Darussalam – Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Aceh bersama perguruan tinggi mitra di Aceh, melaksanakan rangkaian kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan kepada mahasiswa terdampak bencana hidrometeorologi, pengabdian kepada masyarakat, serta Gerakan Bersih Masjid/Meunasah dalam rangka menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini berfokus pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada tahun 2025.
Kegiatan ini didukung oleh sumbangan dari IAI Pusat yang didistribusikan ke tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Khusus untuk wilayah Aceh, pendistribusian bantuan dikoordinasikan oleh IAI Wilayah Aceh bersama perguruan tinggi mitra sebagai mitra pelaksana di lapangan.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah perguruan tinggi, yaitu Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Abulyatama (Unaya), Politeknik Kutaraja, Universitas Serambi Mekkah (USM), Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Samudra (Unsam), Universitas Ubudiyah Indonesia (UUI), serta Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sabang (STIES). Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara organisasi profesi dan institusi pendidikan dalam merespons kondisi sosial dan kemanusiaan akibat bencana hidrometeorologi di Aceh.
Selain itu, penyaluran bantuan kepada mahasiswa juga telah dilakukan lebih awal, sebelum pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada 20 Desember 2025. Pendistribusian tersebut dilaksanakan secara langsung oleh pihak program studi Akuntansi dari beberapa perguruan tinggi mitra, yaitu USM, Politeknik Kutaraja, UUI, serta Program Studi Akuntansi FEB USK. Hal ini sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi mahasiswa terdampak bencana.
Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu, 14 Januari 2026, dengan penyerahan bantuan secara simbolis di Unaya kepada mahasiswa yang terdampak. Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian distribusi bantuan yang dilaksanakan oleh IAI Wilayah Aceh.
Kemudian pada 15 Januari 2026, penyerahan bantuan dilaksanakan di Unimal dan PNL. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa terdampak, dengan harapan dapat meringankan beban serta membantu pemulihan kondisi pascabencana, khususnya dalam mendukung keberlangsungan aktivitas akademik pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Kemudian dilanjutkan dengan PkM melalui Gerakan Bersih Masjid/Meunasah yang dilaksanakan di Masjid Reuleut Timu dan Masjid Sultan Malikussaleh. Kegiatan ini meliputi pembersihan area masjid, penataan lingkungan, serta penyaluran bantuan sebagai upaya menciptakan lingkungan ibadah yang bersih dan nyaman.
Rangkaian berlanjut pada hari berikutnya dengan penyerahan bantuan di Unsam, Kota Langsa. Kegiatan ini yang diikuti dengan penyaluran bantuan kepada Masjid Baitul Izzah sebagai bagian dari program pengabdian sosial dan keagamaan.
Pada minggu terakhir Januari 2026, IAI Wilayah Aceh juga berencana melanjutkan kegiatan serupa ke Aceh Barat untuk menyerahkan bantuan kepada Universitas Teuku Umar sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.
Melalui rangkaian kegiatan ini, IAI Wilayah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif tidak hanya dalam pengembangan profesi akuntan, tetapi juga dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan keagamaan. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat terdampak, serta memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong di Aceh pascabencana.
Press Release: IAI Wilayah Aceh
Editor: Intan Dwi Yanti











