Darussalam – Dalam sebuah seremoni yang khidmat di Balai Sidang FEB USK, kepengurusan baru organisasi mahasiswa (Ormawa) periode 2026 resmi menerima amanah. Proses pelantikan berlangsung kondusif dan dipimpin oleh Dr. Darwanis, S.E., M.Si., Ak. selaku Wakil Dekan Akademik FEB USK serta Prof. Dr. Abdul Jamal, S.E., M.Si. selaku Wakil Dekan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FEB USK. Kegiatan ini dihadiri oleh sivitas akademika dan perwakilan mahasiswa pada Kamis, 23 April 2026.
Pengurus yang dilantik terdiri atas 10 himpunan, 6 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan 1 forum mahasiswa, yang mewadahi berbagai organisasi di lingkungan FEB USK, termasuk Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai lembaga tingkat fakultas.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BEM FEB USK periode 2026, Qanun Meukuta Alam Alasyi menegaskan, pentingnya sinergi antarorganisasi dalam menghadapi dinamika dunia kontemporer. Ia menyampaikan bahwa berbagai permasalahan struktural masih menjadi tantangan yang perlu disikapi secara bersama.
“Dalam menghadapi dunia saat ini, kita tidak hanya berbicara tentang kesatuan dan keselamatan, tetapi juga realitas ketimpangan yang masih terjadi. Oleh karena itu, kami mendorong seluruh pimpinan ormawa untuk dapat bersinergi selama satu tahun ke depan guna menghadirkan aksi nyata yang memberikan dampak, khususnya dalam mendorong perbaikan di sektor ekonomi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kepengurusan tahun ini mengusung semangat kabinet “Eskalasi Cita”, yang dimaknai sebagai upaya peningkatan dan perwujudan harapan bersama melalui program kerja yang terarah dan berkelanjutan. Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan periode 2026 dalam menjalankan roda organisasi.
Sementara itu, Prof. Dr. Abd. Jamal, S.E., M.Si., berharap kepengurusan BEM periode 2026 dapat menunjukkan kinerja yang lebih produktif serta mampu menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan fakultas dan tidak mengulangi kesalahan periode yang lalu.
“Setelah saya ajarkan kepada kalian, sampaikan kembali kepada adik-adik di bawah agar ilmu tersebut terus berlanjut dan kesalahan yang sama tidak terulang,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua DPM FEB USK periode 2026, Muhammad Farras Fansuri, menyampaikan bahwa capaian setiap organisasi mahasiswa bersifat relatif dan bergantung pada karakter serta standar masing-masing unit.
“Setiap organisasi memiliki ukuran keberhasilan yang berbeda. Namun demikian, kami berharap seluruh capaian tersebut dapat menjadi hal yang membanggakan, serta seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan mahasiswa terhadap lembaga perwakilan. Menurutnya, DPM memiliki peran strategis dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, anggaran, dan advokasi secara transparan.
Dengan dilantiknya kepengurusan organisasi mahasiswa FEB USK periode 2026, diharapkan seluruh elemen ormawa mampu menjalankan amanah secara profesional, adaptif, dan berintegritas, serta membangun sinergi yang kuat antarorganisasi dengan komitmen nyata dalam merealisasikan program kerja yang berdampak. Ke depan, kepengurusan ini tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan solusi terhadap berbagai dinamika serta tantangan yang dihadapi mahasiswa, sehingga keberadaan ormawa di lingkungan FEB USK semakin relevan, memberi kontribusi nyata, dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.
(Perspektif/Nabila Nur dan Meisya Aulia)
Editor: Mazaya Kayyisa











