Darussalam – Pasangan calon tunggal Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) periode 2026, Qanun Meukuta Alam Alasyi dan Muhammad Naufal Febriansyah, menjalani uji kelayakan (Fit and Proper Test) di Balai Sidang FEB USK, Rabu, 8 April 2026. Forum tersebut menghadirkan empat panelis, yakni Dr. Putri Bintusy Syathi, S.E., M.A., Fakhrurrazi, S.E., M.M., Said Muniruddin, S.E.Ak., M.Sc., serta perwakilan mahasiswa, Azizul.
Meskipun berstatus sebagai calon tunggal dalam Pemilihan Raya (Pemira) 2026, pasangan Alam–Naufal menegaskan bahwa proses ini bukan sekadar formalitas administratif. Di hadapan panelis dan massa kampus, Alam berkomitmen menghadirkan kepemimpinan nyata yang bertanggung jawab penuh hingga akhir masa jabatan. “Semua yang kami lakukan adalah untuk FEB USK. Kami ingin mahasiswa merasakan kehadiran BEM yang nyata, bukan sekadar nama. Kami siap masuk ke seluruh jajaran mahasiswa dan lebih peka terhadap permasalahan di FEB,” tegas Alam.
Menanggapi keraguan publik, Alam mengungkapkan dirinya telah menandatangani komitmen tertulis dan menyatakan kesiapannya menerima sanksi jika gagal memenuhi mandat. Dengan jargon “Help us to help you,” ia mengajak seluruh mahasiswa untuk berkolaborasi demi keberlanjutan fakultas.
Sementara itu, calon Wakil Ketua BEM FEB USK, Muhammad Naufal Febriansyah, justru menyoroti sikap apatis mahasiswa ekonomi terhadap isu sektoral dan organisasi. Menurutnya, kekuatan BEM sangat bergantung pada dukungan kolektif mahasiswa. “Kami tidak bisa berjalan sendiri. Sangat disayangkan jika mahasiswa saat ini bersikap acuh tak acuh, padahal keberhasilan kita bergantung pada seberapa kuat kita bersatu,” ujar Naufal.
Selama acara berlangsung, para panelis mencecar pasangan calon (paslon) terkait strategi inovasi anggaran dan pola hubungan dengan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Fakhrurrazi menekankan pentingnya mekanisme check and balance serta posisi Wakil Dekan III sebagai mitra strategis. Di sisi lain, Dr. Putri Bintusy Syathi menantang paslon untuk tetap menghadirkan program unggulan meski menghadapi kendala pendanaan.
Menjawab tantangan tersebut, Alam-Naufal mengusung tiga nilai utama: kolaboratif, inklusif, dan transparan. “BEM akan melakukan transparansi terkait seluruh program kerja sehingga dapat diakses langsung oleh seluruh mahasiswa FEB USK,” ungkap pasangan calon tersebut.
Uji kelayakan ini menjadi momentum bagi pasangan calon untuk membuktikan bahwa meskipun berstatus sebagai calon tunggal, mereka memiliki integritas dan kualitas yang layak untuk memimpin fakultas ekonomi tertua di Aceh.
(Perspektif/ Syahla Faradisa)
Editor: Aisyah Hidayat











