Darussalam – Pada Selasa, 24 Februari 2026, Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Al-Mizan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (USK) resmi membuka kegiatan tahunan terbesar mereka, yaitu Paket Ramadhan Ekonomi atau PARE 2026 dengan tema “Ramadhan Produktif: Bergerak dengan Iman, Menumbuhkan Kepedulian untuk Meraih Kemenangan yang Penuh Berkah” yang dibuka secara langsung oleh Pembina LDF Al-Mizan, Bapak Zulkifli, S.E., M.Si.
Acara tersebut dimulai dengan kajian utama bertajuk “Takdir: Antara Digariskan dan Diperjuangkan” dengan menghadirkan Tgk. Muhammad Zulfa sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, pemateri mengupas tuntas konsep ikhtiar dan ketetapan Allah di tengah momentum bulan suci. Kajian ini menjadi pembuka dari berbagai rangkaian kegiatan PARE 2026 yang akan berlangsung hingga 28 Februari 2026 mendatang.
Selama periode tersebut, panitia telah menyusun berbagai agenda yang akan dilaksanakan di tiga lokasi utama. Dua hari pertama berpusat di Masjid Al-Mizan FEB USK, kemudian dua hari berikutnya di Masjid Jami’ USK, dan hari terakhir di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh dengan acara “Puncak PARE” sebagai penutup. Acara ini menghadirkan beragam kegiatan seperti Syiar Dakwah Ramadhan, Kajian Ngabuburead, Open Donasi, Bakti Sosial, Iftar Jama’i, serta pembagian imsakiyah yang telah dilakukan saat Pawai Tarhib Ramadhan beberapa hari yang lalu.
Ketua Panitia PARE 2026, Muhammad Altabriiz menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk menyemarakkan bulan Ramadhan dengan kegiatan positif sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak menyia-nyiakan kemuliaan bulan suci. “Selain untuk menyemarakkan Ramadhan, kami juga berharap kegiatan ini memiliki dampak yang baik bagi mahasiswa dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
“Meskipun kami tidak menentukan target peserta, antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang hadir pada hari ini dan kami berharap semoga terus bertambah untuk hari-hari selanjutnya,” lanjutnya. Dengan demikian, pembukaan acara telah menuai antusiasme dari peserta, sebagaimana terlihat dari kehadirannya, meskipun tanpa target pasti. Hal ini membawakan harapan terhadap peningkatan jumlah peserta di rangkaian acara selanjutnya.
Pembukaan PARE 2026 ini diharapkan tidak sekadar menjadi pengisi waktu luang menjelang berbuka, namun mampu menjadi pemantik bagi mahasiswa untuk tetap produktif bersama di tengah ibadah.
Penulis / Hanifah Feorentina Siallagan
Editor: Aisyah











