Darussalam – Perayaan International Jazz Day di Banda Aceh yang bertempat di Ballroom Hotel Ayani berlangsung meriah melalui gelaran musik bertajuk “Khanduri Jazz”. Acara yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026 ini sukses memadukan nuansa improvisasi jazz dunia dengan kehangatan tradisi lokal dalam kemasan yang elegan namun tetap santai.
Dimulai pada pukul 20.00 WIB dan berakhir menjelang tengah malam, kegiatan ini menampilkan kolaborasi apik dari berbagai musisi lintas era. Konsep “Khanduri” yang diusung menjadi simbol kebersamaan masyarakat Aceh yang disatukan melalui medium musik jazz. Musisi senior, Popi Gada, turut berbagi kisah mengenai perjalanan panjang jazz di Aceh yang telah ia lalui sejak era pra-tsunami. Bagi penyanyi yang telah bermusik sejak kecil ini, kembali hadir di panggung Khanduri Jazz merupakan sebuah kehormatan tersendiri.
“Saya ikut Khanduri Jazz ini sudah tahun yang ke berapa. Pertama kali itu tahun 2003 sebelum tsunami, terus habis tsunami ada lagi, kemarin diajak lagi tahun 2025 dan di tahun 2026. Menurut saya ini luar biasa sekali karena masih diingat, dan itu merupakan sebuah penghargaan bagi saya,” ungkap Popi Gada, salah satu penyanyi yang turut berhadir disana.
Azis dan Yulia selaku penyanyi yang baru pertama kali mengikuti acara ini juga menyampaikan kesan mereka, “Seru sih, ini termasuk salah satu acara pertama yang aku sendiri berkecimpung, dan ternyata peminat jazz banyak” ucap Azis.
“Ini saya baru pertama kali diundang untuk tampil di acara Khanduri Jazz ini, sebelum tampil kan saya lihat penyanyi yang lain pada keren-keren, jadi agak deg-degan sih, tapi pas diatas panggung tuh memang ‘wah rame’,” ungkap Yulia.
Selain sisi nostalgia, Khanduri Jazz tahun ini juga menekankan misi regenerasi. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan para musisi muda dari jenjang SD hingga SMP yang turut menunjukkan talenta mereka di atas panggung. Antusiasme tinggi juga datang dari penonton kalangan pelajar yang memadati lokasi.
“Acara ini berkesan banget. Suasananya santai, tapi tetap elegan, bikin penonton nyaman dan enjoy dari awal sampai akhir. Semoga tahun depan ada lagi acaranya,” ucap Calista Alfaya Darlin, siswi kelas 7. Ia mengaku sangat terkesan dengan atmosfer acara yang menurutnya sangat ramah bagi semua kalangan.
Dengan perpaduan musisi berpengalaman dan talenta-talenta muda, Khanduri Jazz berhasil membuktikan bahwa musik jazz memiliki tempat di hati seluruh lapisan masyarakat Banda Aceh. Acara ditutup menjelang tengah malam
Perspektif/Aliza dan Naila
Editor: Mazaya Kayyisa











