Darussalam – Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (DPM USK) resmi melaksanakan Sidang Pengesahan Program Kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USK 2026 di Ruang Flamboyan Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Kota Banda Aceh. Sidang yang berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026, bertujuan untuk mengesahkan sekaligus melegalkan program kerja yang akan dijalankan BEM selama satu periode kepengurusan.
Dalam sidang tersebut, setiap kementerian BEM USK memaparkan rancangan program kerja masing-masing di hadapan pimpinan sidang dan peserta yang hadir. Salah satu program yang menjadi sorotan ialah program “USK Mengabdi” dari Kementerian Sosial dan Masyarakat. Program tersebut direncanakan melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Gayo Lues, wilayah yang terdampak bencana beberapa waktu lalu.
Program “USK Mengabdi” disebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Program ini diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata mahasiswa bagi masyarakat terdampak bencana.
Proses sidang berlangsung terbuka dan turut dihadiri sejumlah lembaga pers mahasiswa, seperti Detak, Maroon Vox, dan HAHoe. Sementara itu, diskusi berjalan dinamis melalui penyampaian kritik dan saran dari pihak DPM maupun BEM guna memaksimalkan pelaksanaan program kerja ke depan.
Ketua DPM USK sekaligus pimpinan sidang, Muhammad Alfhat Ghifari, menjelaskan bahwa sidang pengesahan merupakan tahapan penting agar program kerja BEM memiliki legitimasi resmi.
“Tujuannya agar program kerja BEM bisa dilegalkan. Karena dalam ketetapan kami, apabila sidang pengesahan belum dilakukan maka program kerja BEM dianggap ilegal,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa DPM tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi turut membantu BEM dalam menyelesaikan berbagai kendala pelaksanaan program kerja.
“DPM bukan hanya sekadar menegur, tetapi juga memperbaiki dan memberi jalan kepada BEM agar program kerjanya dapat dilaksanakan. Kendala-kendala nantinya akan disampaikan oleh BEM kepada DPM dan akan dievaluasi secara berkala melalui komisi terkait,” tambahnya.
Pihak DPM berharap hubungan kemitraan antara legislatif dan eksekutif mahasiswa dapat berjalan secara sehat dengan menjunjung profesionalitas dan rasionalitas.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa USK, M. Ruhdi Anugrah, menyampaikan bahwa program “USK Mengabdi” menjadi program kerja yang paling ingin direalisasikan pada periode kepengurusannya.
“Program kerja yang paling ingin kami lakukan yaitu USK Mengabdi. Program ini sudah kami rancang jauh-jauh hari dan bertepatan dengan kondisi Aceh yang baru terkena bencana pada Desember lalu. Saya rasa program ini akan sangat bermanfaat dan berarti bagi masyarakat,” katanya. Menurutnya, berbagai disiplin ilmu yang dimiliki mahasiswa USK diharapkan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui program tersebut.
Kemudian menjawab pertanyaan terkait kesiapan pelaksanaan program kerja, Ruhdi menyatakan optimistis terhadap kinerja BEM USK 2026.
“Jika skalanya dari 1 sampai 10, kami menyatakan BEM USK tahun ini siap di angka 10 dan kami akan membuktikan itu,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Ruhdi berharap seluruh program dan hal baik yang telah dirancang pada periode ini dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya tanpa terhalang kepentingan politis.
(Perspektif/Naura dan Aliza)
Editor: Mazaya Kayyisa









