Jurusan Ekonomi Pembangunan FEB USK Menggelar Kegiatan Saweu Dayah

Darussalam – Prodi Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Islam menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program jurusan Ekonomi Pembangunan Saweu Dayah.  Acara ini bertempatan di Dayah Darul Hikmah Kajhu, Kec.Baitussalam Kab.Aceh Besar yang diketuai oleh Zulkifli, S.E., M.Si. Kegiatan ini bertajuk Pemberdayaan Ekonomi dan Edukasi Keuangan Syariah Berbasis Dayah”.  

“Tujuan dari tema ini dipilih karena memiliki dua potensi dari prodi Ekonomi pembangunan Pemberdayaan ekonomi sedangkan dari potensi ekonomi Islam  edukasi keuangan syariah dan untuk wakaf. Jadi yang kita harapkan penggabungan dua potensi tersebut dapat membantu  menyukseskan dayah ini” jelas Muhammad Haris Riyaldi, S.Soc.I.,M.Soc.Sc selaku Ketua Prodi Ekonomi Islam.

Acara ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu santriwati dari dayah tersebut serta kata sambutan dari dosen-dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK diantaranya Dr. Taufiq C. Dawood, S.E., M.Ec.selaku ketua Prodi Ekonomi Pembangunan,  Dr. Eddy Gunawan, M.Ec selaku sekretaris Prodi Ekonomi Pembangunan, Muhammad Haris Riyaldi, S.Soc.I.,M.Soc.sc selaku ketua Prodi Ekonomi Islam dan Talbani Farlian, S.E.,M.A selaku ketua program IBEP (International Business and Economics Program) dan diakhiri dengan kata sambutan dari pimpinan dayah darul hikmah yaitu Abu Drs. H. Sofyan M.Shaleh serta pemberian motivasi mengenai kewirausahaan.

Selanjutnya dilanjutkan diskusi bersama dengan para pemateri yang luar biasa, diantaranya Teuku Muhammad Syahrizal,

“ Sedekah dan Riba selalu menjadi kebingungan bagi masyarakat teutama anak-anak yang masih meranjak remaja, dengan mengedukasikan isu ini maka selain bersilaturrahmi juga dapat berbagi ilmu kepada masyarakat agar sejahtera kedepannya. Menanggapi hal tersebut para santriwan/i sangat antusias dan mulai belajar untuk membedakan keduanya.,” sambung Teuku Muhammad Syahrizal selaku salah satu pemateri pada diskusi tersebut.

“Ziswaf produktif  yang bisa dikembangkan di dayah darul hikmah, yaitu seperti jamur tiram, berhubung dayah dekat dengassn puskesmas sebaiknya kantin dibangun didekat puskesmas agar pembelinya ramai dan orang puskesmas pun bisa ikut membeli, selain itu juga bisa membuat perternakan ikan lele,” tambah Eka Nurlina, S.H.I., MA sebagai pemateri yang membahas tentang ziswaf produktif.

Acara ini ditutup dengan penyerahan secara simbolis dana wakaf sejumlah Rp. 6.000.000 untuk perternakan lele demi kesejahteraan ekonomi dayah oleh ketua Prodi Ekonomi Pembangunan kepada pimpinan Dayah Nurul Hikmah serta foto bersama.

(Ana/Nadya/Jan)

Rilis oleh panitia penyelenggara