Kala Senja, Rapat di Taman Terasa Hangat

Kala Senja, Rapat di Taman Terasa Hangat (Foto & Ilustrasi: Auzan & Muchsal)

“Senja selalu seperti ini. Perlahan datang, lalu tiba-tiba hilang. Tergantikan keremangan malam, menyisakan kehampaan.” -Suryawan W.P.

Ehhmm, berbicara perihal senja takkan pernah ada habisnya, selalu ada cerita indah yang terjaga dengan baiknya. Fenomena senja akhir-akhir ini betul-betul membara di tiap-tiap tempat seakan-akan senja menghipnotis setiap insan yang melihatnya.

Kali ini kita takkan berbicara tentang keindahan senja, apalagi ditambah kehadiran si dia yang menenggelamkan diri ini terhadap keanggunan senja yang membawa diri kepada cinta yang menari-nari di ufuk senja ketika disedia kala. Eh tapi bentar dulu, kali ini fokus kita akan terbawa terhadap fenomena perihal Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah, yang mana akan sering kita jumpai mereka berkumpul di taman, tidak hanya ormawa saja bahkan kegiatan lainnya seperti hanya sekedar berkumpul dengan kolega-kolega tuk berbincang tentang apapun tak sedikit akan kita jumpai.

Benar saja, ketika berjumpa seorang mahasiswi elok nan rupawan bernama Miftahul Jannah yang saat itu sedang kongkow dengan rekan himpunannya, Himpunan Mahasiwa Akuntasi (Himaka) yang mana ia akan turut serta untuk mengikuti rapat Himaka di taman. Sedikit berbincang dengan dirinya, kemudian terlempar pertanyaan, mengapa ormawa ekonomi gemar mengadakan kegiatan di taman FEB.

“Biasanya sekret ormawa lebih kecil dimana anggotanya cukup banyak oleh karena itu saya rasa rapat di taman cukup efektif walaupun banyak gangguan seperti serangga-serangga kecil,” ujar Jannah.

“Ketika mengadakan kegiatan ditaman, rasanya udara sekitar lebih sejuk ketimbang di sekret yang cukup pengap,” tambah Jannah.

Oh iya jangan lupa juga, fasilitas di taman cukup lengkap dengan dihiasi lapangan lari di sekelilingnya serta rock climbing yang menjulang tinggi dengan indahnya. Tak lain halnya dengan sang penakluk alam dan pecinta wanita lingkungan (Metalik), mereka juga terlihat paling sering berada di seputaran taman. Kegiatan mereka cukup banyak, seperti halnya joging di lapangan lintasan dan memanjat rock climbing sebagai sarana latihan.

Eh eh bentar dulu, ada yang nyadar gak, emang boleh taman dipakai gitu aja ? untuk itu sang pelindung FEB yang selalu setia senantiasa menjaga dengan hebatnya yang biasa kita pangil bang Zul sang satpam budiman mengatakan bahwa taman boleh dipakai, tapi harus bilang dulu biar penjaga keamanan tahu. Hal ini perlu dilakukan sebab sering kali dijumpai ada sampah yang berserakan selepas kumpul-kumpul selesai.

“Kalau sudah izin kan kami tahu siapa-siapa saja yang berada di seputaran taman, dengan begitu kami mudah menghubungi kalau terlihat sampah berserakan bekas kegiatan-kegiatan,” tegas Bang Zul.

Nah, sekarang kan kita sudah tahu perihal regulasi memakai taman, Jadi yuk kita laksanakan dengan baik agar tidak merugikan pihak manapun. Jadi enak sama enak aja dah sederhananya. Eh tapi jangan lupa, kita juga harus ingat untuk tidak terlalu lama ditaman bahkan sampai sang senja menghilang dan kembali pada tempatnya, karena kita harus melaksanakan kewajiban kita untuk salat dan tidak tenggelam terhadap euforia senja yang mematikan sang pecintanya.

Maka ujung senja akan membawa angin menari, menyisakan gundah ketika pagi, menyepi di hamparan hati kecil yang bersemayam di tepi lautan cinta. (Yodi / Perspektif)

Editor : Jamaludin Darma