BeritaNasionalOpini

Nada yang Tumbuh di Tengah Sunyi: Brani Music dan Ekspresi Anak Muda Aceh

×

Nada yang Tumbuh di Tengah Sunyi: Brani Music dan Ekspresi Anak Muda Aceh

Sebarkan artikel ini
By : Perspektif

Darussalam- Berawal dari sebuah kompleks kecil di Bireuen, sekelompok anak muda menyalurkan hobi yang sama yaitu menulis lirik dan meramu beat sederhana. Dari kegiatan itu, lahirlah Brani Music, grup hip-hop yang telah bertahan sejak 2010 hingga kini. Nama Brani Music sendiri baru diresmikan pada tahun 2020, terinspirasi dari nama anak sang pendiri, Daud Brani.

Pandemi yang membatasi banyak aktivitas masyarakat, justru menjadi titik balik bagi Brani. Pada masa itulah mereka sepakat untuk menekuni musik secara lebih serius. “Hip-hop bisa kami jalani dengan peralatan sederhana, tidak perlu drum atau gitar. Cukup dengan beat, kami sudah bisa membuat lagu dan lebih hemat biaya produksi,” ujar salah satu personelnya.

Perjalanan mereka tentu tidak selalu mudah. Tinggal di kota yang dikenal dengan julukan “kota santri” membuat izin tampil kerap sulit didapatkan. Ditambah lagi, dua personel yang berprofesi sebagai anggota Polri harus pandai membagi waktu. Namun, semangat mereka tidak pernah surut. “Kami bertahan karena memang cinta dengan hip-hop. Ini passion yang tidak bisa dilepaskan,” tegas mereka.

Bagi Brani Music, musik tidak berhenti di panggung. Mereka juga membuka kursus gitar dan drum untuk anak-anak dan remaja, agar musik menjadi kesibukan positif sekaligus peluang ekonomi bagi anak muda saat ini. Bahkan ada murid yang kini bisa mengiringi musik di acara pernikahan berkat pelatihan di studio sederhana itu. “Itu kebanggaan tersendiri, melihat anak-anak bisa dapat manfaat dari musik dan terhindar dari pergaulan yang tidak sehat,” tutur sang pendiri Brani.

Dari berbagai karya, lagu Muasal menjadi yang paling berkesan. Lagu ini menceritakan perjalanan pendiri sejak merintis hingga hari ini, dengan pesan agar tidak melupakan asal-usul diri sendiri sejauh apapun langkah yang sudah ditempuh.

Ke depan, Brani Music merencanakan sebuah album berisi 12 lagu sebagai penanda keseriusan mereka di dunia musik. Selain tampil secara mandiri, mereka juga pernah berkolaborasi dengan musisi Aceh lainnya di berbagai panggung komunitas di Banda Aceh dan Sigli. Kolaborasi tersebut membantu memperluas jejaring sekaligus menghadirkan warna baru bagi perkembangan hip-hop di daerah.

Meski sering dipandang sebelah mata, Brani Music terus membuktikan bahwa musik bisa bertumbuh bahkan dari ruang yang sunyi. Bagi mereka, musik bukan sekadar hiburan, melainkan cara membangun keluarga baru, ruang solidaritas, serta jalan bagi anak muda Aceh untuk terus berkarya secara positif.

(Perspektif/Rifa Sanira)

Editor:Akif