Darussalam — Jumat, 13 Februari, 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) mengadakan kuliah umum untuk pertama kalinya dalam rangka menyambut kembali semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan menghadirkan Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.PPM sebagai pemateri dengan tema topik “Dari Konflik Global ke Laporan Keuangan Tantangan Akuntansi atas Risiko Geopolitik dan Iklim” yang dilaksanakan di Balai Sidang FEB USK.
Acara ini dihadiri oleh Dekan FEB USK Prof. Dr. Faisal, S. E., M.Si., M.A., pimpinan departemen, dosen senior hingga ratusan mahasiswa yang antusias dengan topik yang dibahas.
Dekan FEB USK menyebutkan tujuan diadakannya kuliah umum ini tidak hanya untuk menambah wawasan yang relevan dengan mahasiswa, tetapi juga untuk meningkatkan daya saing karier untuk masa mendatang, menghasilkan mahasiswa berprestasi dan melahirkan lulusan yang peka terhadap pengaruh konflik global dan perubahan iklim dengan laporan keuangan.
Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan bahwa konflik global dan perubahan iklim kini berada dalam fase kritis yang berdampak langsung dengan stabilitas ekonomi. Gangguan lingkungan terjadi bersamaan dengan lonjakan inflasi dan beban utang yang mencapai 235% dari PDB (Produk Domestik Bruto).
Selain faktor alam, kemajuan teknologi juga menjadi sorotan. AI (Artificial Intelligence) diprediksi mampu membuka nilai ekonomi hingga $2,9 triliun pada tahun 2030 namun juga membawa risiko disinformasi dan deepfakes yang dapat merusak demokrasi dan keamanan siber.
“Lebih dari 50% pemimpin global memprediksi akan terjadi turbulensi. Organisasi tidak bisa menunggu stabilitas. Mereka harus mengadopsi model operasi baru berdasarkan manusia, agen, dan robot. Nilai ekonomi yang akan tercipta dengan model baru diperkirakan sebesar $2,9 triliun. Jepang menyelesaikan masalah aging dengan menciptakan banyak robot. Namun, hal ini mengakibatkan manusia kehilangan 80% peluang kerja.” ujar Dr. Efa Yonnedi, S.E., M.PPM, pemateri.
Para peserta yang mengikuti kegiatan ini merasa topik yang diangkat sangat relevan dengan program studi mereka. Mahasiswa Program Studi Akuntansi Angkatan 2025, Abdullah menyebutkan, “ Kita harus memahami kondisi tentang keuangan di suatu negara dan global, misalnya jika sesuatu terjadi, apa dampaknya bagi keuangan ataupun perusahaan. Kita harus peka dan mengerti hal itu.” saat mendapatkan pertanyaan mengenai pentingnya isu geopolitik dan perubahan iklim bagi calon akuntan.
Munira, mahasiswa Program Studi Akuntansi Angkatan 2024, menambahkan pendapat dari kuliah umum hari ini, “Kita tidak perlu takut, semua pekerjaan tidak akan terpengaruh oleh AI, selama kita tahu cara menggunakan AI yang baik.”
Rangkaian kuliah umum tersebut ditutup oleh moderator dengan penekanan bahwa kita harus terus beradaptasi secara cepat dan mencari keseimbangan baru. Kegiatan ini memberikan insight baru kepada peserta dengan harapan ke depannya ilmu-ilmu tersebut menular kepada setiap manusia.
(Perspektif/ Nadya, Rifdah Siba, dan Tatia Salsabila)
Editor: Aisyah Hidayat











