Banda Aceh — ALSA Local Chapter Universitas Syiah Kuala (ALSA LC USK) dengan bangga menyelenggarakan ALSA LC USK Academic Competition (ALASCA) 2026, sebuah ajang kompetisi dan seminar akademik yang mengangkat tema “Empower SDGs Now: Youth Innovations Driving Indonesia Towards 2045 Goals” yang berlangsung di Aula Bapelkes Aceh Lantai 6, (5/16/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran sekaligus mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam mewujudkan tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
ALASCA 2026 memfokuskan rangkaian acaranya pada seminar yang menjadi inti dari kegiatan. Seminar ini menghadirkan dua narasumber terkemuka di bidang hukum dan humaniora yakni Filman Ramadhan, S.H., M.H. dan Khairani, S.H., M.Hum Keduanya menegaskan bahwa seluruh tujuan SDGs memiliki bobot yang setara dan harus diwujudkan secara bersama-sama demi tercapainya cita-cita Indonesia Emas 2045. Dari pembahasan itu, diskusi dikerucutkan pada empat pilar SDGs yang dinilai paling relevan dengan tantangan struktural dan konteks kebijakan Indonesia saat ini
Pertama, menyangkut SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas, para narasumber mengungkapkan bahwa ketimpangan pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Indonesia, mulai dari kesenjangan kualitas tenaga pengajar hingga terbatasnya akses internet di berbagai daerah. Lebih dari sekadar capaian akademik, pendidikan ditegaskan sebagai alat pembentukan karakter dan kecakapan sosial generasi muda yang kelak memimpin bangsa.
Kedua, dalam konteks SDGs 5 yang mengusung kesetaraan gender, diskusi menyoroti minimnya keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan. Meskipun banyak perempuan Indonesia telah membuktikan prestasi yang luar biasa. Budaya patriarki diidentifikasi sebagai hambatan struktural yang masih perlu diatasi agar perempuan dapat berkembang secara optimal di segala bidang.
Ketiga, terkait SDGs 13 tentang penanganan perubahan, para narasumber mendorong generasi muda menjadi garda terdepan dalam merespons krisis lingkungan dengan inovasi nyata, bukan sekadar wacana. Harapannya, lahir solusi konkret yang mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian bumi.
Keempat, narasumber mengangkat pengalaman Aceh pascakonflik sebagai studi kasus SDGs 16 yang mencakup perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Narasumber menilai bahwa transformasi cara pandang masyarakat Aceh pascakonflik sebagai contoh nyata bagaimana suatu komunitas dapat bangkit dan bertumbuh. Selain itu, pengaruh media sosial terhadap persepsi masyarakat atas isu sosial dan politik turut dibahas secara mendalam. Generasi muda pun didorong untuk lebih berani menyuarakan pendapat dan menunjukkan kepedulian terhadap kondisi di sekitarnya.
ALASCA 2026 menegaskan komitmen ALSA LC USK dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga peka terhadap isu-isu global dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Dengan semangat Empower SDGs Now, seluruh peserta diajak untuk menjadi agen perubahan yang mendorong Indonesia menuju visi emas 2045.
Press Release
Editor: Aisyah Hidayat

