Straight News

CIMSA FK USK Gelar PLUS ULTRA 2026, Soroti Kesejahteraan Profesi Dokter

×

CIMSA FK USK Gelar PLUS ULTRA 2026, Soroti Kesejahteraan Profesi Dokter

Sebarkan artikel ini
by Rizky

Darussalam — Center for Indonesian Medical Students’ Activities Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (CIMSA FK USK) menggelar kegiatan PLUS ULTRA (Passion, Leadership, Unity, Service: Uplifting Lives Through Resilience and Action) di Aula Gedung Dekanat Lantai 3 FK USK, Sabtu (7/11/2026).

Acara yang dimulai pukul 09.43 WIB tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FK USK, Dr. dr. Bakhtiar Thaib, M.Kes., Sp.A(K). Sebelumnya, rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an serta sambutan dari Sekretaris PLUS ULTRA, Khayla Rahadatul Fakhira, Local Officer on Medical Education Dio Nugraha, dan Bendahara PLUS ULTRA, Nabil Maulana Ibrahim, yang mewakili Local Coordinator CIMSA FK USK periode 2025/2026.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan penampilan drama yang diperankan oleh mahasiswa kedokteran. Drama tersebut menggambarkan dilema dokter yang dituntuk untuk selalu menolong orang lain, tetapi kerap menghadapi tekanan tanpa mendapatkan dukungan yang memadai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi utama berupa talkshow yang menghadirkan Dekan FK USK, Dr. dr. Bakhtiar Thaib, M.Kes., Sp.A(K); Ketua IDI Cabang Banda Aceh, dr. Hendra Kurniawan, M.Sc., Sp.P(K); serta perwakilan Dinas Kesehatan Aceh, dr. Hilda Chandra, MKM.

Sesi diskusi ini membahas kasus meninggalnya peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi pada 2024 yang memunculkan dugaan perundungan. Menanggapi hal tersebut, dr. Bakhtiar Thaib menilai sanksi pencabutan izin pendidikan oleh pemerintah terlalu berlebihan dan meminta persoalan tersebut dikaji secara objektif melalui penerapan pakta integritas bebas pemerasan serta senioritas.

Sementara itu, dr. Hilda Chandra menilai bahwa sanksi memang diperlukan. Namun, kunci agar kasus serupa tidak terulang harus disertai dengan perbaikan sistem. Di sisi lain, dr. Hendra Kurniawan menekankan pentingnya nilai kemanusiaan dalam pendidikan dokter spesialis serta mengingatkan kembali sumpah dokter untuk memperlakukan sejawat seperti saudara kandung.

Selain membahas persoalan pendidikan dokter spesialis, talkshow juga menyoroti kesejahteraan profesi dokter, khususnya terkait pendapatan, jam kerja, dan besarnya tanggung jawab. Dr. Bakhtiar Thaib menegaskan bahwa pendapatan dan kondisi kerja yang layak adalah hak dokter. Namun, kesejahteraan juga berkaitan dengan kondisi ekonomi sehingga perlu disesuaikan dengan pendapatan dan kebutuhan. Ia juga mengajak dokter untuk mengembangkan potensi diri dan membangun beberapa usaha kecil.

Dio Nugraha selaku Local Officer on Medical Education berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dihadapi oleh dokter di Indonesia.

“Melalui PLUS ULTRA harapannya peserta bisa meningkatkan kepedulian terhadap sesama sejawat dokter di Indonesia, agar bisa lebih terbuka wawasan, mata, dan pikirannya terkait isu-isu yang dihadapi oleh dokter di Indonesia,” ujarnya.

Salah satu peserta, Anisa Faridah Zupina, turut membagikan pandangannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Pandangan baru yang kami dapat adalah bagaimana beradaptasi dengan dunia kedokteran yang menuntut kecepatan waktu sekaligus mengelola strategi usaha,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, CIMSA FK USK berharap peserta dapat memahami pentingnya kesejahteraan dan kesehatan mental dalam profesi kedokteran serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan dan kerja yang lebih suportif.

Perspektif/ Cut Rahila dan Syalisha Azka

Editor: Syifa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *