Darussalam – Tiga mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK), Alya Zuhra, Nazila Fathanah, dan Rafi Athallah, membawa harum nama USK dalam lomba Infografis Tingkat Nasional pada ajang National Scientific Paper Competition PRAKTEK (Peusijuek Rakan Aneuk Teknik) dengan tema “Sustainable Innovation and Independence: Young Generation Creativity Towards a Golden Indonesia 2045” pada tangga 18–22 September 2025 di Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe.
Dalam kompetisi tersebut, tim ini mengangkat sebuah karya infografis berjudul “Inong Carong App: Inovasi Digital untuk Kesetaraan Gender dan Kemandirian Ekonomi Perempuan di Aceh.” Melalui infografis yang disajikan, ketua tim Alya Zuhra memimpin presentasi poster yang menyoroti solusi digital berbasis teknologi untuk menjawab masalah kesenjangan gender dan rendahnya literasi digital pada perempuan.
Tim ini menjelaskan bahwa perempuan di Aceh masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari keterbatasan akses internet, rendahnya literasi digital, hingga kuatnya budaya patriarki yang mempersempit ruang gerak dan peluang perempuan di bidang ekonomi dan teknologi. Kondisi ini mendorong lahirnya Inong Carong App, sebuah aplikasi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan blockchain yang dirancang untuk memperkuat peran perempuan dalam transformasi digital dan ekonomi.
“Inong Carong App kami rancang sebagai ruang aman dan inklusif bagi perempuan Aceh untuk belajar, bertransaksi, dan berkembang secara mandiri,” ujar Alya Zuhra saat memaparkan poster mereka. Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai platform digital, tetapi juga sebagai ekosistem pemberdayaan perempuan.
Lebih lanjut, Nazila Fathanah menjelaskan bahwa Inong Carong App memiliki berbagai fitur utama, seperti AI Chat Assistant yang membantu edukasi hak dan literasi digital, marketplace UMKM perempuan untuk memasarkan produk lokal, kelas dan sertifikat digital berbasis NFT, serta blockchain microfinance yang menjamin transaksi dana mikro yang aman dan transparan. Menurutnya, integrasi teknologi ini menjadi kunci untuk mendorong kemandirian ekonomi perempuan, khususnya di wilayah pedalaman.
Selain itu, Rafi Athallah menambahkan bahwa inovasi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 dan 5, yakni pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender. “Kami ingin menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi alat pemberdayaan sosial, bukan justru memperlebar kesenjangan,” ujarnya. Melalui karya mereka, tim ini mengajak generasi muda untuk berinovasi demi mewujudkan Aceh dan Indonesia yang lebih inklusif menuju Indonesia Emas 2045.
Penyajian yang komunikatif serta relevansi isu yang diangkat membuat Inong Carong App dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan diterapkan di masyarakat. Alhasil, karya infografis tim USK ini mendapatkan nilai unggul dari dewan juri karena mampu menggabungkan data, visualisasi, dan gagasan inovatif secara ringkas dan kuat.
Prestasi yang ditorehkan oleh Alya Zuhra, Nazila Fathanah, dan Rafi Athallah dalam kompetisi PRAKTEK 2025 menunjukkan bahwa mahasiswa teknik tidak hanya andal dalam logika numerik, tetapi juga mampu menciptakan solusi kreatif untuk tantangan sosial melalui pendekatan teknologi.
Press Release : Nazila Fathanah











