Darussalam – Kegiatan Expo dan Peukan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) di jalan lingkar kampus, tepatnya di samping lapangan Gelanggang USK, kembali diselenggarakan setelah berhasil menggerakkan ekonomi pada tahun sebelumnya. Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 1 hingga 20 Ramadan 2026. Para pelaku usaha berasal dari kalangan mahasiswa USK, alumni, dan Unit Kegiatan Mahasiswa. Terdapat juga stan umum yang berasal dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar kota Banda Aceh turut serta meramaikan kegiatan ini.
Para mahasiswa sangat antusias untuk melakukan aktivitas jual beli tanpa merasa terganggu dan kewalahan. Bagi mereka, program ini menjadi laboratorium bisnis untuk memahami risiko, manajemen, dan peluang perekonomian. Selain menjadi ajang mencari pendapatan, Exsis juga menjadi ajang inovasi, perkembangan, dan pelopor tren produk-produk baru. Hal ini ditandai dengan beragamnya jenis makanan dan minuman kekinian serta aksesori yang diperjualbelikan.
BERANI DARI SKALA KECIL DAN TERUS MEMPERBAIKI BRANDING
Exsis Ramadan 2026 bukan sekedar pasar musiman, melainkan wadah bagi perintis usaha mahasiswa. Seluruh tenant menjual produk yang sangat bervariasi, mulai dari kuliner tradisional hingga kekinian, serta berbagai macam minuman.Tidak hanya itu, terdapat juga stan yang berjualan aksesori dan hewan peliharaan. Keberagaman tersebut menciptakan dinamika ekonomi yang kuat, di mana rata- rata penghasilan para pelaku usaha mulai dari Rp100.000 hingga menembus angka Rp2.000.000, tergantung pada segmentasi produk dan kekuatan daya tarik masing-masing stan.
Bukan hanya mengejar profit harian, setiap pelaku usaha juga harus kuat untuk menghadapi fluktuasi penjualan. Jika mengalami kerugian, mereka tidak langsung menyerah, melainkan melakukan evaluasi pada produk mereka. Memperbaiki kualitas produk merupakan salah satu solusi terbaik. Dengan kualitas produk yang lebih baik dan pemasaran yang luas, mereka membuktikan bahwa keberhasilan dalam merintis usaha adalah perpaduan antara keberanian mengambil peluang, kreativitas produk, dan strategi pemasaran.
TAK GANGGU PERKULIAHAN
Sebagian besar mahasiswa berjualan untuk memenuhi tugas mata kuliah kewirausahaan dan kegiatan UKM, namun tidak sedikit juga yang berjualan secara mandiri. Menariknya, mayoritas mahasiswa sepakat bahwa selama berdagang di Exis Ramadan 2026 tidak mengganggu waktu perkuliahan. Sebagian mahasiswa berjualan secara bergantian dengan rekan tim, dan sebagian lainnya berjualan setelah menyelesaikan kelas sebelum Exsis berlangsung. Bagi mereka, berjualan di Exsis menjadi tantangan tersendiri, dimana manajemen waktu menjadi poin utama untuk menyeimbangkan kegiatan akademik dan ekonomi. Hal ini juga menunjukkan bahwa kegiatan akademik tetap menjadi prioritas, terlebih selama bulan Ramadan.
TAK SETIAP HARI BERUNTUNG
Dibalik ramainya Exsis Ramadhan 2026, tidak setiap hari menjadi waktu yang menguntungkan bagi para mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa mengalami kerugian, terutama di akhir pekan karena minimnya pengunjung. Mayoritas pengunjung Exsis didominasi oleh mahasiswa yang selesai menjalani kelas dan ingin mencari makanan serta minuman untuk berbuka puasa. Sementara itu, di akhir pekan, tidak terlalu banyak kegiatan perkuliahan. Dilapak sederhana ini, para mahasiswa diuji secara mental dan penuh perhitungan. Tidak semua dari mereka sudah balik modal produksi dan meraih keuntungan signifikan, karena harus memutar modal kembali untuk bisa berjualan keesokan harinya. Selain itu, kurangnya minat pembeli akibat variasi menu yang dinilai kurang menarik menjadi salah satu alasan mereka mengalami kerugian. Namun, setiap tantangan dapat diminimalisir dengan cara mereka sendiri, mulai dari memperbaiki kualitas, meningkatkan citra produk, hingga menciptakan variasi dan inovasi agar lebih menarik pelanggan.
Exsis Ramadan 2026 bukan sekadar deretan stan makanan dan minuman, melainkan wadah pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk belajar memahami dinamika perekonomian. Di sini, mahasiswa tidak hanya belajar berwirausaha, tetapi juga mulai membangun mental sebagai pencipta peluang ekonomi. Exsis membuktikan bahwa ekonomi dapat bertumbuh dari lingkungan kampus, dan menjadikannya magnet ekonomi serta kegiatan yang bernilai dan menjanjikan untuk dikembangkan ke depannya.
(perspektif/ Arif, Haikal, Rizky)
Editor: Intan Dwi Yanti











