Tipe Mahasiswa: Idealis atau Realistis?

Ilustrasi by : Mrama

DarussalamMahasiswa terkadang dihadapi dua pilihan antara menjadi mahasiswa idealis atau realistis. Idealis merupakan kepribadian yang berpegang teguh pada prinsip atau ide yang dianutnya. Sebaliknya, realistis lebih melihat kenyataan yang terjadi atau bisa dibilang mengikuti arus. Sebagian orang ingin tetap berpegang teguh pada prinsipnya, tetapi faktanya kondisi atau lingkungan sering kali berubah-ubah membuat mereka harus menyesuaikan diri dengan apa yang sedang terjadi. Akhirnya, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan harapannya.

“Idealis itu seperti keyakinan atau lebih tepatnya prinsip yang dipegang teguh oleh pribadi yang mana dalam hal tersebut  bersumber dari pengalaman, pendidikan dan kebiasaan yang ia dapatkan dalam menjalani hidup. Nah, hasil tersebut perlahan-lahan membentuk jiwa, ide, pikiran, cara berpikir yang lebih ideal sesuai nilai dan pengalaman yang sudah ia lalui. Realistis kebalikannya, pola berpikir yang mengikuti arus, kemana arus berjalan ya dia mengikuti,” Pandangan Firhan mahasiswa EKA 2019 ketika ditanyai pengertian idealis dan realistis.

Bagi kebanyakan mahasiswa, mereka memiliki pendirian masing-masing yang mana patut untuk dihargai. Seringkali mereka berusaha untuk menjadi idealis dan mengharapkan semua harus berjalan sesuai dengan harapannya. Namun, idealis terkadang sering dianggap sebagai kepribadian yang kaku dan tidak fleksibel dikarenakan mereka yang bersikukuh agar semua hal harus dijalani sesuai dengan keinginannya, terlepas hal tersebut sejalan atau tidak sejalan dengan orang lain.  

Di sisi lain, kita sebagai mahasiswa juga perlu menerapkan pandangan realistis ketika ingin membuat sebuah keputusan. Orang yang berfikir secara realistis biasanya ia lebih paham dengan keadaan dan lebihbermain amanpada saat ia ingin membuat keputusan.bermain amandapat diartikan ia tidak mengambil resiko jika apa yang dia lakukan dapat berdampak negatif.

Namun, apakah menjadi idealis atau realistis itu salah? Sebagai mahasiswa pola pikir mana yang seharusnya kita pilih?

“Menurut pandanganku, kita bisa menggunakan dua pola pikir itu di kehidupan kita sebagai mahasiswa. Teguh pendirian itu penting, karena kita punya suatu hal yang kita yakini itu benar, tetapi jika kita berpikir menjadi orang yang idealis terus menerus di semua kondisi dan situasi itu akan menjadi stagnan. Maka dari itu thinking in the way of idealistic is important, but being realistic is a must. Kita juga harus melihat kenyataan yang terjadi,” Kata Ainal mahasiswa FMIPA 2018.

Mahasiswa itu adakalanya dia menggunakan pandangan idealis dan adakalanya juga mahasiswa menggunakan pandangan realistis. Ketika berhadapan dengan orang yang lebih tua seperti dosen biasanya kita menggunakan pandangan realisistis dan cenderung bermain aman. Namun, ketika kita sedang dalam lingkup organisasi maka biasanya mahasiswa itu cenderung berpandangan idealis karena biasanya seseorang yang berpandangan idealis sering menciptakan sebuah inovasi,Ucap Rais Adzaki mahasiswa Teknik sipil 2020.

Pernyataan-pernyataan di atas menunjukkan bahwasanya kita boleh saja menjadi orang yang idealis dan berpegang teguh pada pendirian yang kita yakini itu benar. Namun, disaat semua berjalan tidak sesuai dengan harapan, jangan memaksakan diri. Ada waktu dimana kita harus melihat apa yang terjadi di lingkungan sekitar dan menjadikan itu sebuah pandangan baru.

Menjadi mahasiswa idealis atau realistis tidak ada salahnya, yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menggunakan salah satu pendirian tersebut di situasi/momen yang tepatMahasiswa dituntut untuk berfikir kritis dan menciptakan inovasi, maka hal ini mahasiswa harus berfikir idealis. Disisi lain, terkadang mahasiswa juga perlu untuk berfikir realistis agar mereka tidak overconfident. Intinya, antara idealis dan realistis keduanya samasama dibutuhkan oleh setiap mahasiswa agar terciptanya keseimbangan. (Satia/Khalis)

Editor : Jannah

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.