Berita

Masih Perlukah Kelas Daring di Masa Sekarang ?

×

Masih Perlukah Kelas Daring di Masa Sekarang ?

Sebarkan artikel ini
Desain: Maula Fathin

Darussalam – Pada saat ini, proses belajar dan mengajar di Universitas Syiah Kuala (USK) sudah kembali melakukan sistem kelas luring, yakni tatap muka langsung antara dosen dengan mahasiswa di dalam kelas. Sistem kelas luring ini sudah berlangsung hampir satu tahun setelah usainya pandemi Covid-19, pandemi yang memaksa kita untuk tetap di rumah, juga yang memperkenalkan kita dengan kegiatan kuliah secara daring.

Di USK sendiri perkuliahan secara daring terkadang masih dilakukan, baik hanya beberapa pertemuan, maupun setiap pertemuan kuliah selama satu semester. Isu tentang masih perlukah kelas daring di masa setelah pandemi ini menuai pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Beberapa mahasiswa memiliki pendapat dan pandangan tersendiri mengenai proses pembelajaran yang dilakukan secara daring di masa setelah pandemi ini. Proses perkuliahan secara daring sama halnya seperti luring, hanya saja pada saat belajar daring kita menggunakan sarana atau media digital. Setelah terlaksananya kembali kelas luring, banyak mahasiswa yang berpendapat bahwa kelas daring masih perlu dilakukan pada saat kondisi dan situasi tertentu seperti misalnya ketika dosen tidak dapat berhadir di kelas, pengganti pertemuan yang tertinggal, ketika cuaca tidak mendukung untuk pergi ke kampus dan lain-lain, sehingga proses belajar mengajar tidak perlu terganggu.

“Kelas secara daring tetap diperlukan meskipun pandemi telah berakhir, dikarenakan jika ada jam perkuliahan yang dibatalkan maka dapat diganti dengan kelas daring, tetapi hanya sesekali untuk hal yang sifatnya tak terduga. Jika dilihat dari segi interaksi antara mahasiswa dengan dosen maka lebih efektif perkuliahan yang dilakukan secara luring,” ujar M. Ichsan Adnan mahasiswa S2 Akuntansi.

Dari hasil survei yang kami lakukan, banyak di antara mahasiswa berpendapat  proses belajar dan mengajar secara daring tidak perlu dilakukan lagi dan sebagian lainnya berpendapat bahwa kelas daring masih dapat dilakukan pada saat situasi dan kondisi tertentu. Mahasiswa yang berpendapat kurang setuju terhadap masih adanya kelas daring dikarenakan mereka menganggap proses belajar dan mengajar pada saat kelas daring kurang efektif, kurang maksimal, mahasiswa juga sulit konsentrasi serta memahami tentang penyampaian materi yang disampaikan oleh dosen dan sering terjadinya kendala seperti hilangnya jaringan atau koneksi internet pada gawai secara tiba-tiba sehingga perkuliahan menjadi kurang optimal.

Di sisi lain beberapa mahasiswa beranggapan masih perlunya kelas daring karena ada sebab-sebab tertentu misalnya seperti kelas pengganti, dosen tidak bisa masuk ketika kelas luring atau tatap muka, serta adanya kondisi tertentu yang dimana memang mengharuskan mahasiswa belajar secara daring sehingga proses belajar mengajar tidak terhenti.

 

Sistem belajar dan mengajar secara daring ataupun luring memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing pada situasi dan kondisi tertentu. Mahasiswa diharapkan juga tetap mengikuti pembelajaran atau perkuliahan dengan sempurna baik secara daring maupun secara luring.

(Perspektif / Muhammad Rizki Ramadhana, Amira Fauza Adnan)

Editor : Dinda Syahharani