Darussalam — Selain lagunya yang viral pada awal tahun 2025 berjudul “Teruntuk Mia”, Muhammad Rizki Nugroho atau yang akrab dikenal dengan nama panggung “Nuh” juga telah merilis satu album bertajuk Mentari di Mata Hujan pada 25 September 2023.
Rilis album tersebut menjadi salah satu bukti konkret perjuangan karier Nuh dalam bermusik. Berawal dari kegemarannya menulis sejak lama, Nuh yang juga sebagai lulusan Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2011terus menekuni proses kreatifnya hingga lahirlah album Mentari di Mata Hujan.
“Sebenarnya tidak ada inspirasi khusus. Namun karena keinginan pribadi untuk memiliki sebuah album dan tekad untuk terus berkarya di bidang musik, akhirnya album ini hadir dengan judul Mentari di Mata Hujan,” ungkapnya.
Nuh menjelaskan bahwa keseluruhan dari isi album tersebut merupakan hasil dari rangkuman serta penyempurnaan dari sejumlah materi lagu yang sudah ia tulis sebelumnya. Bersama dengan produsernya, Nuh juga berperan dalam penentuan nama album tersebut.
“Album Mentari di Mata Hujan tidak memiliki benang merah khusus dalam penyusunan cerita dibaliknya. Album ini berisi beberapa materi lagu yang sudah ada sebelumnya, dan setiap lagu memiliki latar belakangnya masing-masing, sehingga tidak saling berkaitan,” tuturnya.
Dalam proses penggarapan album, Nuh menghadapi sejumlah hambatan, salah satunya keterbatasan relasi karena posisinya sebagai musisi daerah pada saat itu. “Hambatan yang paling terasa adalah minimnya relasi dengan pihak media, publishing, player, produser, dan sebagainya. Ditambah lagi dengan kondisi fisik yang tidak memungkinkan saya untuk bermain musik,” jelasnya.
Jika menilik lebih jauh isi dari album tersebut, Nuh memiliki satu lagu yang paling ia sukai, yaitu “Mentari di Mata Hujan”, yang sekaligus menjadi judul lagu dan judul albumnya. Ia menyebut bahwa lagu tersebut merupakan favoritnya sekaligus lagu yang paling kompleks dalam proses pengerjaannya.
Sehubungan dengan viralnya lagu “Teruntuk Mia” beberapa waktu lalu, Nuh berharap pendengar dapat menyukai dan menikmati seluruh karya musiknya, terkhusus album Mentari di Mata Hujan yang telah dirilis jauh sebelum beberapa single lainnya.
Press Release: Lisena Publisher
Editor: Nabila Anris Putri











