Keamanan Aplikasi Zoom (Masih) Menjadi Tanda Tanya Besar

Ilustrasi : Max/Perspektif

Darussalam – Menyusul perintah untuk meminimalisir penularan corona, kuliah daring menjadi hal yang cukup populer di tengah pandemi yang terjadi kini. Pada kondisi saat ini kita hanya mengandalkan aplikasi online yang menjadi wadah untuk melakukan kegiatan seperti kuliah online dan kegiatan lain yang seharusnya dilakukan melalui tatap muka.

Salah satu layanan aplikasi yang populer digunakan sejak maret 2020 adalah zoom. Zoom merupakan layanan berbasis komunikasi yang dapat diakses oleh beberapa pengguna dalam satu frame yang sama. Aplikasi yang menyediakan beragam kebutuhan komunikasi online ini dikembangkan oleh Nasdaq yang berkantor di San Jose, negara bagian California, Amerika Serikat. Zoom juga telah mendapatkan beberapa penghargaan atas pelayanan dalam hal konferensi video atau meeting secara online dan juga telah di unduh atau digunakan lebih dari 500.000 orang.

Namun, belakangan ini beredar isu terkait keamanan data para pengguna aplikasi zoom. Tentu ini membuat risau para mahasiswa dan juga dosen yang kerap kali menggunakan aplikasi zoom.

“Sebenarnya aplikasi zoom ini bagus untuk digunakan melihat keadaan kita akibat virus corona ini. Namun, karena isu tentang keamanan zoom yang katanya mudah untuk masuk hacker membuat kita jadi takut untuk menggunakan aplikasi ini,“ ujar Yukha Ramzian, mahasiswa jurusan akuntansi Unsyiah.

Beberapa negara seperti Singapura, Jerman, Taiwan, dan Amerika Serikat sudah melarang penggunaan zoom karena disinyalir memilki kelemahan pada keamanannya. CEO Zoom, Eric Yuan juga sudah mengakui jika aplikasi zoom ini tidak sepenuhnya aman untuk digunakan. Aplikasi zoom ini tidak aman digunakan karena mudah disusupi peretas yang bebas mengakses akun email dan mengobrak-abrik data pengguna.

Untuk menghindari pembobolan data pengguna aplikasi zoom, banyak alternatif lain yang bisa digunakan untuk menjalankan perkuliahan, salah satunya menggunakan e-learning kampus yang keberadaannya relatif aman dan mudah dijangkau.

“Dosen bisa memberikan materi lewat e-learning, menjelaskan materi lewat rekaman video lalu di upload pada e-learning. Bukankah ini lebih efektif, membuat jam belajar jadi lebih fleksibel dan dapat di unduh. Sedangkan jika menggunakan zoom belum tentu semua mahasiswa bisa masuk pada jam yang ditentukan dan juga mengingat jaringan yang kurang mendukung,” jelas Anggi, mahasiswa manajemen Unsyiah.

Dengan begitu muncul kekhawatiran pada sebagian besar mahasiswa, setelah mengetahui dampak yang akan ditimbulkan jika masih menggunakan aplikasi ini. Meski zoom dinyatakan kurang aman untuk digunakan saat ini, tetapi sebagian dosen Unsyiah tetap memberikan materi perkuliahan melalui aplikasi ini.

Sebagian orang yang masih menggunakan Zoom, tentu ingin aman dalam penggunaan aplikasi ini. Di lansir dari Narasiku.com berikut 5 tips agar Anda tetap aman dalam menggunakan aplikasi zoom.

1. Update aplikasi Zoom ke versi terbaru.

Pastikan kamu sudah melakukan update pada aplikasi zoom ke versi yang terbaru. Setelah itu kamu dapat menyesuaikan pengaturan keamanannya.

2. Menyesuaikan pengaturan keamanan aplikasi Zoom.

Jangan sampai kamu melewati tips yang satu ini, karena akan sangat membantu menghindari penyalahgunaan aplikasi Zoom.

  1. Buka pengaturan, pada schedule Meeting, matikan opsi Join Before Host. Jika kamu host, ini akan membuat peserta yang akan bergabung dimasukkan dalam ruang tunggu hingga kamu online.
  2. Pastikan Only authenticated users can join meeting dan Require a password when scheduling new meetin
  3. Pada dialog In Meeting (Basic) klik kotak kecil di samping Prevent Participant from Saving Chat. Setelah itu akan muncul tanda centang jika berhasil. Tindakan ini akan mencegah peserta yang bergabung untuk menyimpan salinan obrolan yang dapat dibagikan di luar meeting.

3. Jangan bagikan tautan undangan meeting sembarangan.

Bagikan link meeting, ID, dan password hanya kepada orang-orang yang akan mengikuti pertemuan.

4. Tidak disarankan mengganti fitur

Agar terlihat menarik kamu bisa mengganti fitur background. Namun, ini tidak disarankan agar lokasi tempat tinggal kamu tidak mudah terdeteksi.

5. Aktifkan fitur ‘Lock Meeting’.

Lock Meeting salah satu fitur yang mendukung keamanan ketika melakukan pertemuan lewat aplikasi Zoom. Jika semua peserta sudah hadir sebaiknya kunci dengan fitur ‘Lock Meeting’ agar tidak ada orang lain yang bisa bergabung dalam peretmuan tersebut. Cara mengaktifkannya cukup klik Manage Participant > klik More > Lock Meeting.

Hingga kini, desas-desus keamanan zoom yang kopong kian merebak, meski sekarang keamanan pada aplikasi zoom masih tergolong lemah. Semoga dengan mencuatnya kasus ini, pihak zoom makin terus berupaya untuk memperbaiki keamanan aplikasi zoom agar mampu menyediakan layanan tanpa adanya gangguan. Buat kamu yang masih menggunakan aplikasi zoom bisa mengikuti 5 tips di atas agar kamu terhindar dari penyalahgunaan aplikasi ini. Semoga bermanfaat! (Farhana & Tuti/Perspektif)

Editor: Jamaludin Darma