persiapan beasiswa sangat relevan dengan kebutuhan mereka,” ungkapnya. Dalam pelaksanaannya, panitia menghadapi tantangan dalam memastikan kelancaran kegiatan, baik secara luring maupun daring. Namun, melalui kolaborasi panitia yang terdiri atas dosen dan mahasiswa, serta dukungan operator, pembawa acara (MC), dan moderator, kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Ketua panitia juga berharap materi dan pengalaman yang dibagikan kedua narasumber tidak hanya menjadi wawasan baru bagi peserta, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk mengenali potensi diri, mempersiapkan karier, dan berani mengejar peluang beasiswa. “Harapannya, mereka bisa terus berkembang dan kelak memberikan dampak positif bagi lingkungan,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan strategi personal branding dalam kehidupan akademik maupun profesional, sekaligus mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan dan memasuki dunia kerja.
Perspektif/ Lathifatul Muna
Editor: Mazaya Kayyisa











