BeritaStraight News

MENGABDI UNTUK KESEHATAN: MAHASISWA USK GELAR MEDICAL CHECK UP GRATIS BAGI WARGA DESA AGUSEN  

×

MENGABDI UNTUK KESEHATAN: MAHASISWA USK GELAR MEDICAL CHECK UP GRATIS BAGI WARGA DESA AGUSEN  

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa memberikan layanan kesehatan gratis dalam rangkaian USK Mengabdi 2026 di Desa Agusen.
Mahasiswa memberikan layanan kesehatan gratis dalam rangkaian USK Mengabdi 2026 di Desa Agusen.

Agusen – Di tengah hiruk-pikuk pemulihan pascabencana yang masih menyisakan luka, mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) membagikan setitik cahaya dalam bentuk kegiatan Medical Check Up (MCU) gratis bagi seluruh warga Desa Agusen, di Gedung Serbaguna Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, pada hari ke-10 pelaksanaan USK Mengabdi 2026 di hari Jumat (17/7/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan masyarakat di daerah terdampak bencana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mendeteksi dini berbagai masalah kesehatan yang kerap mengintai, terutama di kalangan lansia dan mereka yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Pemeriksaan kesehatan yang berikan meliputi pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.

Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga mendapatkan konsultasi kesehatan secara langsung dari para mahasiswa yang didampingi tenaga medis. Tidak berhenti di situ, warga yang membutuhkan juga menerima obat-obatan gratis sesuai dengan keluhan dan hasil pemeriksaan. Layanan ini menjadi berkah tersendiri bagi warga yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke puskesmas atau rumah sakit untuk sekadar memeriksa kesehatan.

Semangat pengabdian kembali berlanjut pada pukul 14.30  sampai 17.50 WIB, tim mahasiswa dengan penuh empati, bergerak dari rumah ke rumah warga yang tinggal di Dusun Toa untuk memberikan pelayanan kesehatan yang sama dan mendengarkan keluhan mereka dengan penuh perhatian. Tim mengambil tindakan ini karena beberapa warga, terutama para lansia, mengalami kesulitan menuju area Huntara yang berada di ketinggian.

Kegiatan MCU ini merupakan tindak lanjut nyata dari program Sahabat Lansia yang dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Saat itu, tim USK Mengabdi melakukan observasi mendalam mengenai kondisi kesehatan dan ketersediaan fasilitas kesehatan di Desa Agusen. Dari hasil observasi, tim menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Agusen menaruh harapan besar agar pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan secara rutin di desa mereka. Kini, harapan itu mulai terwujud.

Sri Ramadhani, mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Syiah Kuala, turut serta dalam kegiatan dan menyampaikan harapan besarnya bagi masyarakat Desa Agusen. Baginya, kesempatan hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi pengalaman yang tak ternilai.

“Saya memiliki harapan besar agar derajat kesehatan masyarakat di desa ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Saya berharap masyarakat Desa Agusen dapat semakin mudah mengakses layanan kesehatan yang berkualitas, baik dari segi tenaga kesehatan, ketersediaan obat-obatan, maupun fasilitas kesehatan yang memadai,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Melihat semangat dan keramahan masyarakat selama kegiatan berlangsung, Sri Ramadhani menyadari bahwa kesehatan bukan hanya tentang pengobatan, melainkan juga tentang hadirnya akses, edukasi, dan perhatian yang merata bagi setiap individu.

“Saya berharap ke depan fasilitas kesehatan di Desa Agusen dapat terus berkembang sehingga masyarakat tidak perlu menghadapi kesulitan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan,” tambahnya.

Lebih jauh lagi, ia memandang program pengabdian ini sebagai pengingat atas ilmu yang telah dipelajarinya, sekaligus pemantik semangat untuk menyebarkan manfaat dan memperluas kontribusi nyata untuk masyarakat luas di masa depan.

“Sebagai seorang mahasiswa kedokteran, saya memandang kesempatan bertemu dan melayani masyarakat sebagai pengingat bahwa ilmu yang sedang saya pelajari kelak harus menjadi manfaat bagi sesama. Insyaallah, di masa yang akan datang saya dapat menjadi salah satu perantara kebaikan yang membantu menghadirkan kesehatan, harapan, dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat, termasuk bagi masyarakat Desa Agusen yang telah memberikan banyak pelajaran berharga tentang ketulusan, kesederhanaan, dan arti pengabdian,” tuturnya dengan mata yang penuh dengan.

Kemudian, mahasiswa kedokteran tersebut mengakhiri pernyataan tersebut dengan doa dan optimisme tulus bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di masa mendatang.

“Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi bagian dari perubahan besar bagi kesehatan masyarakat di masa depan. Aamiin,” ucapnya.

Program Medical Check diinisiasi dengan tujuan untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga Desa Agusen melalui deteksi dini dan edukasi pola hidup sehat, masyarakat diharapkan dapat lebih sadar akan kondisi kesehatannya dan terhindar dari penyakit yang dapat dicegah. Kehadiran mahasiswa USK di desa ini membuktikan bahwa pengabdian tidak hanya seputar membangun infrastruktur, tetapi juga tentang memulihkan kesehatan dan harapan masyarakat yang terdampak bencana.

Di balik setiap alat pemeriksaan yang digunakan dan setiap obat yang diberikan, tersimpan pesan mendalam tentang kepedulian yang tak pernah padam. Desa Agusen mungkin kecil dalam peta, namun masyarakat di wilayah tersebut telah mengajarkan para mahasiswa arti ketulusan, kesederhanaan, dan kekuatan untuk terus bangkit di tengah keterbatasan. Kini, giliran mahasiswa yang meninggalkan jejak, bukan sekadar dalam bentuk layanan kesehatan, tetapi dalam bentuk harapan yang terus hidup di hati setiap warga. Semangat “Mengabdi untuk Pulih, Bergerak untuk Bangkit” bukanlah sekadar slogan, melainkan janji yang terus digenggam dan diwujudkan, hingga setiap tetes keringat pengabdian berbuah menjadi kesehatan bagi negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *