Aktif di Kampus atau Cari Pengalaman Kerja?
Darussalam– Memasuki dunia perkuliahan biasanya membawa banyak hal baru bagi mahasiswa. Tidak hanya soal perkuliahan di kelas, tetapi juga berbagai kegiatan lain yang bisa diikuti. Mulai dari organisasi mahasiswa, kepanitiaan acara kampus, hingga kesempatan volunteer atau magang di luar kampus. Bagi mahasiswa baru, banyaknya pilihan ini kadang justru membuat bingung. Ada yang menyarankan untuk aktif di organisasi kampus terlebih dahulu agar bisa mengenal lingkungan kampus dan memperluas pergaulan. Namun ada juga yang berpendapat bahwa mahasiswa sebaiknya mulai mencari pengalaman kerja sejak awal melalui kegiatan magang atau volunteer. Perbedaan pandangan tersebut sering membuat mahasiswa bertanya-tanya, mana yang sebaiknya diprioritaskan selama kuliah: organisasi atau pengalaman kerja?
Untuk melihat bagaimana pandangan mahasiswa mengenai hal ini, beberapa mahasiswa dari berbagai program studi membagikan pengalaman mereka tentang organisasi kampus dan kegiatan magang. Dari berbagai cerita yang muncul, terlihat bahwa keduanya memiliki manfaat yang berbeda bagi mahasiswa selama menjalani masa perkuliahan.
Ormawa: Tempat Mengasah Soft Skill dan Relasi
Meisya, mahasiswi akuntansi dari angkatan 2022 yang kini berada di semester akhir, berpendapat bahwa organisasi mahasiswa memiliki signifikansi yang besar, terutama di awal perkuliahan. Dia menilai bahwa pada semesternya 1 hingga 3 adalah saat yang ideal untuk terlibat dalam organisasi. Pada fase ini, mahasiswa masih dalam proses penyesuaian dengan lingkungan kampus. Melalui organisasi, mahasiswa dapat memperoleh berbagai ilmu yang tidak bisa ditemukan di dalam kelas.
“Organisasi itu sangat penting buat mahasiswa. Kita bisa belajar soft skill, leadership, cara bekerja dalam tim, dan juga bersosialisasi dengan banyak orang,” jelasnya.
Selain itu, ormawa juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk membangun jaringan dengan berbagai pihak di dalam kampus. Relasi yang terbangun melalui organisasi sering kali menjadi bekal penting di masa depan. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Miftah yang menempuh program international marketing angkatan 2022. Ia mengatakan bahwa pengalaman mengikuti organisasi memberikan dampak yang cukup besar dalam perkembangan dirinya.
“Di organisasi kita bisa bertemu banyak orang, bukan hanya teman satu jurusan. Kita juga bisa berinteraksi dengan senior, dosen, bahkan pemangku kepentingan lainnya di kampus,” ujar Miftah. Pengalaman ini, menurutnya, memberikan gambaran awal tentang bagaimana dunia profesional bekerja.
Magang Sebagai Simulasi Dunia Kerja Nyata
Sementara itu, sebagian mahasiswa menilai bahwa magang memiliki manfaat yang sangat besar karena berkaitan langsung dengan dunia kerja. Nurul Fazira, mahasiswa manajemen pemasaran angkatan 2022, berpendapat bahwa pengalaman magang dapat membantu mahasiswa memahami lingkungan kerja sejak dini.
“Magang itu penting karena setelah lulus kita pasti mencari pekerjaan. Dengan magang, kita sudah punya gambaran tentang bagaimana lingkungan kerja sebenarnya,” katanya.
Melalui program magang, mahasiswa tidak hanya belajar teori tetapi juga langsung mempraktikkannya di lapangan. Mereka dapat melihat bagaimana sistem kerja perusahaan, bagaimana hubungan antarpegawai, serta tantangan yang muncul di dunia profesional.
Selain itu, pengalaman magang juga menjadi nilai tambah dalam Curriculum Vitae (CV) ketika melamar pekerjaan setelah lulus. Seorang mahasiswa lain juga menyampaikan bahwa pengalaman magang dapat menjadi “batu loncatan” menuju dunia kerja. Dengan memiliki pengalaman kerja sebelumnya, peluang untuk diterima di perusahaan biasanya menjadi lebih besar.
Bisakah Ormawa dan Magang Dilakukan Bersamaan?
Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah mahasiswa bisa menjalankan keduanya secara bersamaan. Jawabannya ternyata beragam. Sebagian mahasiswa berpendapat bahwa menjalankan ormawa dan magang secara bersamaan cukup sulit karena keduanya sama-sama membutuhkan komitmen waktu yang tinggi. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini justru bisa mengganggu fokus utama mahasiswa, yaitu kuliah.
Adinda, mahasiswa ekonomi islam angkatan 2022, mengaku pernah mencoba menjalankan keduanya sekaligus. Namun menurutnya hal tersebut tidak mudah. “Awalnya aku pikir bisa dijalankan bersamaan, tapi ternyata cukup berat. Akhirnya kita harus memilih prioritas supaya tidak terlalu terbebani,” ujarnya.
Namun, ada juga mahasiswa yang berpendapat bahwa keduanya masih bisa dijalankan secara bersamaan selama mahasiswa mampu mengatur waktu dengan baik dan tidak mengambil tanggung jawab yang terlalu besar. Misalnya, tetap aktif di organisasi tetapi hanya sebagai anggota biasa, sementara fokus utama tetap pada kegiatan magang.
Dampak Nyata dari Pengalaman Organisasi
Beberapa mahasiswa juga menceritakan dampak langsung yang mereka rasakan setelah aktif di organisasi. Nadia, mahasiswa jurusan Ekonomi Islam, mengaku bahwa organisasi membantunya meningkatkan kepercayaan diri.
“Dulu aku takut berbicara di depan umum. Tapi setelah ikut organisasi dan sering menjadi MC di berbagai acara, akhirnya aku jadi lebih berani,” katanya.
Kemampuan ini ternyata sangat berguna ketika ia menjalani program magang di kantor pemerintahan. Ia merasa lebih percaya diri untuk bertanya dan berkomunikasi dengan orang-orang baru. Selain itu, pengalaman organisasi juga membantu mahasiswa memahami struktur kerja dalam sebuah institusi, seperti pembagian tugas, hierarki jabatan, dan proses pengambilan keputusan.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Fokus Ormawa atau Magang?
Dari berbagai pendapat mahasiswa, muncul pola yang cukup jelas mengenai waktu yang ideal untuk melakukan keduanya.
Semester awal (1–3):
- Lebih cocok untuk aktif di organisasi mahasiswa
- Fokus pada pengembangan soft skill
- Membangun relasi dan pengalaman kegiatan kampus
Semester menengah hingga akhir (5–8):
- Mulai fokus mencari pengalaman magang
- Mengembangkan kompetensi profesional
- Mempersiapkan diri memasuki dunia kerja
- Dengan pembagian waktu seperti ini, mahasiswa dapat merasakan manfaat dari kedua pengalaman tersebut tanpa harus merasa kewalahan.
Tidak Perlu Memilih Salah Satu
Pada akhirnya, perdebatan antara mengikuti ormawa atau ikut magang sebenarnya bukan tentang mana yang lebih baik. Keduanya memiliki manfaat yang berbeda dan saling melengkapi. Organisasi mahasiswa membantu membangun karakter, kepemimpinan, dan jaringan sosial, sementara magang memberikan pengalaman langsung di dunia kerja. Yang terpenting bagi mahasiswa adalah mampu mengatur prioritas dan waktu dengan baik, sehingga keduanya dapat memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan diri.
Seperti yang disimpulkan oleh salah satu mahasiswa dalam wawancara tersebut: “Ormawa dan magang itu sama-sama penting. Tinggal bagaimana kita menempatkannya di waktu yang tepat.”
(Perspektif/Saskia)











