BeritaKampusOpiniSuara Pembaca

Langkah Rahmat Menembus YSEALI AFP

×

Langkah Rahmat Menembus YSEALI AFP

Sebarkan artikel ini
By : Rahmatussyifa

Darussalam – Salah satu mahasiswa International Management Program Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK), Rahmatussyifa, mengharumkan nama kampus setelah dinyatakan lolos dalam program bergengsi YSEALI Academic Fellowship Program (AFP).

YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) merupakan program yang diinisiasi oleh Pemerintah Amerika Serikat sejak tahun 2013. Program ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan serta memperluas jaringan anak muda di Asia Tenggara. Fokus utama YSEALI adalah pengembangan kepemimpinan, penguatan hubungan antara Amerika Serikat dan Asia Tenggara, serta pembentukan komunitas Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang lebih kolaboratif.

YSEALI memiliki beberapa program, salah satunya adalah YSEALI PFP (Professional Fellows Program) untuk usia 25 – 35 tahun dan YSEALI AFP (Academic Fellowship Program) untuk peserta yang berusia 18 – 25 tahun. Rahmat menjelaskan bahwa biasanya pendaftaran YSEALI AFP dibuka dua kali setahun, yaitu pada bulan  November (keberangkatan April) dan bulan Juli (keberangkatan September).

Durasi program YSEALI AFP berlangsung selama lima minggu dan kegiatannya menyerupai perkuliahan di universitas pada umumnya. Program ini terdiri dari empat tema utama,  yaitu Keterlibatan Masyarakat, Inovasi dan Kewirausahaan, Sumber Daya Alam, dan Masyarakat dan Tata Kelola. Peserta hanya dapat memilih satu tema untuk dijelaskan dalam esai dan akan menjadi fokus utama saat wawancara.

Rahmat memilih tema Keterlibatan Masyarakat karena sejalan dengan latar belakangnya sebagai Duta Wisata Takengon. Selama masa penugasannya, ia banyak berinteraksi langsung dengan masyarakat, yang kemudian menjadi inspirasi advokasinya di program ini. “Untuk mendaftar, peserta wajib menyertakan esai, surat rekomendasi dari dosen, pihak akademik, atau organisasi (maksimal tiga), serta pengalaman organisasi yang relevan”, ujar Rahmat. Rahmat dibimbing oleh dua mentor yang merupakan alumni YSEALI. Salah satu tantangan terberat yang ia hadapi adalah mempersiapkan seluruh dokumen yang membutuhkan waktu cukup lama.

Motivasi Rahmat mengikuti program ini karena keinginannya untuk memberikan wadah yang lebih luas bagi para pemuda Indonesia, khususnya Aceh, yang aktif dalam kegiatan sosial namun masih kurang mendapatkan dukungan dari pemerintah. Ia ingin membuat proyek sosial yang berdampak dan tidak hanya berhenti di tingkat lokal saja. Perjalanannya dimulai dari mengikuti YSEALI Regional Workshop selama seminggu di Yogyakarta. Dari sanalah ia merasakan adanya empowerment dan terdorong untuk mendaftar YSEALI AFP. Selain untuk mengembangkan proyeknya, ia juga berharap agar teman-teman sosial medianya mendapatkan pengaruh positif dari program YSEALI. Ia menambahkan, “Agar teman-teman media sosial juga mendapatkan influence bahwa sebenarnya kita bisa mengembangkan platform kita lebih luas, asal kita mau mencari wadah yang lebih besar juga”.

Rahmat mengaku bahwa tidak ada tips khusus untuk bisa lolos YSEALI, namun ia menekankan pentingnya menjadi otentik dan jujur, serta fokus pada isu yang benar-benar penting di komunitas masing-masing. Ia menyarankan agar peserta menyertakan data statistik dan informasi mengenai individu atau kelompok yang telah diberdayakan melalui kegiatan mereka.

Setelah menyelesaikan program ini, Rahmat berencana untuk menerapkan ilmu-ilmu yang diperolehnya ke berbagai daerah yang ada di Indonesia. Ia juga menekankan bahwa YSEALI merupakan program yang berkelanjutan. Alumni dari program ini akan mendapatkan akses istimewa untuk mengikuti program YSEALI selanjutnya. “Setiap alumni YSEALI apa pun programnya, akan mendapatkan kesempatan VIP access untuk program-program berikutnya,” ujar Rahmat.

Meski pernah mengalami kegagalan dan sempat merasa dirinya tidak pantas , Rahmat tidak menyerah. Ia justru menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran untuk memperbaiki diri kedepannya. Rahmat mengakui bahwa dukungan terbesar datang dari kedua orang tuanya.

Sebagai penutup, Rahmat memberikan saran kepada calon pendaftar agar mencantumkan kegiatan dan pengalaman yang telah dilakukan dengan data-data yang akurat. Ia juga menegaskan bahwa untuk lolos YSEALI AFP, seseorang tidak harus menjadi ketua organisasi, yang terpenting adalah kontribusi dan peran nyata dalam organisasi tersebut.

(Perspektif/Aisyah Hidayat)

Editor: Nabila Anris Putri