Darussalam — Kementerian Sosial Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (USK) menyalurkan bantuan logistik secara langsung kepada korban kebakaran di Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada Minggu (17/5/2026). Aksi solidaritas bertajuk “USK Peduli” ini dilakukan tepat dua belas hari setelah musibah kebakaran besar menghanguskan pemukiman padat di kawasan tersebut sebagai bentuk tanggap bencana yang membawa empati serta ragam bantuan hasil penggalangan dana dari civitas akademika dan masyarakat luas.
Musibah tersebut bermula pada Selasa (5/5/2026) akibat korsleting listrik dari lantai dua salah satu rumah warga sekitar pukul 12.00 WIB. Mengingat sebagian besar rumah berkonstruksi kayu dan jaraknya saling berdempetan, api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar 5 jam, di mana titik api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 17.00 WIB. Akibat peristiwa nahas ini, sebanyak 77 unit rumah hangus terbakar dan sekitar 251 jiwa dari 81 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal sehingga harus bertahan di tenda darurat pemerintah, gereja,dan mengungsi ke kediaman kerabat mereka.
Sebagai bentuk respons cepat dan solidaritas nyata, BEM USK melalui Kementerian Sosial Masyarakat langsung membuka posko penggalangan bantuan di sekretariat mereka sejak 7 hingga 10 Mei 2026. Bantuan yang berhasil dihimpun sangat beragam, mulai dari pakaian layak pakai, makanan siap saji, kebutuhan pokok rumah tangga, hingga donasi uang tunai. Seluruh bantuan tersebut kemudian diserahkan secara langsung kepada para korban di posko pengungsian Gampong Jawa Lama. Penyaluran logistik ini disambut hangat oleh warga, termasuk Sekretaris desa yang berkesempatan menuturkan langsung kronologi mencekam saat api melahap habis pemukiman mereka.
Di balik rasa syukur atas bantuan logistik yang diterima, warga setempat turut menitipkan aspirasi penting kepada BEM USK sebagai jembatan aspirasi masyarakat. Didasari oleh trauma mendalam serta kesadaran akan letak pemukiman yang terlalu padat dan sulit diakses mobil pemadam kebakaran besar, warga sangat berharap adanya pengadaan fasilitas hydrant firefix di kawasan tersebut. Permintaan untuk memiliki sistem perlindungan darurat sebagai langkah antisipasi bencana selanjutnya, kini menjadi catatan penting sekaligus tanggung jawab moral bagi BEM USK untuk ditindaklanjuti sebagai bentuk advokasi bagi korban kebakaran.
Perspektif/ Nia & Ghina
Editor: Aisyah Hidayat









