Darussalam – Pada kamis, 29 Mei 2025, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan Company Visit bertajuk “Mari Berwirausaha Bersama GenBI” dengan mengunjungi salah satu pelaku usaha mikro kreatif di Aceh, yaitu Buena Foodies. Kegiatan ini bertujuan untuk menginspirasi semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa, serta memperkuat pemahaman langsung mengenai proses produksi, distribusi, dan tantangan dalam membangun bisnis kuliner dari nol.
“Kegiatan ini dilaksanakan oleh GenBI yang merupakan komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia, dimana di dalam komunitas ini terdapat divisi kewirausahaan dengan salah satu prokernya yaitu GenBI Visit to Company yang diadakan di Buena Foodies,” ujar Zahran selaku ketua GenBI Komisariat USK.
“Kegiatan ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peningkatan akses pasar dan promosi produk lokal, yang merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” lanjut Ilham selaku ketua panitia.
Buena Foodies adalah usaha rumahan yang dikelola oleh alumni Akuntansi FEB USK bernama Fitriana, yang akrab disapa Buna. Usaha ini berfokus pada produksi olahan makanan seperti abon ikan dan kentang mustofa. Menariknya, semua produk dibuat tanpa pengawet atau monosodium glutamate (MSG), dan sudah bersertifikat halal serta memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Produk unggulan seperti abon ikan dan kentang mustofa dimulai dari harga Rp20.000 dengan berbagai variasi ukuran. Produksi kentang mustofa dilakukan tiga kali seminggu, dengan satu kali produksi mencapai 10 kilogram. Ikan untuk abon diambil langsung dari Lampulo, sehingga menjamin kualitas bahan baku yang segar dan terpercaya.
Dalam kesempatan tersebut, Buna membagikan kisah inspiratif di balik lahirnya Buena Foodies. Usaha ini awalnya hanya iseng dan dimulai pada tahun 2016 untuk konsumsi pribadi. Namun, karena banyak permintaan dari teman dan keluarga, ia memutuskan untuk melanjutkan produksi secara berkelanjutan. Kini, omzet bulanannya mencapai lebih dari Rp5 juta dengan margin laba sekitar 50%, meski dihadapkan dengan tantangan fluktuasi harga bahan baku.
Distribusi produknya telah menjangkau beberapa toko dan swalayan di kawasan Seutui, seperti Nafisah, Choco Cheese, Almond, dan Amalia Swalayan. Produk-produk Buena Foodies bahkan pernah menjadi oleh-oleh ke berbagai negara seperti Swiss, London, Malaysia, Thailand, dan Arab Saudi.
Menariknya, hingga kini usaha ini masih dijalankan sendiri oleh Buna tanpa karyawan. Kemasan produknya dibuat di Bandung dan sistem pemesanan bisa juga dilakukan melalui skema pre-order (PO) dan bisa didapatkan di outlet. Promosi pun dilakukan secara sederhana melalui media sosial seperti WhatsApp, Instagram dan Facebook.
Meski saat ini Buena Foodies masih menjadi usaha sampingan dari pekerjaan utama Buna di kantor PU, ia memiliki cita-cita besar untuk mengembangkan bisnis ini lebih luas. “Kedepannya saya ingin membuka usaha sarapan pagi di depan rumah, dan semoga bisa membangun pabrik kecil di belakang rumah untuk meningkatkan kapasitas produksi,” ujarnya penuh harap.
Melalui kunjungan ini, GenBI USK berharap generasi muda akan mendapatkan inspirasi dan wawasan nyata tentang dunia usaha. Kisah perjuangan dan ketekunan Buna menjadi bukti bahwa dengan ketekunan dan kreativitas, usaha kecil bisa menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga mancanegara.
Press Release : Panitia Company Visit GenBI USK
Editor : Nabila Anris











