Bisnis Henna Devira: Mewakili Sifat Mandiri, Hobi, dan Kelestarian Budaya Aceh

Ilustrasi : Max

Darussalam – Menjalankan bisnis merupakan suatu hal yang sangat bisa diandalkan sebagai cara untuk memperoleh pundi-pundi rezeki. Apalagi bagi seorang anak muda, berbisnis di masa sekarang ini menjadi salah satu cara yang tepat dalam memperoleh pemasukan yang tidak bergantung kepada orang tua serta belajar agar selalu mandiri. Oleh karena itu, banyak sekali anak muda yang ingin memiliki penghasilan sendiri dengan alasan yang beragam, yaitu ingin mengurangi beban orang tua.

Selain ingin memiliki penghasilan, hobi juga bisa menjadi salah satu alasan seseorang dalam menjalankan bisnis. Seperti Devira Nurhaliza, seorang mahasiswi prodi Ekonomi Islam di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, yang saat ini tengah menekuni bisnis di bidang jasa lukis henna. Bisnis yang baru dimulainya pada akhir tahun 2019 lalu ini berawal dari hobi Devira di masa kecil yang suka memakai henna di tangan sendiri dan juga ditangan saudaranya.

Menyadari kemampuan dalam melukis henna, sejak SMA ia mulai ikut membantu kakaknya yang sudah terlebih dulu memulai bisnis henna. Dari sana Devira belajar, yang dulunya hanya ikut-ikutan kakak akhirnya ia berani untuk memakaikan henna langsung ke tangan pengantin. Dan mulai dari situ juga Devira berani untuk membangun bisnisnya sendiri hingga ia bisa menjadi lebih mandiri.

“Saya bisa menjadi lebih mandiri, terus juga lebih menghargai orang tua karena jadi tau bagaimana susahnya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ungkap Devira.

Dengan menjalankan bisnis henna ini, Devira juga ikut memberikan dampak positif terhadap budaya Aceh dengan melestarikan salah satu budaya Aceh dalam bidang seni. Dimana tradisi budaya henna ini dilakukan pada acara adat bernama Malam Bohgaca.

Namun, dalam berbisnis setiap orang memiliki tantangan tersendiri. Ini juga dirasakan Devira pada awal memulai bisnis henna, ia  merasa masih malu dan belum percaya diri. Akan tetapi, semangat dan dukungan datang dari orang terdekat, yaitu kakak dan orang tua. Mereka yang selalu meyakinkan Devira untuk menekuni bisnis ini dengan serius. Hingga seiring berjalannya waktu, dengan semangat dan terus belajar, akhirnya kepercayaan dirinya dalam menjalankan bisnis ini semakin tumbuh.

Hal ini merupakan suatu pembelajaran dalam berbisnis dengan bersikap percaya diri sesuai dengan pesan Devira kepada orang yang ingin memulai bisnis.

“Kita harus percaya diri terhadap apa yang kita lakukan, selama itu bukan hal yang buruk dan merugikan orang lain. Juga harus berani mencoba, jangan takut gagal. Soal rezeki itu sudah Allah yang mengatur dan kita hanya perlu berusaha dan berdoa,” tutup Devira. (Dua & Syaf/Perspektif)