Beritapress release

Lampu Lalu Lintas Tubuhku”: Asa Karsa Ajarkan Perlindungan Diri demi Generasi Berdaya

×

Lampu Lalu Lintas Tubuhku”: Asa Karsa Ajarkan Perlindungan Diri demi Generasi Berdaya

Sebarkan artikel ini
By Tim Asa Karsa

Darussalam – Tim Asa Karsa dari Group Project Novo Social Impact Program menghadirkan kegiatan Edukasi Perlindungan Diri pada Anak di MIN 9 Kota Banda Aceh pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata untuk pendidikan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat sejak usia dini dengan mengangkat tema “Lampu Lalu Lintas Tubuhku”.

Kegiatan ini secara khusus menyasar murid kelas dua tingkat sekolah dasar. Program dikemas secara interaktif melalui sesi pre-test dan post-test yang menyenangkan, penyampaian materi edukasi “Lampu Lalu Lintas Tubuhku”, sesi ice breaking, praktik lagu “Ini Area Privasiku”, dan permainan situasi berkelompok. Sesi ini dipandu langsung oleh Nanda Fitriani, mahasiswa Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry, selaku pemateri dan fasilitator.

Novo Social Impact Program sendiri merupakan inisiatif group project Komunitas NOVO Club yang berkolaborasi dengan Ruber Innovation Lab. Program ini dirancang menggunakan pendekatan Human-Centered Design untuk memberdayakan masyarakat dalam menjawab tantangan sosial lokal.

Tim Asa Karsa berharap kegiatan edukasi ini dapat membantu para murid dalam mengenali batas area privasi tubuh, memahami perbedaan situasi aman dan tidak aman, serta berlatih menentukan tindakan perlindungan diri yang tepat melalui berbagai situasi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dengan berani berkata “Tidak!” dan melaporkan kejadian membahayakan yang dialami kepada orang tua atau guru di sekolah.

Para murid yang menjadi partisipan memberikan antusiasme tinggi selama sesi berlangsung. Tim Asa Karsa berhasil merancang sesi permainan edukatif dan interaktif yang meningkatkan kerja sama antarmurid dalam kelompok. Apresiasi yang diberikan juga membangkitkan semangat para peserta hingga sesi edukasi berakhir.

Ibu Misran S.Pd.I., selaku Koordinator Kurikulum MIN 9 Kota Banda Aceh, menyambut kegiatan edukasi ini dengan baik. Beliau mengungkapkan program edukasi ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan kepada anak-anak sejak usia dini tentang cara melindungi diri dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang dapat membahayakan mereka.

Di akhir kegiatan, Ibu Misran menyampaikan harapannya agar edukasi perlindungan diri terus diperluas ke sekolah-sekolah lain. Menurutnya, pemahaman tentang batas tubuh dan keberanian berkata “tidak” adalah bekal penting bagi anak-anak di era modern.

“Saya berharap semoga program ini mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, serta berani menjaga dan melindungi dirinya sendiri,” ujar Ibu Misran.

Press Release: Tatia Salsabila

Editor: Intan Dwi Yanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *